
Bima begitu bahagia saat anak yang di lahirkan Vina istri baru nya adalah laki-laki, ia sudah lama menantikan hal itu dari pernikahannya yang pertama tapi sayang nya istrinya yang dulu tidak bisa memberikannya keturunan dan karena hal itu pula akhirnya ia menduakan istrinya dan menceraikannya ia lebih memilih Vina selingkuhan nya dari pada Ayrin istri sahnya dulu, Bima lebih memilih Vina karena pada saat itu Vina sudah mengandung anaknya.
Seperti orang yang tidak punya dosa sama sekali malam itu Bima pulang kerumah yang selama ini ia tempati bersama istrinya, Malam itu Ayrin begitu senang Suaminya pulang karena sudah beberapa minggu ini Suaminya tidak pulang, Ayrin menyambut kedatangan Bima Suaminya dengan senyum yang sangat indah di bibinya, ia memeluk Suaminya erat menyalurkan rasa rindu yang sudah ia tahan selama beberapa minggu ini namun ada yang beda dari Suaminya, Suaminya tak membalas pelukannya bukankah Suaminya sama rindunya dengan dirinya tapi mengapa Suaminya tak membalas pelukannya.
Ayrin membuang fikiran-fikiran negatif yang sempat terlintas di kepalanya, ia terus bertanya kemana Bima pergi selama beberapa minggu ini, apa yang dilakukannya , apa Bima makan dengan baik, tidur dengan ngenyak, apa pekerjaannya lancar dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang Ayrin lontarkan tapi tak satupun Bima jawab, Ayrin berusaha tidak memperdulikan kebungkaman Suaminya ia terus saja berceloteh menceritakan apa yang ia lakukan saat Bima tidak ada di sisinya hingga kata pertama yang Bima keluar dari mulutnya bak pisau yang menghujam jantungnya.
"Aku memiliki wanita lain di luar sana, dia sudah mengandung anakku, aku ingin kita bercerai" Bima seperti manusia tak punya perasaan terang-terangan mengatakan jika ia memiliki selingkuhan dan ingin menceraikan istrinya.
Jantung Ayrin seperti di tusuk seribu pisau mendengar ucapan Suaminya yang memiliki wanita lain tanpa rasa salah sedikutpun, Sakit tentu saja hati Ayrin sakit Suami yang di cintainya yang juga adalah cinta pertamanya menggoreskan luka begitu dalam di hatinya.
"A..a..apa a..ala..san..mu men..duakanku" Rasanya Ayrin tak sanggup mengelurkan suaranya lagi, Suaranya seperti tercekat di tenggorokannya.
"Aku rasa kau sudah tau alasannya" Ya Ayrin tentu tau apa alasan Bima menduakannya apalagi kalau bukan masalah anak, tapi Ayrin ingin mendengar langsung dari Bima.
Bisa Bima lihat tatapan mata yang penuh kehancuran itu menatap dirinya, Tapi ia tak perduli, ya Bima sudah di butakan dengan kebahagiaan akan memkliki anak sebentar lagi tanpa memperdulikan istrinya bagaimana hancurnya istrinya saat ia mengatakan ingin bercerai darinya dan parahnya lagi alasan ia ingin bercerai karena ia sudah memiliki wanita lain yang sedang mengandung anaknya.
Bima menyodorkan berkas perceraian yang harus Ayrin tanda tangani, Ayrin tersenyum membaca isi dari berkas yang di sodorkan Bima, Ayrin tidak menyangka jika ternyata Bima pulang kerumah hanya untuk menceraikannya bukan hanya itu saja bahkan Bima meminta Rumah yang sekarang Ayrin tempati menjadi miliknya karena ia akan menempati rumah itu bersama istri barunya nanti, Bima hanya memberikan Ayrin uang 100 juta dan mobil yang seing Ayrin gunakan sebagai pembagian harta gono-gini namun Ayrin menolaknya, Ayrin tidak menginginkan sepeserpun harta yang dimiliki Bima.
