GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
Happiness 12


__ADS_3

"Angkat telfonmu" Teriak Rey setelah membuka paksa pintu ruangan Zayn yang mana membuat Zayn yang sedang melamun terlonjak kaget.


"Apa yang kau lakukan sampai kau tidak menjawab terfonku?" Tanya Rey dengan nada kesal, Sudah beberapa kali Rey menghubungi Zayn namun tidak ada balasan.


Rey yang sudah sampai di Lobi tidak menemukan keberadaan Zayn, Biasanya Zayn sudah stand by menunggu Rey turun untuk menjemput anak-anak pulang sekolah namun sampai lebih dari sepuluh menit Zayn tak kunjung menunjukan batang hidungnya.


Berkali-kali Rey menghungi Zayn namun tidak ada balasan, Rey kembali ke lantai atas di mana ruangan dia dan ruangan Zayn berada di lantai yang sama, Saat akan turun tadi Rey memang tidak mampir ke ruangan Zyan untuk memeriksa apakah Zayn sudah turun atau belum karena biasanya Zayn akan turun terlebih dahulu untuk menyiapkan mobil.


Dengan buru-buru Rey berjalanan ke ruangan Zayn, Setelah sampai di depan pintu ruangan Zayn Rey langsung membuka paksa pintu itu dengan kesal.


"Astaga jantungku" Zayn memegangi dadanya dimana jantungnya berdetak semakin cepat.


"Kau tau ini jam berapa?" Rey bertanya dengan bertelak pinggang.


"Jam sebelas Tuan" Dengan santainya Zayn menjawab seperti tidak mengingat apapun.


Dengan kesal Rey melangkah mendekati Zayn lau menarik dasi Zayn membawanya keluar karena akan semakin membuang waktu jika Rey meladeni Zayn.


"Kenapa Tuan menarik ku, lepaskan tangan mu Tuan mereka semua melihatku" Mata Zayn melirik orang-orang yang melihat ia di tarik Rey. Sedangkan tangannya berusaha melepaskan tangan Rey dari dasinya.


"Aku tidak perduli dengan mereka, Anak-anak ku lebih penting" Mendengar kata anak-anak seketika Zayn ingat jika mereka harus menjemput anak-anak.


"Ya Tuhan aku lupa" Kini Zayn berjalan mendahului Rey dan hal ini membuat Rey kesal sampai-sampai ingin memukul Zayn.


Zayn membawa Mobil melesat kencang di jalan raya yang kebetulan juga tidak terlalu ramai karena masih jam kantor, Mereka sudah telat setengah jam menjemput anak-anak maka dari itu Zayn membawa mobil secepat mungkin agar sampai di sekolahan anak-anak.


Di tengah perjalanan Rey menanyakan sesuatu yang sedari tadi membuat nya bertanya-tanya, "Apa yang kau lamun kan tadi, Tidak biasanya kau seperti itu Zayn?" Tanya Rey dengan rasa penasaran nya yang ingin ia tanyakan sejak masuk ke ruangan Zayn namun belum sempat ia tanyakan.


Saat masuk keruangan Zayn tadi Rey melihat Zayn sedang melamun mentap ke arah jendela besar yang ada di depan nya sembari memegangi dadanya, Rey sedikit kaget melihat Zayn seperti itu.

__ADS_1


"Tidak aku tidak melamun" Elak Zayn.


"Aku melihatnya"


"Tuan salah lihat"


"Tidak.....aku jelas melihatnya, kau melamun sembari memegangi dadamu" Ucap Rey mempraktekan Zayn yang memegangi dadanya tadi.


"APA" Sungguh Zayn tidak menyangka jika Rey melihat apa yang ia lakukan tadi, Sungguh memalukan batin Zayn.


"Apa kau punya penyakit jantung?" Tanya Rey lagi dan hal itu sukses membuat Zayn mengerem mendadak beruntung mereka sudah sampai di parkiran sekolah anak-anak jadi tidak akan menyebab kan kecelakaan.


"Apa Tuan salah makan,buang semua pikiran negatif mu tentang ku Tuan, Silahkan turun anak-anak sudah menunggu Tuan" Tunjuk Zayn pada anak-anak yang sudah menunggu mereka bersama gurunya.


"Sia-aia saja aku menghawatirkan mu" Jawab Rey setelah itu turun menghampiri anak-anak.


