GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
7. Hancur


__ADS_3

Kini Naya dirawat intensif karena faktor kelelahan dan depresi berat karena kejadian yang satu minggu lalu benar benar mengguncang kehidupannya.


Ezza dengan penuh perhatian mengurus Naya tanpa rasa lelah sedikitpun.


"bangun dong, kita baru pacaran. Masa lo udah tidur lama aja sih" Ezza mengelus lembut pipi chubby milik Naya.


"i miss you baby" sambil mencium tangan Naya yang ia genggam.


Drttttttt Drtttttt


Getaran handphone milik Ezza membuat ia dengan terpaksa mengangkatnya.


Ia meninggalkan ruangan Naya tanpa ada penjagaan satupun.


Tak lama seseorang dengan topi dan masker hitam menutupi wajahnya memasuki ruangĀ  rawat Naya.


Ia mengunci ruangan itu agar tak seorangpun bisa masuk, ia mendekati ranjang Naya.


Menatap wajah Naya dengan lambat "malam ini kehancuran paling fatal" ucapnya dengan penuh seringaian.


Ia menaiki tubuh Naya, melepas selang infus dengan kasar hingga mengeluarkan darah.


"gue yang harus lebih dulu, sebelum lo jadi rongsokan" tangan Naya ia kunci agar tak bisa bergerak.


Saat wajahnya mendekat, mata Naya langsung terbuka. Ia kaget melihat orang itu sudah berada di atasnya.


"shut up..." bentaknya pada Naya.


"L-lepas,,, kamu siapa" teriak Naya, laki laki itu langsung menyumpal mulut Naya menggunakan kain.


"lo mau taukan siapa gue" bisiknya menyeramkan, membuat Naya mati matian menahan rasa takutnya.


Laki laki itu membuka masker wajahnya, membuat Naya benar benar kaget karenanya.


"malam ini gue bakal bikin lo gak bisa lupa setiap detik tentang gue, bit*h"


Naya menggeleng tanda menolak semua ucapan laki laki itu, ia memberontak dengan keras.


Namun sayang wajah Naya ditampar dan matanya dipukul hingga membengkak biru.


Tangannya diikat dengan selang infus sampai tangan Naya mengucur darah dengan deras.


Laki laki itu merobek pakaian Naya dengan kasar, Naya sudah menangis dan menjerit karena perlakuan kasar yang dilakukan oleh laki laki itu.


Ia melecehkan Naya dengan kasar hingga menjerit "AAAAARRRRGGGGGGGG....." jerit Naya dengan amat keras saat kehormatannya diambil dengan paksa.


Hancur sudah harga dirinya hingga keakar akarnya, entah dosa apa hingga tuhan memberikan takdir yang mengerikan padanya.

__ADS_1


Apa yang harus ia pertahankan batin hancur, jiwa hancur, masa depan hancur, orang yang ia sayangi telah pergi.... Apalagi yang tersisa selain kehancuran.


Setelah melakukan aksi bejatnya laki laki itu meninggalkan Naya dengan keadaan mengenaskan, darah ditangannya tak henti, wajahnya penuh lebam jangan lupa keadaannya sangat kacau dengan darah mengotori ranjang rumah sakit itu, keadaan Naya pun sudah tak sadarkan diri.


Saat Ezza memasuki ruangan tubuhnya mematung saat melihat ruang rawat Naya yang hancur dan darah membanjiri ruangan itu.


"N-Nay...." lirihnya saat melihat keadaan Naya yang sudah terkapar.


Dengan cepat ia menghampiri Naya, ia membungkus tubuh Naya karena pakaian sudah robek tak tersisa.


Ia melihat ada bekas bercak dirancang, membuat Ezza memahami keadaan yang dialami Naya.


Tangannya mengepal kuat menahan emosi yang sudah mencapai ubun ubunnya. Namun ia tahan karena kondisi Naya adalah proitas paling utama.


"Naya bangun..." panggil Ezza sambil menepuk nepuk pipi Naya.


Mata Naya terbuka sedikit "t...tolonghh" lirih Naya dengan suara amat pelan, matanya kembali terpejam dengan tangan meremas kuat baju milik Ezza.


