GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 75


__ADS_3

Rey dan Ayrin begitu menikamati peran mereka menjadi orangtua baru, Rey dan Ayrin begitu kompak dan telaten mengurus Twins, Mereka berdua memutuskan untuk tidak menggunakan jasa Nani untuk merawat anak mereka, Mereka ingin merawat anak mereka sendiri tanpa bantuan Nani.


Rey menyiapkan keperluan Bubu dan Buba sungguh di luar ekspektasi Ayrin bahkan Ayrin sampai di buat ternganga dengan apa yang di siapkan Rey untuk Twins, Rey bahkan mebuatkan beberapa ruangan yang di khususkan hanya untuk menyimpan pakaian dan juga keperluan lainnya untuk Bubu dan Buba ,Masing-masing 10 lemari untuk satu anak dan semua ukuran lemari sangat besar, Ayrin sampai tak bisa berkata-kata, bagaimana bisa Rey menyiapkan pakaian bayi begitu banyak sedangkan yang Ayrin tau baju bayi hanya di pakai beberapa bulan saja seiring dengan pertumbuhan bayi.


Ayrin sempat memprotes apa yang Rey lakukan untuk Bubu dan Buba tapi Rey beralasan jika semua itu sebagai ungkapan rasa sayang Rey pada Bubu dan Buba, Rey ingin memberikan yang terbaik untuk Bubu dan Buba, Melihat kasih sayang Rey yang amat begitu besar untuk Twins akhirnya Ayrin bisa memaklumi itu semua.


Hari demi Hari mereka lalui dengan suka duka, Mereka begitu semangat menikmati Moment pertubuhan Twins, kini usia Twins sudah menginjak tiga bulan, Itu artinya Rey sudah bisa menyalurkan rasa rindunya untuk menyentuh Mommy nya Bubu dan Buba, Selama Satu tahun Rey hanya bisa bermain dengan benda kesukaannya yang kini sudah di kuasai kedua anaknya.


"Sayang hentikan Bubu memperhatikamu" Protes Ayrin pada Rey yang sedang menciumi lehernya.


Rey menghentikan gerakannya dan melihata ke arah Bubu "Son tidurlah kau sudah menguasai Mommy mu sedari tadi sekarang gantian Daddy, Daddy juga ingin bermain dengan Mommy mu" Mohon Rey pada Bubu yang sedang asik melahap sesuatu yang menjadi kesukaan nya namun tak di hiraukan Bubu dan Buba sama sekali mata mereka semakin terbuka lebar.


Jika dulu saat Twins masih dalam kandungan begitu penurut sekarang Twins sama sekali tidak mendengarkan apa yang Daddy nya ucapkan, Twins lebih mendengarkan apa yang Mommy nya katakan dari pada apa yang Daddy nya katakan.


"Sayang bicaralah dengan mereka, Suruh mereka untuk segera tidur" Rengek Rey pada Ayrin.


"Mereka tidak akan tidur Sayang, Mereka baru saja bangun, Lihat mata mereka begitu segar di lihat" Jawab Ayrin dengan menahan senyum.


Mendengar jawaban istrinya wajah Rey langsung berubah lemas, Sungguh ia sangat merindukan istrinya,Sudah satu tahun lebih ia menahan hasrat untuk menyentuh istrinya dan sekarang ia harus menahannya lagi, Sejujurnya Ayrin juga sama rindunya dengan Rey namun ia tidak bisa berbuat apa-apa sebelum Bubu dan Buba tidur.


"Tunggulah sebentar lagi sayang, Aku akan coba berbicara dengan mereka" Ucap Ayrin yang di angguki Rey di balik leher Ayrin.


"Sayang Mommy tidurlah ini sudah larut malam" Ucap Ayrin lembut mengelus pipi Bubu dan Buba bergantian.


Setelah menunggu lebih dari satu jam Akhirnya Bubu dan Buba tidur dengan pulas, Ayrin perlahan membalikan badannya ingin memberitahukan Rey jika Twins sudah tidur tapi saat Ayrin sudah membalikan badannya Rey sudah tertidur dengan pulas juga, Ayrin mengelus pipi Rey lembut setelah itu mencium keningnya lama, Ayrin merasa kasian dengan Rey karena menunggu Twins tidur Rey jadi ikut tertidur dan akhirnya malam itu mereka tidak jadi menyalurkan sesuatu yang sudah sama-sama mereka tahan selama satu tahun ini.


