GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
14. Murid baru


__ADS_3

Satu tahun berlalu....


Diclub malam dipenuhi berbagai macam jenis manusia yang menikmati keriuhan tempat itu.


Dentuman musik, orang orang berdansa dengan intens dan berbagai minuman menghiasi bar.


"hari ini kita harus berpesta" Teriak Liam mengangkat gelas berisi alkohol.


"ahahhaha bersulang" teriak mereka serempak.


"anjir seneng banget gue hari ini, dimana hari ini adalah hari kematian gadis sialan itu" Chika terbanyak bahak bahagia.


"karena hari kematiannya, kita semua harus berenang senang" lanjut Dama sambil merangkul bahu Jelita.


"syukur deh tu cewe mampus, biar gak nyusahin" Jelita tertawa bersama teman temannya.


"bener banget, padahal gue pengen banget liat wajah tu cewe pas mau mati" Indira memainkan gelas digenggamannya.


"ahhh akhirnya gue gak perlu cape cape bully tu cewek prikk" Chika langsung mendudukan dirinya dipangkuan Liam.


"tentu, karena kita gak perlu kotorin tangan kita buat bunuh tu cewe" sahut Dama.


"dia emang gak pantes buat hidup didunia ini, miskin, kotor, dan gak punya harga diri" Chika tertawa keras sambil menegak minuman keras ditangannya.


"nasib tu cewe emang pantas mati" Liam menyeringai.


"sebagai perayaan tu cewek yang udah mampus, kita party sampe pagi" teriak Dama.


"dan gue mau party kita diranjang" bisik Liam pada Chika.


"tentu honey"


"aku juga mau kamu" bisik Dama sensual sambil menjilat telinga Jelita.


Yaaa mereka semua telah jatuh dalam pergaulan bebas, hingga tak memikirkan dampak kedepannya.


Hanya memikirkan kesenangan yang terjadi sesaat, tanpa tau apa yang akan menimpa mereka nanti.


...***...


Ditengah malam, mobil polisi sibuk berpatroli disekitar daerah setempat.


Tanpa mereka sadari sebuah mobil hitam sejak tadi sedang mengintainya, ia tersenyum miring saat menatap mobil polisi didepannya.


Ia terus berbelok mengikuti mobil polisi secara terang terangan, sampai polisi yang mengendarai menyadari kehadiran mobil dibelakang yang sedang membuntutinya.


"sepertinya mobil dibelakang terus membuntuti ku sejak tadi" polisi itu terus menatap kearah spion.


Namun orang yang berada didalam mobil lebih dulu tersadar saat polisi mengetahui keberadaannya.


"owwhhh no, udah ketahuan" kekehnya tanpa rasa takut.


Polisi itu langsung melajukam kecepatan mobil, hingga melaju kencang.


Mobil hitam juga melajukam kecepatannya, melebihi kecepatan mobil polisi hingga menyalip dengan bebas.


Setelah itu mobil hitam menjauh sangat jauh, tapi tiba ditempat langsung berhenti.


Seseorang keluar dari mobil hitam dengan seringaian, ia membawa sebuah alat yang akan dipasang didepan mobilnya.

__ADS_1


Bentukannya seperti tiga jangkar tajam, siapa pun yang ditabrak mobil itu akan hancur seketika.


"perfect"


Ia kembali masuk Kedalam mobil dan langsung melaju dengan kencang menuju titik semula.


Dengan senyuman licik ia menghidupkan lampu jarak jauh, agar silaunya mengenai mobil polisi didepannya saat ini.


Mobil itu bukan berjalan maju, melainkan mundur.


"sial, kenapa lampu jarak jauhnya dinyalakan" sentak polisi itu penuh emosi.


"start game" gumam orang itu, langsung melajukan mobilnya dengan kencang.


Membuat polisi itu tak bisa menghindar, ia terpekik kaget saat mobil itu merengek bagian depan mobilnya.


Brakkkk


Tanpa menunggu lama, mobil hitam mundur kebelakang dan kembali maju kedepan dengan kecepatan berbeda.


Brakkkkk


Mobil polisi itu langsung terguling dijalanan sepi, mobilnya terguling sebanyak tiga kali dan terbalik.


Setelah selesai dengan misinya, mobil hitam melesat meninggalkan tempat kejadian dengan tawa yang sangat puas.


