
Ayrin menangis dalam pelukan Rey, Dengan lembut Rey mengelus sayang punggung Ayrin, Rey sudah memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi dengan Albiyan, Ayrin sama merasakan amarah seperti yang Rey rasakan, Bagaimana bisa seorang Ibu membuang anak kandungnya sendiri hanya karena Albiyan tumbuh dari benih laki-laki yang tidak di cintai Ibunya sungguh wanita itu tidak pantas di sebut sebagai seorang Ibu.
Dalam laporan di jelaskan jika ternyata sejak awal mengandung ibu Albiyan tidak menginginkannya tapi karena paksaan dari mantan suaminya dulu yang tak lain adalah ayah kandung Albiyan mau tidak mau ibu Albiyan mempertahankan kandungannya dan lahirlah Albiyan, Ayah dan Ibu Albiyan menikah bukan karena cinta melaninkan karena keterpaksaan, Kesalahan semalam membuat dua orang itu harus menikah, Selama hidup Albiyan tidak pernah merasakan kasih sayang dari ibunya ia hanya mendapat kasih sayang dari ayahnya namun setelah ayahnya menghilang ntah kemana kehidupan Albiyan semakin menyedihkan.
Ibu Albiyan tak segan-segan memarahi Albiyan jika ia melakukan kesalahan bahkan Albiyan juga akan mendapatkan pukulan jika Ibunya tengah mabuk, Sampai pada Akhirnya laki-laki yang di cintai Ibu nya datang dan menawarkan pernikahan dengan syarat tidak ada Albiyan dalam kehidupan mereka nanti.
Ibu Albiyan menyetujui itu, Rasa bahagia karena impiannya menikah dengan laki-laki yang di cintainya sedari dahulu membuat hati nuraninya Hilang, Ia sengaja membawa Albiyan ke Negara Indonesia dan meninggalkannya disana bersama para preman yang akan menjadikannya pengemis.
Sekarang Ibunya sudah menikah dengan laki-laki yang di cintainya, Bahkan saat anak buah Zayn menemuinya dan menanyakan tentang Albiyan wanita itu langsung mengusir anak buah Zayn dan dia juga mengatakan jika Albiyan bukan lagi urusannya.
Sungguh malang nasib Albiyan anak sekecil itu harus merasakan semua ini, Masih pantaskah wanita di sebut sebagai seorang ibu rasanya panggilan itu terlalu berharga untuk wanita itu.
"Kita adopsi Albiyan saja ya..ya..hemm" Kata Ayrin masih dengan tangisan nya.
"Baiklah kita akan mengadopsi Albiyan, Tapi sebelum nya aku harus menemui Ibu Albiyan dulu" Jawab Rey sembari tangan nya menghapus air mata Ayrin.
Beruntung Bubu dan Buba masih sekolah dan Albiyan di bawa Papi dan Mami untuk menemui psikiater untuk melakukan kontrol, Sedangkan Aylen masih tidur dengan nyenyaknya jadi anak-anak tidak akan melihat Ayrin menangis karena jika sampai anak-anak melihat Ayrin menangis mereka akan ikut menangis juga.
"Kapan kau akan pergi menemui wanita itu Aku ingin secepatnya Albiyan menjadi anak kita" Ayrin bersungguh-sungguh mengatakan itu, Ia ingin secepatnya mengadopsi Albiyan dan memberikannya kesedihan, Ayrin berjanji jika kehidupan Albiyan selanjutnya hanya akan berisi kebahagiaan.
"Secepatnya sayang, Jika nanti Ibu Albiyan.."
"Jangan sebut wanita itu Ibu, panggilan itu bahkan tidak pantas untuk wanina yang sudah dengan tega membuang anak nya" Ucap Ayrin memotong ucapan Rey.
"Tenang lah sayang aku tau kau marah, Perbuatan dia memang salah tapi kita tidak berhak untuk menghakimi dia" Bijak Rey menjawab ucapan Ayrin.
__ADS_1
"Tapi..."
"Husstt redam amarahmu sayang, Aku juga sama marahnya dengan dirimu tapi kita tetap harus mengontrol diri kita mengerti!" Ucap Rey yang di angguki Ayrin.
"Dengarkan Aku, Jika nanti Ibu Albiyan memang sudah tidak mengingginkan Albiyan dan mengizinkan kita untuk mengadopsi Albiyan maka saat itu juga aku akan mengurus dokumen-dokumennya namun jika mereka tidak mengizinkan maka kita harus mengembalikan Albiyan kepada Ibunya karena mereka memiliki hak atas Albiyan" Jelas Rey yang seketika membuat Ayrin kembali menangis, Rasanya Ayrin tak akan rela jika Albiyan harus kembali kepada Ibu nya yang kejam itu.