Pagi hari Rey bangun lebih dulu karena mendengar rengekan Bubu dan Buba, Rey melihat istrinya masih tidur dengan nyenyaknya, Wajah lelah tergambar jelas di wajah istrinya, mungkin semalam Ayrin begadang hingga ia kelelahan. Rey turun dari ranjang menghampiri kedua anaknya, Rey menggendong Bubu dan Buba bergantian dan menidurkannya di stroller.


"Sssttt jangan merengek terus sayang nanti Mommy bangun" Rey mencoba membuat kedua anaknya untuk diam.


"Ayo kita jalan-jalan bersama Daddy, biarkan Mommy kalian istirahat dulu oke" Rey mendorong stroller keluar kamar, Rey turun ke lantai satu menaiki lift.


"Selamat pagi Tuan" Sapa para pelayan yang melihat Rey turun kelantai satu.


"Hmm, silahkan lanjutkan pekerjaan kalian" Perintah Rey pada para pelayan.


Rey mendorong stroller menuju taman belakan yang memiliki halaman sangat luas, Rey ingin membawa Bubu dam Buba jalan-jalan ke taman belakang sekalian menjemur mereka.


"Selamat pagi tuan, Tuan Muda" Sapa Bibi Sam dari Arah dapur.


"Pagi Bibi"


"Tuan ingin ke taman belakang" Tanya Bibi Sam yang sudah berdiri di depan stroller Bubu dan Buba.


"Ya Bibi aku ingin membawa mereka jalan-jalan di taman belakang sekalian menjemur mereka" Jawab Rey.


"Silahkan Tuan"


"Bibi jika Ayrin sudah bangun dan mencari kami bilang padanya kami ada di Taman belakang" Pesan Rey pada Bibi Sam sebelum ia melanjutkan langkahnya.


"Baik Tuan akan Bibi sampaikan nanti"


"Terimaksih Bibi" Setelah itu Rey melanjutkan langkahnya mendorong stroller Bubu dan Buba menuju taman belakang.


Sampai di taman belakang Rey mendorong Stroller mengelilingi seluruh taman, di taman terdapat banyak bunga yang sedang bermekaran sehingga membuat taman terlihat semakin indah dan udara terasa segar, Bubu dan Buba berceloteh riang setiap kali Sang Daddy mengajaknya berbicara dan menunjukan beberapa bunga yang tengah bermekaran, Rey banyak mengambil gambar dan Vidio Bubu dan Buba saat mereka tertawa karena ulahnya.

__ADS_1


"Selamat Pagi Tuan, Selamat pagi keponakan paman" Sapa Zayn mengagetkan Rey yang tengah asik bercanda dengan Bubu dan Buba.


"Kau mengagetkanku saja" Kesal Rey.


"Maaf Tuan" Sesal Zayn tanpa memandang Rey karena pandangan matanya masih fokus pada Twins.


"Cihh kata maaf hanya kiasan saja" Sindir Rey namun tak di hiraukan Zayn.


Zayn mengambil Bubu dari Sroller dan menggendongnya, Zayn menciumi seluruh wajah Bubu natah mengapa Zayn sangat menyukai wangi Bubu dan Buba walau mereka belum mandi, Wangi khas yang membuat ia betah menciumi mereka lama-lama.


"Lihat kau membuat Buba merengek, Seharusnya kau tidak menggendong Bubu agar Buba tidak merengek" Omel Rey pada Zayn karena Buba terus merengek melihat saudaranya di gendong sedangkan dia tidak.


"Ohooo Jangan merengek sayang, Baik lah paman akan menggendongmu juga" Ucap Zayn yang menyerahkan Bubu ketangan Rey yang dengan sigap Rey terima.


"Ayo sayang paman akan menggendongmu" Zayn berbicara pada Buba dan langsung menggendongnya, Buba tertawa saat sang paman menggendongnya.


