
5 tahun kemudian....
"ini punya aya, abang nda boyeh ambil" Ayara Aneska Aldelardo anak kedua alias anak bontot dari Naya dan Ezza.
Gadis manis berusia tiga tahun yang kelakuan diluar batas kemampuan manusia.
"ihhhh abang pinjam bental aja aya" Gerza Cakra Aldelardo putra pertama mereka yang memiliki sikap seperti ayahnya.
Dingin, kejam dan penyayang pada orang terdekatnya..
"AAAAAAAAAAA MOMMMYYY" teriak Ayara memanggil Naya.
Naya datang dengan membawa spatula ditangannya "apa sih sayang, mommy lagi masak. Bisa gak kalian akur sehari aja" kesal Naya peda kedua bocah didepannya.
"nda mau nda mau...abang jahat mommy. Dia pukuy aya" drama Ayara dimulai, ia tiba tiba lunglai memegang kepalanya.
Sedangkan Gerza mendengus kesal "enggak mom, ay bohong. Tadi abang cuma mau minjam mobilannya tapi gak dibolehin, malah abang digigit" Gerza menunjukan bekas gigitan Ayara.
"momm" Ayara langsung menggapai tangan Naya agar tak menghampiri Gerza.
Tiba tiba tubuh Ayara melayang karena Ezza menggendongnya "Aya kenapa nakal, hm!" tanya Ezza lembut pada putrinya.
"Aya gaj mawu belbagi Dad" sahut Ayara dengan wajah kesalnya.
"heyy Ayara gak boleh gitu sayang"
"Ayara harus berbagi sama abang gak boleh pelit, pernah abang pelit sama Ayara?" tanya Ezza.
Ayara tampak berpikir "kalo Ayara minta ice cream punya abang, pernah abang nolak" Ayara menggeleng lemah.
__ADS_1
"kalo ada yang nakalin Aya siapa yang nolongin?"
"abang Gerza"
"kalo Aya minta mainan abang dikasih gak?"
"iya dad"
"jadi Ayara harus saling berbagi sama abang, kalo abang minjem dikasih sayang gak boleh Ayara gigit gitu"
"Ayara gak kasian liat abang luka gitu hm?"
Mata Ayara berkaca kaca walau perkataan Ezza sangat lembut namun mampu membuat Ayara merasa bersalah dan mengakui kesalahannya.
"maafin Aya Dad"
"no sayang, minta maaf sama abang" Ezza menurunkan Ayara.
"Aya sayang abang.." lirihnya, air matanya sudah jatuh membasahi kedua pipi gembul miliknya.
Naya tersenyum mengusap air mata putri kecilnya "shutttt mommy sama daddy gak marah sayang...minta maaf gih sama abang"
Ayara melangkah kecil, kaki Mungil itu menghampiri Gerza yang sejak tadi tersenyum pada Ayara.
"abang.. Maafin Aya" ucapnya.
Gerza membuka kedua tangannya, mengkode agar gadis Mungil itu masuk Kedalam pelukan penuh sayangnya.
Ayara langsung memeluk Gerza "abang gak malah, aya angan nangis ya... Nanti abang juga sedih"
__ADS_1
"huaaaa abang tetap sayang aya kan?"
Gerza mencubit gemas pipi gembul adiknya sambil tertawa "abang sayang aya"
"maafin aya uda nakal cama abang"
"abang juga minta maaf udah minjam paksa mainan aya"
"abang boleh kok make mainan Aya tapi abang harus tetap main sama aya, jangan tinggayin aya"
"iya"
Melugat kedua anaknya aku membuat Naya dan Ezza tersenyum, akhirnya mereka berhasil mendidik kedua anak mereka dengan rasa sayang pada keluarganya.
Menjadikan mereka kuat dan bertanggung jawab.
"kita berhasil sayang"
"iya kita berhasil didik mereka"
"apa ini saatnya?" tanya Naya menatap Ezza.
"apa mereka akan tetap kuat seperti sekarang, aku terlalu takut" ungkap Ezza penuh teka teki.
"percayalah ini jalan terbaik, sudah waktunya dan sudah saatnya mengucapkan kata itu pada mereka" Naya menatap kedua anaknya dengan air mata.
"selamat tinggal mutiara hati" ucap mereka secara bersama.
Hingga sebuah ledakan menghancurkan sebuah bangunan mewah.
__ADS_1
Terdapat dua orang yang menjadi korban dan dua anak yang dilarikan kerumah sakit karena mengalami luka.
..._END_...