
Naya, Friska serta kedua teman barunya yakni Davina Elvina dan Sasa Helena berada dikantin, bakso yang sudah menggugah selera tersedia dimeja mereka.
"lo keren banget sumpah" pekik Sasa kegirangan berada disamping Naya.
"ck, turunin suara lo. Berisik" ucap Naya menyumpal mulut Sasa menggunakan bakso.
" hahaha anjir, diem juga akhirnya si beo" Davina tertawa.
"lagian lo sih Sa, baru juga kenal udah SKSD aja sama Nay" Friska geleng geleng kepala melihat tingkah Sasa yang selalu berisik.
"nawmaa jughwaa pendkhatawnn" sahut Sasa yang penuh dengan Bakso.
"telen dulu dodol, baru ngomong" Davina menggeplak kepala Sasa.
Saat sedang asik asik memakan bakso, Naya dikagetkan dengan cola cola yang mengucur pada mangkok baksonya.
"biar tambah enak makan lo" ucap Chika dengan tawa mengejek, saat berhasil melakukan aksinya.
Naya diam dengan pandangan datar kearah mangkuk berisi bakso miliknya, kemudian ia berdiri langsung menghadap Chika.
Tanpa suara ia merebut mangkok bakso milik Chika dengan kasar, kemudian meludah pada mangkok bakso itu.
Semua orang tercegang melihat perlawanan yang dilakukan Naya lebih mengerikan.
"biar makan lo tambah nikmat" Naya membalikkan kalimat Chika, kemudian menyerahkan mangkok bakso milik Chika.
"GILA LO" teriak Chika emosi.
Saat Chika ingin membuang mangkok miliknya, Naya menahan dengan kuat. Ia menusuk bakso dimangkok yang sudah ia ludahi.
Naya menendang lutut bagian belakang Chika hingga gadis itu terduduk, dengan cengkraman kasar Naya memasukkan bakso itu kemulut Chika.
Tak ada yang berani mencegah aksi itu, mereka terlalu takut karena aura yang Naya keluarkan amat menyeramkan.
"telan" titah Naya.
Chika menggeleng, membuat Naya langsung menampar gadis itu.
"TELAN GUE BILANG" teriak Naya.
Mau tidak mau, Chika terpaksa menelan bakso berukuran besar itu ditambah ia terasa mual saat membayangkan lidah milik Naya berada di bakso itu.
Melihat kesengsaraan Chika membuat Naya tersenyum puas " anjing pinter " ia menepuk kepala Chika.
Chika langsung berlari meninggalkan kantin, semua orang disana hanya menatap diam tanpa berani membantu.
"keren banget lo" Sasa bertepuk tangan dengan ria.
"tu anak emang harus dikasih pelajaran biar gak kebiasaan" sahut Naya.
"cuma lo satu satunya yang berani lawan dia" ucap Friska.
"buat apa takut, dia bukan tuhan yang harus gue takutin"
"bener, gue dukung lo buat tu wewe gombel sengsara" Davina merangkul bahu Naya.
***
__ADS_1
Dirumah Dama terdapat Liam dan beberapa temannya, mereka berpesta minuman dan obata obatan terlarang.
"gila....anak baru itu cantiknya gak main main" Dama membayangkan wajah Naya.
"tapi gue yakin dia udah loss banget" sahut Liam
"enggak deh menurut gue, kayaknya masih sempit"
"kenapa gak lo coba aja" usul Liam dengan menghembuskan asap rokok miliknya.
"rencananya gue bakalan gitu, tapi harus pake taktik biar dia gak minta tanggung jawab sama gue"
"kasih obat aja, gampang kan"
"gue maunya sama sama main, bukan gue doang njir" Dama melemparkan bantalan sofa kewajah Liam.
"berati lo harus usaha biar ngerasain, kalo lo udah icip. Jangan lupa bagi juga sama gue" Liam terkekeh.
Sampai suara Bell menghentikan obrolan panjang mereka.
Ting.. Tong.. Ting... Tong
"siapa sih yang datang jam segini" kesal Dama.
"udah buka aja, siapa tau temen lo"
"oke, tunggu bentar"
Dama langsung menuju pintu, ia membuka pintu itu. Hanya ada seoarang kurir paket dengan wajah tertutup masker dan topi hitam.