Rey di sambut banyak pertanyaan dari ke tiga anak nya, Seprti kenapa Daddy terlambat? Kemana Daddy pergi? Apa Daddy sibuk sehingga telat menjemput mereka dan masih ada lagi yang mereka tanyakan dan jawaban Rey adalah.


"Apa itu sakit jantung Daddy?" Tanya Bubu dengan polosnya.


"Sudah kalian jangan dengarkan Daddy kalian" Zayn meminta anak-anak untuk berpamitan kepada guru mereka setelah itu membawa mereka ke mobil meninggalkan Rey bersama dengan guru anak-anak.


"Terimakasih sudah menjaga anak saya" Ucap Rey ramah.


"Sama-Sama Tuan" Jawab Guru si kembar, Setelah itu Rey menyusul anak-anka dan Zayn yang sudah masuk ke dalam mkbil.


Di tengan perjalanan Buba merengek meminta di belikan Ice cream karena melihat iklan yang ada di layar yang ada di pinggir jalan yang mengiklankan satu produk ice cream tersebut dan hal itu membuat saudaranya yang lain juga mengingginkan nya.


"Baiklah baiklah Daddy akan belikan jika Mommy mengizinkan, Jadi sekarang kita telfon Mommy dulu oke" Jelas Rey kepada anak-anak.

__ADS_1


"Oke Dad" Jawab mereka bersamaan.


Rey mengambil ponselnya dan menghubungi Ayrin Dering dua kali Ayrin langsung menjawab panggilannya.


"Hallo sayang ada apa?" Tanya Ayrin saat panggilan sudah tersambung.


"Anak-anak meminta Ice cream apakah boleh?"


"Apa mereka sangat menginginkan nya sayang" Tanya Ayrin lagi dan saat Rey akan menjawab ponselnya di ambil Buba.


"Mom bolehkah kami memakan ice cleam" Buba bertanya dengan suara lembut agar Mommy nya mengizinkan nya.


"Kalian menginginkan nya"


"Ya Mom kami menginginkan nya" Kali ini Albiyan yang menjawab.


"Jadi apakah kami boleh memakannya Mom?" Bubu ikut bertanya.


"Boleh sayang tapi ingat jangan banyak-banyak, Jika kalian makan banyak Ice cream maka itu bisa membuat kalian batuk dan pilek oke sayang" Ayrin tersenyum mendengar suara sorak gembira anak-anak saat ia mengizinkan mereka memakan ice cream.


Rey bukan tidak bisa langsung membelikan anak-anak ice cream saat mereka menginginkan, Rey hanya ingin mengajari anak-anak nya jika segala sesuatu yang mereka inginkan harus terlebih dulu meminta izin dari nya dan Mommy nya.


"Sayang aku akan membawa anak-anak ke kedai ice cream setelah itu baru kami akan pulang" Pamit Rey pada Ayrin sebelum mengakhiri panggilan mereka.


Zayn memarkirkan mobil saat mereka sudah sampai di kedai ice cream yang anak-anak inginkan, Mereka memasuki kedai ice cream, Rey membawa anak-anak untuk duduk di dekat jendela agar anak-bisa melihat ke arah luar.


Pelayang datang membawa buku menu, Bersamaan dengan itu tanpa sengaja Rey melihat seseorang dari masalalu nya yang baru memasuki kedai ice cream yang sama dnegan dirinya, Dheg....Jantung Rey perpacu dengan cepat melihat seseorang itu, Matanya terus memandang ke arah seseorang itu pandangan yang penuh akan sebuah rasa yang ia sendiri tak bisa menjelaskan nya.


Anak-anak terus memanggil Daddy mereka namun Rey tidak meresponnya sama sekali, Fokusnya masih ke arah seaeorang dari masalalu nya, Zayn yang mendengar anak-anak memanggil Rey namun tak kunjung mendapatkan respon mendongak kan kepalanya, Zayn mengikuti arah pandang mata Rey dan sekatika raut wajah nya berubah dingin.

__ADS_1


Zayn menekan tangan Rey kuat sangat kuat membuat Rey melihat ke arah nya, "Sadarkan dirimu, Kau sudah memiliki keluarga" Zayn menekan kata keluarga agar Rey sadar.


__ADS_2