
Semalaman Rey dan Ayrin tidak bisa tidur nyenyak, 1 jam sekali mereka harus bangun untuk menyusui Twins, Walau rasa kantuk dan lelah menyerang, mereka dengan senang hati menjalaninya, yang terpenting Twins bisa tidur dengan nyenyak. Banyak rekan bisnis dan kolega Rey yang datang mengunjungi Twins di Rumah Sakit, tak ketinggalan dengan Sella, Semua yang datang membawa hadiah untuk Twins hingga Ruang Perawatan penuh dengan banyaknya hadiah.
Tiga hari kemudian Ayrin dan Twins sudah di perbolehkan pulang, Luka pasca Operasi Cesar Ayrin sudah sembuh total Dokter memberikan obat yang dapat menyembuhkan luka bekas Operasi lebih cepat, Mereka berjalan sama-sama menuju Loby Rumah sakit Rey menggendong Bubu dan Ayrin menggendong Buba.
Di depan Loby sudah ada Zayn yang menunggu mereka untuk membawa Twins pulang ke rumah, Zayn membukakan pintu untuk Ayrin.
"Hati-hati Nona" Zayn meletakan tangannya di atas pintu mobil agar kepala Ayrin tidak terpentuk.
"Terimakasih Zayn" Jawab Ayrin setelah duduk dengan nyaman.
"Sama -sama Nona" Zayn menutup pintu dan beralih kepintu yang satu nya, Zayn membukakan pintu untuk Tuannya.
"Silahkan Tuan" Zayn menunduk Hormat.
"Terimaksih Zayn" Jawab Rey sebelum masuk.
"Ya Tuan" Zayn menutup pintu setelah itu ia membukakan pintu untuk dirinya sendiri, Zayn duduk di balik kemudi dan mulai melajukan mobilnya membawa Twins pulang kerumah.
"Bagaimana keadaan Kantor Zayn" Tanya Rey yang duduk di kursi penumpang,
"Tidak ada masalah Tuan, Semua berjalan dengan baik" Jawab Zayn dengan mata yang masih fokus ke jalanan.
"Hmm, Terimakasih atas kerja kerasmu Zayn"
"Jangan Sungkan Tuan itu sudah menjadi Tugas Saya"
Jika tak ada Zayn di hidupnya ntah bagaimana Rey menjalankan semua ini, Bukan Rey tak sanggup jika harus menjalankan semua sendiri tapi Rey membutuhkan seseorang yang dapat memahami dirinya dan bisa ia ajak bertukar fikiran dan mau berbagi tugas dengannya, dan hanya Zayn lah yang bisa mengerti dirinya.
"Zayn aku lihat kau tak pernah mencium atau menggendong Twins?, Kau hanya memandangnya saja? Apa kau tak mau menggendong nya Zayn?" Tanya Ayrin karena setiap Zayn datang Kerumah Sakit Zayn hanya memandangi Twins dengan bibir tersenyum tanpa menyentuh atau menciumnya.
"Apa boleh saya mencium atau menggendongnya Nona?" Jawab Zayn.
__ADS_1
"Pertanyaan macam apa itu !!!! Tentu saja kau boleh menciumnya atau menggendongnya karena kau adalah pamannya, mereka adalah keponakanmu" Bukan Ayrin yang menjawab tapi Rey, Rey sedikit tidak suka dengan jawaban Zayn, Kenapa harus meminta izin dulu jika Zayn mau menggendong Twins bukankah Zayn adalah bagian dari keluarganya.
"Saya hanya takut membuat mereka tidak nyaman Tuan" Zayn menjawab dengan senyum tipis di bibirnya melihat ekspresi tuannya yang kesal dari kaca mobil.
"Alasan" Rey menjawab dengan nada yang masih terdengar kesal.
"Kau bisa menggendongnya dengan hati-hati Zayn, Twins juga ingin merasakan gendongan pamannya" Ayrin mencoba meyakinkan Zayn agar tidak takut menggendong Twins.
"Baiklah Twins paman akan menggendong kalian nanti" Zayn menjawab dengan semangat.
Rey dan Ayrin tersenyum bersama, Rey menciumi tangan Ayrin setiap ciumannya terucap banyak terimakasih untuk istrinya, Jika bukan dengan Ayrin mungkin Rey tidak akan bisa mendapatkan kebahagiaan sebesar ini, Rey juga tidak akan memiliki Bubu dan Buba.
Setelah menempuh perlajalan selama kurang lebih 45 menit akhirnya mereka sampai di Rumah, Ayrin turun dengan hati-hati setelah Zayn sudah membukakan pintu untuknya sedangkan Rey sudah terlebih dahulu turun dari mobil. Zayn membawakan semua semua barang-barang Twins di bantu dengan para pelayan.
"Selamat datang Tuan Nona dan Tuan muda" Sapa Bibi Sam yang sudah menunggu di depan pintu.
"Bibi lihatlah Twins sangat tampan sepertiku" Ucap Rey memperlihatkan wajah Twins pada Bibi Sam karena memang Bibi sam belum bertemu dengan Twins.