"Kenapa kau pagi-pagi sudah datang kemari, Apa ada pekerjaan yang mendesak hingga pagi-pagi kau sudah sampai di sini" Terdengar Nanda kesal dalam setiap kata yang Tuannya ucapkan dan Zayn tau apa alasannya,


Semenjak memiliki Bubu dan Buba Rey sangat malas datang ke Kantor jika Ayrin tidak memaksanya dan mengancamnya, Rey berkilah ingin selalu dekat dengan kedua anak-anaknya ia tidak ingin meninggalkan anak-anak nya walau hanya sebentar saja namun Ayrin tidak pernah membiarkan itu terjadi Ayrin selalu memaksa Rey untuk pergi ke kantor karena Rey memiliki tanggung jawab besar di Perusahaannya.


"Tentu saja memang apa lagi" Jawab Zayn santai masih dengan mengenddong Bubu dan mengajaknya bercanda.


"Apa tidak bisa kau saja yang menyelesaikannya, Aku hari ini tidak ingin bekerja"


"Tidak Bisa karena ini tanggung jawab anda bukan tanggung jawab saya" Sungguh belakangan ini. Zayn menghilangkan rasa hormatnya pada Rey karena kehadiran Twins.


"Kau adalah asistenku tentu saja kau juga bisa menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab ku" Rey mulai menunjukan sikap bossy nya.


"Memang bisa tapi aku tidak mau" Jawab Zayn cuek.


"Aku tidak perduli"


"Apa yang kalian ributkan pagi-pagi begini" Suara Ayrin menghentikan keributan yang Zayn dan Rey ciptakan.


"Dia tidak ingin bekrja hari ini" Ucap Zayn mendahului Rey yang sudah akan membuka Suaranya.


"Sayang sudah aku katakan kau tidak bisa seperti ini terus, Kau harus menjadi contoh yang baik untuk karyawanmu" Tegur Ayrin.


"Zayn...Aku akan memotong gajimu 50%" Ucap Rey dengan suara kesal.


"Silahkan Tuan lagi pula uangku sudah banyak" Zayn menjawab dengan sudut bibir terangakat keatas.


"Sudah-sudah hentikan tingkah konyol kalian" Siara Ayrin mengakhiri perdebatan.


Ayrin mengambil alih Bubu dalam gendongan Rey dan manaruhnya di stroller kemudian mengambil Buba, Ayrin membawa Twins masuk kedalam untuk memandikan mereka dan meninggalkan dua manusia yang sepertinya tengah melanjutkan perdebatan mereka.


Ayrin tidak kaget dengan apa yang terjadi pada Rey dan Zayn karena hampir tiap hari Ayrin menyaksikan hal itu, ya begitu lah Rey dan Zayn sejak kehadiran Bubu dan Buba mereka merubah sikap mereka yang tadinya dingin dan angkuh menjadi ceria dan penuh kehangatan.


Waktu terus berjalan tak terasa kini usia Bubu dan Buba sudah menginjak Usia 5 tahun, Bubu dan Buba sudah memasuki taman kanak-kanak, Rey memasukan Buba dan Bubu ke taman kanak-kanak yang memiliki standar internasional, Hari-hari Ayrin hanya di sibukan dengan mengurus Twins dan juga Suaminya, Ayrin tak pernah keberatan untuk menjalani semua itu.


Mengantar jemput Twins sudah menjadi Rutinitas Ayrin setiap hari namun akhir-akhir ini Ayrin tidak bisa mengantar jemput Ayrin, Tubuh Ayrin sering merasakan kelelahan padahal ia tidak melakukan apapun, ia juga tidak memiliki nafsu makan sama sekali Ayrin hanya ingin bermalas-malasan di atas kasur. Akhirnya Ayrin meminta Rey untuk menggantikannya menjemput Twins karena ia merasa tidak sanggup untuk melakukan itu.


Rey dengan senang hati melakukan hal itu, Rey tak pernah keberatan untuk menjemput Twins walau jarak sekolah Twins dan kantornya cukup jauh, Rey begitu menikmati moment-moment itu, Setelah menjemput Twins Rey tak langsung membawa Twins pulang kerumah terkadang Rey membawa Twins untuk berjalan-jalan dulu atau membawa Twins ke Kantor jika pekerjaannya masih banyak, Twins sangat senang jika mereka di bawa ke kantor Daddy nya.


"Dad apa Mommy masih sakit" Tanya Bubu yang duduk di kursi penumpang bersama Buba.

__ADS_1


"Ya sayang Mommy masih sakit" Jawab Rey dengan wajah biasa saja agar anak-anaknya tidak sedih.


