
Sampai di rumah Ayrin langsung membawa anak-anak ke kamar mereka sedangkan Ayrin ia titipkan kepada Rey, Ayrin membersihkan satu persatu anak-anak nya dan kemudian menggantikan baju mereka, Setelah itu ia turun ke bawah untuk membuatkan susu anak-anak.
"Momm apa aunty yang tadi teman Daddy?" Bubu bertanya saat Mommy nya memberikannya susu.
"Ya sayang aunty tadi teman Daddy" Jawab Ayrin dengan mengulas senyum.
"Bubu tidak suka dengan aunty tadi"
"Buba juga"
"Albiyan juga Mom"
Mreka bertiga mengutarakan ketidak sukaan mereka kepada Vania, Ntah apa yang membuat mereka tidak menyukai Vania padahal mereka baru pertama kali bertemu Vania.
"Kenapa kalian tidak menyukai aunty Vania? Bukankah aunty Vania cantik"
"Tidak....dia seperti nenek lampir Mom" Buba menjawab sembari menyerahkan gelas susu yang sudah kosong.
"Benar Mom kuku nya juga seperti penyihir yang ada di film kartun" Mereka cekikan mendengar perkataan Albiyan, Mereka sempat melihat kuku Vania yang panjang sebelum mereka di bawa anak buah Rey untuk bermain.
"Gigi aunty itu juga seperti ad pagar nya Mom" Kali ini Bubu berucap dan mereka bertiga kembali tertawa.
"Hussttt kalian tidak boleh seperti itu sayang itu tidak baik, Setiap orang punya selera tersendiri untuk terlihat cantik sayang" Bijak Ayrin menasehati anak-anak nya.
"Tapi Mommy tidak seperti itu untuk terlihat cantik" Tanya mereka dengan rasa penasarannya.
"Seperti yang Mommy bilang tadi jika setiap orang punya selera tersendiri untuk terlihat cantik dan selera Mommy ya yang seperti ini sayang"
"Lain kali kalian tidak boleh mengomentari penampilan orang lain ya sayang apalagi di depan orangnya langsung karena itu akan membuat orang itu sakit hati sayang, Biarkan mereka merasa nyaman dengan apa yang mereka tampilkan oke" Lanjut Ayrin lagi.
__ADS_1
"Oke Mom" Mereka bertiga menjawab bersamaan, Anak-anak mencium Ayrin satu persatu setelah itu mereka menempati posisi mereka masing-masing.
Setelah memastikan anak-anak sudah tidur Ayrin keluar dan turun ke bawah untuk meletakan gelas-gelas yang sudah kosong sekalian membuatkan Rey teh hijau yang selalu rutin ia minum sebelum tidur.
"Sayang" Panggil Ayrin saat membuka pintu kamar.
"Aku disini sayang" Jawab Rey dari arah sofa dengan Aylen yang ada dalam gendongannya.
"Aylen tidak bangun sayang" Tanya Ayrin setelah duduk di samping Rey.
"Tadi bangun sebentar setelah itu dia tidur lagi"
"Hai bangunlah sayang sudah saat nya kau minum ASI" Ayrin mengusap-usap pipi Aylen.
"Sayang apa kau tidak marah atau kecewa karena aku tidak menceritakn tentang pertemuan ku dengan Vania waktu itu" Rey bertanya dengan memandang lekat istrinya.
"Kenapa?, Aku bahkan sempat mengurung diri di ruang kerja" Rey mengingat dua hari lalu saat ia seharian berada dalam ruang kerja setelah bertemu Vania.
"Karena aku tau yang ada di dalam hati mu bukan lagi nama nya buktinya kau membawaku ku dan anak-anak untuk bertemu dengannya dan saat itu aku berfikir kau membutuhkan waktu sendiri" Dengan senyum hangat Ayrin menjawab pertanyaan Rey meyakinkan nya jika ia tidak kecewa.
"Aku tidak akan melarangmu menemui siapun di luaran sana karena aku tau dunia mu bukan hanya tentang aku dan anak-anak, Ntah itu masalalu mu atau orang baru aku tidak masalah, Karena aku mencintaimu dan mempercayaimu maka dari itu aku harap kau tidak menghancurkan kepercayaan itu" Ayrin melanjutkan kata-kata nya yang mana membuat Rey begitu besyukur memiliki Ayrin.
"Aku bersumpah tidak akan menghancurkan kepercayaan mu kepadaku sayang, Aku akan menjaga baik-baik cinta dan kepercayaan mu" Rey mencium dahi Ayrin setelah mengatakan itu.
Dalam rumah tangga cinta dan kepercayaan lah yang utama, Karena jika kalian sama-sama mencintai dan mempercayai mau secantik dan setampan apa pun orang baru atau masalalu datang kalian tidak akan tergiur dan merusak kepercayaan masing-masing, Maka dari itu tanamkan lah cinta dan kepercayaan yang tinggi untuk membuat rumah tangga kalian memiliki pondasi yang kuat.
