
Seminggu berlalu sejak kejadian Ayrin diculik, kini Ayrin sudah di perbolehkan keluar dari Rumah sakit, Memar-memar di wajahnya juga sudah sedikit memudar, Selama Ayrin di rawat di rumah sakit Rey tidak masuk kantor sama sekali ia tidak ingin meninggalkan Ayrin barang sedetikpun, Semua urusan Kantor ia serahkan kepada Zayn, Rey dan Ayrin sempat berdebat sebelum keluar dari Rumah Sakit, Rey tidak mengizinkan Ayrin untuk kembali ke apartemennya ia bersikeras meminta Ayrin untuk tinggal di Rumah Utama, Ayrin sempat menolak permintaan Rey namun Rey tetap kekeh dengan ucapannya mau tidak mau Ayrin akhirnya menyetujui permintaan Rey.
Ayrin merasa tidak enak dengan Papi dan Mami Rey jika ia tinggal disana sedangkan mereka belum menikah, Ya walaupun Mami dan Papi Rey tidak keberatan tapi tetap saja Ayrin merasa tidak enak, Apalagi Rey tidak mengijinkan Ayrin melakukan apapun di Rumah Utama dan hal itu membuat Ayrin merasa semakin tidak enak.
"Rey...Lebih baik aku tinggal di apartemen saja ya, Aku lebih merasa nyaman di tempat ini" Ucap Ayrin setelah selesai membereskan pakaian yang akan ia bawa ke Rumah Utama, Ayrin mencoba merayu Rey agar mengizinkan nya tetap tinggal di apartemen.
"Tidak Ay..Aku tetap tidak akan merubah keputusanku"
"Tapi Rey....."
"Ay....Sebentar lagi kita akan menikah, Aku ingin kau menyesuaikan diri tinggal disana, ini juga demi kebaikanmu Ay, Aku tidak ingin sesuatu terjadi kepadamu lagi"
Menangkup kedua pipi Ayrin "Kau harus mengerti jika aku melakukan ini demi kebaikanmu, Hmm"
"Hmm Baiklah aku akan tinggal disana" Jawab Ayrin dengan pasrah mencoba menuruti permintaan Rey.
__ADS_1
Setelah kejadian penculikan Ayrin seminggu lalu Rey ingin mempercepat pernikahannya dengan Ayrin, Rey tidak ingin sesuatu terjadi lagi dengan Ayrin maka dari itu Rey ingin segera menikahi Ayrin, Rey ingin segera menjadikan Ayrin seutuhnya menjadi miliknya agar ia bisa menjaganya setiap waktu, Pernikahan Rey dan Ayrin sudah di tetapkan, Dua minggu lagi mereka akan resmi menjadi suami istri.
Waktu cepat berlalu tak terasa pernikahan Rey dan Ayrin akan terjadi dua hari lagi, Memar di wajah Ayrin juga sudah tidak ada lagi, Hari ini Ayrin di temani Mami Puspa datang ke butik terkenal di kota itu untuk fitting gaun pengantin yang terakhir, Gaun pengantin yang melekat di tubuh Ayrin terlihat sangat pas, Ayrin juga terlihat sangat cantik menggunakan gaun itu walaupun tanpa Make up, Rey tak ikut menemani Ayrin fitting gaun pengantin yang terakhir karena ia harus menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum ia cuti untuk bulan madu.
Hari yang di tunggu-tunggu tiba, Hari ini Rey dan Ayrin akan mengucapkan janji suci di Hadapan Tuhan untuk hidup saling mencintai hingga maut memisahkan mereka, Ayrin merasa gugup sedari tadi tangan nya mengeluarkan keringat dingin, Ini memang bukan pernikahan Ayrin yang pertama tapi tetap saja Ayrin merasa gugup.
Papi Arian masuk kedalam Ruangan dimana Ayrin berada, ia datang menjemput Ayrin untuk membawanya ke tempat dimana janji suci akan di ucapkan, dan menyerahkannya kepada Rey, Karena Ayrin sudah tidak memiliki orangtua lagi jadi Papi Arian yang akan menggantikan Ayah Ayrin untuk membawanya ke tempat itu dan menyerahkannya kepada Rey.
"Sayang apa kau merasa gugup" Tanya Papi Arian saat melihat Ayrin terus meremas tangannya.
