
Albiyan masih fokus membaca berkas yang ada di tangan nya, Semua yang ingin ia tau tercantum dalam berkas itu namun ada dua hal yang tidak Rey tuliskan di dalam berkas itu, Yaitu tentang alasan Albiyan di buang dan Alasan kenapa ibunya begitu membencinya.
Rey sengaja tidak menuliskan hal itu karena takut Albiyan akan tersakiti oleh kenyataan itu, Jadi lebih baik Albiyan tidak tau fikirnya, Jika nanti Albiyan menginginkan bertemu dengan ibu kandung nya Rey sendiri yang akan mengantarkan Albiyan sampai di depan rumah Catherine.
"Dimana Ayah kandungku tinggal Dad, kenapa di sini hanya tertulis nama nya tidak dengan alamat nya?" Tanya Albiyan, Ia penasaran dimana alamat Ayah kandung nya.
"Karena Daddy tidak tau dimana dia sekarang, Daddy sudah berusaha mencari namun tidak menemukan nya dia hilang seperti di telan bumi tidak ada jejak sama sekali, Ntah Daddy kandung mu masih hidup atau sudah Mati Daddy tidak tau" Jawab Rey menatap Albiyan yang dengan serius mendengarkan jawaban nya.
Memang benar Rey tidak tau dimana keberadaan Nicholas Ayah kandung Albiyan, Informasi yang Rey dapat Nicholas terakhir terlihat di Inggris namun saat anak buah Rey mencari di Inggis Nicholas sudah tidak ada sampai sekarang tidak ada yang tau di mana keberadaaan Nicholas saat ini, Ntah ia masih hidup atau sudah mati.
"Lalu apa alasan dia meninggalkan ku di Negara ini Dad?" Pada akhirnya kebenaran yang Rey sembunyikan tetap akan muncul pada akhirnya, Tujuan Albiyan mencari alamat ibu kandung nya adalah untuk menemui nya dan menanyakan nya alasan ibu nya meninggalkan nya di Negara ini saat ia masih kecil dulu.
Rey diam tidak langsung menjawab pertanyaan Albiyan, Ia menimbang-nimbang haruskah ia memberi tahu Albiyan yang sebenarnya walau ia tau nantinya Albiyan akan merasakan luka yang dalam di hati nya.
"Dad" Panggil Albiyan yang menyadarkan Rey.
"Kau yakin ingin mengetahui itu" Rey bertanya dengan menegak kan duduk nya.
__ADS_1
Albiyan menggangguk sebagai jawaban, "Setelah mengetahui alasan kenapa kau di tinggalkan di Negara ini mungin kau akan merasakan luka yang mungkin akan kau rasakan seumur hidupmu, Apakah kau siap" Tanya Rey sekali lagi meyakinkan Albiyan dan hal itu membuat Albiyan semakin penasaran ingin tau alasan nya.
"Aku siap merasakan luka itu Dad, Katakan kepadaku Dad aku ingkn tau itu" Yakin Albiyan.
"Kau hadir bukan karena cinta dari Ayah dan Ibu mu, Kau hadir karena sebuah kesalahan yang tidak sengaja mereka perbuat, Ibu mu sama sekali tidak mencintai Ayah mu mereka menikah karena keterpaksaan hadirmu dalam rahim Ibu mu menjadi alasan keterpaksaan itu, Ayah mu begitu menyayangimu namun ntah karena apa ayah mu tiba-tiba pergi dan menghilang, Setelah Ayah mu pergi Ibu mu tak segan-segan menyiksamu sampai pada akhirnya mantan kekasih Ibu mu yang di cintainya datang dan menawarkan kebahagiaan untuk Ibu mu dengan Syarat kau tidak ada dalam kebahagiaan mereka dan Ibu mu menyetujui itu, Kemudian kau dibawa ke Negara ini oleh Ibu dan di tinggalkan bersama preman-preman yang akan menjadikan mu pengemis waktu itu sampai akhirnya Daddy dan Mommy menemukan mu" Jelas Rey panjang lebar menceritakan alasan yang menyakitkan untuk Albiyan.
