GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 68


__ADS_3

Waktu cepat berlalu tak terasa kandungan Ayrin kini sudah memasuki usia sembilan bulan mendekati hari kelahiran Twins, Sudah banyak hal yang di lalui Ayrin dalam menjalani masa kehamilan, Prediksi Docter yang mengatakan jika kandungan Ayrin akan baik-baik saja walau keadaan rahimnya rusak ternyata salah, Semakin membesar kandungan Ayrin semakin membuat kandungan Ayrin dalam bahaya, Tak jarang Ayrin mengalami pendarahan kala ia terlalu lama berjalan, Setiap kali pendarahan terjadi Ayrin akan menangis meraung-meraung menyalahkan dirinya padahal Ayrin hanya berjalan kekamar mandi saja. Untungnya Rey selalu menenangkannya Rey selalu mengatakan jika itu bukan salah nya.


Rey selalu menjadi suami yang siaga yang selalu ada saat istrinya membutuhkannya, Rey jarang masuk kantor karena kondisi kandungan Ayrin yang semakin membesar semakin membutuhkan perhatiannyanya, Rey menyerahkan semua urusan Kantor kepada Zayn tapi jika ada pekerjaan kantor yang mengharuskan ia datang Rey akan menitipkan istrinya pada Mami nya, Mami Puspa dengan senang hati menjaga menantunya kala anaknya pergi. Mami puspa banyak memberikan pesan dan dukungan untuk Ayrin agar kuat menjalani semuanya, Mami Puspa juga berpesan agar Ayrin lebih bisa tenang saat mengalami pendarahan agar kedua anak-anak nya ikut tenang.


Berkat Dokter ahli yang Rey datangkan dari Negara X kandungan Ayrin semakin membaik, Ayrin sudah tidak pernah mengalami pendarahan lagi tapi Dokter tetap menganjurkan agar Ayrin banyak istirahat, Rey dan Ayrin sudah tidak sabar menantikan kelahiran kedua anaknya setiap hari Rey tidak pernah apsen untuk mengajak kedua anaknya berbicara, Karena bagi Rey mengajak kedua anak nya yang masih dalam kandungan berbicara adalah suatu kebahagiaan yang tidak bisa ia ulangi ketika anak-anak nya sudah lahir ke dunia.


"Sayang apa kau yakin tidak ingin mengetahui jenis kelamin anak-anak kita" Tanya Ayrin pada Rey karena setiap kali melakukan USG Rey tidak pernah ingin mengetahui jenis kelamin anak-anak nya, Rey berkata laki-laki atau perempun tidak masalah mereka tetap anaknya.


"Tidak sayang biarkan saja menjadi kejutan, mau laki-laki atau perempuan aku tidak masalah yang terpenting mereka sehat dan kau juga sehat" Jawab Rey masih asik bermain dengan perut Ayrin.


"Tapi kita belum menyiapkan apa-apa untuk anak-anak kita karena kita tidak tau jenis kelamin anak-anak kita" Ya Rey dan Ayrin memang belum menyiapkan apa-apa di rumah karena memang mereka belum mengetahui jenis kelamin anak-anak nya.


"Kau tenang saja sayang,, Semua sudah aku urus semua keperluan untuk anak-anak kita laki-laki atau perempuan saat mereka lahir nanti semua sudah siap" Ternyata diam-diam Rey sudah menyiapkan keperluan untuk anak-anak nya tanpa sepengetahuan Ayrin, Rey bukan hanya menyiapkan satu atau dua potong baju saja untuk anaknya tapi Rey membelikan Perusahaan Pakian terkenal yang memproduksi baju-baju bayi dan kepereluan bayi lain untuk kedua anaknya.


Rey sengaja tidak memberi tahu Ayrin karena Rey tau Ayrin pasti tidak setuju, Rey melakukan ini karena rasa sayangnya terhadap anak-anak nya, Rey ingin memberikan semua yang terbaik untuk anak-anaknya.


