GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
Happiness 02


__ADS_3

"Zayn berhenti" Teriak Ayrin cukup keras yang membuat Zayn seketika memberhentikan mobilnya, Beruntung keadaan jalan cukup sepi mengingat ini masih jam kerja.


"Sayang ada apa?" Tanya Rey pelan menatap bingung Ayrin.


"Maaf membuat kalian kaget" Sesal Ayrin "Lihat Rey anak itu menangis sendirian disana" Tunjuk Ayrin ke arah anak yang sedang menangis itu.


Rey melihat ke arah yang Ayrin tunjuk dan benar Rey melihat seorang anak laki-laki sedang menangis sendirian di bawah pohon, Zayn pun sama melihatnya namun yang membuat mereka bingung kenapa Ayrin sampai sepanik itu hingga meminta mobil berhenti secara tiba-tiba.


"Aku akan turun sebentar kasihan anak itu menangis sendirian disana" Ucap Ayrin yang langsung membuka pintu mobil, Namun sebelum Ayrin turun Rey menarik tangan Ayrin.


"Aku dan Zayn yang akan turun sayang kau tunggulah disini" Rey melirik ke arah Bubu dan Buba yang sedari tadi hanya diam memperhatikan mereka berdua.


Ayrin yang mengerti arti tatapan Rey mengangguk patuh, Rey memberikan Aylen pada Ayrin setelah itu dia turun bersama Zayn menghampiri anak laki-laki itu.


"Maafkan Mommy sayang membuat kalian kaget" Ucap Ayrin penuh sesal.


" It's oke mom" Jawab si kembar bersamaan.


Dari dalam mobil Ayrin menatap Rey dan Zayn yang sudah menemui anak laki-laki itu, Cukup lama Ayrin menunggu membuatnya tidak sabar dan memutuskan menghampiri mereka.


"Sayang." Panggil Ayrin.

__ADS_1


Rey mengambil alih Aylen dari gendongan Ayrin kemudian Ayrin duduk di samping anak laki-laki itu, Sebelumnya Ayrin meminta Zayn untuk membawa Bubu dan Buba.


"Aku sudah mengajak nya bicara tapi dia diam saja tidak mau menjawab pertanyaan ku" Jelas Rey yang memang sedari tadi mereka menanyakan ini itu anak laki-laki itu tidak menjawab sama sekali.


Ayrin mengerti kenapa anak laki-laki itu tidak mau menjawab pertanyaan Rey, Mungkin anak itu merasa takut dengan Rey yang baru di lihatnya pertama kali, Naluri anak kecil memang seperti itu ia akan merasa takut dengan orang-orang yang tidak pernah ia temui sebelumnya, Oleh karena itu Ayrin langsung memeluk anak itu memberikan kenyamanan agar anak itu tidak takut dengan nya.


"Jangan takut sayang kami bukan orang jahat yang akan menyakitimu" Ayrin masih memeluk anak itu dan mengusap lembut kepala anak itu.


Setelah beberapa saat Ayrin melepas pelukannya dan berpindah posisi berjongkok di depan anak itu, "Siapa namamu nak?" Tanya Ayrin pelan sembari menggenggam tangan anak itu.


Namun anak laki-laki itu diam tak menjawab "Dimana Ibu mu nak?" Tanya Ayrin lagi anak laki-laki itu mulai menggelengkan kepala nya, Ayrin tersenyum melihat anak itu menggelengkan kepalanya itu berati anak itu tidak takut lagi dengan mereka.


"Apa kau kesini bersama orangtuamu nak?" Anak laki-laki itu kembali menggelengkan kepalanya.


Ayrin mengerti dengan jawaban anak itu ia berdiri dan mendekat ke arah Rey "Sayang apakah anak ini korban penculikan?" Asumsi Ayrin dengan semua jawaban yang ia dapat dari anak itu.


"Mungkin saja sayang tapi kita tidak bisa menyimpulkan nya secepat itu sayang" Jawab Rey yang di angguki Zayn.


