
Mengenal Ayrin selama tujuh tahun bagi Rey sudah lebih cukup untuk mengerti sifat dan kemauan Ayrin tanpa Ayrin memberitahunya, Rey selalu berusaha memberikan apa yang di mau Ayrin sebelum Ayrin mengatakannya.
Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih tiga puluh lima menit mereka sampai di rumah, Rey turun dengan menggendong Aylen di susul Ayrin yang menggandeng tangan Bubu dan anak laki-laki itu sedangkan Zayn menggendong Buba yang masih tidur dengan nyenyak.
Masuk kedalam Rumah Ayrin membawa Bubu buba dan anak laki-laki itu kedalam kamar si kembar, Aylen bersama Rey masuk kedalam kamar utama, Zayn menidurkan Buba di tengah tempat tidur agar tidak terjatuh.
Ayrin menyiapkan baju ganti untuk anak-anak nya juga untuk anak laki-laki itu, Ayrin memakaikan baju Bubu yang kebetulan berukuran sama dengan anak laki-laki itu, Namun sebelum itu Ayrin sudah membersihkan tubuh anak laki-laki itu dan juga Bubu.
"Sayang ajaklah adik laki-laki ini bermain di kamar sebelah, Mommy akan menggantikan baju Buba dulu sebentar" Pinta Ayrin pada anak sulungnya dengan menunjuk kamar sebelah yang memang Rey buat khusus untuk kamar bermain anak-anak.
"Baik Mom,ayo kita bermain disana" Ajak Bubu pada anak laki-laki itu, Mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuju kamar sebelah yang terhubung dengan kamar mereka.
Setelah Bubu dan anak laki-laki itu hilang di balik pintu kamar bermain barulah Ayrin mendekati Buba untuk mengganti bajunya, Ayrin tersenyum melihat Buba yang membuka mulutnya saat tidur.
"Tutup mulutmu sayang,jika tidak tenggorokan mu akan terasa kering nanti" Ucap Ayrin meunutup mulut Buba.
Ayrin mengelap tubuh anak nya sebelum memakaikan pakaian setelah selesai Ayrin membereskan baju bekas anak-anak nya kemudian berjalan keruangan bermain, Di dalam ruangan bermain Bubu dan anak laki-laki itu sedang bermain menyusun lego, Tidak ada suara sama sekali dari kedua anak itu dua-dua nya sama-sama diam dengan mata fokus pada mainan.
Tidak ingin mengganggu mereka Ayrin keluar dari kamar anak-anak dan pindah ke kamar utama, Ayrin ingin memberikan ASI pada Aylen karena sudah cukup lama Ayrin meinggalkan anak bungsunya bersama Daddy nya, Tapi sebelum itu Ayrin menemui Zayn yang ada di lantai satu untuk memintanya menemani anak-anak bermain sebentar.
"Sayang.." Panggil Ayrin saat masuk ke dalam kamar.
"Kemarilah sayang" Jawab Rey meminta Ayrin mendekat padanya yang sedang menggendong Aylen sebab sedari tadi Aylen tidak ingin di taruh tempat tidur.
"Kenapa tidak di tidurkan saja di kasur sayang, Kau akan lelah jika terus berdiri menggendongnya" Tanya Ayrin yang sudah bergelayut manja di lengan Rey.
"Dia tidak ingin di tidurkan sayang dia ingin di gendong Daddy nya terus, Dia menangis terus saat akan di tidurkan,lagi pula aku tidak keberatan jika harus menggendongnya seharian sayang" Ya memang sejak tadi Rey sudah berulang kali ingin menidurkan Aylen tapi Aylen selalu menangis setiap kali akan di tidurkan, Karena tidak tega melihat anak nya menangis akhirnya Rey memutuskan untuk menggendong nya terus.
"Baiklah baiklah kau memang Daddy terbaik,Kemarikan Sayang sekarang sudah waktunya dia minum ASI" Ayrin memeberikan ASI langsung dari sumbernya pada Aylen, Aylen begitu kuat menyedot ASI sampai Ayrin meringis sakit.
"Pelan-pelan sayang jangan kuat-kuat" Ucap Ayrin di sela-sela menahan ringisan.
__ADS_1
"Hei hei jangan begitu Princess Daddy,lihat Mommy mu kesakitan" Rey turut bersuara melihat Ayrin meringis kesakitan.
"Maafkan Mommy sayang karena membuat mu sangat kehausan" Sesal Ayrin karena meninggalkan anaknya cukup lama sampai ia kehausan.
"Anak-anak di mana sayang?" Tanya Rey sembari tangannya membenarkan rambut Ayrin.
"Bubu dan anak laki-laki itu sedang bermain dan Buba masih tidur, Aku meminta Zayn untuk menemani mereka bermain sebentar" Jawab Ayrin yang di angguki mengerti oleh Rey.
"Sayang ada yang ingin aku bicarakan" Ucap Ayrin ragu-ragu.
"Aku tau apa yang ingin kau bicarakan sayang, Tapi ini bukan waktu yang tepat sayang, Bukankah kau harus memberikan anak-anak dan suami serta asisten gadungan itu makan terlebih dahulu bukan" Jawab Rey yang sudah mengetahui apa yang ingin Ayrin bicarakan.
