
Sudah beberapa hari ini Ayrin merasakan kontraksi pada perutnya namun belum terlalu sering, Dokter mengatakan itu hanya kontraksi palsu, jika kontraksi lebih sering terjadi Dokter menyuruh Rey untuk segera membawa Ayrin ke Rumah Sakit, Seperti siang ini Ayrin merasakan perutnya begitu sakit dan jarak kontraksi semakin singkat dari yang kemarin-kemarin.
Rey yang panik langsung menggendong Ayrin dan membawanya ke Rumah Sakit, Rey tak merasa keberatan sama sekali padahal berat badan Ayrin dua kali lipat lebih besar dari pada saat sebelum hamil, Untungnya hari ini Zayn datang kerumah tadinya Zayn hanya ingin menyerahkan laporan yang harus Rey tandatangani namun tak di sangka jika hari itu Nona nya akan melahirkan.
"Tambah kecepatan Zayn, Twins sudah ingin keluar" Suara Rey terus meneriaki Zayn yang mengemudikan mobil.
"Baik Tuan akan saya usahakan" Jalan siang hari itu cukup padat karena pada saat itu adalah jam makan siang.
"Sayang sakit" Ayrin terus meringis meraskan sakit pada perutnya, tangannya mencengkram kuat tangan Rey.
"Tahan sayang sebentar lagi kita sampai, Twins sabarlah sayang kalian jangan keluar di dalam mobil" Rey yang panik jadi berbicara melantur.
"ZAYN tambah kecepatan" Teriak Rey saat melihat jalan di depan sudah kosong.
Zayn langsung mempercepat laju mobil yang ia kendarai, Zayn begitu lihai menyalip kendaraan yang ada di depannya, Sepuluh menit kemudian mereka sampai di Rumah Sakit, Di depan Rumah Sakit Mami Puspa dan Papi Arian sudah menunggu mereka bersama Dokter Melly dan beberapa perawat yang sudah menyiapkan ranjang pasien untuk Ayrin. karena sebelumnya Rey meminta Zayn untuk memberi tahu Mami dan Papi jika Ayrin akan melahirkan, Mami Puspa dan Papi Arian langsung bergegas ke Rumah Sakit untuk menyiapkan segala sesuatunya.
Rey menggendong Ayrin turun dari mobil dan menidurkan Ayrin di ranjang yang sudah di siapkan, Dokter Melly dan para perawat langsung mendorong ranjang Ayrin menuju ruang persalinan, Rey dengan setia mengikuti Ayrin yang di bawa keruang persalinan.
Di dalam Ruang Persalinnan Ayrin semakin merasakan sakit pada perutnya bahkan lebih sakit, Air mata Ayrin sudah mengalir sedari dari merasakan sakit pada perutnya.
"Sakit" Mencengkram kuat tangan Rey hingga tangannya merah.
__ADS_1
"Sayang bertahanlah, Berjuanglah untuk Twins" Rey menyemangati istrinya agar terus kuat.
Ayrin menggelengkan kepalanya "Ini Sangat Sakit"
"Tidak..tidak..Bertahanlah Aku mohon" Rey tak bisa lagi menahan Air matanya.
"Tuan Nona Ayrin harus segera di Oprerasi, Kita harus segera mengeluarkan bayinya secepat mungkin karena Air ketubannya sudah pecah" Ucap Dokter membuat Rey semakin ketakutan
"Lakukan apapun asalkan anak dan istriku selamat" Pinta Rey pada Dokter Melly yang langsung di angguki oleh Dokter.
Ayrin langsung di pindahkan ke Ruang Operasi, Rey mengikuti dari belakang Rey tidak ingin meninggalkan istrinya yang tengah berjuang melahirnya anak-anak nya barang sedetikpun, Mami Puspa memberikan pelukan untuk Rey agar Rey kuat apapun hasilnya.
Di luar Ruang Oprasi Mami Puspa, Papi Arian dan Zayn tidak bisa duduk dengan tenang, mereka khawatir dengan keadaan Ayrin, Mereka takut jika salah satu dari mereka tidak terselamatkan, Papi Arian memeluk istrinya memintanya untuk tenang walau ia sendiripun tidak tenang tapi Papi Arian sebisa mungkin menutupi kecemasannya agar istrinya juga tidak terlalu cemas.
Beberapa saat kemudian suara tangis dari bayi yang pertama Ayrin lahirkan terdengar begitu nyaring, Rey dan Ayrin langsung menangis bersamaan mendengar suara tangis anaknya yang pertama untuk pertama kalinya.
"Dia sudah lahir sayang, dia menangis" Kata Rey yang di angguki Ayrin, Ayrin tak mampu membuka Suaranya dia benar-benar takjub dengan keajaiban Tuhan.
