GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 66


__ADS_3

Bagi ibu hamil jika keinginannya di turuti itu sudah bisa membuat hatinya senang dan membuat mood-nya baik, Seperti itu lah yang dirasakan Ayrin sekarang ia senang karena keinginannya makan ice cream di Mall di turuti Rey, ya walaupun ia harus menuruti ucapan Rey yang mengharuskannya menggunakan kursi roda tapi tak mengapa asalkan keinginannya di turuti dan Rey selalu ada di sisinya Ayrin tak masalah.


Rey memesankan satu mangkuk ice cream yang berisi enam varian rasa dengan ukuran yang tidak terlalu besar, Air liur Ayrin hampir saja keluar saat melihat ice cream yang begitu ia inginkan ada di depan matanya, Tanpa menunggu lama lagi ia langsung memakannya.


"Sayang pelan-pelan aku tidak akan minta ice cream mu" Tegur Rey karena Ayrin makan ice cream terburu-buru.


"Hmmm" Ayrin mengganggukan kepala nya masih dengan melahap ice cream di sendoknya.


Rey mengusap bibir Ayrin yang terkena ice cream, Rey ikut senang melihat istrinya begitu senang memakan ice cream, Rey pamit ke kamar mandi sebentar karena ia sudah tidak tahan ingin mengeluarkan seseuatu yang sudah memenuhi kantung kemihnya.


Ayrin masih fokus menghabiskan ice cream yang ada di depannya hingga ia tak menyadari seseorang berdiri di sampingnya hingga seseorang itu mengeluarkan suaranya barulah Ayrin menyadari.


"Ayrin" Panggil seseorang itu yang membuat Ayrin menghentikan gerakan tangannya menyendok ice cream.


Suara itu begitu familiar di kuping Ayrin, ya Ayrin tau itu suara siapa, Ayrin mendongakkan kepalanya menatap seseorang yang sekarang berdiri di depannya.


"Apa kabar Rin lama tidak bertemu" Tanya seseorang itu tangannya menggeser kursi di dekat Ayrin untuk ia duduki.


"Aku baik" Jawab singkat Ayrin.


"kenapa kamu duduk di kursi roda Rin apa kamu sakit" Ucap seseorang itu tangannya ingin menyentuh tangan Ayrin tapi Ayrin buru-buru menggeser tangannya agar seseorang itu tidak bisa menyentuhnya.


"Itu bukan urusanmu, lebih baik kau pergilah" Ayrin celingak-celinguk mencari keberadaan Rey karena sudah lebih dari sepuluh menit Rey tak juga kembali.

__ADS_1


"Tidak..aku tidak mau pergi ada yang ingin aku bicarakan denganmu, karena aku tidak tau kapan lagi aku bisa bertemu denganmu. Ucap Seseorang itu yang tidak ingin pergi, baginya ini adalah kesempatannya untuk memohon kepada Ayrin agar mau kembali padanya.


"Apa yang ingin kau bicarakan, aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi" Ayrin sebenarnya tidak ingin menanggapi seseorang yang ada di depannya, ia ingin pergi tapi gerakannya sedikit sulit karena ia menggunakn kursi roda.


"Ayrin aku mohon beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita" Tanpa malu seseorang itu meminta kesempatan pada seseorang yang ia buang dulu.


"Ayrin tak menanggapi ucapan seseorang itu, ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Rey" Jujur ia sedikit takut jika seseorang itu berbuat nekat kepadanya dan akan membahayakan kandungannya.


Belum sempat Ayrin mendial no Rey seseorang itu merebut ponselnya dan meletakkannya di ujung meja yang tidak dapat Ayrin gapai.


"Apa yang kau lakukan kembalikan ponselku" Ucap Ayrin yang kesal karena ponselnya di ambil.


"Tidak...ikutlah denganku ke rumah orangtuaku" Ucap seseorang itu yang langsung berdiri igin menarik tangan Ayrin namun suara teriakan di belakangnya membuatnya mengurungkan niatnya dan melihat ke arah teriakan itu.


Rey lama di kamar mandi karena ada sedikit isiden yang terjadi, Seorang anak kecil tidak sengaja menabraknya dan menjatuhkan minuman yang ia pegang hingga membuat sepatu Rey kotor, Rey tidak marah dengan apa yang di lakukan anak kecil itu Rey tau jika anak kecil itu tidak sengaja, Mungkin suatu hari nanti anak-anaknya juga seperti ini, Rey mengantarkan anak kecil itu menemui orangtua, Rey berpesan agar orangtua anak itu lebih hati-hati dalam menjaga anaknya, Saat ia kembali mata nya melihat jika istrinya sedang bersama dengan seseorang dari masalalunya seketika saja Rey menjadi emosi.


Rey mendorong tubuh seseorang itu hingga seseorang itu mundur beberapa langkah.


