
Ayrin berdiri di depan kaca yang ada di kamar mandi dengan memegang benda kecil yang ada di tangannya, Ayrin ragu untuk memasukan benda itu kedalam air seni yang sudah ia tampung menggunakan wadah kecil, Ayrin takut jika ia akan kecewa dengan hasilnya.
Setelah menarik nafas berkali-kali dengan ragu-ragu akhirnya Ayrin mencelupkan benda kecil itu kedalam wadah yang sudah berisi air seni nya, apa pun hasilnya Ayrin akan menerimanya, setelah menunggu beberapa menit Ayrin mengambil benda kecil itu, Ayrin memejamkan matanya dan menarik nafasnya, Perlahan Ayrin membuka matanya, Tangan Ayrin gemetaran melihat hasil yang tertera di benda kecil itu.
Menutup mulutnya menggunakan tangannya Ayrin menangis tersedu-sedu melihat benda kecil itu menunjukan dua garis merah yang itu artinya ia positif hamil, Rey yang mendengar suara tangisan Ayrin dari kamar mandi langsung bangun dan menyusl Ayrin di kamar mandi, Rey membuka pintu kamar mandi dengan sangat kuat. Rey meraih tubuh Ayrin dan memeluknya.
"Sayang apa yang terjadi kenapa kau menangis?" Tanya Rey panik.
Ayrin melepaskan tubuhnya dari pelukan Rey dan memberikan benda kecil itu pada Rey, Mata Rey terbuka lebar menerima benda kecil yang menunjukan dua garis merah itu, Rey bertanya-tanya apakah ini hanya ilusinya saja?, apa ia salah lihat?.
"Sayang ini.." Rey tak mampu melanjutkan kata-katanya.
Ayrin mengangguk dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir membenarkan semua yang Rey fikirkan.
Rey membawa tubuh Ayrin dalam pekukannya, ia menangis haru, Rey tidak menyangka jika Tuhan memberikannya kesempatan untuk memiliki anak lagi, Sungguh Nikmat Tuhan Mana Lagi Yang Akan Kau Dustakan.
Rey membawa Ayrin ke kamar di dalam kamar ternyata sudah ada Twins yang menunggu Mommynya.
"Mommy" Panggil Twins bersamaan.
"Ya sayang" Jawab Ayrin yang sudah duduk di ranjang.
"Mommy kenapa menangis" Tanya Bubu yang juga sudah ingin menagis, Bubu dan Buba memiliki hati yang lembut mereka akan sedih jika Mommynya sedih dan mereka juga akan menangis jika Mommy nya menangis.
"Mommy menangis karena Tuhan sungguh baik kepada keluarga kita" Ayrin berbicara pelan agar anak-anaknya dapat memcerna kata-katanya.
"Tuhan memberikan kesempatan untuk keluarga kita memiliki anggota baru," Sambung Ayrin lagi.
"Kami tidak mengerti maksud Mommy" Ucap Bubu yang di angguki Buba.
"Sebentar lagi kalian akan memiliki adik kecil, Di dalam perut Mommy ada calon adik kalian" Rey menjelaskan maksud dari kata-kata istrinya dengan mengelus perut rata Ayrin.
"Benalkah Mommy Kami akan memiliki adik" Tanya Buba antusias.
"Ya sayang kalian akan memiliki adik" Jawab Ayrin mengelus kedua pipi anaknya.
Bubu dan Buba lansung memeluk Mommy nya mereka begitu bahagia karena sebentar lagi mereka akan memiliki adik, Rey menyaksikan pemandangan di depannya dengan senyum tak lepas dari bibirnya, Rey tak pernah menyangka jika hidupnya akan sebahagia ini, Memiliki istri yang cantik dan berhati lembut, anak-anak yang pintar, sehat dan juga memiliki hati lembut, Sungguh Rey tak pernah mengira jika Tuhan mengizinkannya memiliki semua ini, Rey tak pernah berharap lebih pada Tuhan Rey hanya ingin istri dan anak-anaknya selalu bahagia, Rey memeluk ketiga orang yang sangat berati dalam hidupnya dan sebentar lagi akan bertambah satu lagi.