"Apa Dotel tidak membeli Mommy obat Dad, Kenapa Mommy belum sembuh" Tanya si Buba dengan bahasa cedal nya. Pertumbuhan Bubu dan Buba aga sedikit berbeda jika Bubu sudah lancar bicara lain dengan Buba ia masih belum bisa mengucapkan huruf R.


"Dotel sudah membeli obat untuk Mommy sayang" Jawab Rey menirukan si Bubu. dan hal itu membut Rey mendapatkan gigitan di tangannya.


"Au au sakit sayang, ampun ampun, Maafkan Daddy" Teriak Rey yang kesakitan karena mendapat gigitan dari Buba, Zayn dan Bubu yang melihat itu tertawa terbahak-bahak.


"Daddy jangan menilukan suala Buba" Teriak Buba yang sudah kembali duduk dengan wajah yang di tekuk.


"Ya ya baikalah Daddy tidak akan menilukan suala Buba lagi" Ucap Rey yang tanpa sadar kembali menirukan suara Buba.


"DADDY" Teriak Buba seketika saja Rey menutup kupingnya. Rey begitu suka menjahili anak bungsunya melihat kemarahan Buba karena ia mengikuti caranya berbicara bagi Rey itu adalah hal yang sangat menggemaskan.


"Kalian ingin ikut Daddy ke kantor atau Daddy antar pulang ke Rumah" Tanya Rey pada kedua anaknya.


"Kita pulang saja Daddy, Bubu ingin melihat Mommy" Jawab si sulung


"Ya Daddy Buba juga ingin melihat Mommy" Si Bungsu ikut menjawab.


"Baiklah Daddy akan mengantar kalian ke Rumah, Zayn kita kerumah"


Zayn melajukan Mobilnya menuju Rumah Tuannya, Sepanjang perjalanan mobil tidak pernah terasa hening Bubu dan Buba terus saja berceloteh menceritakan kejadian di sekolah mereka, Zayn ikut tertawa saat mereka menceritakan hal lucu yang terjadi di sekolahan hingga tak terasa mereka sudah sampai di rumah.


Bunu dan Buba cepat-cepat turun dari mobil dan berlari memasuki Rumah, Mereka ingin segera bertemu dengan Mommy mereka.


"Sayang jangan lari-lari nanti kalian jatuh" Tegur Rey saat melihat anak-anak nya berlarian memasuki Rumah. Namun sama seperti sebelumnya Twins tidak mendengarkan perintah Daddynya.


"Mommy" Panggi Twins bersamaan.


"Ya sayang kalian sudah pulang" Ayrin mencoba bangkit dari berbaringnya tapi ia tidak kuat jadilah ia hanya tiduran saja.


"Mommy masih sakit" Tanya Bubu.


"Mommy sudah minum obat" Tanya Bubu.


"Mommy hanya kelelahan saja sayang dan Mommy sudah meminum obat jadi kalian jangan khawatir oke" Ucap Ayrin pelan yang di angguki Twins.


"Bagaimana keadaanmu sayang? Apa masih lemas? " Tanya Rey sesudah mencium kening Ayrin.


"Hemm sudah lebih baik" Bohong Ayrin karena masih ada Twins dan Rey tau itu.


"Bubu Buba ganti bajulah bersama Nenek Sam setelah itu kalian makan ya" Perintah Ayrin pada Twins yang langsung di turuti Twins.


"Kami akan ganti baju dulu Mommy" Bubu dan Buba bergantian mencium Mommynya sebelum mereka meninggalkan kamar Mommhnya.


"Anak piintar" Puji Ayrin pada kedua anak-anak nya.


"Sayang kita kerumah sakit saja ya" Ajak Rey yang lansung di angguki Ayrin.


"Tapi aku tidak ingin hari ini besok saja, Aku hanya ingin tiduran saja" Ayrin menjawab dengan wajah yang terlihat sangat pucat. Ayrin ingin memastikan seauatu dulu sebelum ia kerumah sakit


"Baiklah sayang apaun mau mu" Rey mencium kening istrinya kembali setelah itu mengelus kepala istri nya hingga istrinya kembali tertidur.


Wah panjang banget ya tumben, Tinggal 1 bab lagi kita memasuki ending terus dukung Author ya terimakasih😇

__ADS_1


__ADS_2