"Jangan gugup sayang, rileks saja, Tarik nafasmu perlahan agar kau bisa tenang" Papi Arian berbica pelan dengan tangan mengelus rambut Ayrin agar tidak gugup lagi.
"Apa kau merasa sedih karena ayahmu tidak bisa mengantarkanmu ke tempat dimama kau dan Rey akan mengucap janji suci" Tanya Papi Arian lagi saat melihat raut kesedihan di wajah Ayrin.
Seketika air mata yang Ayrin tahan sedari tadi luruh membasahi pipinya saat Papi Arian menanyakan pertanyaan tentang Ayahnya, Ayrin merasa sedih karena di semua pernikahannya ayahnya tidak bisa mengantarkannya menuju tempat dimana janji suci tersebut akan terucap,dan menyerahkannya kepada calon suaminya. Di saat seperti ini Ayrin sangat membutuhkan Ayah dan Ibunya.
__ADS_1
"Jangan bersedih sayang" Menghapus Air mata Ayrin "Walau Ayah kandungmu tidak bisa mengantarkanmu ke Altar masih ada Papi yang mengantikan Ayahmu, karena mulai sekarang Papi akan menjadi Ayahmu jadi jangan pernah bersedih dan merasa sendiri lagi"
"Terimakasih Papi Terimaksih sudah mau menjadi Ayah Ayrin" Ucap Ayrin di sela tangisannya, Papi Arian membawa Ayrin kedalam pelukannya, Pelukan seorang Ayah yang akan mengantarkan Anaknya ke jenjang pernikahan.
Papi Arian melepaskan pelukannya saat petugas wedding organizer masuk kedalam ruangan pengantin Ayrin memberi tahu jika sudah saatnya mereka memasuki Ruang pernikahan. Papi Arian membantu Ayrin untuk berdiri, ia membawa tangan Ayrin untuk melingkar di lengannya Papi Arian mengelus tangan Ayrin sebentar agar Ayrin rileks sebelum memasuki Ruang pernikahan.
Pintu terbuka Ayrin memasuki Ruangan pernikahan dengan di antarkan Papi Arian, Melangkahkan kaki nya menuju tempat dimana Rey berada, Ayrin tak henti-henti nya tersenyum melihat laki-laki yang sudah menunggunya di ujung sana, Alunan-alunan musik piano mengiringi langkah Ayrin, Rey menangis haru saat melihat Ayrin berjalan menuju arahnya dengan di dampingi oleh Papi nya, Rey tidak menyangka jika wanita cantik dan baik hati yang ia lihat satu tahun lalu saat di lampu merah sebentar lagi akan menjadi istrinya. Rey sungguh tidak menyangka jika takdir Tuhan lebih indah dari rencananya.
Ayrin sampai di depan Rey, Rey mengulurkan tangan menerima tangan Ayrin yang di serahkan oleh Papinya, Papi Arian menggenggam tangan Rey dan Ayrin.
"Aku serahkan Putriku kepadamu, Jaga ia baik-baik, jangan pernah membuatnya menangis dan Jangan pernah menyakitinya walau hanya sekalipun" Pesan Papi Arian kepada Rey sebelum ia meninggalkan tempat dana Rey dan Ayrin berada dan kembali duduk di samping istrinya kemudian tangannya membawa Mami Puspa kedalam pelukannya, Mami Puspa menangis dalam pekukan suaminya ia merasa bahagia anaknya sebentar lagi akan nenikah.
Serangkaian prosesi telah mereka lalui, Kini Rey dan Ayrin sudah Resmi menjadi pasangan suami istri, Rey mencium kening Ayrin saat mereka sudah sah menjadi suami istri.
Di samping mereka Mami Puspa dan Papi Arian saling berpelukan dan menangis haru, Anak semata wayangnya kini sudah menikah dengan wanita yang begitu sangat mencintai anaknya dan dicintai anaknya, Mami Puspa mengucapkan banyak terimakasih kepada Tuhan karena telah memberikan anaknya kebahagiaan, Bagi seorang Ibu tiada hal yang lebih membahagiakan selain melihat anaknya bahagia.
__ADS_1
...Akhirnya apa yang di nantikan kita semua tercapai sudah,Beri Author dukungan ya biar semangat nulisnya, Terimakasih😇...