Kini Ayrin, Rey dan Twins sudah berada di Rumah Sakit, Ayrin di bawa keruangan Dolter Melly, Dokter yang sama yang menangani Twins dulu, Ayrin awalnya tidak ingin mengajak Twins ke Rumah Sakit dan akan menitipkan mereka kepada kakek dan neneknya namun Twins merengek ingin ikut mereka sama sekali tidak mau di tinggalkan akhirnya Rey dan Ayrin memutuskan untuk membawa Twins, Rey duduk memangku Twins di kanan dan kiri kakinya, Twins begitu auntusias saat melihat calon adik mereka di layar monitor yang ada di ruangan itu.
"Mommy mommy dimana adiknya kenapa tidak tellihat" Tanya Buba yang penasaran, Fikir Buba kemana adiknya kenapa tidak ada?.
"Buba lihat lingkaran yang ada di layar?" Dokter Melly bertanya pada Buba.
"Buba lihat"
"Nah inilah calon adik Bubu dan Buba dia masih kecil sangat kecil Bubu dan Buba harus menunggu selama delapan Bulan lagi untuk melihat adik kalian" Dokter Melly menjelaskan dengan cara sederhana agar Twins dapat mengerti maksudnya.
"Kenapa lama Sekali" Beo Buba yang masih tidak paham kenapa ia harus menunggu lama untuk bertemu adiknya.
__ADS_1
"Sudah diam kita tunggu saja sampai adik besar" Ucap Bubu mengakhiri keinginan sang adik untuk bertanya lebih banyak.
Mereka semua yang ada di Ruangan itu tertawa besama melihat tingkah lucu Twins, Ayrin selesai melakukan pemerikasaan, Dokter meminta Ayrin untuk banyak-banyak beristirahat dan tidak melakukan hal-hal yang dapat membuatnya lelah dan tak lupa Dokter memberikan Vitamin untuk Ayrin.
Mereka berempat keluar dari Ruamah Sakit, Rey melajukan Mobilnya membelah jalanan kota siang itu tujuan Rey adalah ke Rumah Utama ia ingin menyampaikan kabar bahagia ini kepada orangtuanya, Twins yang duduk di kursi belakang terus melakukan tingkah-tingkah lucu yang membuat perjalanan mereka tidak terasa lama, Twins turun dari mobil dan langsung lari masuk ke dalam Rumah saat mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di Rumah Utama.
"Nenek" Teriak Twins bersamaan mengagetkan nenek mereka yang sedang membuat kueh di dapur.
"Oh astaga Cucu-cucu Nenek membuat Nenek kaget" Mami Puspa meletakan spatula yang ia pegang lalu memeluk Twins.
"Dimana Mommy dan Daddy?, Apa kalian datang dengan supir" Mammi Puspa bertanya setelah melepas pelukannya dari Twins.
"Momny dan Daddy ada di depan Nek" Twins menarik tangan sang Nenek menuju ruang keluarga.
"Mami" Rey langsung memeluk Mami Puspa dan menangis.
"Rey ada apa kenapa menangis." Tanya Mami Puspa khawatir karena tiba-tiba Rey memeluknya dan menangis.
"Aku akan menjadi Daddy lagi Mi" Ucap Rey masih memeluk Mami Puspa.
"Kau bicara apa Rey, Kau memang sudah menjadi Daddy" Mami Puspa melepas pelukannya dan menatap Rey.
"Ayrin hamil Mi, Rey akan punya anak lagi" Ucap Rey begitu antusias dan bahagia.
"Hah Apa.." Syok Mami Puspa "Ayrin Ha..Ha..Hamil..?" Ucap Mami Puspa terbata, Mami Puspa tidak percaya.
"Ya Mami Ayrin hamil" Kali ini Ayrin yang menjawab.
"Ah benarkah ini" Mami Puspa sudah mengeluarkan air matanya.
"Ya Mami ini benar, ini nyata" Rey menggenggam tangan Maminya.
Mami Puspa memeluk Rey "Selamat sayang selamat kau akan memiliki bayi lagi" Ucapan selamat Mami Puspa berikan lada anaknya.
"Terimaksih Mami Terimakasih"
Mami Puspa melepas pelukan Rey dan bergantian memeluk Ayrin "Selamat sayang, Tuhan begitu baik pada kalian" Mami Puspa mengusap rambut belakang Ayrin.