Bima pergi setelah mendapatkan tandatangan Ayrin tanpa mengucapakan sepatah katapun, Hancur sakit dan tak berdaya itulah yang Ayrin rasakan sekarang, ia hanya bisa menangis tanpa bisa berbuat apa-apa, Apa tidak bisa memiliki anak adalah keinginannya bukankah semua itu kehendak Tuhan, lalu kenapa Bima menyalahkannya dan menduakannya kenapa Bima tidak menanyakan langsung saja pada Tuhan kenapa memberikannya takdir yang seperti itu bukan malah menduakannya dan membuangnya, dan lagi apa kebahagiaan dalam pernikahan hanya kerena hadirnya seorang anak, Bahagia kita sendiri yang menciptakan tanpa anakpun kita bisa bahagia asalkan kita saling mendukung dan menerima.
Bima tersadar dari lamunannya mengingat masalalu yang paling ia sesali dalam hidupnya saat ia merasakan sentuhan tangan Vina yang meraba dadanya, Bima langsung menepis tangan Vina yang masih meraba dadanya.
"Jauhkan tangan kotormu itu dari tubuhku" Ucap Bima menepis tangan Vina dengan kasar.
__ADS_1
"Jangan sok suci sayang, aku tau kau masih membutuhkanku" Jawab Vina dengan senyum menggoda.
"Jangan terlalu banyak bermimpi aku bahkan tak sudi menyentuh tubuhmu lagi, Aku akan menceraikanmu" Bima berbalik badan ingin meninggalkan Vina tapi ucapan Vina membuat langkahnya terhenti.
"Ingat Bima kau tidak bisa menceraikanku, kau akan menjadi gelandangan jika kau menceraikan ku kau ingat bukan jika seluruh hartamu sudah menjadi milikku" Ejek Vina dengan tertawa kencang di belakang Bima, Bima mengepalkan tangannya geram setelah itu ia pergi.
Menyesal ya itulah yang sekarang Bima rasakan, ia fikir setelah bercerai dengan Ayrin hidupnya akan bahagia bersama Vina dan anaknya tapi ternyata takdir tak memihak padanya, Kehidupannya berubah saat seorang laki-laki datang kerumah nya mengaku sabagai ayah biologis dari anaknya Arka dan membawa paksa Arka pergi, tentu Bima tak percaya begitu saja dengan laki-laki yang mengaku-ngaku sebagai ayah biologis Arka, Bagaimana mungkin Arka bukan anaknya sedangkan wajahnya dan wajah Arka jika perhatika lebih dalam ada kemiripin bukankah itu sudah menunjukan jika Arka adalah anaknya. Hingga keyakinannya terpatahkan saat laki-laki itu melemparkan hasil tes DNA yang di lakukan laki-laki itu, Lemas,,,seketika kaki Bima lemas sehingga tak bisa menahan berat tubuhnya hingga ia jatuh di lantai.
Apa ini ,Sepertinya Tuhan memberikan balasan yang jauh lebih menyakitkan daripada yang dulu pernah ia berikan kepada Ayrin mantan istrinya, Tuhan begitu sempurna membuat hancur hidupnya Tuhan memiripkan wajah Arka dan Bima tapi membedakan DNA mereka bukankah ini sungguh sempurna untuk membawa Bima terbang ke langit lalu menjatuhkannya begitu saja, ia masih tak percaya jika Arka bukan anak kandungnya ia tak menyangka jika Vina membohongi nya selama ini.
Vina yang baru kembali dari rutinitasnya menghambur-hamburkan uang Bima tidak mengetahui jika kebohongannya selama ini telah terbongkar, Vina dengan santainya berjalan memasuki rumah dengan besenandung riang tangannya menenteng beberapa paper bag dengan ukuran yang cukup besar, Melihat Vina datang Bima langsung berdiri dan langsung mendorong Vina ke tembok.
"Dasar wanita licik beraninya kau membohongiku" Tangannya semakin kuat mencekit Vina.
Vina berkali-kali berusaha melepas tangan Bima yang menekan nya hingga akhirnya usahanya berhasil, ia terduduk di lantai saat Bima melepaskan cekikannya.
"Kau memang pantas di sebut wanita licik, anak yang kau lahirkan bukan anakku tapi anak laki-laki lain" Ucap Bima melemparkan tes DNA yang di berikan laki-laki tadi membuat Vina diam tak berkutik.
"Apa? bagaimana Bima bisa tau kalau Arka bukan anaknya, apa Reno datang kesini apa Reno membawa Arka pergi" Vina beratanya-tanya dalam batinnya.
"KENAPA? Kau kaget karena aku tau semuanya?," Tanya Bima karena Vina tak menjawab ucapannya.
