
Satu jam menunggu kabar baik datang kondisi Aaresh sudah stabil dan bisa di bawa terbang tentunya dengan protokol yang sudah di anjurkan, Selagi menunggu persiapan keberangkatan mereka ke Amerika Rey menyempatkan diri untuk pergi menemui dalang di balik semua ini ia sudah tidak sabar ingin menemui mereka dan memberikan pelajaran yang setimpal.
Rey pergi tanpa sepengetahuan Ayrin ia pergi saat Ayrin sedang dalam kamar mandi, Zayn mengendarai mobil dengan sangat cepat mengingat mereka tidak mempunyai banyak waktu, Di kursi samping Zayn Rey tengah asik mengotak atik senjata kesayangan nya yang telah lama tidak ia gunakan dan hari ini ia akan menggunakan nya untuk menghukum orang-orang itu.
Mobil berhenti tepat di depan rumah yang Rey siapkan khusus untuk orang-orang yang berani mengganggu hidupnya, Mereka masuk ke dalam dan menuju ruang bawah tanah, Baru menginjak kan kaki di anak tangga pertama Rey dan Zayn sudah mendengar jerit kesakitan.
Sampai di bawah Rey langsung mendekat ke arah tiga orang yang satu sudah tak terlihat lagi bentuk wajah nya, Rey mencengkram wajah Tuan Permana salah satu dalang dari semua ini.
"Berani sekali kau menyentuh anak ku" Ucap Rey menodongkan senjata di kepala Tuan Permana, Wajah Rey mengeras emosinya sangat memuncak.
"M-Maafkan Ss-Saya Tuan saya salah, Ampuni saya Tuan" Mohon Tuan Permana dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Rey memukul wajah Permana dengan senjatanya tepat di wajah nya dan hal itu membuat Permana berteriak kesakitan, Rey terus menghajar Permana menendang memukul dan menginjak tubuh Permana hingga tak sadarkan diri.
"Orang seperti mu tidak seharusnya bebas berkeliaran dan menghirup udara segar" Ucap Rey setelah selesai menghajar Permana, Rey bangkit dari tubuh Permana Zayn memberikan saputangan nya untuk membersihkan darah yang menempel di tangan Rey.
Rey berjalan mendekat ke arah dua orang yang sudah diam ketakutan setelah menyaksikan betapa brutalnya Rey menghajar Permana, Rey menarik kuat rambut Jesselyn skertaris Permana yang gagal merayunya waktu itu.
Plak...Plak...Tak segan-segan Rey menampar pipi Jesselyn, Rey semakin menarik kuat rambut Jesselyn menyeretnya dan ia lemparkan hingga tumbuhnya menabrak tembok, Dengan mata yang menyalang marah Rey mendekat ke arah Jesselyn yang merintih kesakitan.
__ADS_1
"A-ampun T-Tuan" Mohon Jesselyn di sisa-sisa kesadaran nya.
Plak..Lagi Rey menampar pipi Jesselin yang juga sudah terlibat dengan kecelakaan Aaresh, "Ucapkan selamat tinggal pada udara segar yang kau hirup saat ini, Karena setelah ini kupastikan Kau tidak akan bisa menghirup udara segar lagi bahkan kau tidak akan bisa melihat mata hari terbit dan tenggelam" Jesselyn begitu ketakutan mendengar apa yang di ucapkan Rey dengan sisa-sisa kekuatan nya Jesselyn memegang kaki Rey meminta ampun namun Rey langsung menarik kaki nya.
Rey memang pernah berjanji tidak akan lagi menggunakan kekerasan kepada siapapun walaupun mereka bersalah namun kali ini Rey tidak bisa untuk menepati janji nya nyawa anak nya dalam ambang kematian karena orang-orang ini tentu saja Rey tidak akan membiarkan mereka lepas dengan mudah, Menjebloskan mereka ke penjara Rey rasa itu tidak cukup.
Meninggalkan Jesselyn yang sudah tak sadarkan diri Rey berjalan mendekat ke arah seseorang yang dulu sangat berarti dalam hidup nya, Dengan tangan terikat seseorang itu bergetar ketakutan ia tak pernah tau jika Rey bisa melakukan hal ini, Semakin Rey mendekat seseorang itu berjalan semakin mundur namun anak buah Rey menahannya, Seseorang itu adalah Vania.
"R-Rey" Lirih Vania ketakutan, Dengan tatapan nyalang dan senyum smirk nya Rey menatap Vania yang bergetar ketakutan.
