GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 60


__ADS_3

Kabar sakitnya Ayrin sampai ketelinga Mami Puspa dan Papi Arian, Beberapa kali Mami Puspa mencoba menghubungi Rey ataupun Ayrin tapi tak ada satupun yang menjawab penggilannya, Mami Puspa beralih menghubungi Bibi Sam beruntung kali ini Mami Puspa mendapat jawaban, Mami Puspa menanyakan bagaimana kedaan menantunya, Apa sakit nya parah apakah sudah di bawa ke Dokter dan masih banyak pertanyaan Mami Puspa lainnya.


Bibi Sam menjelaskan semua apa yang terjadi dengan Nonanya, Mami Puspa semakin khawatir mendengar jika menantunya sempat menangis tanpa menunggu lama lagi Mami Puspa dan Papi Arian langsung meluncur ke Rumah anak nya, Sampai di rumah anaknya buru-buru Mapi Puspa turun dari Mobil dan masuk kedalam rumah.


"Mi jangan berteriak-teriak seperti itu, Mungkin saja mereka sedang istirahat" Ucap Papi Arian Menegur istrinya yang tengah berteriak-teriak memanggil anak dan menantunya.


"Kalu begitu Mami mau ke atas Mami mau liat keadaan Ayrin" Kata Mami puspa yang sudah membalikan badannya ingin melangkah ke lantai atas namun di tahan Papi Arian.


"Jangan Mi,, Nanti Mami malah mengganggu mereka, Kita tunggu disini saja" Larang Papi Arian kemudian menarik tangan istrinya untuk duduk di sofa.


Bibi Sam datang dari belakang menemui majikan Utamanya "Tuan Nyonya" Sapa Bibi Sam.


"Bi kemana Rey dan Ayrin? Apa mereka berdua sedang istirahat" Tanya Papi Arian memdahului istrinya yang ingin membuka suara.


"Tuan dan Nona ada di kamar Tuan sedang beristirahat" Jawab Bibi Sam Sopan.


"Bagaiman keadaan Ayrin sekarang Bi?" Tanya Mami Puspa yang sedari tadi tidak tenang dalam duduknya.


"Saya belum tau Nyonya..terakhir kali keadaan Nona Ayrin sudah lebih baik"


"Apa mereka berdua sudah makan Bi"


"Sudah Nyonya"


Jawaban Bibi Sam tetap saja tidak membuat tenang Mami Puspa, ia tidak akan tenang jika belum melihat langsung keadaan menantunya, Rey turun dari lantai atas untuk mengambil air minum untuk istrinya, Rey melihat kedua orang tuanya ada di rumahnya.

__ADS_1


"Mami Papi" Sapa Rey dari tangga.


"Rey" Mami Puspa berjalan menghampiri anaknya "Bagaiman keadaan Ayrin Rey? Apa Ayrin masih sakit Rey"


"Ayrin sudah lebih baik Mi hanya saja dia masih lemas" Jawab Rey yang sudah berada di lantai satu.


"Kenapa tidak membawanya ke Dokter Rey" Tanya Papi Arian yang juga mengikuti istrinya menghampiri anaknya.


"Ayrin tidak mau Pi, Dia masih trauma dengan kejadian waktu itu"


"Apa Ayrin sudah bangun Rey"


"Sudah Mi, Ayrin masih tiduran di kamar, Naik lah jika Mami ingin melihat keadaannya" Rey tau jika Mami nya sudah tidak sabar untuk melihat keadaan istrinya.


"Yasudah Mami ke atas dulu" Mami Puspa langsung menaiki tangga menuju kamar anaknya.


"Mami" Ucap Ayrin pelan dan berusaha untuk bangun dari tidurnya.


"Tidak usah bangun sayang tidur saja tidak apa-apa" Suara Mami Puspa mencegah Menantunya yang ingin bangun.


"Bagaimana keadaanmu sayang? Apa masih sakit?" Tanya Mami puspa.


"Ayrin sudah lebih baik Mi hanya saja Ayrin masih lemas, Ayrin juga tidak tau kenapa Ayrin masih lemas padahal Ayrin sudah cukup banyak beristirahat" Jawab Ayrin yang masih berbaring di ranjang nya.


Mami Puspa menempelkan punggung tangannya memeriksa suhu tubuh menantunya "Apa yang Dokter Melly tadi katakan sayang?"

__ADS_1


"Dokter Melly tidak mengatakan apapun ia hanya menyarankan Ayrin ke Rumah Sakit agar di periksa lebih lanjut"


"Sayang bagaimana jika kita kerumah sakit saja agar kita tau apa yang terjadi denganmu, Mami akan ikut ke Rumah Sakit bersamamu" Bujuk Mami Puspa agar Ayrin mau Kerumah Sakit.


