
Rey membiarkan Ayrin melakukan apa pun kepada Vania, Kali ini ia tidak akan menarik Ayrin dan menenangkan nya dalam pelukan, Bukan ia tak tega untuk melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan kepada Permana dan Jesselyn kepada Vania ia bisa melakukan hal itu bahkan hal yang lebih parah sekalipun tapi Rey tidak ingin hal itu di lihat oleh Ayrin.
Puas menampar menjambak mencakar Vania Ayrin berhenti sebentar, Wajah Vania sudah benar-benar seperti mosnter kecantikan yang ia bangga-banggakan selama ini hilang di tangan Ayrin.
Ponsel Zayn berdering panggilan masuk dari Tuan Arian yang memberitahukan jika semuanya sudah siap, Zayn menggangguk mengerti setelah panggilan selesai Zayn mendekat kepada Rey memberitahukan jika semuanya sudah siap dan mereka harus kembali ke Rumah sakit.
Rey menarik tangan Ayrin yang sudah terangkat ingin memulai aksinya lagi, "Kenapa? kau mau membelanya?" Tuduh Ayrin saat Rey menarik tangan nya.
"Hei apa yang kau katakan sayang" Protes Rey yang tak terima dirinya di tuduh akan membela Vania.
"Lalu kenapa kau menarik tangan ku?, Lepas aku akan memberikan pelajaran pada wanita sialan ini karena sudah berani menyentuh anak ku" Ayrin berusaha menarik tangan nya dari genggaman Rey.
"Aku tau itu sayang, Biarkan Zayn yang menyelesaikan semuanya sekarang kita harus kembali ke Rumah sakit anak-anak mencarimu dan persiapan Aaresh sudah selesai" Mendengar kata anak-anak mencarinya seketika Ayrin berhenti berontak, Ia menurut saat ia di tarik menjauh dari hadapan Vania.
Namun sebelum sampai di tangga Rey berbalik badan dan menarik Ayrin dalam pelukan nya, Ia memeluk Ayrin dalam posisi kepala Ayrin yang miring hingga kuping kiri Ayrin menempel dada nya kemudian Rey menutup kuping Ayrin yang kanan nya dengan tangan kiri nya, "Setelah ini aku mohon jangan takut kepadaku" Bisik Rey sebelum ia melepaskan beberapa tembakan.
Ayrin meremas kuat kemeja yang Rey pakai saat mendengar suara tembakan, Seketika ia ingat kejadian saat ia di culik sewaktu dulu, Rey menyerahkan senjatanya kepada Zayn setelah selesai, Zayn menerimanya dan menyimpanya dalam balik jas nya.
"Zayn bereskan semuanya" Perintah Rey setelah itu ia pergi bersama Ayrin yang masih ketakutan, Ayrin tak menyangka jika Rey akan melakukan itu.
Setelah di selidiki ternyata motif Permana Jesselyn dan Vania karena alasan dendam, Permana dendam karena Rey menolak kerja sama dengan nya dan Rey membuat kerugian sangat besar sehingga Perusahaan nya di ambang ke bangkrutan dan Rey juga memerintahkan perusahaan-perusahan lain menolak kerja sama dengan nya sampai pada akhirnya Perusahaan nya benar-benar bangkrut.
Sedangkan Jesselyn merasa dendam karena vidio-vidio nya saat sedang melakukan hal yang tidak senonoh tersebar luas karena ulah Rey, Rey melakukan hal itu karena Jesselyn sudah berani menghungi Ayrin dan megirimkan pesan yang mengatakan jika ia memiliki hubungan dengan nya untung saja pada saat itu Rey yang membuka pesan itu maka dari itu Rey tak segan-segan menyebarkan vidio-vidio tak senonoh Jesselyn.
Vania turut andil dalam kasus ini karena ia ingin melihat Ayrin hancur karena kehilangan salah satu anak nya, Vania merasa sakit hati dan tak terima dengan perkataan Ayrin saat ia mengajak Ayrin bertemu beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
flashback
Beberapa bulan yang lalu saat Rey dan anak-anak sudah berangkat sekolah dan bekerja Ayrin mendapat telfon dari nomor yang sudah tidak asing baginya, Nomor itu adalah milik Vania, Vania meminta Ayrin untuk menemuinya di Cafe yang ada di pusat kota.
Ayrin menyanggupi permintaan Vania, Ia juga sedikit penasaran untuk apa Vania ingin menemuinya, Ayrin tampil sangat cantik dengan menggunakan dress selutut warna putih yang begitu pas di tubuhnya, Ayrin memasuki Cafe itu mata nya berkeliling mencari keberadaan Vania, Setelah menemukan Vania di sudut Cafe Ayrin mendekatinya.
"Ada apa kau memintaku menemui mu?" Tanya Ayrin langsung pada intinya setelah ia duduk di hadapan Vania.
"Lepaskan Rey" Tanpa rasa malu Vania mengatakan hal yang menurut Ayrin sangat konyol
"Apa kata mu? Lepaskan Rey" Ayrin mengulangi pertanyaan Vania dengan senyum mengejek dan hal itu membuat Vania mengeram marah.