"Ada apa?" tanya Dama.
Dama menaikkan sebelas alisnya, bertanya siapa pengirimnya.
"perasaan gue gak pesen barang?" batinnya.
"dari siapa?"
"maaf tuan, pengirimnya tidak mencantumkan Nama"
"oke" Dama menerima paket berukuran sedang, membawanya Kedalam rumah.
"apaan Dam?" tanya Liam.
"gue gak tau, soalnya nama pengirimnya juga gak ada" sahut Dama menatap kotak itu dengan penasaran.
"buka gih"
Dama menganggukan kepalanya, ia membuka perlahan kotak itu. Terdapat bau anyir yang menyengat saat kotak itu mulai terbuka.
"anjir bau banget, kayak bau bangkai" Liam langsung meniru hidungnya.
Saat terbuka sempurna, terdapat sebuah janin yang membusuk dengan banyak belatung.
Sontak Dama langsung membuang kotak itu, wajah mereka langsung berubah pucat dan berkeringat dingin.
"siapa yang kirim beginian" teriak Dama frustrasi.
__ADS_1
"gue yakin seseorang yang punya dendam sama kita"
"sialan" maki Dama.
"tapi pengirim tadi ciri cirinya gimana?" tanya Liam.
"pakaiannya serba hitam, gue gak bisa liat wajahnya"
"cctv lo, cek cctv lo"
Mereka berdua langsung menuju ruang cctv, namun anehnya tak ada rekaman saat kurir itu mengantarkan paket.
"kok gak ada rekamannya" Dama bingung.
"gak mungkin, coba lo periksa lagi deh" Liam juga ikut kesal.
"gak ada brengsek, gue udah bolak balik cek cctv-nya".
Mereka mengeram dengan kesal, tanpa mereka sadari semua rencana itu telah tersusun rapi oleh seseorang.
***
"hayyy bos" salam seseorang saat motor sport hitam telah terparkir sempurna dimarkas tersembunyi.
"gimana, mereka udah nerima hadiah dari gue"
"aman bos, mereka udah nerima"
Sampai seseorang juga keluar dari markas dengan mengunyah permen.
"cctv mereka juga udah gue retas, jadi mereka gak akan bisa lapor sama kepolisian"
"good job gaes" sahut ketua mereka dengan senyuman iblisnya.
"terus mobil polisi kemarin udah kalian beresin?" tanya ketua mereka kembali.
"udah beres, kita bersihin lokasi kejadiannya....laporan polisi itu juga gak ditanggapi karena mereka mengira itu murni kecelakaan tunggal" sahut seseorang yang sedang memperbaiki mobil.
"hahahahaha mereka bakalan tau gimana rasanya sakit hidup didunia yang kejam ini" tawanya dengan menggelegar.
"tapi bos kita juga gak bisa gegabah, kita juga gak tau kapan musuh bakalan tau topeng kita" ucap gadis yang mengemut permen.
"tetap jaga keamanan dan lo sebagai tameng tetap jaga jaga agar orang asing gak bisa masuk wilayah kita, tugas gue bakalan lindungin kalian dengan nyawa gue sendiri" ketuanya berucap dengan sungguh sungguh.
"kita jaga bareng bareng, kalo lo gak ada. Kita bakalan bubar" sahut temannya sambil merangkul pundak.
"bener.... Kita kombinasi yang tepat jangan sampai ada yang gugur selama misi ini belum selesai"
Mereka berempat saling merangkul, menatap langit malam dengan udara yang dingin.
"jaga diri kalian, lawan apapun yang menjatuhkan kalian. Jangan diam" titah ketuanya.
"siappp bos"
"ya udah yokk masuk, ayah udah kirim makanan buat kita" ajaknya.
"baik banget deh sama kita, ayah juga perhatian banget.... Gue jadi bahagia" sahut yang memperbaiki mobil.
__ADS_1
"Kan ayah kita bersama... Tanpa dia kita berempat gak akan bisa berdiri, karena dia juga kita tau jati diri kita yang asli" sahut yang tadi membawa motor sport hitam.
"maka dari itu yookkk gas makan" teriak seseorang yang tadi makan permen.