Ezza langsung memanggil dokter untuk menangani keadaan Naya, sesuai dugaannya Naya mengalami kekerasan sexsual.


...***...


"sayang..." panggil Ezza dengan nada lembut, membuat Naya membuka secara perlahan.


Naya menoleh kesamping dan mendapati Ezza yang tengah menatapnya teduh.


"PERGIIIII....PERGIII, JANGAN SAKITIN AKU" Erang Naya begitu nyaring sambil menjambak rambutnya sendiri.


Ezza langsung menahan tangan Naya yang mencoba menyakiti dirinya sendiri.


"LEPASSSS, LEPASSSS...." Naya memberontak dengan ketakutan.


"heyy... Ini aku" nada lembut itu membuat Naya menatapnya dengan derai air mata.


"di-dia jahat, dia kasarin aku... Dia juga mukul aku" adu Naya amat pilu, Ezza langsung membawa Naya masuk Kedalam pelukannya.


"shutttt.....tenang ya sayang" ia mengusap punggung Naya dengan halus agar gadis itu tenang.


"aku kotor" ucapnya dengan kekosongan.


Ezza paham posisi Naya, ia juga hancur saat melihat keadaan Naya. Bagi Naya kehormatan adalah harta paling harus dijaga, namun hal itu direnggut secara paksa dari dirinya.


"kamu gak kotor sayang, apa yang kotor. Kamu itu masih sempurna"


"jangan berbohong demi menghibur"


Ezza menangkup kedua pipi Naya, menatap mata yang hitam legam itu dengan dalam.

__ADS_1


"kamu kesempurnaan yang belum pernah aku temui didiri siapa pun, I don't care you're not a virgin anymore....jika itu yang kamu takutin" Ezza mengecup kedua mata Naya.


"tapi kamu pantes dapetin yang sempurna, apalagi kita baru kenal" lirih Naya seraya menundukkan kepalanya.


Ezza mengangkat dagu Naya agar menatap matanya "aku maunya kamu, bukan orang lain. Paham"


Ezza membawa Naya kembali dalam dekapannya "aku takut dia datang dan nyakitin aku lagi" Naya membalas pelukan dari Ezza.


"gak akan ada yang bisa nyakitin kamu, aku janji" mengusap kepala Naya, gadis itu merasa nyaman dalam pelukan Ezza.


Sungguh pelukan laki laki itu persis seperti pelukan ayahnya "jangan tinggalin aku"


"tidak akan" jawab Ezza.


"siapa dia" tanya Ezza tentang pelakunya, Naya hanya mengeleng tak menjawab.


Flashback on


Setelah melakukan aksi bejatnya, laki laki itu mendekati Naya. Menjambak kuat rambut milik gadis itu seraya berbisik.


"kalo lo bongkar siapa gue, gue bakal sebarin video ini" menunjukan video Naya dan dirinya, membuat Naya menangis.


"dan gue yakin....lo bakalan hidup didalam penghinaan"


Flashback off


...***...


Disebuah ruangan VVIP terdapat dua pemuda yang asik berpesta minuman dengan ditemani wanita wanita malam.


Laki laki dengan tampilan casual itu menyerahkan ponselnya pada pria berjas.


"gue gak nyangka ade lo bisa gitu" ucap laki laki itu yang tak lain adalah Dama.


Pria berjas melotot tajam saat melihat sepupunya "ck, gue kira diam baik. Ternyata murahan" hadrik laki laki itu saat melihat video tak senonoh dari Naya.


"gue harap, lo kasih penjelasan gih sama ade lo itu"


"gak sudi gue, sekarang gue jadi jijik dan benci sama dia. Kelakuan kayak ******" dia Liam Praharja, sepupu terdekat Naya.


"dia ade lo, bilangin jadi cewe yang bener jangan merusak nama baik orang" lanjut Dama.


"gue gak mau nasehatin cewe yang kelakuannya kayak binatang, lebih baik gue habisin waktu gue sama gadis gadis sexy ini dihotel"


"otak lo, check in mulu"


"hahhaha selama ada uang apapun bisa gue dapetin, cuma cewe bego yang gak mau sama orang yang banyak uang kayak gue " Liam berucap amat santai sambil mengelus lengan gadis di sampingnya dengan sensual.

__ADS_1


__ADS_2