"Ma-Maaf kan a-ku R-Rey aku....."
Rey kaget melihat Ayrin ada di tempat itu juga dan menampar Vania, Dengan wajah marah dan mata merah Ayrin kembali menampar Vania berkali-kali hingga pipi Vania memar dan sudut bibir nya mengeluarkan darah, Rey menarik tubuh Ayrin mendekat pada nya dan memeluk nya untuk menenangkan emosinya.
Tadi saat di Rumah Sakit Zayn memberi tahu Rey jika dalang di balik semua ini sudah di tangkap Ayrin sedikit mendengarkannya, Ayrin tau Rey tidak akan mengajak nya jika Ayrin mengatakan ingin ikut karena itulah saat mendengar jika keadaan Aaresh sudah stabil ia sengaja pergi ke toilet, Setelah Rey dan Zayn pergi Ayrin mengikuti mereka dari belakang namun Ayrin sedikit terlambat karena ia harus terjebak lampu merah, Tapi Ayrin tidak khawatir karena ia tau kemana Rey dan Zayn akan pergi.
Sungguh ini baru pertama kalinya Rey melihat Ayrin semarah ini hingga menampar wajah seseorang, Selama ini Ayrin tidak pernah melakukan kekerasan fisik kepada orang-orang yang pernah menyakitinya, Memang benar selama ini Ayrin tak pernah melakukan kekerasan fisik kepada seseorang namun kali ini Ayrin tidak bisa jika ia harus diam apalagi anak nya sudah menjadi korban nya.
"Kendalikan dirimu sayang" Bujuk Rey pada Ayrin yang berontak dalam pelukan nya namun Ayrin tak mendengarkannya, Ayrin terus berontak dengan tatapan yang menatap Vania tajam seolah ingin membunuh Vania.
__ADS_1
Rey merasa kewalah manahan tubuh Ayrin yang terus berontak Rey merasa tenaga Ayrin bertambah berkali-kali lipat, "SAYANG TENANGLAH" Bentak Rey yang mana membuat Ayrin beralih menatap Rey dengan kilatan marah.
"TENANG KAU BILANG, ANAK KU BERJUANG HIDUP DAN MATI DI SANA KARENA WANITA INI DAN KAU BILANG TENANG" Dengan penuh emosi Ayrin menjawab ucapan Rey.
Rey kembali membawa Ayrin kedalam pelukan nya,"Tenang sayang tenang, Aku tau kau marah aku pun sama tapi tenang lah biar aku yang mengurus ini" Ucap Rey yang terdengar lembut.
Setelah Ayrin tenang kini giliran Rey yang memberikan hukuman untuk Vania, Vania terus meyakinkan diri jika Rey tidak mungkin sekejam itu pada nya apalagi mengingat dulu ia pernah menjadi orang yang paling di cintainya.
"Rey Aku.." Lagi Vania tidak sempat menyelesaikan ucapannya Rey sudah mencekiknya hingga membuat ia susah bernafas.
"R-R-Rey" Dengan suara terbata-bata Vania memanggil nama Rey namun Rey tidak memperdulikan itu, Puas mencekik Vania Rey melepaskan tangannya dari leher Vania seketika Vania terjatuh dan mengambil nafas dalam-dalam.
"Apa kau fikir aku akan kasihan kepadamu?" Tanya Rey yang kini berjongkok di depan Vania.
Uhuk...uhuk...uhuk...Vania terbatuk-batuk setelah Rey melepaskan cekikannya tadi, "A-ku Mohonn M-maaf kan A-ku Rey" Dengan merasakan sakit di lehernya Vania memohon belas kasih Rey.
"Kau sudah berani menyentuh anak ku, Apa kau fikir kau pantas mendapatkan maaf " Ucap Rey lagi.
Ayrin yang merasa Rey terlalu lembut saat berbicara dengan Vania berbeda dengan perlakuan Rey dengan dengan Permana dan Jesselyn tadi langsung maju kehadapan Rey dan tanpa basa-basi lagi Ayrin menjambak rambut Vania dan kembali menampar pipinya bolak balik.
__ADS_1
Ayrin seperti pemeran antagonis saat menapar wajah Vania, Bahkan wanita lain pun akan sama sepeti Ayrin bahkan lebih parah jika berhadapan dengan wanita iblis macam Vania yang telah menyebabkan anak nya dalam keadaan berjuang hidup dan mati.