GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
Happiness 32


__ADS_3

Malam semakin larut namun tak membuat Ayrin dapat tidur dengan nyenyak badan nya menggigil kedinginan suhu badan nya pun naik, Rey terbangun karena mendengar suara gertakan gigi Ayrin karena menggigil kedinginan,.


"Sayang ada apa denganmu?" Panik Rey saat melihat Ayrin menggigil.


"Kau demam sayang" Ucap Rey setelah memeriksa suhu tubuh Ayrin menggunakan tangan nya.


Rey turun dari ranjang untuk mengambil kotak obat yang memang tersedia di kamar mereka, Rey mengambil obat penurun panas sangking panik nya semua obat sampai bercecer karena terjatuh, Setelah mendapat obat penurun panas Rey langsung memberikan nya kepada Ayrin.


Rey membantu Ayrin duduk untuk meminum obat setelah selesai Rey membaringkan Ayrin kembali, Rey membereskan obat-obatan yang bercecer di lantai dan membuang nya setelah itu ia menyusul Ayrin, Rey membawa Ayrin dalam pelukan nya.


"Apa kau masih memikirkan tentang Albiyan sayang" Tebak Rey yang sudah menduga Aurin seperti ini pasti karena memikirkan Albiyan.


"Hemm" Jawab Ayrin dalam pelukan Rey.


Nyatanya Ayrin tidak bisa untuk tidak memikirkan tentang Albiyan, Ketakutannya jika Albiyan akan kembali kepada Ibu kandungnya membuat isi kepala nya penuh dengan hal itu dan membuatnya berujung sakit.


"Bukankah aku sudah katakan jangan memikirkannya sendiri kenapa kau tidak mendengarkan ku sayang?" Ucap Rey mengelus sayang punggung Ayrin.


"Aku tidak tau, Aku sudah berusaha tapi tidak bisa" Lirih Ayrin menjawab ucapan Rey.


Rey menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nya pelan, Tangan nya terus mengelus lembut punggung Ayrin, "Sayang" Panggil Ayrin pelan dalam pelukan Rey.


"Hemm"


"Boleh aku ikut mengantar Albiyan bertemu Chaterine" Satu keinginan yang Ayrin ingin ucapkan sedari tadi siang saat Rey mengatakan Albiyan akan menemui Ibu kandungnya.


"Tidak sayang" Jawab Rey menolak keinginan Ayrin, Rey tentu punya alasan tersendiri kenapa ia melarang Ayrin ikut mengantar Albiyan menemui ibu kandungnya.


"Kenapa?" Satu tetes air mata Ayrin keluar tanpa di minta.

__ADS_1


"Karena kau akan membuat Albiyan bimbang menentukan pilihannya nantinya" Mendengar alasan Rey seketika buliran air mata mengalir dari mata Ayrin.


"Aku takut Albiyan tidak bersamaku lagi Rey" Ucap Ayrin mengatakan ketakutan terbesarnya.


"Kau tidak boleh seperti ini sayang, Albiyan mempunyai hak atas hidup ny, Biarkan dia memilih bagaimana hidupnya nantinya" Bijak Rey mengakhiri obrolan tengah malam itu karena Ayrin sudah kembali tidur, Rey berharap esok pagi Ayrin sudah membaik.


Jam berputar dengan cepat pagi telah datang, Rey bangun lebih dulu di lihatnya Ayrin masih tidur, Rey memeriksa tubuh Ayrin yang ternyata masih deman, Rey menarik nafasnya berat karena sebentar lagi anak-anak pasti akan panik saat tau Mommy mereka sakit.


Ayrin membuka matanya ia menatap Rey yang baru keluar dari walk in closed dan tersenyum, Rey mengecup kening dan bibir Ayrin sebagai ucapan selamat pagi," Istirahat lah lagi aku akan membangunkan anak-anak" Ucap Rey sebelum meninggalkan kamar untuk membangunkan anak-anak.


Rey menaiki Lift untuk menuju lantai tiga dimana kamar anak-anak berada, Rey memasuki kamar Aaresh terlebih dahulu, Rey menghidupkan lampu dan menekan remot untuk membuka tirai.


"Son bangun lah sudah pagi" Suara Rey membangunkan Aaresh dan memberikan ciuman di kening Aaresh.


Mendengar suara Rey yang membangunkan nya pagi ini seketika saja mata Aaresh terbuka lebar, Karena biasanya Ayrin yang membangunkan nya dan jika Rey yang membangunkan nya sudah pasti terjadi sesuatu dengan Ayrin.


Rey bahkan tidak sempat mengucapkan satu katapun karena Aaresh sudah berlari kencang, Meninggalkan kamar Aaresh Rey beralih ke kamar Albiyan, Rey melakukan hal yang sama menghidupkan lampu dan membuka tirai menggunakan remot.


