
Semenjak mengetahui jika Ayrin hamil Rey begitu protektif terhadap Ayrin, Setelah di perbolehkan keluar dari Rumah Sakit 2 minggu yang lalu Rey tak membiarkan Ayrin melakukan pekerjaan sama sekali bahkan hanya untuk menyiapkan baju kerja saja Rey tak mengizinkannya, Tugas Ayrin hanya istrirahat dan makan saja.
Bahkan Rey sampai menyediakan pelayan khusus yang tugasnya hanya untuk melayani istrinya dan terus memantau istrinya agar tidak melakukan hal-hal yang dapat membuatnya lelah. Bukan hanya 1 pelayan yang Rey sediakan khusus untuk istrinya tapi 5 pelayan sekaligus. Mereka bekerja dari pagi sampai Rey pulang karena setelah itu Rey sendiri yang akan menjaga istrinya.
"Sayang aku ingin jalan-jalan ke Mall, Sudah dua minggu aku tidak keluar rumah sama sekali, Aku bosan" Rengek Ayrin pada suaminya yang sedang memijat kakinya.
"Tidak boleh..ingat kata Dokter kau tidak boleh kelelahan" Tolak Rey tanpa mengalihkan fokusnya memijat kaki istrinya.
"Tapi aku bosen,Aku janji di Mall nanti aku tidak akan banyak berjalan,aku hanya ingin makan ice cream saja di sana" Ayrin sudah membayangkan bagaimana nikmatnya makan ice cream kesukaannya.
"Tetap aku tidak akan mengizinkanmu, Kau bisa makan ice cream dirumah, besok aku akan meminta Zayn menaruh box ice cream di rumah agar kau tidak perlu makan ice cream di luar" Jawaban Rey yang membuat wajah Ayrin berubah cemberut.
"Tapi Twins ingin makan langsung di disana" Seperti tak kehabisan akal Ayrin kembali merengek menjadikan Twins alasannya.
"Sayang,,,Daddy tau itu hanya alasan Mommy kalian saja kan agar Daddy mengizinkan Mommy kalian keluar" Rey berbicara dengan kedua anaknya yang masih di dalam perut mematahkan semangat Ayrin.
Ayrin semakin cemberut karena alasannya menggunakan Twins tetap tidak berhasil, Ntah mengapa Ayrin sangat ingin makan ice cream di salah satu Mall yang ada si kota itu, Mungkin ini yang di namakan ngidam fikir Ayrin.
"Sayang aku mohon ya ya" Ayrin tak henti-hentinya terus memohon agar keinginannya terkabul.
"Sekali tidak tetap tidak" Tegas Rey.
Wajah Ayrin langsung berubah sedih air mata sudah mengembang di matanya hingga detik berikutnya Ayrin mulai terisak, Mendengar isakan dari istrinya Rey langsung berpindah tempat di samping istrinya dan langsung memeluknya.
"Kau jahat kau pelit kau tidak sayang kepadaku dan anak-anak, aku hanya ingin makan ice cream tapi kau tidak mengizinkannya" Cerocos Ayrin dalam pelukan Rey.
"Ssstt Ssstt diam lah sayang jangan menangis nanti Twins ikut menangis" Rey panik karena Ayrin semakin kencang menangis.
"Biar saja Twins tau jika Daddy nya sangat pelit" Rey bingung dengan sifat istrinya semenjak hamil kadang ia senang kadang juga bisa tiba-tiba menangis jika keinginannya tidak di turuti.
__ADS_1
"Bukan begitu sayang aku tidak pelit bahkan aku mampu membelikan 1 pabrik ice cream untukmu, Hanya saja aku takut kau kelelahan" jawan Rey yang tidak mau jika kata-kata Ayrin di dengar anak-anaknya dan nanti anak-anaknya menganggap dirinya pelit.
"Aku tidak mau di belikan 1 pabrik ice cream aku hanya mau makan ice cream di Mall" Kekeh Ayrin dengan keinginannya.
"Ya ya baikalah sayang kita akan makan ice cream di Mall tapi berhentilah menangis" Akhirnya mau tak mau Rey menyetujui keinginan istrinya.
Ayrin langsung berhenti menangis dan melepas pelukannya, ia tersenyum cantik karena Rey mengizinkannya makan ice cream di Mall.
"Tapi ingat hanya makan ice cream saja tidak boleh kemana-kemana, dan kau harus duduk di kursi roda" ucap Rey yang membuat senyum Ayrin kembali meredup.
"Aku tidak mau duduk di kursi roda aku masih bisa berjalan" Protes Ayrin, ia hanya tidak boleh terlalu lama berjalan agar tidak kelelahan bukan orang sakit yang harus menggunakan kursi roda.
"Iya atau tidak sama sekali" Jawab Rey tegas.
Ayrin sempat diam dan berfikir sebentar dan akhirnya ia memilih menuruti perkataan Rey, Tidak masalah menggunakan kursi roda yang penting ia bisa makan ice cream kesukaannya.