"Terimakasih Mami, Tuhan tak segan-segan memberikan kebahagian yang berlimpah untuk kami" Ayrin menjawab dengan tangis haru.
"Ya sayang Tuhan sangat baik" Mami Puspa melepas pelukannya " Mami akan memberi tahu Papi" Mami Puspa kembali kedapur mrngambil ponselnya untuk menghubungi sang Suami.
Mami Puspa meminta Papi Arian untuk segera pulang, Papi Arian yang mendengar suara tangisan istrinya langsung bergegas pergi meninggalkan rapat dan segera pulang kerumah, Selama perlajalan Papi Arian merasa khawatir takut terjadi sesuatu dengan istrinya.
Sampai di halaman Rumah Papi Arian memakirkan mobil asal dan segera turun dari mobil, Papi Arian berlari memasuki Ruamah.
"Sayang apa yang terjadi kenapa kau menangis" Suara Papi Arian khawatir ia tidak menyadari kehadiran kedua cucunya beserta anak dan menantunya.
"Kakek" Teriak Twins bersamaan dan berlari memeluk kaki sang kakek.
__ADS_1
"Bubu Buba kalian diaini" Tanya Papi Arian yang kini sudah mensejajarkan tingginya dengan Twins.
"Kakek kami akan memiliki adik" Ucap Twins semangat.
"Adik" Bingung, Papi Arian mengalihkan pandangannya pada anak dan menantunya.
"Apa maksud ucapan Twins Rey?, Adik?" Papi Arian belum mengerti maksud dari ucapan Twins.
"Ayrin hamil Pi, Papi akan mempunyai cucu lagi" Rey berucap sambil berjalan mendekati sang Papi yang sudah berdiri di depannya lalu memeluknya.
"Aku akan mempunyai anak lagi Pi" Sambung Rey lagi.
"Benarkah ini Rey, Apa kau tidak main-main dengan ucapanmu?" Papi Arian memastikan kebenaran yang di katakan sang Anak.
"Ya Papi ini benar" Mendengar jawaban Rey Papi Arian membalas pelukan Rey.
"Selamat Rey, Kau akan memiliki anak lagi"
"Terimaksih Papi"
Mami Puspa dan Ayrin masuk kedalam pelukan Ayah dan anak itu tak ketinggalan dengan Twins, Mereka sungguh bahagia atas kehamilan Ayrin yang kedua ini, Mereka berdoa semoga kehamilan Ayrin kali ini tidak terjadi masalah, Mereka merayakan kehamilan Ayrin dengan makan malam bersama, Rey juga mengundang Zayn dan Ayahnya untuk ikut merayakan kehamilan Ayrin, malam itu mereka begitu bahagia atas Anugrah yang di titipkan Tuhan.
Waktu berlalu begitu cepat, kandungan Ayrin kini sudah memasuki bulan ke tujuh, Kehamilan Ayrin yang sekarang tidak seperti kehamilan yang pertama, Kerusakan Rahim yang di derita Ayrin berakibat fatal pada kandungannya yang sekarang, Semakin besar janin semakin melebar pula kerusakan Rahim yang di derita Ayrin, Pendarahan yang Ayrin alami sekarang lebih parah dari sewaktu mengandung Twins, Bahkan Dokter sempat menyarankan Ayrin untuk merelakan sang anak yang ada dalam kandungannya demi keselamatannya, Namun Ayrin menolak dengan tegas apapun yang terjadi Ayrin tetap ingin mempertahankan bayinya.
Rey sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, Di satu sisi ia tidak ingin istrinya kenapa-kenapa tapi di satu sisi lainnya ia tidak sanggup untuk melepas anaknya, Akhirnya Rey menyetujui keinginan sang istri untuk tetap mempertahankan anak dalam kandungan sang istri apapun yang terjadi nanti siap tidak siap Rey akan menerimanya bahkan jika harus kehilangan salah satunya, Ayrin benar-benar di anjurkan untuk bed rest, Ayrin tidak boleh sama sekali melakukan hal apapun karena setiap pergerakan yang ia lakukan ia akan mengalami pendarahan, Dan demi anak yang ada dalam kandungannya Ayrin mengikuti semua yang Dokter katakan.