"AHAHHAHA permainan yang sempurna"


Kemudian ia menelepon seseorang "bersihkan semuanya, misi selesai"


"oke...kami meluncur" balasan orang itu, yang dikenal sebagai hacker didalam misi mereka.


DUAARRRRR


...***...


"gue denger denger ada murid baru bakalan masuk kelas ini" ucap Chika sambil memoleskan lipstik kebibirnya.


"cowo atau cewe" tanya Dama.


" gue denger sih cewe, katanya juga anak beasiswa " sahutnya.


"wahhh ada mainan baru dong buat kita" sahut Jelita tertawa remeh.


"right...setelah cupu ilang, penggantinya langsung ada" kini Indira menimpali percakapan mereka.


Tak lama Chika langsung berdiri, membuka satu kancing seragamnya. Mendekati laki laki yang sejak tadi diam tanpa minat.


"hay Za" sapa Chika dengan suara dibuat semenggoda mungkin.


Ya laki laki itu Ezza, ia pindah kesekolah itu sejak satu tahun yang lalu.


"Ezza"


Namun nihil tak ada respon apapun yang ditunjukkan Ezza, ia hanya diam menatap buku yang ada dimejanya.


Buku manajemen bisnis lebih menarik dari pada wanita siluman didepannya.


"udah deh Chik, gak usah jualan lo. Udah tau gak laku masih aja maksa" ejek seorang gadis dengan perawakan anggun serta elegan bernama Friska Vionala.

__ADS_1


Seorang gadis dengan menjabat sebagai ketua kelas yang disegani semua murid angkatannya.


"cih, lo diem aja. Mentang mentang lo ketua kelas seenaknya aja ikut campur urusan gue" sentak Chika.


"dih,, gue ikut campur urusan lo. Najis" balas Friska.


"gue cuma kasian sama Ezza terus digentayangin sama kuntilanak kayak lo" lanjutnya.


Chika yang merasa kesal pun kembali ke kursinya yang semula.


Hingga Bell kelas berbunyi, pertanda seluruh murid harus masuk kelas.


Guru laki laki bernama Raivan masuk dengan diikuti seorang gadis cantik dan Mungil, wajahnya sangat manis dan baby face.


"gileeee cantik banget njirr"


"gue kira bocah smp, mana mukanya imut banget"


"tuhan jahat banget ciptain cewe secantik itu"


"jodoh gue didepan mata"


Begitulah bisik bisik yang terdengar oleh gadis didepan, Chika yang merasa tersaingi hanya berdecak sebal.


"perkenalkan dirimu" ucap Raivan.


Gadis itu tersenyum "hay..... Gue-" ucapan gadis itu menggantung menatap sekelilingnya.


"cepetan gak usah sok caper lo" sarkas Chika.


Gadis itu tersenyum miring " oke..Relax girl, I'm not looking for attention" sahut gadis itu.


"ck, belagu"


Gadis itu tersenyum sangat manis membuat semua orang disana terpukau kecuali Ezza.


"Nama gue Nayaka Aneska pindahan dari sky high school, semoga kita bisa berteman baik"


Semua orang tiba tiba membisu saat mendengar nama gadis itu, apalagi Ezza langsung menatap kedepan.


"gila dari sekolah berangensi, malah sekolah ditempat bulik gini" bisik mereka.


"kok gue ngerasa dia Naya yang dulu" bisik Jelita pada Chika.


"gak mungkin, mukanya aja beda. Nama Naya kan gak cuma satu bego" sahut Chika.


"b-baik Naya, kamu boleh duduk disebelah Friska" Sahut Raivan sedikit gugup tiba tiba menjalar ditubuhnya.


Naya menganggukan, berjalan menuju bangku yang telah ditunjuk sang guru.


Setelah duduk, Friska langsung menjulurkan tangannya "gue Friska, ketua kelas disini"


"hmm, gue Naya" ia membalas menjulurkan tangannya.


"lo mau jadi temen gue" tawar Friska.


"selama lo baik, gak ada penolakan buat kita berteman"


"oke... Nanti lo bakalan gue kenalin sama temen temen gue"

__ADS_1


"oke"


Pelajaran pun dimulai, tanpa mereka sadari Ezza terus menatap kearah Naya dengan tatapan aneh.


__ADS_2