Ayrin tersenyum mendengar jawaban Rey, Bagi Ayrin Rey adalah laki-laki terbaik yang ada di dunia ini "Ah ya benar aku hampir lupa jika kalian belum makan" Ayrin tersenyum menunjukan gigi putihnya.
"Bukan hanya kami saja sayang tapi kau juga belum makan" Ucap Rey setelah itu dia berjalan ke walk in closet untuk berganti pakaian.
Selasai memberiakn ASI untuk Aylen Ayrin turun ke lantai satu untuk membuatkan mereka semua makanan, Untuk urusan keluarganya Ayrin selalu menyiapkannya sendiri termasuk membuatkan makanan untuk suami dan anak-anak nya tanpa bantuan pelayan yang ada di rumah.
Selesai menyusun makanan di atas meja dengan di bantu Bibi Sam Ayrin menuju kamar bermain anak-anak "Astaga Zayn wajahmu" Syok Ayrin melihat wajah Zayn penuh dengan cat warna hasil karya anak-anak di susul dengan suara tawa Ayrin.
"Lihat Mom sekarang uncle sudah mirip seperti Zombie wajah nya sangat jelek" Ucap Buba yang sudah bangun dan ikut bermain dengan tawa membanggakan hasil karyanya.
"Astaga" Ayrin tak mampu berkata-kata lagi, Ayrin meminta anak-anak untuk mendekat ke arah nya, Ayrin mendudukan ke tiga anak itu di sofa sedangkan ia sendiri duduk di lantai.
"Zayn cepat bersihkan wajah mu setelah ini kita akan makan bersama" Perintah Ayrin tegas dan Zayn langsung menjalankan perintah Ayrin sebelum Ayrin mengeluarkan tanduknya.
Setelah kepergian Zayn Ayrin mulai berbicara kepada anak-anak nya,"Sayang kenapa mencoret-coret wajah uncle seperti itu?" Tanya Ayrin lembut.
"Kami ingin membuat uncle seperti zombie Mom" Jawab Bubu dan Buba sedangkan anak laki-laki itu diam tidak menjawab.
"Dimana kita harus mengaplikasikan cat warna sayang?" Tanya Ayrin lagi.
__ADS_1
"Di kanvas atau buku gambar Mom" Jawab mereka lagi yang belum mengerti kesalahan mereka.
"Lalu kenapa mengaplikasin pada wajah Uncle Hmm?" Tanya Ayrin lagi yang membuat anak-anak diam tak menjawab.
"Sayang dengarkan Mommy,Kalian boleh mengkreasikan cat warna sesuai keinginan kalian tapi kalian tidak boleh mengkreasikan pada wajah seseorang bukankah Mommy sudah menyediakan kanvas dan buku gambar untuk mengkreasikan cat warna kalian" Ayrin mulai berbicara inti dari kesalahan anak-anak.
"Kalian lihat bukan wajah uncle Zayn penuh dengan cat warna,Bagaimana jika seandainya warna itu tidak bisa hilang bukankah warna itu akan menepel terus pada wajah Uncle" Lanjut Ayrin sedangkan anak-anak masih diam.
"Sayang lain kali jika kalian ingin membuat Zombie atau membuat yang lainnya buatlah di tempat yang seharusnya jangan di wajah seseorang karena itu tidak baik"
" Maafkan kami Mom.." BuBu dan Buba berbicara pelan.
"Apakah kalian membuat kesalahan dengan Mommy sayang" Beo Ayrin.
"Tidak Mom.." Jawab mereka lagi.
"Lalu pada siapa kalian berbuat slaah?"
"Uncle Zayn Mom" Jawab mereka bersama.
"Minta maaflah pada Uncle dan berjanjilah jika kalian tidak akan melakukan hal itu lagi oke" Pinta Ayrin pada anak-anak, Namun anak-anak masih menundukan kepala mereka takut jika Mommy nya marah dengan mereka.
"Sayang Mommy tidak marah dengan kalian Mommy hanya ingin kalian mengerti jika tindakan kalian salah jadi jangan tundukan kepala kalian lagi" Setelah mengatakan itu Bubu dan Buba dan anak itu langsung mengangkat kepala mereka.
"Benarkah Mommy tidak marah pada kami?"
"Tidak sayang, Kemarilah peluk Mommy" Ayrin merentangkan tangan nya dan ketiga anak itu langsung memeluk Ayrin.
Ayrin membawa anak-anak untuk turun kebawah untuk makan siang yang sudah terlewat, Di bawah sudah ada Rey dengan Aylen yang berada dalam stroller bayi dan Zayn yang menunggu mereka, Bubu dan Buba memeluk Zayn dan mengakui kesalahan mereka sedangkan anak laki-laki itu hanya memeluk Zayn lebih erat sebagai tanda permintaaan maaf nya dan Zayn mengerti itu.
Siang menjelang sore itu mereka makan dengan tenang dengan suara riuh si kembar yang selalu membuat mereka tertawa di tambah dengan kehadiran anak laki-laki itu makan siang hari itu terasa sangat menyenangkan.
__ADS_1