"Lalu bagaimana jika anak ini memang korban penculikan?" Ucap Ayrin yang masih kekeh dengan asumsinya.


"Sebaiknya kita tunggu saja disini untuk mencari tau apakah anak ini korban penculikan atau bukan" Ucap Zayn memberi solusi yang di setujui Rey dan Ayrin.

__ADS_1


Ayrin membawa Bubu dan Buba mendekat ke arah anak laki-laki itu, Ayrin mendudukan Bubu dan Buba di samping anak itu "Bubu Buba maukah kalian bermain dengan adik ini?" Tanya Ayrin yang langsung mendapat respon bahagia dari anak-anak nya.


"Oke Mom.." Jawab si kembar dengan tawa riang.


Ayrin menggenggam tangan anak laki-laki itu "Sayang jangan menangis lagi dan jangan takut lagi ada kami disini, Sekarang bermainlah dengan mereka kau bisa menganggap mereka kakak mu" Kata Ayrin, Anak laki-laki itu menganggukan kepalanya, Sebelum bermain Ayrin membersihkan bekas air mata anak itu setelah nya mereka bermain di taman itu.


Ayrin dan Rey menunggu di bawah pohon dengan Aylen yang ada dalam gendongan Rey sedangkan Zayn ikut bermain bersama anak-anak, Empat jam telah berlalu anak-anak sudah kelelahan bermain namun tak kunjung ada yang datang mencari anak laki-laki itu.


Bubu dan Buba dan anak laki-laki itu duduk di bersandar di bangku taman dengan wajah lelah, Rey yang melihat kelelahan anak-anak nya memutuskan untuk mengakhiri menunggu.


"Sayang sebaiknya kita pulang saja kasihan anak-anak mereka sudah kelelahan " Ucap Rey melihat anak-anak nya yang sudah mulai mengantuk karena memang ini jam mereka untuk tidur siang dan mereka juga belum sempat makan siang karena kejadian ini.


"Tapi sayang..." Jeda Ayrin yang juga sama melihat anak-anak nya sudah kelelahan, Ayrin beralih menatap Rey penuh arti dan langsung di pahami Rey.


"Kau jangan khawatir sayang, Kita akan membawa anak ini ikut dengan kita" Ucap Rey yang mengerti arti tatapan Ayrin.


"Dan aku akan meminta anak buah Zayn untuk menunggu disini jika nanti ada orang yang menanyakan anak ini" Ucap Rey lagi sbelum Ayrin membuka suaranya untuk menanyakan sesuatu yang Rey sudah ketahui itu.


"Kau memang yang terbaik sayang" Jawab Ayrin senang Rey mengerti apa yang dia mau tanpa ia harus mengatakannya.


Ayrin membawa anak laki-laki itu pulang bersama nya dan anak laki-laki itu tidak menolaknya namun anak laki-laki itu belum mau membuka suaranya, Ketika bermain tadi pun anak itu tidak mengelurkan suaranya ia hanya tersenyum tanpa suara.

__ADS_1


Rey duduk di depan menggendong Aylen sedangkan Ayrin duduk di belakang bersama Bubu buba dan anak laki-laki itu, Di jalan anak-anak semua tertidur karena kelelahan, Ntah mengapa Ayrin merasakan rasa sayang terhadap anak laki-laki yang ada di samping kanan nya yang baru ia temui tadi seperti rasa sayang terhadap anak kandung nya sendiri, Ayrin berada di posisi memangku Buba di kanan kirinya ada Bubu dan anak laki-laki itu, Ayrin tersenyum sambil mencium kepala anak laki-laki itu dengan memikirkan sesuatu yang hanya Ayrin sendiri yang tau dan hal itu tak luput dari perhatian Rey yang melihat melalui kaca dan tentu saja Rey tau apa yang ada dalam fikiran Ayrin karena Rey sudah menebak nya sedari awal saat Ayrin berteriak meminta mobil untuk berhenti.


__ADS_2