GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 62


__ADS_3

Ayrin sudah selesai melakukan serangkaian permeriksaan dan kini sudah dipindahkan ke ruang perawatan VIP namun masih belum sadarkan diri, Rey duduk di samping ranjang Ayrin dengan menggenggam tangan istrinya, Salah satu tangannya mengelus perut Ayrin yang di dalamnya ada dua kehidupan, Setiap mengingat jika di dalam perut istrinya ada dua kehidupan Rey selalu tak kuasa menahan air matanya.


Mami dan Papi Arian sudah pamit pulang dan akan kembali lagi membawakan pakian ganti untuk anak dan menantunya, Langit sudah berganti warna perlahan Ayrin membuka matanya mengedipkan matanya untuk menyesuaikan cahaya lampu yang berada di atasnya.


"Sayang" Panggil Rey saat Ayrin membuka matanya.


"Aku dimana Rey" Dari bau yang masuk ke indra penciumannya sebenarnya Ayrin sudah tau dimana ia berada sekarang tapi secara reflek kata itu keluar dari mulutnya.


"Kita ada di Rumah sakit"


Dheg Dheg Degh...Jantung Ayrin langsung berdetak sangat cepat mendengar kata Rumah Sakit, Ingatan tentang saat itu selalu kembali saat mendengar kata Rumah Sakit.


"Aku mau pulang, Ayo kita pulang Rey" Ayrin berusaha bangkit dari tidurnya, Tangan Rey menahan tubuh Ayrin agar tetap dalam posisinya.


"Sayang tenang lah, Jangan seperti ini" Cegah Rey saat Ayrin terus saja memaksakan diri untuk bangun.


"Aku mau pulang Rey aku mau pulang"


"Sayang jangan seperti ini kau akan membahayakan anak kita" Ucap Rey yang membuat Ayrin diam seketika.


"Apa maksudmu" Ucap Ayrin menatap Rey meminta penjelasan.


"Jika kau terus bergerak seperti ini anak kita akan dalam bahaya sayang"


"Rey apa maksudmu anak kita" Tanya Ayrin yang masih belum mengerti maksud Rey.


"Di dalam sini" Mengelus perut Ayrin "Ada anak kita, Ada kehidupan.." Rey menjeda ucapannya karena lagi-lagi air matanya keluar.

__ADS_1


"Kamu Hamil,,,,Kita akan memiliki anak sayang" Air mata Rey sudah mengalir begitu deras dalam setiap kata yang ia ucapkan.


Ayrin mematung tak bergerak sama sekali mendengar apa yang di katakan Suaminya, ia masih mencerna setiap kata yang di ucapkan Suaminya tadi hingga suara Rey mengembalikan kesadarannya.


"Sayang" Panggi Rey.


"A..a..aku Ha..ha...hamil" Ucap Ayrin tergagap ia tak percaya jika dirinya hamil.


"Ya sayang kamu hamil, Sebentar lagi kita akan di panggil Mommy dan Daddy" Jawab Rey penuh bahagia. "Harapan kita memiliki anak di kabulkan Tuhan sayang, Tuhan memberikan keajaiban untuk kita"


"Rey....." Panggil Ayrin tanggannya reflek bergerak di atas perutnya, ia masih tidak percaya ada kehidupan di dalam perutnya.


Rey langsung memeluk istrinya ia mangis memeluk istrinya seolah memberi tahu jika semua ini benar, Mendengar Suaminya menangis dalam pelukanya membuat Ayrin percaya jika dirinya benar hamil dan seketika saja Ayrin menangis tergugu-gugu dalam setiap tangisan dan air matanya yang keluar Ayrin mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memberikan keajaiban untuknya, Harapan yang dulu ia anggap hal yang sangat mustahil ternyata terjadi pada dirinya. ia sama sekali tidak menyangka jika semua hal yang ia rasakan selama satu bulan ini karena ia hamil, Ayrin fikir jika sakit yang kemarin karena ia terlalu banyak fikiran dan datang bulan yang tidak teratur juga menjadi faktor Ayrin tidak menyadari jika dirinya tengah hamil.


"Aku akan di panggil Mommy Rey" Ucap Ayrin di sela-sela tangisannya.


Ayrin masih mena.gis kencang sekarang alasannya menangis bukan karena kesedihan tapi karena kebahagiaan, Mungkin ia akan selalu menangis setiap ingat bagaimana Tuhan memberikannya sebuah keajaiban, Keajaiban yang bertahun-tahun ia harapkan, ke ajaiban yang membuat dirinya sebagai wanita merasa sempurna, Sungguh Tuhan mengulurkan tangannya di saat yang tepat sesudah kesedihan menimpa mereka.


"Jangan menangis lagi sayang, Dokter bberkata itu akan berpengaruh pada kedua janin yang ada dalam kandunganmu" Ucap Rey setelah melepaskan pelukannya, Ayrin langsung berhenti menangis tapi masih terdengar isakannya.


