
Tok...Tok...Tok.. Suara ketukan pintu mengalihkan atensi Aarash yang sedang fokus menyusun mini lego, "Boleh Mommy masuk sayang" Suara Ayrin menyusul setelah mengetuk pintu.
"Masuk aja Mom pintunya ga Aarash kunci" Teriak Aarash dari dalam.
Ayrin masuk setelah mendapat izin dari Aarash ia berjalan mendekati Aarash, "Mbak Ayang di anterin sampe panti ga" Tanya Ayrin sedikit mencandai Aarash.
"Ya iya lah Mom masa iya aku turunin di jalan" Jawab Aarash melirik sebentar ke arah Ayrin.
"Mbak Ayang cantik loh kak cocok jadi mantu Mommy nanti" Lagi Ayrin mencandai Aaras, Ayrin suka melihat wajah malu anaknya saat membahas tentang Mba ayang kekasihnya.
Ayang bukan lah nama asli dari kekasih Aarash nama Asli gadis itu adalah Azkia Melati, Ayang adalah panggilan yang di berikan oleh Aaresh karena pernah satu waktu tanpa sengaja Aaresh mendengar percakapan Aarash yang memanggil Azkia Ayang lewat sambungan telfon dan hal itu di jadikan panggilan untuk Azkia dan di ikuti seluruh keluarga mereka, Azkia adalah anak yang tinggal di panti sama seperti Ayrin dulu karena itulah Ayrin menyukai Azkia.
"Mom..." Ucap Aarash dengan wajah malu nya, Maklum saja ini adalah kali pertama Aarash memiliki kekasih berbeda dengan Aaresh yang sudah tak tau lagi berapa kali ia memiliki kekasih, Sedangkan Albiyan ia pernah satu kali menjalin kasih dengan teman satu SMA nya sebelum wanita itu pindah sekolah.
"Mommy jadi pengen kamu cepet-cepet dewasa terus nikah sama Mba Ayang deh kak"
"Apa sih Mom, Aarash belum mau nikah kalo belum bahagiain Mommy Daddy dan adik-adik Nenek Kakek juga." Arrash bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
Aarash memiliki cita-cita membawa keluarga nya keliling dunia dengan uang hasil jeripayah dia sendiri sebelum ia menikah nanti, Cita-cita itu sudah ia tanam kan dalam diri dia dari saat ia sekolah dasar.
Sifat Aarash ini sangat mirip dengan Reynan, Rey dulu juga seperti itu setelah ia bisa menghasilkan uang dari keringat nya sendiri ia membawa Mami dan Papi nya keliling dunia.
"Baik-baik Mommy akan menunggu waktu itu datang" Aarash tersenyum mendengar ucapan Mommy nya.
Mereka berdua melanjutkan obrolan mereka, Ayrin terus menanyakan ini itu walau hanya mendapat jawaban iya dan tidak dari anak nya, Hingga suara pintu yang di buka paksa oleh Aaresh mengagetkan mereka.
"Astaga Aaresh bisa tidak pelan-pelan buka pintunya" Tegur Ayrin sedangkan Aarash hanya memandang adiknya tanpa bersuara.
"Sorry Mom" Ucap Aaresh di sertai cengiran menunjukan deretan gigi putih nya.
"Mom Aaresh berangkat ke rumah Nenek sekarang ya" Aaresh menyalami tangan Ayrin dan mencium pipinya.
"Iya tapi ingat hati-hati bawa motornya jangan ngebut-ngebut, Terus pamit dulu sama Daddy, Daddy ada di ruang kerja" Titah Ayrin yang mana di angguki Aaresh sebagai jawaban.
"Mom kenapa Aaresh boleh menginap di rumah Nenek ini belum weekend kan" Tanya Aaresh penasaran saudara kembarnya di izinkan menginap di rumah Nenek mereka padahal belum weekend.
"Iya sayang karena Aaresh bilang dia ingin menginap disana, Tapi Aaresh sudah berjanji tidak akan menyulitkan Nenek" Jawab Ayrin menjelaskan alasan Aaresh di izinkan menginap di rumah nenek mereka.
__ADS_1
Aarash hanya ber oh ria mendengar jawaban Mommy nya, Aaresh memeluk Ayrin dan menyalami tangan Aaresh sopan itu lah yang di ajarkan Ayrin walaupun mereka seumuran tetaplah Aarash adalah seorang kakak yang harus Aaresh hormati.
Aaresh keluar dari kamar Aarash ia turun ke lantai dua dimana disana ada ruang kerja Rey, Aaresh mengetuk pintu sebelum masuk setelah di persilahkan masuk barulah Aaresh masuk, "Dad Aaresh mau berangkat ke rumah Nenek sekarang" Pamit Aaresh kepada Rey, ia melakukan hal yang sama yang ia lakukan dengan Ayrin tadi.
"Hmm hati-hati jangan ngebut-ngebut, Dan ingat jam 9 kamu sudah harus kembali dirumah nenek, Daddy akan menelfon Kakek untuk memastikan kamu menepati janjimu dan satu lagi jangan menyusahkah Nenek dan Kakek" Panjang lebar Rey mengingatkan Aaresh.
"Siap Dad" Setelah mengatakan itu Aaresh pergi, Di halaman depan ia bertemu dengan Albiyan yang baru pulang.
"Mau kemana kak" Tanya Albiyan mendekati Aaresh.
"Kerumah Nenek dong" Dengan wajah bahagianya Aaresh menjawab pertanyaan Albiyan.
"Emang di izinin sama Mommy ini kan belum weekend"
"Di izinin dong" Jawab Aaresh yang sudah duduk di motornya.