"Kau tau sayang gara-gara hal itu Zayn memukul wajahku, Bahkan dia mengancamku akan membawamu pergi dengan anak-anak ke tempat dimana aku tidak bisa menemukan kalian" Rey tersenyum mengingat bagaimana Zayn memukulnya dan mengancamnya.
"Benarkah...lalu apa kau membalasnya sayang" Tanya Ayrin penasaran.
__ADS_1
"Tidak sayang,, aku membiarkanya karena aku tau dia seperti itu karena menyayangi kalain, dia tidak ingin jika kalian tersakiti" Rey merasa bersyukur mempunyai Zayn disinya sebagai teman saudara dan rekan kerja, Rey menganggap pukulan Zayn kemarin adalah bentuk kasih sayang Zayn kepadanya agar ia tidak salah jalan.
"Apa kau sudah memberi tau Zayn jika aku dan anak-anak ikut bersamamu?"
"Belum sayang, Tapi aku rasa dia sudah mengetahuinya"
"Dari mana, Bukankah kau belum memberitahunya"
"Apa kau belum mengenal Zayn sayang, Dia tidak mungkin membiarkan ku menemui Vania dengan mudah, Aku rasa dia sudah mengetahuinya dari anak buahnya" Memang benar Zayn sudah mengetahuinya dari anak buah yang ia utus untuk mengawasi Rey, Zayn sendiri pun kaget saat Rey datang bersama Ayrin dan anak-anak, Zayn telah salah menilai Rey.
"Tapi sayang dari mana kau tau bahwa aku yang mengambil ciuman pertama Vania padahal aku tidak pernah memberitahumu" Rey nanyakan hal yang sedari di Cafe tadi membuatnya penasaran.
"Aku....Aku berbohong tadi" Ayrin tersenyum memamerkan gigi putih bersihnya.
"Jadi kau hanya berbohong jika kau mengetahui semuanya" Ucap Rey tidak percaya jika Ayrin bisa berbohong dan Ayrin hanya menganggukan kepalanya.
Rey memang tidak pernah menceritakan secara detail tentang Vania kepada Ayrin, Ia hanya menceritakan sedikit tentang Vania karena menurut Rey biarkan saja dia yang tau.
"Kau tidak marah dengan apa yang di katakan Vania tadi" Maksud Rey adalah tentang ciuman pertama Vania yang di ambil Rey.
"Kenapa aku harus marah sayang, Itu masalalu mu bukankah aku belum ada pada saat itu, Lagi pula aku juga bukan seorang gadis yang masih polos saat kau memiliki ku, Kau tidak lupa kan sayang bahwa aku seorang janda yang sudah dua kali gagal dalam pernikahan saat menikah denganmu" Dengan wajah sendu Ayrin menjawab pertanyaan Rey, Ayrin merasa sedih karena saat menikah dengan Rey ia adalah seorang janda sedangkan Rey belum pernah menikah sekalipun.
"Apa yang kau bicarakan sayang, Aku tidak suka kau berbicara seperti itu" Rey membawa Ayrin dalam pelukannya, Setelah itu mereka larut dalam keheningan malam mereka baru tersadar saat mendengar Aylen menangis.
Di sebuah ruangan Apartemen seorang laki-laki tengah menyesali apa yang pernah ia lakukan kepada Tuan teman dan saudara nya sekaligus, Ia menatap foto yang di kirimkan anak buah nya, Ia merasa jika selama ini ia belum mengenal Tuan teman dan saudaranya itu dengan baik sampai ia tidak bisa mempercayai Tuan Teman dan Saudaranya itu.
Laki-laki itu adalah Zayn Abraham, Laki-laki yang tidak mengenal sosok wanita dan cinta, Laki-laki yang dengan rasa trauma yang tinggi terhadap sebuah hubungan dan tentang kehilangan membuat ia enggan menjalin hubungan dengan wanita manapun namun belakangan ini ada satu wanita yang mengusik hatinya, Yang selalu membuat detak jantungnya tak berirama dengan benar wanita cantik bernama Sella itu secara tak langsung membuat Zayn berani untuk memikirkan cinta yamg belum lernah sekalilun ia lakukan.
Hai semuanya maafkan Author ya yang kalo update cuma satu episode saja, Oiya kalo semisal ada yang nanya kenapa cerita Zayn dan Sella belum di lanjut lagi Author bakal ngasih tau kalo file nya ga sengaja kehapus,Jadi belum tau kapan mau di lanjut karena mengingat ulang dan menulis ulang itu tidak lah mudah untuk otak author yang minim iniðŸ˜
__ADS_1