"Ayo kita berangkat sekarang" Ajak Ayrin yang sudah ingin berdiri dan lansung dintahan Rey.
Sangking semangatnya Ayrin sampai tidak tau jika sekarang sudah jam 10 malam, Rey kembali membawa Ayrin dalam pelukannya, Seperti biasa tangannya mengelus perut istrinya yang sudah kelihatan membuncit, Ayrin merasakan kehangatan dalam setiap elusan yang Rey berikan di perutnya.
Rey membantu Ayrin berbaring kemudian ia menarik selimut untuk mereka berdua, Tangan Rey berada di atas perut Ayrin mengelusnya lembut hingga Ayrin tidur, Rey mengecupi seluruh wajah istrinya ia mengecup bibir Ayrin berkali-kali dan hal itu membuat juniornya bangun, Ciuman yang tadinya hanya sebuah kecupan lama kelamaan Rey semakin buas memcium bibir istrinya, Ayrin terbangun dari tidurnya karena merasa terganggu dengan apa yang di lakukan suaminya.
Rey semakin mempercepat ciumannya saat Ayrin membuka matanya, Padahal Ayrin membuka matanya karena merasa terganggu dengan ulah Rey, Namun lama-kelamaan Ayrin ikut terbuai dengan ciuman yang di berikan suaminya tapi tidak lama setelah itu kesadaranmya kembali.
Ayrin memukul-mukul dada suaminya agar menghentikan ciumannya, ia takut jika Rey terus melakukannya Rey tidak akan bisa menahan dirinya dan membahayakan kedua anaknya.
"Sayang" Tangan Ayrin memukul dada Rey terus hingga Rey melepaskan bibirnya.
"Kenapa" Ucap Ayrin lirih melihat tatapan mata Rey sudah di penuhi gairah.
__ADS_1
"Apa aku tidak boleh melakukannya" Tanya Rey yang jelas-jelas sudah tau jawabannya.
Ayrin sangat kasihan melihat wajah suaminya yang sudah di penuhi kabut gairah, Ayrin bangkit dari tidurnya ia duduk di depan Rey.
"Tidak boleh sayang, anak-anak kita belum terlalu kuat berada di dalam rahimku, jadi kau belum bisa melakukannya" Ucap Ayrin mengingatkan Rey.
"Hahhhh" Desah Rey yang mau menjatuhkan kepalanya di pundak Ayrin.
"Kalian harus tau perjuangan Daddy selama kalian ada di dalam perut Mommy, Dan kalian harus membayar itu semua dengan cara kalian harus tetap sehat sampai kalian dewasa nanti" Ucap Rey lagi seraya mengelus perut Ayrin.
Rey masih berusaha untuk menidurkan sesuatu yang sampai sekarang masih enggan tertidur dan malah semakin betah untuk tetap terjaga, Ayrin yang melihat Rey semakin tersiksa merasa kasihan namun mereka tetap tidak bisa melakukannya, Akhirnya Ayrin berinisiatif membantu Rey dengan cara lain hingga akhirnya hasrat Rey tersalurkan.
Rey tersengal-sengal dengan nafas yang memburu, ia sangat senang walau istrinya tidak bisa ia ajak melakukan hubungan suami istri tapi Rey cukup puas istrinya bisa memuaskan dirinya dengan cara lain, Rey sendiri tidak pernah berfikiran untuk jajan di luar atau memanggil wanita untuk memuaskan dirinya baginya istrinya saja sudah cukup.
Rey kembali membersihkan dirinya setelah selesai ia membaringkan tubuhnya di samping istrinya yang sudah menunggunya sedari tadi.
"Terimakasih sayang" Ucap Rey mengecup kening Ayrin.
"Sama-sama sayang, Maaf aku tidak bisa memuaskanmu" jawab Ayrin sendu.
"Ssttt tidak apa-apa sayang ini semua demi anak-anak kita, Lagi pula yang tadi sudah bisa membuatku puas" Goda Rey dengan kerlingan mata.
"Dasar mesum" Ayrin memukul dada suaminya.
"Aku hanya mesum denganmu sayang" Semakin menggoda istrinya.
"Sayang anggap saja kalian tidak mendengar apa yang baru saja Daddy kakian ucapkan oke" Ucap Ayrin berbicara pada kedua anak nya dengan mengelus perutnya.
Rey mendekatkan kepalanya pada perut istrinya "Benar apa yang di katakan Mommy kalian sayang, Kalian pura-pura tidak dengar saja nanti kalau kalian sudah besar Daddy akan mengajari kalian" Jawab Rey mencium perut istrinya, Jari Ayrin menjabak rambut Rey yang berada di perutnya saat mendengar jawaban ngawur dari suamimya, setelah itu mereka tertawa bersama.
__ADS_1
...Acara ngasih karma buat para mantan tak tau diri di pending dulu ya , kasian Ayrin baru geh seneng bahagia masa mau di bikin sedih lagi, kan ga mungkin kalo tiba-tiba otor ngancurin hidup sang mantan kalo sang mantan ga buat ulah dulu, jadi kita pending bentar ya....