Namun ada hal yang membuat Ayrin sedih, Ayrin tidak bisa menemani Bubu dan Buba bermain, jangankan menemani bermain tidur bersama pun ia tidak bisa karena ia takut salah satu dari Twins akan menedang perutnya saat tidur, Tak jarang juga Ayrin melihat raut sedih dari wajah kedua anaknya seperti saat ini.
"Sayang kenapa bersedih? Apa ada yang mengganggu kalian?" Tanya Ayrin karena sedari pulang sekolah wajah mereka terlihat sangat sedih.
"Mommy apa mommy akan pergi bersama adik meninggalkan kami?" Tanya Bubu dengan air mata yang mengembun dimatanya.
"Siapa yang bilang begitu sayang? Mommy dan adik tidak akan meninggalkan kalian" Ayrin menghapus Air mata Twins yang sudah keluar.
"Teman kami bilang ibunya pergi meninggalkannya saat melahirkan adiknya, Apa Mommy juga akan meninggalkan kami?" Hati Ayrin begitu terenyuh mendengar pertanyaan Twins, ia tidak bisa untuk tidak menangis, Ayrin sendiri tidak tau apakah ia akan bisa tetap besama anak-anaknya.
Ayrin membawa Twins dalam pelukannya ia menangis dengan mendekap Twins "Tidak Sayang, Mommy tidak akan meninggalkan kalian, Mommy akan terap di sini bersama kalian" Ayrin semakin menangis begitu juga dengan Twins, Rey yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka dari balik pintu juga menangis ia tak sanggup jika harus kehilangan isatri atau anaknya.
Ayrin merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya, Darah sudah mengalir keluar dari kaki nya, Ayrin terus mengeram merasakan sakit, Rey yang melihat itu langsung masuk kekamar dan langsung menggendong Ayrin membawanya ke Rumah Sakit, Bubu dan Buba yang melihat sang Mommy di gendong Daddy nya menangis histeris, Bibi Sam yang saat itu melihat Tuannya berlari menuruni tangga membawa sang istri yang sudah mengeluarkan banyak darah langsung berlari kelantai atas, Bibi Sam membawa Twins yang menangis histeris dalam pelukannya meminta mereka untuk berhenti menangis namun mereka tidak mendengar ucapannya akhirnya Bibi sam menghubungi Nenek Twins, Bibi Sam menceritakan semua yang terjadi, Mami Puspa yang mendapat kabar langsung menuju Rumah sang anak bersama sang Suami untuk menjemput Twins dan segera menyusul ke Rumah Sakit.
Rey yang sudah sampai di Rumah Sakit berteriak histeris memangnggil Dokter, Rey memohon pada semua Dokter yang ada di situ untuk menyelamatkan istri dan anaknya, Ayrin di bawa ke Ruang Operasi, Ayrin sudah tak sadarkan diri saat masih di Rumah.
Di luar Ruangan Rey menunggu istri yang sedang berjuang hidup dan mati untuk melahirkan sang anak dengan cemas, Jika saja Rey di perbolehkan masuk kedalam Ruang Operasi seperti dahulu saat Ayrin melahirkan Twins Rey sudah pasti masuk kedalam tapi sayang nya Rey tidak di perbolehkan masuk karena akan mengganggu konsentrasi Dokter di dalam.
Beberapa menit kemudian Dokter keluar, Dokter meminta Rey untuk mengikuti keruangannya, Dokter menjelaskan apa yang terjadi dengan sang istri, Dokter mengatakan jika kemungkinan mereka tidak bisa menyelamatkan salah satunya dan Dokter meminta Rey untuk menandatangi surat yang menyatakan jika Rey memilih salah satunya.
Hati Rey begitu hancur mendengar apa yang Dokter ucapkan, Bagaimana mungkin ia bisa memilih salah satunya, ia tidak akan mungkin bisa memilih salah satu dari mereka karena mereka bedua sangat berati untuknya dan juga Twins.
Author ga jadi tamatin di bab ini Author akan tambah 1 bab untuk ending cerita ini, sad ending our happy ending??
__ADS_1
Tunggu jawabannya di next episode, Terimakasih😢