"Tuhan salah kah aku jika menginginkan wanita itu untuk menolak Albiyan demi keinginan ku, Aku mohon Tuhan izinkan aku untuk menjadi Ibu Albiyan " Doa Ayrin dalam hati setelah pembahasan tentnag Albiyan selesai.
•
•
•
•
•
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya mereka berdua sampai di Italia, Matahari masih belum terbenam saat mereka sampai, Mereka memutuskan untuk langsung menemui Ibu Albiyan dengan di antar anak buah Zayn.
Membutuhkan waktu satu jam untuk sampai di rumah Albiyan, Ada yang aneh saat mereka sampai di rumah yang menjadi tempat tinggal Ibu Albiyan dengan suami barunya, Rjmah itu tampak kosong dan tak berpenghuni, Mereka bergegas turun mendekati pintu utama rumah itu, Beberapa kali mereka mengetuk pintu namun tidak ada yang membuka pintu.
Rey bertanya kepada seseorang yang sepertinya adalah warga sekitar, Rey bertanya dimana pemilik rumah ini pergi dan jawaban seseorang itu membuat mereka kaget dan bingung, Seseorang itu mengatakan jika Ibu Albiyan dan suami baru nya telah pindah dua hari yang lalu dan sialnya lagi seseorang itu tidak tau kemana mereka pindah yang dia tau mereka pindah ke negara lain di negara mana tepatnya seseorang itu tidak tau.
Setelah menemukan informasi tentang Albiyan anak buah Zayn memang tidak lagi mendatangi rumah itu, Mereka juga tidak bernah mengira jika Ibu Albiyan akan pindah dari rumah itu dan negara ini.
__ADS_1
Mereka semua langsung pergi dari rumah itu dan menuju ke bandara untuk mencari informasi kemana mereka berdua pergi, Namun mereka tidak mendapatkan informasi itu karena melanggar hukum, Mau tidak mau Rey harus menggunakan kuasanya, Rey meminta Zayn menghubungi orang terpenting di Negara itu untuk meminta bantuannya dan setelah menunggu cukup lama akhirnya Rey mendapatkan informasi dimana mereka berdua pergi.
"Rusia" Ucap Rey menatap lembaran kertas di tangannya.
"Negara itu adalah negara terluas di Dunia, Seprtinya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemukan mereka Tuan" Ucap Zayn,
Rusia adalah Negara terbesar di Dunia dengan total area mencapai 17,1 jt km persegi, Total wilayan daratan Rusia bahkan mencapai 11% dari total luas daratan Dunia, Ya sepertinya perjuangan Rey dan Ayrin untuk memberikah kehidupan yang di penuhi kebahagiaan untuk Albiyan harus membutuhkan banyak waktu dan usaha mengingat mereka harus menemukan dimana Ibu Albiyan tinggal dengan suami barunya di negara terluas itu.
"Sayang sepertinya perjuangan kita untuk mengadopsi Albiyan tidaklah mudah" Rey berbicara dengan Ayrin lewat sambungan Telfon.
"*Apa yang terjadi sayang*?" Jawab Ayrin khawatir.
"Mereka sudah pindah dari Negara ini" Ucap Rey memberitahu apa yang terjadi.
"Apa....bagaimana bisa sayang? Ayrin tak percaya jika mereka sudah pindah ke Negara lain.
"Mereka baru pindah dua hari yang lalu, Aku rasa mereka pindah karena mereka tau jika kita akan datang menemui mereka dan sepertinya mereka tindak menginginkan Albiyan lagi" Rey menghela nafas nya pelan saat mendengar isak tangis Ayrin.
"Jangan menangis sayang, Aku berjanji aku akan menemukan mereka dan menjadikan Albiyan anak kita, Ingat janjiku dan berhentilah menangis kau tau aku paling tidak bisa jika mendengarmu menangis" Pinta Rey pada Ayrin, Setelah beberapa saat tidak terdengar suara tangis Ayrin lagi yang mana membuat Rey bernafas lega.
"Ke Negara mana mereka pergi?" Tanya Agrin setelah mampu menguasai dirinya.
"Rusia...mereka pergi ke Negara Rusia dimana Negara itu adalah Negara terluas di Dunia"
"Aku mohon lakukan apapun untuk menemukan mereka Rey" Mohon Ayrin lirih pada Rey,Ini adalah awal perjuangan mereka yang tidak mudah untuk mendapatkan Albiyan dan perjuangan ini akan selalu mereka ingat sampai kapan pun.
__ADS_1