"Dua janin". Bingung Ayrin.


"Ya sayang kita akan memiliki anak kembar, Ada dua janin dalan kandunganmu" Belum selesai rasa terkejut Ayrin tentang ke hamilannya sekarang ia di kejutkan lagi dengan dua janin yang ada di dalam rahimnya.


Ayrin kembali menangis dalam pelukan suaminya, Apakah ini sungguh nyata jika ia akan memiliki anak kembar, Jika ini mimpi Ayrin memohon jangan bangunkan ia dari mimpi indah ini. Tapi kenyataannya ini memanglah nyata Tuhan begitu baik kepada dua anak manusia ciptaannya ia memberikan kebahagiaan yang belum pernah mereka dapatkan tapi ternyata Tuhan tak serta merta memberikan kebahagiaan seutuhnya untuk mereka berdua, Kesabaran mereka berdua kembali di uji kala hasil tes pemeriksaan Ayrin keluar.


Suster mengetuk pintu ruangan Ayrin sebelum masuk, Suster memberitahukan Rey jika Dokter memanggilnya untuk segera keruangannya, Rey mengatakan jika ia akan ke ruangan Dokter setelah Orangtuanya datang karena ia tidak bisa meninggakan istrinya sendirian. Perasaan Rey tiba-tiba menjadi tidak tenang ada ketakutan dalam diri Rey saat Dokter memanggilnya ia takut sesuatu terjadi dengan istri dan anak-anak nya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Mami Puspa dan Papi Arian datang saat Ayrin baru selesai memakan makanan yang di siapkan Rumah Sakit, Mami Puspa datang membawa makan malam dan baju ganti untuk Rey dan juga Ayrin, Mami Puspa berjalan cepat menghampiri menantunya dan langsung memeluknya.


"Mami" Suara Ayrin menahan tangisnya.


"Selamat ya sayang kamu akan menjadi Mommy" Mami Puspa memberikan selamat kepada menantunya yang sudah menangis dengan memeluknya hangat dan mencium pucak kepala menantunya.


Setelah cukup lama mereka berdua berpelukan dan menangis Mami Puspa melepaskan pelukannya "Sudah jangan menangis lagi sayang nanti janin yang ada di perutmu ikut bersedih"


"Iya Mami Ayrin tidak menangis lagi, Ayrin tidak mau membuat anak-anak Ayrin ikut menangis." Jawab Ayrin dengan senyuman di bibirnya.


Papi Arian mendekati menantunya dan memeluknya, Mengucapkan selamat atas kehamilan menantunya. "Selamat sayang sekarang jangan lagi bersedih karena apa yang kamu harapkan sudah kamu dapatkan, Sekarang tugasmu menjaganya baik-baik"


"Ya Papi, Ayrin akan menjaga mereka baik-baik" Papi Arian mencium kening menantunya sebelum ia melepaskan pelukannya.


Rey mengelus perut rata Ayrin dan sesekali menciumnya ada rasa hangat yang menyelimuti hati Ayrin kala Rey mencium perutnya, Ayrin ingin melihat pemandangan itu setiap hari nya. Rey pamit pergi untuk menemui Dokter sebelum pergi Rey menitipkan istrinya ke orangtuanya dan mencium kening istrinya cukup lama seakan ia sedang mengumpulkan kekuatan untuk menerima semua hal yang tidak di inginkan terjadi.


Selepas kepergian Rey Mami Puspa memberikan petunjuk apa saja yang harus di lakukan Ayrin saat hamil, Mami Puspa memberitau apa saja yang boleh di lakukan dan tidak boleh di lakukan ibu hamil.


"Biasanya di trisemester awal ibu hamil akan mengalami mual muntah yang bisa membuat si ibu kehilangan berat badannya, Tapi tidak semua ibu hamil mengalami hal itu sayang" Mami Puspa menjelaskan apa yang ia ketahui pada menantunya.


"Dulu Mami juga begitu bahkan Mami mengalami hal itu hingga delapan bulan usia kehamilan" Sambung Mami Puspa lagi.


"Jadi apa yang harus Ayrin lakukan Mi, Karena satu bulan ini Ayrin juga mengalami hal yang sama seperti Mami hamil dulu" Tanya Ayrin karena selama satu bulan ini ia mual dan muntah setiap pagi dan hal itu membuat berat badannya berkurang banyak.


"Kamu harus banyak istirahat, Tidak boleh kelelahan, Tidak boleh Steres dan kamu harus tetap makan walau kamu tidak nafsu makan, Karena semua itu bepengaruh dengan kandunganmu" Mami Puspa begitu sabar memberi tahu menantunya tentang kehamilan.


Mereka berdua begitu asik berbagi ilmu tentang kehamilan, Hingga perhatian mereka teralihkan dengan kedatangan Rey dengan wajah pucatnya.

__ADS_1


...next nanti siang ya kalau Otor nggak sempat nanti siang kita lanjut nanti malam ya...


__ADS_2