GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
Happiiness 39


__ADS_3

Siang berganti sore jam kantor telah usai, Rey datang ke ruangan Aarash "Aarash ayo pulang" Ajak Rey pada Aarash yang sedang memeriksa berkas.


"Daddy duluan saja, Masih ada berkas yang harus Aarash selesaikan" Rey mengganggukan kepalanya mengerti.


"Yasudah....Jika sudah selesai langsung pulang ya" Pesan Rey pada Aarash.


"Emmm Dad Aarash ada janji dengan Azkia setelah ini" Tutur Aarash.


"Yasudah kalian hati-hati, Ingat jangan macem-macem sebelum kalian menikah" Pesan Rey lagi, Walaupun semua anak-anak nya sudah dewasa Rey dan Ayrin tidak lantas membebaskan anak-anak berbuat hal-hal yang sesuka nya apalagi bermaiin perempuan dan **** bebas, Rey selalu berpesan kepada anak laki-laki nya untuk selalu menjaga perempuan dan menghormati perempuan.


"Daddy tenang saja Aarash akan selalu ingat pesan Daddy untuk menjaga dan menghormati perempuan" Jawab Aarash, Setelah mendengar jawaban Aarash Rey pamit pergi.


Selepas kepergian Rey Aarash mengambil ponsel nya dan menghubungi Azkia calon istrinya, Dua kali melakukan panggilan tak ada jawaban dari Azkia akhirnya Aarash memutuskan mengirim pesan jika ia akan datang ke apartemen Azkia, Selang beberapa menit Azkia membalas pesan Aarash.


Aarash pergi ke apartemen Azkia setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Aarash membelikan martabak coklat kesukaan Azkia, Dua puluh menit kemudian Aarash sampai di Apartemen Azkia, Aarash menekan bel beberapa kali senyumnya terbit setelah melihat wanita yang ia sayangi membukakan pintu.


"Aku merindukan mu" Ucap Aarash memeluk Azkia.


"Aku juga" Jawab Azkia membalas pelukan Aarash.


Azkia membawa Aarash masuk dan duduk di sofa, Ia pergi ke dapur untuk membuatkan Aarash minuman setelah itu ia kembali menemui Aarash dan memberikan minuman itu.


"Kamu sudah bilang sama Mommy tentang masalah itu?" Tanya Azkia yang duduk di samping Aarash.


Aarash menggelengkan kepalanya sebelum menjawab, "Belum, Aku belum memiliki waktu yang tepat untuk memberi tau Mommy"


Azkia menarik nafasnya berat mendengar jawaban Aarash, "Kalau Mommy kecewa sama aku gimana?" Azkia bertanya sambil menundukan wajahnya.


"Hei dengarkan aku, Mommy adalah wanita yang paling baik di dunia ini jadi aku yakin Mommy tidak akan kecewa, Percayalah" Aarash berusaha meyakinkan Azkia yang takut membuat Ayrin kecewa setelah mengerti masalah nya.


Padahal Aarash sebenarnya memiliki ketakutan tersendiri ia hanya berusaha untuk menenangkan Azkia, Aarash takut setelah menceritakan semua nya kepada Ayrin, Ayrin akan kecewa dan tidak merestui hubungan mereka dan meminta mereka membatalkan pernikahan.


"A-Aku takut" Ucap Azkia terbata, Suara nya sedikit tercekat karena menahan tangis nya.

__ADS_1


Aarash membawa Azkia dalam pelukan nya, Mengelus kepala Azkia sayang untuk menenangkan nya, "Aku tidak apa-apa kalau akhirnya kita akan berpisah, Kalau nanti kamu di minta untuk memilih antara aku sama Mommy kamu pilih Mommy ya, Jangan pernah kecewain Mommy ya, Mommy terlalu baik untuk kamu kecewain" Beo Azkia dalam pelukan Aarash yang mana kata-kata itu malah membuat Aarash semakin takut kehilangan Azkia.


Setelah makan malam bersama Aarash pamit pulang, Azkia berpesan kepada Aarash untuk berhati-hati, Sampai di rumah keadaan rumah sudah cukup sepi karena ia sampai di rumah sudah cukup malam.


Aarash langsung pergi ke kamar nya, Aarash mendudukan dirinya di kursi kerja nya, Atensi Aarash teralihkan saat mendengar suara ketukan pintu, "Sayang boleh Mommy masuk" Suara Ayrin dari luar.