"Selamat Tuan, Bibi berdoa semogo tidak ada kesedihan dalam keluarga Tuan" Ucap Bibi Sam Tulus, Bibi Sam tau persis tentang kehidupan Rey selama ini maka itu Bibi Sam memohon pada Tuhan agar keluarga Tuannya selalu diliputi kebahagiaan.
"Terimakasih Bibi" Rey merangkul Bibi sam menggunakan tangan sataunya.
"Bibi pipi Buba juga mau di usap tangan Bibi" Ucap Ayrin mendekatkan Buba pada Bibi Sam.
Bibi sam yang melihat Buba di depannya langsung mencium dan mengelus pipi Buba, "Bubu dan Buba sangat tampan perpaduan wajah yang sangat sempurna" Kata Bibi Sam seraya mengelus pipi Buba.
"Terimakasih Bibi" Rey dan Ayrin menjawab bersamaan.
"Cucu Nenek dan kakek sudah datang" Suara Mami puspa yang berjalan mendekati Bubu dan Buba. Mami Puspa dan Papi Arian memang sudah menunggu Twins sedari tadi di rumah mereka, Mami dan Papi sengaja tidak ikut menjemput Twins pulang karena mereka sedang menyiapkan kamar untuk Twins.
Mami Puspa langsung mengambil alih Bubu dalam gendongan Ayrin, Papi Arian mengambil Bubu dalam gendongan Rey kemudian mereka membawa Bubu dan Buba masuk, Rey dan Ayrin berjalan di belakang Mami Puspa dan Papi Arian, Rey merangkaul pundak Ayrin seraya menciumi pipi Ayrin.
__ADS_1
"Selamat datang di rumah kalian sayang" Ucap Mami Puspa pada Twins.
"Rey bagaima hasil pemeriksaan Twins? Semua baik-baik saja bukan?" Tanya Papi Arian karena sebelum pulang Twins harus melakukan pemeriksaan dahulu.
"Tidak ada masalah Pi semua baik-baik saja, Twins sehat dan kondisi fisiknya juga sehat" Jawab Rey yang duduk di sebelah Ayrin.
"Syukurlah" Papi Arian bernafas lega kedua Cucunya dalam keadaan sehat semua.
"Tuan,,Semua barang-barang Twins sudah saya letakan di kamar Twins" Lapor Zayn yang baru saja menyelesaikan tugas-tugasnya.
"Ya Terimakasih Zayn" Jawab Rey.
"Zayn kemarilah kau mau menggendong Twins kan" Suara Ayrin memiinta Zayn untuk mengikutinya yang langsung di turuti Zayn.
Ayrin mengambil Buba dari gendongan Mami Puspa dan menyerahkan nya pada Zayn, Zayn menerima Buba dengan Kaku, Zayn tak bergerak sama sekali ia takut jika ia bergerak pergerakannya akan membuat Bayi dalam gendongannya kesakitan.
"Zayn tidak perlu sekaku itu, Bergerakalah pergerakan mu tidak akan menyakiti Buba" Mami Puspa tertawa melihat Zayn yang begitu kaku menggendong Buba bahkan Zayn sampai tidak bergerak sama sekali.
"Cihhh kau seperti manekin Zayn, Menggendong bayi saja kau tidak berani dan kaku seperti itu" Rey mengejek Zayn ia seakan lupa jika ia juga pernah melakukan hal yang sama seperti yang Zayn lakukan sekarang waktu pertama kali menggendong Bubu.
"Kau Lupa Rey kau juga seperti itu waktu kau menggendong Bubu pertama kali, bahkan lebih parah dari Zayn, Tanganmu sampai gemetaran waktu itu" Skak..Mami Puspa membalikan kata-kata yang Rey katakan pada Zyan sampai membuatnya diam seketika.
Ayrin yang duduk di samping Rey menyembunyikan tawanya, ia tidak sanggup melihat wajah Rey yang menahan malu, ini kali pertama Ayrin melihat wajah Rey seperti itu dan ini sangat lucu.
"Ah eh aku tidak seperti itu, Mami salah liat mungkin" Elak Rey.
"Papi juga melihat waktu itu" Ucap Papi Arian mematahkan elakan Anaknya. Rey tak bisa berkutik lagi ia merasa malu karena ia melakukan hal yang lebih parah dari yang Zayn lakukan saat menggendong Twins untuk pertama kalinya.
"Cihh ternyata kau tidak seperti yang terlihat" Zayn mengejek Rey dengan Bibir tersungging. hal itu seketika membuat semua tawa pecah di rungan itu.
Ayrin melihat satu persatu anggota keluarganya, ia bersyukur telah di berikan keluarga yang saling menyayangi, ia berterimakasih pada Tuhan atas karunia-karunia Tuhan yang di berikan padanya, Ayrin menangis haru melihat kebahagiaan di depannya, Rey yang melihat Ayrin menangis langsung memeluk Ayrin, Rey tau apa yang sedang Ayrin rasakan saat ini karena apa yang Ayrin rasakan adalah yang ia rasakan juga.
__ADS_1
Hay lara lembaca setia keluarga Rey dan Ayrin, Tinggal Dua bab lagi cerita ini akan selesai loh jadi semangat nunggunya ya, dan maaf semalem Author ga up karena Author pulang malem ga sempet nulis, Terimaksih atas pengertian dan dukungannya😇