"Son ini sudah pagi ayo bangun" Rey mencium kening Albiyan, Respon Albiyan sama dengan Aaresh mendengar suara Rey yang membangunkan nya langsung bangun dan berlari ke luar menuju kamar Daddy dan Mommynya.


Rey manarik nafasnya pelan tak urung ia juga tersenyum melihat anak-anak begitu menyayangi Ayrin, Rey ke kamar Aarash ia melakukan hal yang sama juga setelah mematikan lampu dan membuka tirai Rey membangunkan Aarash.


"Bangun son sudah pagi" Ucap Rey yang juga mencium kening Aarash, Aarash membuka matanya seketika mendengar suara Rey, "Mommy" Aarash langsung bangun dan turun saat ia akan berlari kaki nya tersangkut selimut sehingga membuat nya terjatuh.


"Hati-hati son" Kata Rey namun Aarash tak memperdulikan itu ia berlari keluar dengan sakit di kaki nya karena ia terjatuh cukup keras.


"Satu lagi" Monolog Rey, Kini Rey sudah berada di kamar Aylen Rey membuka selimut yang menutupi tubuh anak perempuan satu-satunya itu, Rey menyingkirkan boneka-boneka yang berada di samping Aylen sebelum membangunkan nya.


"Princess bangun ini sudah pagi saat nya sekolah" Suara Rey terdengar begitu lembut saat membangunkan Aylen tak lupa ia memberikan ciuman di kening putrinya.

__ADS_1


"Daddy di mana Mommy" Tanya Aylen yang sudah membuka matanya.


"Mommy sedang sakit sayang" Jawab Rey dan sekatika saja Ayrin bangun dan berlari keluar menuju kamar Daddy dan Mommynya.


"Tunggu Daddy sayang" Rey berhasil menyusul Aylen yang baru memasuki lift.


Sampai di kamar Rey melihat ketiga anak laki-laki nya memeluk Ayrin dengan posisi Ayrin duduk bersandar di ranjang, Aylen naik ke atas ranjang Albiyan menggeser tubuhnya sehingga Aylen dapat memeluk Ayrin.


"Mommy hanya deman sayang, Jadi kalian tidak perlu khawatir" Ucap Ayrin lirih.


"Tetap saja Mommy sakit walau hanya deman" Aarash menjawab ucapan Ayrin.


"Boleh kami tidak masuk sekolah Mom, Kami mau menjaga Mommy" Tanya Aaresh mewakili saudara-saudaranya yang lain yang juga ingin menanyakan hal yang sama.


"Tidak sayang, Kalian tetap harus sekolah, Mommy baik-baik saja lagipula ada Daddy yang menjaga Mommy" Tolak Ayrin yang membuat anak-anak menatap Rey.


"Kenapa kalian menatap Daddy seperti itu" Tanya Rey yang di tatap ke empat anak nya.


"Ya ya Daddy janji akan menjaga Mommy kalian dan Daddy tidak akan bekerja, Apa itu yang kalian mau?" Ucap Rey lagi dan anak-anak mengganggukan kepalanya.


"Jika begitu cepat kalian kembali ke kamar kalian dan mandi karena sudah semakin siang" Perintah Rey yang langsung di turuti anak-anak, Sebelum anak-anak pergi anak-anak mencium Ayrin satu persatu.


Setelah anak-anak pergi Rey mendekati Ayrin dan duduk di samping nya, Ayrin bersandar di lengan Rey, "Aku belum membuatkan makanan untukmu dan anak-anak" Ucap Ayrin sudah ingin berdiri namun Rey menahan nya.


"Tetap di tempatmu sayang" Jeda Rey menarik tangan Ayrin dan membawanya duduk kembali,"Kau tetap disini biar aku yang membuatkan anak-anak makanan dan juga untuk mu" Setelah mengatakan itu Rey turun kebawah membuat makanan, Rey hanya bisa membuat kan anak-anak roti panggang dan segelas susu tak lupa juga ia membuatkan untuk Ayrin,


Anak-anak sudah siap dengan seragam sekolah mereka, Mereka makan makanan yang sudah di siapkan Rey dengan tenang tanpa protes, Setelah selesai makan mereka ke kamar Ayrin untuk pamitan, Mereka mencium tangan dan pipi Ayrin bergantian.


Tiba giliran Albiyan yang terakhir mencium Ayrin, Albiyan membisikan sesuatu yang mana membuat Ayrin mersa sedikit lega" I'm Sorry Mom, jangan sakit lagi Mom, karena selamanya kau adalah Ibu ku" Setelah mengatakan itu Albiyan pergi Ayrin tersenyum dengan air mata yang sudah menetes karena bahagia.

__ADS_1


__ADS_2