"Masuk saja Mom tidak Aarash kunci" Jawab Aarash sedikit berteriak.


Ayrin masuk kedalam kamar Aarash setelah mendapat izin, "Kakak sudah makan malam?" Tanya Ayrin duduk di ranjang Aarash.


"Sudah Mom tadi sama Azkia" Jawab Aarash, Ayrin menganggukan kepalanya mengerti.


"Mom" Panggil Aarash ragu-ragu.


"Ada apa sayang?, Apa yang mengganggu fikiran mu? Beritahu Mommy, Mommy akan mendengarkan" Jawab Ayrin menepuk sisi sebelah nya meminta Aarash mendekat kepadanya.


"Mom sebelum nya Aarash minta maaf jika membuat Mommy kecewa nantinya" Aarash menjeda ucapan nya sebentar melihat reaksi Ayrin "Beberapa bulan lalu Aarash mengantar Azkia untuk memeriksakan kondisinya karena siklus datang bulan Azkia yang tidak teratur dan dokter mengatakan jika Azkia menderita PCOS dan dokter juga mengatakan jika Azkia akan sulit memiliki anak" Tutur Aarash dengan hati-hati dengan menatap Ayrin takut.


Deg......Jantung Ayrin langsung berdetak kencang saat mendengar ucapan Aarash, Ingatan nya perputar kembali di saat-saat dimana ia di buang karena tidak bisa memiliki anak oleh kedua mantan suaminya.


"Maafin Aarash Mom, Aarash sudah buat Mommy kecewa, Maaf Mom" Mohon Aarash mengatupkan kedua tangan nya, Tak ayal dia pun ikut meneteskan air mata merasa bersalah kepada Ayrin.


"Aarash minta maaf Mom, Jika Mommy ingin Aarash membatalkan pernikahan kami Aarash tidak apa-apa Mom, Azkia juga tidak apa-apa jika pernikahan kami batal Mom" Aarash terus memohon maaf kepada Ayrin yang mana semakin membuat air mata Ayrin mengalir deras apalagi setelah mendengar jika Azkia sampai berfikiran jika pernikahan mereka akan batal.


Ayrin menarik tangan Aarash untuk berdiri dan membawanya kembali duduk di sebelahnya dan langsung memeluknya, Ayrin menangis hingga membasahi kemeja Aarash Ayrin dapat merasakan betapa sakit nya Azkia saat ini, Dan betapa takutnya Azkia jika Ayrin menolaknya karena dirinya yang kemungkinan tidak bisa memiliki anak.


"Maafin Aarash Mom" Ucap Aarash melepas pelukan Ayrin.


"Tidak sayang jangan minta maaf, Ini bukan salah kalian tapi takdir Tuhan, Mommy tidak kecewa sama sekali dengan kalian Mommy hanya tidak menyangka jika Azkia mengalami hal yang sama seperti Mommy dahulu, Mommy tau bagaimana takut dan kecewa nya Azkia saat ini," Jawab Ayrin membuat Aarash diam, Sungguh Aarash tidak menyangka jika Ayrin menangis bukan karena kecewa kepadanya dan Azkia.


"Mommy tetap menyetujui pernikahan kalian apapun keadaan Azkia, Mommy maunya Azkia yang menjadi Menantu Mommy tidak perduli kalian akan memiliki anak atau tidak nantinya, Selagi anak Mommy bahagia dengan pilihannya Mommy dan Daddy tidak masalah jika Mommy dan Daddy tidak memiliki cucu dari kalain yang terpenting kalian bahagia bagi Mommy dan Daddy itu sudah lebih dari cukup" Lanjut Ayrin yang mana membuat Aarash tersenyum lega dan langsung memeluk Ayrin.


"Terimakasih Mom Terimakasih, Mommy adalah Mommy terbaik di dunia ini" Ucap Aarash dengan bahagia.

__ADS_1


Ayrin balas memeluk Aarash dan menghapus sisa-sisa air matanya, Ayrin melepaskan pelukan Aarash ia ingin menanyakan sesuatu kepada Aarash, "Aarash dengarkan Mommy" Ayrin meminta Aarash menatapnya, "Apa kamu yakin mencintai Azkia?" Tanya Ayrin serius.


"Tentu Mom, Bahkan Aarash sangat sangat mencintai Azkia" Jawab Aarash tanpa ragu-ragu.


"Apa kamu yakin bisa menerima semua kekurangan Azkia?, Termasuk menerima kenyataan jika Azkia tidak bisa melahirkan anak?" Tanya Ayrin lagi.