Ayrin tak menjawab ajakan Mami Puspa Air mata sudah mengembang di matanya saat mendengar kata Rumah Sakit, ingatannya kembali lagi pada saat itu.


"Maafkan Mami sayang, Bukan maksud Mami mengingatkanmu tentang kejadian itu,, Mami hanya ingin kamu segera sembuh sayang" Ucap Mami Puspa menyesali kata-kata yang ia ucapkan tadi sehingga membuat menantunya hampir menangis.


"Tidak Mami..Jangan meminta Maaf," Ayrin merasa ridak enak dengan Mami mertuanya karena telah membuat Mami Mertuanya merasa bersalah.


Mereka berdua melanjutkan obrolan mereka, Dalam obrolan mereka Mami Puspa perpesan agar Ayrin menjaga kesehatannya dan jangan melakukan hal yang berat-berat, Mami Puspa meminta Ayrin untuk banyak-banyak istirahat, Mami Puspa merasa jika sakit menantunya ini karena ada penyebabnya tapi Mami Puspa tidak begitu yakin, Karena itu Mami Puspa berpesan agar Ayrin banyak-banyak istirahat, Setelah cukup lama mereka mengobrol Mami Puspa dan Papi Arian pamit pulang sekali lagi Mami Puspa berpesan agar Ayrin banyak-banyak istirahat.


Satu bulan telah berlalu sejak Ayrin pertama kali mengalami Mual dan Muntah, Selama satu bulan ini rasa mual dan muntah Ayrin semakin sering terjadi apalagi di pagi hari Ayrin bisa menghabiskan waktu setengah jam lebih untuk memuntahkan semua isi perutnya seperti yang terjadi saat pagi ini, dan hal itu membuat Rey semakin khawatir melihat keadaan istrinya yang semakin hari semakin mengurus.


"Sudah aku tidak sanggup lagi melihatmu terus-terusan seperti ini, Sekarang juga kita kerumah sakit" Ucap Rey yang sudah tidak sanggup melihat keadaan istrinya.


"Aku tidak mau" Jawab Ayrin lemas.


"Mau tidak mau kau harus mau, dengan keadaanmu yang seperti ini kau sama saja menyiksaku" Kata Rey sembari mengganti pakaian Ayrin yang sudah basah dengan yang kering.


Selesai memakaikan pakaian pada istrinya Rey langsung menggendong Ayrin membawanya menuju Rumah Sakit, Ayrin pasrah saja saat Rey menggendongnya ia sudah tidak mampu lagi untuk menolak, Di bawah sudah ada Zayn yang menunggu, Rey yang sudah siap dengan setelan kerjanya pagi in harus mengurungkan niatnya untuk berangkat ke kantor saat istrinya pagi ini kembali muntah-muntah, Rey membawa paksa istrinya ke Rumah Sakit, Sudah cukup ia bersabar selama satu bulan ini, Rey berfikir lebih baik istrinya kembali bersedih saat menginjakan kaki di Rumah Sakit dari Pada Sakit istrinya semakin parah.


Mereka tiba di Rumah Sakit di Loby Rumah Sakit sudah ada Dokter Melly yang menunggu mereka datang karena sebelumnya Zayn sudah menghubungi Rumah Sakit jika Tuan Rey akan datang membawa istrinya, Ayrin dibawa ke ruang UGD untuk penanganan awal, Saat Dokter Melly memeriksa denyut nadi Ayrin ia menemukan sesuatu yang aneh hal itu membuat kecurigaannya selama satu bulan ini semakin kuat, Buru-buru Dokter Melly meminta perawat membawakan alat USG dan meminta Rey untuk masuk kedalam.


Dokter Melly mulai menjelaskan tentang kecurigaannya yang terjadi pada Ayrin, Rey diam mematung mendengar semua yang di katakan Dokter Melly, Jantungnya berdegup kencang namun ia berusaha sebisa mungkin agar bisa mengintrol dirinya sendiri.

__ADS_1


Dokter Melly mulai mengolesi perut Ayrin menggunakan Gel khusus untuk melakukan USG dan mulai menggerakkan Stick USG di atas perut Ayrin, dan benar saja kecurigaannya selama ini ternyata benar, Rey diam mematung menatap layar monitor tanpa berkedip sekalipun jantungnya berdetak duakali lebih cepat tangannnya berubah dingin ia tak percaya dengan apa yang ia lihat di layar monitor yang ada di depannya.


__ADS_2