Dokter masih berusaha mengelurkan bayi ke dua Rey dan Ayrin, Posisi bayi yang berada di bagian rahim Ayrin yang rusak membuat Dokter harus hati-hati mengeluarkan sang bayi agar tidak merusak rahim sang ibu agar tidak berakibat fatal, hingga 10 menit kemudian suara tangis dari bayi kedua Rey dan Ayrin juga terdengar sangat nyaring.
Rey jatuh terduduk lemas di lantai mendengar suara tangis anaknya yang kedua, Rey tak henti-hentinya berucap syukur pada Tuhan yang telah memberikan anugrah begitu indah untuknya, Sedangkan Ayrin terus menangis tubuh nya lemas bahkan untuk mengangkat tangannya saja ia tidak kuat, Ayrin mengucapkan banyak terimakasih pada Tuhan atas karunia yang Tuhan berikan untuknya.
__ADS_1
"Selamat Tuan kedua anak anda berjenis kelamin laki-laki" Ucap Dokter meletakkan kedua bayi di atas dada Ayrin agar sang bayi merasakan kehangatan dan setuhan ibunya untuk pertama kalinya.
Rey yang sudah berdiri dan mampu menguasai diri mendekat pada Ayrin yang mendekap kedua anaknya, Rey dan Ayrin bergantian mencium kedua putra mereka yang mereka dapatkan dari keajaiban Tuhan.
Rey Menempelkan kepalanya di kepala Ayrin, Rey mengucapkan banyak terakasih pada istrinya karena telah berjuang melahirkan anak-anak nya., Dokter dan suster yang ada di situ juga menangis haru melihat kedua orangtua baru itu, Mereka semua tau bagaimana perjuangan kedua orangtua itu untuk mendapatkan buah hati yang sekarang telah lahir kedunia.
"Terimakasih Dokter terimaksih " Rey bahkan sampai bersujud pada Dokter dan perawat yang ada disitu sebagai tanda terimaksih nya karena telah menyelamatkan anak dan istrinya, Seorang Reynan Victori orang paling berkuasa di Negeri ini seorang CEO Perusahaan terbesar di Negeri ini bahkan anak Pemilik Rumah Sakit tempat para Dokter dan Perawat bekerja tidak memperdulikan statusnya ia bersujud di depan para Dokter dan Suster mengucapkan banyak terimaksih.
"Terimakasih,,,,Terimakasih kalian sudah menyelamatkan istri dan anak-anakku" Ucap Rey dalam sujudnya.
Dokter dan Suster yang di perlakukan seperti itu merasa sungkan, Salah satu Dokter meminta Rey untuk berdiri mereka merasa tidak pantas di perlakuakn seperti ini.
"Tuan berdirilah, Anda tidak pantas melakukan hal seperti ini, Ini sudah menjadi Tugas kami untuk menyelamatkan nyawa pasien kami" Ucap Dokter dengan membantu Rey berdiri.
Rey menggangguk "Sekali lagi terimakasih" Ucap Rey sebelum ia menghampiri istrinya lagi.
Rey mencium kening Ayrin lama, Air mata Rey jatuh menetes di wajah Ayrin, Ayrin tersenyum dalam tangisannya, Suster mengambil kedua bayi dalam dekapan Ayrin karena kedua bayi itu akan di bersihkan sebelum di pindah keruang perawatan khusus bayi.
Dokter meminta Rey untuk menunggu di luar yang langsung di turuti Rey, Sebelum pergi Rey mencium kening Ayrin setelah itu ia benar-benar keluar, Manyusul kedua anaknya yang sudah di bawa keluar terlebih dahulu.
Mami Puspa, Papi Arian dan Zayn yang sedari tadi menunnggu di luar langsung menghampiri suster yang keluar dari ruang Operasi dengan menggendong kedua cucu mereka, Mereka menangis haru melihat kedua cucu mereka lahir dengan sehat dan selamat, Zayn juga menangis melihat keponakannya yang begitu tampan dan menggemaskan, Mami Puspa semakin menangis haru saat mengetahui jika kedua cucunya berjenis kelamin laki-laki, Mami Puspa menanyakan bagaimana keadaan sang menantu sebelum kedua Perawat yang menggendong kedua cucu mereka pamit pergi karena mereka harus segera membersihkan Twins. Mami Puspa bernafas lega karena menantu dan kedua cucunya selamat semua
__ADS_1
Rey yang baru keluar dari Ruang Operasi langsung di sambut pelukan dari kedua Orang Tuanya, Rey kembali menangis dalam pelukan Orang Tuanya, Rey masih tidak percaya jika saat ini ia sudah menjadi seorang Daddy, Zyan bergantian memeluk Tuan sekaligus temannya itu, Zayn mengucapkan selamat atas kelahiran kedua keponakannya, Di luar Ruang Operasi mereka berempat menangis haru sama seperti tahun lalu saat mengetahui Ayrin hamil dan sekarang mereka kembali menangis haru karena kelahiran Twins.
Twins udah lahir onty online jangan lupa siapain kado buat Twins ya onty๐๐