Albiyan menatap tak percaya Aaresh yang sudah memasangkan helm di kepalanya, "Beneran aku udah di izinin sama Mommy di bantuin Daddy" Aaresh mengakui bagaimana ia bisa mendapatkan izin dan hal itu sudah bisa Albiyan tebak karena jika tanpa bantuan Daddy Aaresh tidak akan mungkin mendapatkan izin dari Mommy.
"Yaudah hati-hati kak" Albiyan menyalami tangan Aaresh setelah itu Aaresh pergi mengendarai motornya.
Aaresh mengendari motornya dengan kecepatan sedang, Bibirnya pun dan berhenti-henti menyanyikan lagu untuk menemani perjalanan nya, Di belakang dua mobil mengikuti Aaresh yang satu adalah mobil anak buah Rey dan yang satu nya orang-orang yang sudah mengincar Aaresh sedari lama.
Nenek Puspa yang berada di ruang santai lari tergopoh-gopoh menemui cucu nya "Cucu Nenek" Nenek Puspa memeluk cucunya dan menciumi nya.
"Nenek Aaresh rindu" Ucap Aaresh masih dalam pelukan Nenek Puspa.
"Nenek juga rindu sayang"
"Kakek di mana Nek" Tanya Aaresh setelah melepaskan pelukannya.
"Kakek keluar sebentar ada urusan katanya" Nenek Puspa menjawab sembari berjalan membawa Aaresh ke ruang santai.
"Kakek ini kenapa meninggalkan Nenek sendirian" Kesal Aaresh karena Kakek nya meninggalkan Nenek nya sendirian di rumah padahal Kakek nya sudah berjanji tidak akan meninggalkan Nenek nya sendirian lagi.
Beberapa bulan yang lalu Nyonya Puspa pernah di temukan pingsan di kamar saat di tinggal Tuan Arian pergi menemui klien, Saat Tuan Arian pulang dan memasuki kamar ia menukan sang istri tak sadarkan diri, Semenjak itulah Rey dan cucu-cucu nya melarang Tuan Arian pergi meninggalkan Nyonya Puspa sendirian.
"Tidak apa-apa sayang lagi pula sekarang sudah ada Aaresh kan yang menemani Nenek"
__ADS_1
"Tapi nek..."
"Sudah sayang....Aaresh mau menginap di rumah Nenek" Tanya Nenek Puspa mengalihkan pertanyaan saat melihat Aaresh membawa tas sekolahnya.
"Iya Nek Aaresh menginap di rumah Nenek, Aaresh janji tidak akan sulit saat di bangunkan" Setelah mengatakan itu Aaresh mengobrol sebentar dengan Nenek nya tak lama dari itu Kakek nya pulang dan mendapat omelan dari cucunya.
Aaresh sudah berada di kamar nya yang ada di rumah Nenek nya, Jam susah menunjukan pukul 19:00 Aaresh turun kebawah menemui Kakek dan Nenek nya yang sedang menunton TV.
"Mau kemana Resh" Tanya Kakek Arian saat melihat Aaresh sudah rapih.
"Aaresh mau ketemu teman Aaresh Kek sebentar"
"Udah izin sama Daddy dan Mommy mu"
"Sudah Kek....Aaresh pergi dulu ya" Pamit Aaresh menyalami Kakek dan Nenek nya.
"Hati-hati di jalan ya sayang, Nenek mohon jangan ngebut-ngebut bawa motornya" Pesan Nenek Puspa ntah mengapa perasaanya tak tenang membiarkan Aarsah pergi.
"Sial nek" Aarsh memberi hormat setelah itu ia pergi.
Di rumah perasaan Ayrin tak tenang, Berkali-kali ia menarik nafasnya pelan untuk membantu menenangkan perasaan nya namun percuma saja perasaan nya masih tak karuan, Hal itu pun tak lepas dari pandangan Rey yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik istrinya.
Rey berjalan mendekati Ayrin yang sedang memegang gelas di tangan nya "Sayang" Panggil Rey dengan menepuk pundak Ayrin pelan hal itu malah membuat Ayrin kaget dan menjatuh kan gelas yang ia pegang.
Prang.....Gelas lepas dari pegangan Ayrin "Aaresh" Beo Ayrin lirih.
Rey menarik Ayrin menjauhi pecahan gelas, Bibi sam datang dari arah belakang, Rey meminta Bibi Sam untuk membereskan pecahan itu, "sayang ada apa" Tanya Rey memeluk Ayrin.
"Aaresh...Aaresh baik-baik saja kan" Ayrin menatap Rey dengan air mata yang sudah mengembun di matanya.
"Aaresh baik-saja sayang, tidak akan terjadi apa-apa dengan Aaresh" Rey berusaha menenangkan Ayrin setelah itu ia membawa Ayrin ke kamar.
Menepati janji nya dengan Daddy nya pukul 20:45 Aaresh pamit pulang dengan teman-teman nya, Awalnya Aarssh mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang namun saat ia menyadari mobil yang mengikutinya bukan mobil yang biasa mengikutinya Aaresh menambah kecepatan.
Aaresh dan mobil yang mengikutinya beradu kecepatan, Aaresh dengan mudah menyalip kendaraan yang ada di depannya beruntung ia mengendari motor jika ia mengendarai mobil sudah pasti ia tidak akan bisa menyalip secepat ini, Aaresh melihat sekilas mobil yang mengikutinya berhasil menyusulnya lewat kaca spion.
Aaresh semakin kencang mengendarai motornya sampai motornya melesat cepat di jalanan meninggalkan mobil yang mengikutinya namun dari arah yang berlawanan mobil Box melaju dengan kecepatan penuh menuju ke arah Aarash hingga tabarak itu tak bisa terelakan.
__ADS_1
Brak.........