"Atas dasar apa kau memintaku melepaskan Rey?" Tanya Ayrin lagi.
"Karena aku mencintainya dan Rey juga masih mencintaiku" Jawab Vania bangga.
"Tentu saja aku memiliki bukti itu" Jawab Vania yakin dengan tangan nya yang mengotak atik ponselnya.
Vania mendorong ponselnya ke hadapan Ayrin yang berisi pesan-pesan Rey yang ia anggap sebagai bukti, Ayrin tertawa puas hingga ia meneteskan air mata melihat pesan-pesan yang Vania tunjukan.
"Kenapa kau tertawa?" Tanya Vania penasaran karena seharusnya Ayrin marah saat melihat isi pesan Rey bukan malah tertawa.
"Oh maafkan aku" Ayrin menjeda ucapan nya untuk mengatur nafasnya, "Kau yakin Rey yang membalas pesan itu?" Tanya Ayrin dengan raut wajah mengejek.
"Apa maksut mu tentu saja Rey yang membalas nya" Kekeh Vania.
__ADS_1
Ayrin mengelurkan ponsel nya ia mengotak atik sebentar lalu setelah itu ia menempelkan ponsel nya ke kupingnya, Tak begitu lama ponsel Vania berdering panggilan masuk dari Rey dengan senang ia menjawab panggilan itu.
"Sekarang kau tau bukan siapa yang membalas pesan itu" Dengan senyum smrik nya Ayrin menatap Vania yang sudah terbakar amarah karena Ayrin mengerjainya.
Vania fikir selama ini yang membalas pesan-pesan nya adalah Rey karena nomor yang ia dapatkan dari seseorang yang waktu itu tidak sengaja Rey tabrak, ia tidak menyangka jika nomor itu adalah milik Ayrin, Jadi selama ini ia berbalas pesan dengan Ayrin dan bukan Rey.
Ayrin sendiri awalnya tidak mengetahui siapa pemilik nomor yang mengirimkan pesan kepadanya di ponsel nya yang satunya namun saat si pemilik nomor mengirimkan fotonya baru lah Ayrin tau siapa itu, Ayrin sengaja mengerjai Vania untuk memberikan pelajaran kepada Vania saat tiba waktunya.
"Dasar wanita ****** apa maksudmu melakukan ini" Dengan marah Vania menanyakan alasan Ayrin.
"Siapa disini ****** yang sebenarnya? Aku yang sah menjadi istri Rey atau kau yang mengirimkan foto telanjangmu kepadaku yang kau kira adalah Rey" Ayrin balik bertanya kepada Vania.
"Sialan kau" Vania mengangkat tangan nya ingin menampar Ayrin namun Ayrin dapat menahan tangan Vania dan.
Plak....Ayrin menampar Vania, Seluruh pengunjung Cafe melihat ke arah mereka berdua, "Kau.." Tunjuk Vania dengan sebelah tangan nya mengelus pipinya yang terasa panas karena bekas di tampar Ayrin.
"Dengar Nonna Vania" Suara Ayrin lantang terdengar sehingga dapat di dengar seluruh pengunjung Cafe, "Reynan adalah suamiku ayah dari ank-anak ku dan sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan nya untuk mu, Kau yang meninggalkan nya demi pria lain jadi stop berharap suamiku akan kembali kepadamu dan berhentilah menjadi ****** yang mengganggu Ruamah Tangga ku" Ucap Ayrin lantang dengan menunjuk wajah Vania, Bisik-bisik pengunjung Cafe mulai terdengar yang membicarakan Vania.
Vania merasa marah dan malu karena sudah di permalukan di depan umum, Vania mengambil tas nya dan pergi dari Cafe itu itu namun sebelum pergi ia mengatakan sesuatu kepada Ayrin.
"Aku bersumpah akan membalas mu, Aku akan membuat mu menangis dan hancur sampai kau sulit untuk bangkit" Ancam Vania yang terdengar seperti kenyataan, Setelah mengatakan itu Vania pergi dari Cafe itu.
flashback off
Ayrin tak menyangka jika Vania benar-benar melakukan apa yang ia katakan waktu itu, Beberapa waktu lalu saat Vania berada di Club yang sering ia datangi tidak sengaja ia mendengar seseorang menyebut nama Rey dan merencanakan balas dendam.
__ADS_1
Vania mendekati orang yang ternyata adalah permana dan mengajak nya bekerja sama untuk membalaskan dendam pada Rey, Awalnya Permana menolak ajakan Vania karena ia tidak mengenal Vania namun saat Vania mengatakan jika ia memiliki dendam yang sama dan menawarkan tubuhnya barulah Permana setuju, Permana juga mengajak Jesselyn ikut bergabung dengan mereka.
Orang yang menghungi Aaresh adalah permana dan orang yang memberikan informasi tentang anak-anak Rey adalah Vania dan Jessely, Dan yang menabrak Aaresh adalah suruhan Permana..