
Dihadapkan dengan banyak nya berkas-berkas penting sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Zayn, Bukan hanya berkas dari Perusahaan Pusat saja namun dari seluruh anak perusahaan yang ada semua harus Zayn periksa sebelum menyerahkan kepada Tuan nya CEO VICTORI GLOBAL.
Zayn adalah orang terpenting ke dua setelah Rey di Perusahaan itu, Semua Hal yang akan di serahkan kepada Rey harus melalui dirinya, Zayn pria yang tak kalah tampan dari Rey adalah tipe lelaki yang enggan banyak bicara, ia lebih menunjukan tindakan, Zayn adalah pria yang tak berniat menjalin hubungan cinta, Baginya cinta itu kebohongan, Cinta hanya akan membuatnya merasa bodoh, Cinta adalah omong kosong.
Zayn di tinggalkan Ibu nya pada saat ia Remaja, Saat dimana ia membutuhkan seorang ibu untuk menasehatinya jika ia melakukan kesalahan, Ibu nya pergi dengan laki-laki lain karena dulu ayah nya tak memiliki banyak waktu untuk keluarganya lebih tepatnya sedikit, Bekerja di sebuah perusahaan besar membuat ayahnya hanya sedikit memiliki waktu untuk keluarganya, Ibu nya merasa kesepian dan di saat itulah ibunya mulai bermain gila di belakang ayah nya, hingga pada suatu hari ayahnya mengetahui perselingkuhan ibunya dan ibunya memilih laki-laki yang menjadi selingkuhannya daripada ayahnya dan pergi meninggalkannya, Saat itu Zayn berteriak keras dan menangis meraung-raung agar ibunya tidak pergi namun hal itu tak membuat ibunya mengurungkan niatnya ibu nya tetap pergi dengan laki-laki lain.
"Ibu jangan pergi"
"Ibu jangan tinggalkan aku"
"Zayn tidak ingin sendiri ibu"
"Ibu Zayn ikut Ibu"
"Ibu"
"Ibuuuuuuuuuu*"
Zayn terbangun dengan napas yang tersengal-sengal, Mimpi itu selalu datang dalam tidurnya, Mimpi yang yang ingin ia lupakan namun tak pernah bisa, Turun dari ranjang Zayn berjalan mengambil air dingin dan menengguknya hingga habis, Duduk di sofa dan membuka laptop jari Zayn mulai berselancar mengerjakan pekerjaan, Seperti yang sudah-sudah Zayn takan kembali meneruskan tidurnya jika ia bermimpi tentang hal buruk di hidupnya, ia takut jika ia kembali tidur mimpi itu akan kembali datang.
Malam telah berlalu berganti dengan pagi yang cerah, Semalaman berkutat dengan pekerjaan tak membuat seorang Zayn terlihat lesu, Setiap harinya ia terlihat segar dan tegas, Dengan langkah tegas Zayn berjalan memasuki Kantor, Namun tiba-tiba tubuhnya terdorong kedepan saat seseorang tak sengaja menabraknya.
__ADS_1
"Maaf Tuan saya tidak sengaja" Ucap seseorang yang belum mengetahui siapa yang di tabraknya. karena ia sedang menundukkan kepalanya.
"Apa Kau tidak punya Mata?" Suara Zayn membuat seseorang yang ternyata adalah Sella membeku.
Sella Mengangkat kepalanya melihat orang yang di tabaraknya "Tu...Tu..Tuan" Gagap Sella menyebut orang yang di tabraknya.
"Apa matamu bermasalah?". Mata tajam Zayn menatap Sella.
"Ti..tidak Tuan" Takut Sella kembali menundukan kepalanya.
"Pergunakan Matamu dengan baik, Jika tidak, lebih baik tidak perlu memiliki mata" Kata-kata tajam keluar dari mulut Zayn dan setelah itu pergi meninggalkan Sella yang masih bergetar ketakutan.
"Sella apa yang kau lakukan disini?, Kenapa kau diam memataung seperti ini?" Tanya Ayrin yang baru sampai bersama Rey.
"Dasar laki-laki tidak berperikaryawanan, Mulutnya sangat pedas, Jika saja dia bukan orang penting di Perusahaan ini sudah aku lempar dia menggunakan heels ku ini" Cerocos Sella menjawab pertanyaan Ayrin tanpa mengetahiu jika Ayrin sedang bersama Rey.
"Siapa yang kau maksut laki-laki tidak berperikekaryawan itu" Tanya Rey yang membuat Sella kembali membeku.
Ayrin menahan tawanya melihat temannya diam mematung mendengar suara Rey. Menepuk pundak Sella pelan Ayrin menyadarkan Sella.
"Apa kau sudah bosan bekerja di Perusahaan ini Sel" Ucap Ayrin pelan di kuping Sella.
__ADS_1
"Ma..maaf Tuan, tadi yang saya maksut adalah OB, aaa iya OB Tuan" Bohong Sella.
Ayrin tak bisa lagi menahan tawanya, iya tertawa cekikikan melihat sikap gugup temannya saat berbicara dengan Rey.
"Ishh kau ini bisa diam tidak" Bisik Sella di samping Ayin.
"Oh OB, Tapi tadi kau bilang dia orang penting di Perusahaan ini"
Dhegg... Jantung Sella kembali berdetak cepat, Berdetak cepat bukan karena terpesona dengan orang di depannya tapi karena ia bingung harus menjawab apa.
"Aaaaa ya OB kan memang orang penting di Perusahaan ini Tuan, Tanpa OB siapa yang akan membersihkan Kantor ini" Sella mencari alasan yang masuk akal dan tangannya menyenggol lengan Ayrin meminta bantuan.
"Sudah Rey mungkin dia belum sarapan makanya dia marah-marah" Suara Ayrin membuat Sella bernapas lega.
"Hmm Yasudah ayo kita ke atas" Ajak Rey menarik tangan Ayrin mengajaknya ke atas menuju ruangannya.
"Dan kau lanjutkan pekerjaanmu" Ucap Rey pada Sella sebelum benar-benar pergi.
"Baik Tuan" Setelah itu sella berjalan lesu menuju ke ruangannya. Sungguh pagi ini adalah pagi yang buruk untuk Sella.
Hay kita beralih ke Zayn dan Sella dulu ya biar ga bosen baca nya,
__ADS_1
Jangan Lupa dukung Author ya TERIMAKASIH😊