Vina tersenyum mengejek sebelum menjawab pertanyaan Bima "Kaget ya tentu saja aku kaget karena secepat itu kau tau semuanya bahkan lebih cepat dari yang aku fikirkan" Vina menjawab santai semua pertanyaan Bima,
__ADS_1
Ya dulu saat ia menjalin hubungan terlarang dengan Bima Vina masih memiliki kekasih yaitu Reno, Selain melakukan hubungan ranjang dengan Bima tentu saja Vina juga melakukannya dengan Reno tapi saat mengetahui dirinya hamil anak Reno Vina tidak memberitau Reno dan memutuskan Reno, Vina tau jika anak yang di kandung nya adalah anak Reno karena setip berhubungan dengan Bima, Biima selalu menggunakan pengaman, Vina dengan memudahnya mbohongi Bima mengatakan jika itu adalah anak Bima Vina mengatakan jika saat Bima mabuk Bima tidak menggunakan pengaman saat melakukannya, Bima tentu saja percaya karena Bima memang menginginkan seorang anak.
Reno mengetahui jika Arka adalah anaknya bermula dari saat ia tak sengaja bertemu dengan Vina yang sedang makan bersama Arka, Reno mendekati mereka berdua Reno terkejut melihat wajah Arka yang mirip dengannya, Vina sempat terkejut melihat Reno ada di tempat yang sama dan sedang memperhatikan Arka, Reno berbasa-basi sebentar Reno yang tak sabar ingin tau siapa Arka sebenarnya langsung menanyakan siapa Arka dan apakah Arka anaknya, Namun Vina menyangkal jika Arka anaknya, Kecurigaan Reno semakin besar saat Vina melarang Arka memakan udang karena memiliki alergi yang parah sama sepertinya dan wajah Vina yang pucat setelah ia menyadari ucapannya, Tanpa sepengetahuan Vina diam-diam Reno mengambil sedikit rambut Arka dan melakukan tes DNA dan ternyata dugaannya benar Arka adalah anaknya.
Bima ingin kembali mendorong Vina tapi Vina menahan tangannya dna mendorongnya sekuat tenaga hingga Bima terhuyun kebelakang.
"Kau tidak bisa menyakitiku lagi Bima atau aku akan melempar mu kejalanan" Vina tersenyum penuh arti.
"Bukan kau yang akan melemparkan kuke jalanan tapi aku yang akan melemparmu ke jananan" Jawab Bima dengan menunjuk wajah Vina.
"Hahahah kau tidak akan bisa melempar ku Bima karena kau sudah miskin, seluruh hartamu sudah menjadi milikku bahkan Rumah ini juga sudah menjadi atas namaku" Vina tertawa puas di depan Bima.
"Kau jangan terlalu banyak bermimpi wanita licik"
"Tutup mulutmu Bima,, sekali lagi kau mengataiku wanita licik aku benanar-benar akan mengusirmu keluar dari Rumah ini" Teriak Vina ia tidak terima Bima terus mengatainya ******.
"Kau yang harusnya keluar dari rumah ku"
"Rumahmu apa kau tuli sudah aku katakan sekarang ini adalah rumahku milikku" Vina mengirim foto sertifikat pemindahan seluruh harta milik Bima menjadi miliknya pada ponsel Bima.
Bima begitu terkejut mengetahui seluruh hartanya sudah berpindah nama Bima tidak menyangka jika Vina selicik itu, Bima yang emosi menatap tajam Vina berfikir untuk membalas perbuatan Vina.
"Ingat Bima jika kau menyakitiku lagi aku akan membuatmu masuk di penjara, ingat kau sudah miskin sekarang kau harus menuruti semua perkataanku" Vina tak segan-segan mengancam Bima dan merendahkannya setelah itu ia pergi meninggalkan Bima.
__ADS_1
Menyesal ya itu lah yang Bima lakukan sekarang, ia menyesal telah menyia-nyiakan berlian untuk hanya seonggok sampah, Bima hanya bisa menyesali semua yang telah ia perbuat kepada wanita yang begitu tulus mencintainya tanpa mengharapkan apapun darinya, jika saja waktu bisa di putar kembali Bima ingin kembali pada waktu dimana ia dan Ayrin hidup bersama namun semua sia-sia saja waktu tidak dapat di putar kembali. Pada Akhirnya obsesinya yang ingin memiliki seorang anak menghancurkan hidupnya.
...Semoga kalian puas melihat kehancuran Bima😄...