
Hari yang di tunggu Vania tiba, Vania dengan bibir tersenyum bahagia terus memoles wajah nya secantik mungkin dengan tujuan agar Rey kembali jatuh hati padanya, Vania menggunakan dress warna peach yang teelihat pas di tubuhnya tak lupa ia juga menyemprotkan parfum dengan wangi lavender yang dulu selalu menjadi kesukaan Rey.
Selesai dengan penampilannya Vania keluar dari apartemen nya tak lupa ia membawa tas kesayangannya yang mana itu adalah pemberian Rey beberapa tahun silam namun masih terlihat bagus karena tas itu bukanlah lah tas murahan.
Vania masih menyimpan semua pemberian Rey dengan rapih walau sudah lama berlalu dan hal itu akan di jadikan umpan untuk memikat Rey kembali fikir Vania, Ia tidak rau jika kehidupan Rey sudah berubah drastis.
Sepanjang perjalanan menuju lobi apartemen tak henti-henti nya bibir Vania mengalunkan senandung-senandung merdu menemani perjalanan nya, Vania menaiki taksi untuk mengantarkannya ke tempat tujuan ia sengaja datang lebih awal dari Rey.
"Aku akan mendapatkan mu kembali Rey" Monolok Vania sambil menatap foto Rey yang ada di ponselnya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya yang di tunggu-tunggu Vania datang, Dengan perasaan senang Vania menyambut Rey namun seketika senyum itu luntur saat melihat Rey datang tak sendiri.
Rey berjalan mendekati Vania dengan tangan menggandeng tangan dua orang anak dan disebelah nya seorang perempuan cantik tengah menggendong anak dan menggandeng tangan anak yang lainnya.
"Rey...nan dia" Vania kaget bukan main melihat Rey tak datang sendiri.
"Kenalkan dia Ayrin ISTRI ku" Rey memperkenalkan Ayrin kepada Vania ia sengaja menekankan kata istri kepada Vania.
"Hai aku Ayrin" Ayrin menyodorkan tangannya yang sudah tidak menggandeng tangan Albiyan namun Vania tak menyambut uluran tangan Ayrin ia masih syok.
"Iss..tri, Rey kau" Vania tergagap dengan ucapannya.
"Ya aku sudah memiliki istri, Dan aku sangat mencintainya" Jawab Rey tanpa ragu sedikitpun.
Bak suara petir yang bergelegar yang mengagetkan seluruh umat manusia Vania syok mendengar ucapan Rey seketika kaki nya lemas wajahnya memucat dan hal itu tak lepas dari pandangan Rey dan Ayrin.
__ADS_1
"Dan kenalkan mereka adalah anak-anak ku" Lagi Rey memperkenalkan anak-anak nya kepada Vania yang mana membuat Vania langsung terduduk lemas, Sungguh Vania tidak menyangka jika Rey bisa memiliki anak padahal ia tau penyakit Rey.
Ayrin menatap bingung wanita di depannya yang terduduk lemas, Ayrin tidak tau jika wanita yang di depannya adalah mantan kekasih Rey karena selama menikah Rey tidak pernah menunjukan foto Vania, Ayrin hanya tau cerita tentang Vania tapi tidak dengan fotonya.
Ayrin juga tidak tau jika Rey akan mengajaknya menemui Vania karena saat Rey menelfon Ayrin sebelum pulang kantor hanya memintanya bersiap-siap dan juga anak-anak tanpa memberitahu mereka akan lergi kemana, Ayrin tidak menyangka jika Rey akan mengajaknya menemui Vania, Ayrin tersenyum memandang Rey saat Rey mengatakan jika ia adalah wanita yang di cintainya dan Ayrin baru tau siapa wanita di depannya setelah Rey menyebutkan nama Vania tanpa suara sembari menatap wajahnya.
Mereka duduk bersama di satu meja, Nampak di depan mata Vania dengan jelas bagaimana bahagia nya Rey dengan keluarganya, Vania menelisik lebih dalam wajah Ayrin Vania mengakui jika Ayrin sangat cantik dan hal itu membuat kemarahan bertumpuk di wajah dan matanya, Vania menggepalkan tangannya di atas meja hal itu tak luput dari mata Rey.
Tidak perduli Rey sudah memiliki istri atau anak bagaimanapun ia harus memiliki Rey fikir Vania masih dengan kemarahanny, Ia tak akan membiarkan Rey menjadi milik orang lain Rey adalah milik nya cintanya..
"Rey." Panggil Vania yang sengaja melembutkan suaranya.
Ayrin dan Rey bersamaan melihat ke arah Vania "Alasanku dulu meninggalkan mu bukan karena aku tida....."
"Aku tidak perduli apapun alasan mu, Itu hanya masalalu yang tidak penting untuk di bicarakan" Rey dengan cepat memotong ucapan Vania.
Pupus sudah harapan Vania untuk memiliki Rey kembali nyatanya ia sudah bahagia dengan istrinya, Vania menyesal sangat menyesal dahulu pergi meninggalkan Rey, Andaikan saja ia tidak menduakan Rey andaikan saja ia tidak terlena akan kata manis Nando dan mau menerima Rey apa adanya sudah pasti hidupnya akan bahagia, Namun apalah daya nasi sudah menjadi bubur harapannya sirna impiannya gugur tinggallah penyesalan yang tiada arti.