"Sayang kau tidak apa-apa? apa dia menyakitimu? apa Twins baik-baik saja?" Tanya Rey yang panik takut terjadi sesuatu dengan istrinya dan juga anak-anak nya.


"Aku tidak apa-apa, Twins juga baik-baik saja, aku takut sayang" Ucap Ayrin yang sudah menangis, akhir-akhir ini Ayrin memang gampang sekali menangis jika hatinya merasa tidak nyaman.


Rey langsung emosi karena seseorang itu membuat istrinya ketakutan, Rey berbalik menghadap seseorang itu dan tanpa aba-aba Rey langsung memberikan pukulan di wajah seseorang itu.

__ADS_1


"Berani sekali kau membuat istriku menangis dan ketakutan," Teriak Rey tangannya menarik kuat kerah baju yang di gunakan seseorang itu


"Apa katamu istri, Sejak kapan Ayrin menjadi istrimu, Ayrin adalah milikku" Dengan bodohnya dan tak tau malunya Seseorang itu tidak mengetahui pernikahan Ayrin dan mengakui jika Ayrin adalah miliknya.


Rey semakin emosi mendengar seseorang itu mengakui jika Ayrin adalah miliknya, Rey menghajar seseorang itu tanpa ampun banyak pengunjung yang menyaksikan hal itu tapi Rey tidak memperdulikannya apapun bisa Rey lakukan karena ia adalah orang yang bekuasa di Negara itu.


Ayrin memanggil Rey memintanya untuk berhenti tapi Rey tak mendengarkan, Ayrin takut terjadi sesuatu kepada Rey, Ayrin mengambil ponselnya dan menghubungi Zayn, Ayrin meminta Zayn untuk segera datang ke Mall tempat ia berada.


lima menit kemudian Zayn datang dan langsung memisahkan Rey dan seseorang itu, Zayn yang memang sudah di parkiran Mall itu langsung naik ke atas saat Ayrin menelfonnya mengatakan jika Tuannya tengah memukuli seseorang, Sebelumnya Rey sudah menelfon Zayn memintanya datang ke Mall xx membawa beberapa anakbuahnya karena rencananya setelah dari Mall xx Rey ingin membawa Ayrin jalan-jalan ke suatu tempat tapi rencananya gagal karena kejadian yang tidak mereka duga.


"Tuan hentikan anda membuat Nona ketakutan" Rey langsung tersadar mendengar ucapan Zayn.


"Kalian bawa dia ketempat yang seharusnya" Perintah Zayn pada anak buahnya yang langsung dituruti anak buahnya.


"Baik Tuan" Jawab mereka bersamaan, Anak buah Zayn langsung membawa seseorang itu pergi dari tempat itu. Seseorang yang tak lain adalah Dava, ntah apa yang akan terjadi dengan Dava kali ini karena ia tidak mendengarkan ucapan yang Zayn ucapkan dulu.


Dava yang hari itu datang ke Mall hanya untuk membelikan kado untuk hadiah anniversary kedua orangtuanya tidak menyangka akan bertemu dengan Ayrin mantan istrinya yang ingin sekali ia ajak memulai kembali hubungan yang telah lama usai, Dava tidak menyia-nyiakan kesempatan bertemu Ayrin, Dava yang saat itu melihat Ayrin tengah sendirian langsung menhampirinya dan menyapanya namun ia tidak tau jika saat itu Ayrin sudah memiliki suami dan hidup bahagia, bahkan Dava juga tidak tau jika Ayrin datang ke Mall itu bersama Suaminya karena Dava melihat Ayrin saat Rey sudah ke kamar mandi.


Rey memeluk Ayrin yang sudah menangis sedari tadi, Ayrin menangis karena takut terjadi sesuatu dengan suaminya, Rey menggendong Ayrin dan membawanya pulang, Rey meminta Zayn untuk membawakan kursi roda yang Ayrin gunakan tadi, Rey terus memeluk Ayrin selama perjalanan ia merasa bersalah karena meninggalkan Ayrin terlalu lama, jika saja ia tidak kekamar mandi, jika saja ia dari awal membawa anak buahnya pasti hal seperti tadi tidak akan terjadi.


...Kalian jangan pda marah sama Ayrin ya, namanya juga ibu hamil yang keinginannya ingin dituruti, Otor ga terima ya kalo Ayrin di salahin, hehehe canda 😁...


Jadi otor mau jelasin kalo cerita ini buka cerita tentang balas dendam, ini cerita tentang seorang perempuan yang berjuang memiliki buah hati yang harus melalui banyak rasa sakit hingga akhirnya ia memiliki buah hati, jadi Author minta maaf jika keinginan kalian untuk balas dendam kepada para pelakor tidak bisa Author penuhi, karena sekali lagi ini bukan cerita balas dendam. TERIMAKASIH SEMOGA KALIAN MASIH SETIA DENGAN CERITA INI😊😊

__ADS_1


__ADS_2