Albiyan yang mendengar kenyataan itu hati nya seketika terasa perih, Tak terasa air matanya menetes ia tidak menyangka ada seorang Ibu yang sejahat itu kepada anak kandungnya sendiri, Ia tersenyum untuk menyamarkan rasa sakit di hatinya nya namun tetap saja sakit itu masih amat terasa.
"Daddy tau ini terlalu sakit untuk mu tapi memang ini lah kanyataan nya, Kau memiliki Daddy dan Mommy yang bisa kau jadikan sandaran untuk mu jadi berjanjilah kau akan berlari kepada Daddy dan Mommy saat kau merasa rapuh" Pinta Rey ia begitu takut jika Albiyan akan memilih menyendiri menikmati sakit nya.
"Tentu Dad, Tapi bolehlah aku bertemu dengan nya sekali saja" Rasa sakit akan kenyataan itu tak membuat Albiyan mengurungkan niatnya untuk menemui Ibu kandungnya, Albiyan ingin menemuinya untuk memberitahunya jika anak yang ia buang dulu masih hidup dan tumbuh dewasa.
"Terimakasih Dad"
"Sama-sama nak, Sekarang kembalilah ke kamar mu dan istirahat, Ingat langsung istirahat jangan memikirkan hal apapun tentang ini lagi oke" Pesan Rey mewanti-wanti Albiyan.
"Siap Dad" Albiyan berdiri dan berjalan mendekati Rey yang juga sudah berdiri, Albiyan memeluk Rey sebagai rasa terimakasihnya setelah itu ia kembali ke kamar nya.
__ADS_1
Selepas Albiyan pergi Rey memikirkan bagaiman cara memberitahu Ayrin jika Albiyan ingin menemui Ibu kandung nya, Rey yakin ini tidak akan mudah mengingat Ayrin yang begitu takut Albiyan akan memilih kembali kepada Ibu kandung nya, Hal ini sudah pernah mereka bahas sedari dahulu jika suatu saat Albiyan memilih kembali kepada Ibu kandung nya dan pada saat itu Ayrin mengatakan jika ia tidak akan melepas Albiyan kembali kepada Ibu kandung nya apapun yang terjadi.
Terdengar egois memang, Namun Albiyan sudah benar-benar menjadi bagian hidup dari Ayrin, Jika Albiyan benar-benar pergi tidak tau apa yang akan terjadi kepada Ayrin nantinya dan hal itu membuat Rey bingung memikirkan cara memberitahu Ayrin.
Ayrin masuk keruang kerja Rey di lihat Rey tengah melamun sehingga tidak menyadari kehadiran nya, "Sayang" Panggi Ayrin dengan menepuk pundak Rey pelan.
Rey yang terkejut langsung melihat Ayrin, "Ada masalah? Kenapa bengong?" Tanya Ayrin saat melihat wajah terkejut Rey.
"Tidak sayang" Rey membawa Ayrin untuk duduk di pangkuan nya, Rey memeluk Ayrin menghirup wangi tubuh Ayrin dalam-dalam yang mampu menjadi obat lelah nya.
"Ada apa?" Tanya Ayrin mengelus punggung tangan Rey yang melingkar di perut nya.
"Tidak ada apa-apa sayang" Jawab Rey bohong.
Ayrin tau Rey sedang menyembunyikan sesuatu darinya mamun ia tidak mau memaksa Rey untuk memberitahunya biarkan Rey sendiri yang memberitahunya nanti.
"Tidak apa-apa jika tidak ingin memberitahu ku sekarang, Sudah malam ayo kembali ke kamar" Ajak Ayrin menarik tangan Rey pelan.
__ADS_1
Sebelum mereka ke kamar Ayrin mengajak Rey turun untuk membuatkan susu anak-anak dan memberikan nya kepada mereka satu persatu tak lupa Rey dan Ayrin memberikan ciuman untuk anak-anak, Hal itu sudah menjadi rutinitas mereka di malam hari sebelum anak-anak tidur.
Selesai memberikan anak-anak susu, Mereka kembali kekamar mereka tidur dengan saling memeluk, Tengah malam Rey terbangun dari tidurnya ia merasa gelisah karena belum memberitahukan Ayrin jika Albiyan ingin menemui Ibu kandung nya, Ayrin yang menyadari jika Rey merasa gelisah membawa Rey kedalam pelukan nya mengusap rambut nya pelan hingga Rey dapat tidur kembali.