"Senang bisa bertemu denganmu Nona Vania" Ayrin menyapa Vania dengan ramah memulai obrolan mereka.
"Ya" Vania menjawab singkat sapaan Ayrin ia masih di selimuti kemarahan.
"Kau tiinggal dimana Nonna Vania" Tidak memperdulikan jawaban Vania yang terkesan jutek Ayrin mencoba kembali bertanya kepada Vania.
"Aku rasa kau tidak perlu tau dimana aku tinggal lagi pula itu tidak penting bukan"
__ADS_1
"Tentu penting Nona, karena jika kau mengganggu milik ku aku tau harus mencarimu kemana" Dengan senyum menawan Ayrin membalas ucapan Vania.
Ayrin sudah tau betul tipe-tipe orang seperti Vania yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, Sudah banyak di luaran sana yang seperti itu dan untuk menghadapi orang seperti itu kita harus menggunakan otak kita dari pada tenaga kita.
"Apa kau tau aku adalah wanita yang dulu sangat di cintainya, Kau tau dulu Rey sangat menyukai wangi tubuhku yang menjadi candunya" Genderang perang mulai Vania tabuh, ia sengaja membuka cerita lalu untuk membuat Ayrin cemburu.
Ayrin hanya tersenyum mendengarkan apa yang di ucapkan Vania, "Apa kau juga tau Rey adalah orang pertama yang mengambil ciumanku" Lanjut Vania lagi.
"Tutup mulutmu" Ucap Rey yang sudah ingin berdiri namun di cegah Ayrin ia takut jika Ayrin akan marah, Ayrin menggelengkan kepalanya memberikan tanda jika ia tidak apa-apa.
"Aku tentu tau jika kau adalah wanita yang di cintainya dulu, Aku juga tau dulu Rey mencadu wangi tubuhmu dan tentang ciuman pertamamu pun aku tau, Karena suamiku sudah menceritakan semuanya tentangmu" Ayrin menjeda ucapannya untuk melihat ekspresi wajah Vania yang berubah "Lalu kenapa? Itu hanya masalalu , Bukankah semua manusia punya masa lalu nya sendiri-sendiri dan aku rasa itu tidak penting untuk di bawa kemasa sekarang masa dimana dia sudah bahagia denganku" Ayrin kembali melanjutkan ucapannya, Rey rasa ia kembali jatuh cinta akan sosok wanita yang menggenggam lembut tangannya dengan menggondong satu buah hatinya.
"Maaf Nona aku rasa aku harus mengatakan ini, Lelaki yang dulu milikmu sekarang sudah menjadi milik ku dan milik anak-anak ku, Kau adalah bagian dari masalalunya dan aku adalah masa depannya jadi aku berharap kau tidak akan mengganggu milik ku apalagi sampai merebutnya, Jika kau sampai berani menyentuh milik ku aku tidak segan-segan untuk menghancurkanmu Nonna" Dengan penuh penegasan Ayrin menjelaskan siapa dirinya dan siapa Vania.
Rey tidak menyangka jika Ayrin bisa mengatakan hal itu, Ini kali pertama Rey melihat Ayrin berbicara tegas dengan seseorang, Ayrin sendiri merasa memang harus tegas dengan wanita di depan nya, Bukan Ayrin tak percaya akan cinta Rey hanya saja wanita seperti itu tidak bisa di biarkan begitu saja terlalu lama.
Raut wajah Vania terlihat sangat marah mendengar perkataan Ayrin, Tangannya semakin mengepal apalagi saat melihat tautan tangan mereka yang tak lepas sedari tadi, Saat ingin membuka suara lagi-lagi Vania harus terhenti saat mendengar terikan dari dari tiga orang anak yang berlari ke arah mereka.
"Daddy Mommy ayo kita pulang" Teriak Bubu Buba dan Albiyan bersamaan saat sudah sampai di depan Daddy dan Mommy nya.
Rey dan Ayrin menitipkan anak-anak mereka kepada pengawal yang mereka bawa untuk bermain di area bermain yang ada di Cafe itu setelah memperkenalkan mereka kepada Vania tadi agar anak-anak tidak mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan.
"Baiklah...ayo kita pulang sayang" Ajak Rey pada Ayrin yang masih duduk, Kemudian mereka pergi tanpa pamit pada Vania, Mereka meninggalkan Vania sendiri dengan perasaan marah yang masih belum hilang dari hati Vania.
Memang siapa yang memintamu kembali Vania, Jika kau fikir bisa mendapatkan Rey kembali hanya karena dulu dia sangat mencintaimu kau salah besar Vania, Rey sudah menemukan kebahagiaan nya kau tidak akan bisa mendapatkannya kembali jadi urungkan niat jahatmu mu itu.
__ADS_1
Udah ya jangan pada marah-marah lagi sama Reynan, Reynan bukan tipe orang yang mau sana sini kok Reynan ku kan orangnya setia, Tapi ya mamanya juga rumah tangga ga akan mulus terus kan👌