"Aarash bisa menerima semua kekurangan Azkia Mom, Aarash tidak perduli kami akan memiliki anak atau tidak nantinya" Dengan tegas dan yakin Aarash menjawab pertanyaan Ayrin.


"Kau yakin tidak akan meninggalkan Azkia dengan alasan Azkia tidak bisa memiliki anak?, Kau tau Aarash di tiinggalkan karena tidak bisa memiliki anak itu jauh lebih sakit dari pada di tinggalkan karena penghianatan, Mommy sudah pernah merasakan semua itu dan sampai sekarang sakit itu masih terasa" Benar yang di katakan Ayrin bahkan setelah bertahun-tahun berlalu GORESAN LUKA itu masih terasa dan membekas di hatinya, Ayrin tak akan melupakan bagaiman terluka dan hancurnya dirinya saat itu.


"Aarash yakin Mom, Aarash berjanji tidak akan meninggalakn Azkia apapun alasan nya, Bahkan jika Azkia tidak bisa melakukan apapun lagi Asrash tetap akan bersama Azkia dan tidak akan meninggalkan nya, Mommy bisa pegang janji Aarash" Aarash bersungguh-sungguh dengan ucapan nya dan menggenggam tangan Ayrin untuk berjanji.


Ayrin tersenyum mendengar jawaban Aarash yang bersungguh-sungguh, "Jika suatu saat nanti Mommy temui kamu menyakiti Azkia bahkan sampai meninggalkan nya karena alasan ini Mommy adalah orang pertama yang akan membencimu"


"Dan Daddy adalah orang kedua yang akan membencimu dan Daddy tidak akan mengganggap mu sebagai anak Daddy lagi" Rey tiba-tiba masuk dan mengatakan hal itu yang mana membuat Ayrin dan Aarash kaget.


Rey sedari awal mendengarkan percakapan Aarash dan Ayrin, Ia sengaja menunggu di luar ia ingin mendengarkan semuanya dari luar dan betapa bangga dan bersyukur nya Rey memiliki Ayrin sebagai istrinya, Rey yang tadi nya hanya ingin menyusul Ayrin dan membawanya kembali ke kamar karena sudah cukup lama meninggalkan nya ia urungkan saat mendengarkan apa yang di katakan Aarash, Dan memilih mendengarkan dari luar apa yang Aarash dan Ayrin bicarakan.


"Daddy"


"Sayang"


Ucap Aarash dan Ayrin besamaan, Rey mendekat ke arah anak dan istrinya lalu memberikan ciumum di kening Ayrin dan mengelus sayang kepala Aarash, "Daddy akan memegang janji mu Son dan jika kau melanggar janji mu kau akan menerima akibatnya" Rey berdiri di hadapan Aarash dan menatapnya intens.


"Daddy bisa memegang janji ku dan akan Aarash pastikan Aarash tidak akan melanggarnya" Dengan yakin dalam hati nya Aarash mengatakan itu kepada Rey.


Ayrin tersenyum tangan nya terulur mengelus wajah Aarash, Satu tetes air mata Ayrin keluar saat Aarash menatapnya sambil tersenyum, Ayrin berdoa semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan untuk Aarash dan istrinya.


"Besok bawa Azkia ke rumah ya Mommy mau ketemu sama Azkia" Pinta Ayrin pada Aarash.


"Ya Mom,, Besok Aarash akan bawa Azkia ke rumah"


Rey dan Ayrin meninggalkan kamar Aarash dan pergi kekamar mereka, Selepas keprgian Daddy dan Mommy nya Aarash menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, Perasaan nya lega luar biasa semua beban yang ada dalam fikiran dan hatinya telah terangkat, Aarash sengaja tidak memberitahu Azkia jika Ayrin tidak keberatan dengan keadaan Azkia dan dengan senang hati menerima Azkia, Aarash ingin Azkia mendengar sendiri dari Mommy nya, Aarash pergi mandi dan langsung tidur, Malam ini tidur Aarash terasa nyenyak lain hal dengan Azkia yang tidak bisa tidur karena memikirkan masalah ini.

__ADS_1


Hallo semuanya apa kabar? tidak terasa satu bab lagi kisah ini akan selesai, Author mau ngucapin terimakasih banyak buat kalian semua sudah mengikuti kisah ini, Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT dimanapun kaian berada, Sampai jumpa besok bye bye👋👋


__ADS_2