"Benarkah sayang? Kenapa aku tidak tau? Lalu kau letakan dimana barang-barang itu?" Tanya Ayrin drngan binar bahagia , ia tak tau jika ternyata Rey sudah menyiapkan semuanya, Awalnya Ayrin sempat khawatir karena belum menyiapkan apa-apa untuk calon anak-anaknya saat sudah lahir nanti tapi ternyata Rey sudah menyiapkan semuanya.

__ADS_1


"Sudah sayang kau tidak perlu memikirkan aku letakan dimana barang-barang itu yang jelas semua keperluan Twins nanti sudah aku siapkan bahkan sampai Twins umur 10 tahun juga sudah aku siapkan" Jawab Rey yang kini sudah tidur di samping Ayrin.


"Benarkah" Ayrin begitu bahagia "Sayang kalian dengarkan apa yang Daddy kalian ucapkan tadi, Kalian tau Daddy kalian begitu sangat menyayangi kalian" Ayrin mengelus perut yang sudah membesar dan elusannya mendapat respon dari anak-anaknya, Anak-anak dalam perut Ayrin bergerak Aktif merasakan elusan tangan Mommy nya.


"Sayang lihat mereka bergerak, Mereka mendengar apa yang aku katakan" Ucap Ayrin bahagia.


Rey langsung ikut meletakkan tangannya di perut Ayrin, Rey merasakan tendangan-tendangan yang di ciptakan kedua anaknya, Rey dan Ayrin tertawa bersama bercanda dengan anak-anak nya hingga Ayrin kelelahan dan tertidur, Rey mencium perut Ayrin sebelum ia menutup kembali baju yang ia singkap tadi setelah itu Rey memeluk Ayrin dan ikut menyusul Ayrin ke alam mimpi.


Pagi hari Zayn menguhubungi Rey memberitahukan jika Rey harus terbang ke Eropa Karena perusahaan yang disana terjadi masalah yang cukup besar yang mengharuskan Rey datang ke sana dan tidak bisa diwakilkan. Ayrin membuka matanya karena mendengar suara Rey.


"Atur semuanya Zayn, hubungi aku jika semuanya sudah siap" Rey mengahiri pembicaraannya dengan Zayn saat melihat Ayrin membuka matanya.


"Terjadi masalah yang cukup besar di Perusahaan yang ada si Eropa dan mengharuskan aku terbang kesana" Ucap Rey dengan wajah bingung, Di satu sisi Rey menghawatirkan kandungan istrinya yang sudah mendekati hari melahirkan tapi disisi lain Ratusan karyawan yang bergantung pada Perusahaannya akan terancam tidak memiliki pekerjaan.


"Sayang pergilah banyak karyawan yang bergantung padamu, kasian jika mereka tidak memiliki pekerjaan, Jangan khawatir aku disini akan baik-baik saja" Ucap Ayrin meyakinkan Rey agar tidak khawatir kepadanya.


"Tapi aku tidak akan tenang meninggalkanmu sendirian sayang"

__ADS_1


"Sayang aku tidak sendirian ada Mami yang akan menemaniku, pergilah jangan khawatir" Bujuk Ayrin.


"Baiklah aku akan mengantarkanmu ke rumah Mami, kau akan tinggal di sana selama aku tidak ada, Aku akan berusaha secepat mungkin menyelesaikan masalah yang terjadi" Kahirnya mau tak mau Rey harus terbang ke Eropa karena banyak karyawan yang bergantung pada Perusahaannya.


Rey mengantarkan Ayrin sebelum ia dan Zayn terbang ke Eropa, sampai di rumah Utama Mami Puspa membatu Ayrin turun dari mobil dengan hati-hati lalu membawanya duduk di sofa di ikuti Rey dari belakang.


"Berapa lama kau akan disana Rey" Tanya Papi Arian yang duduk di samping istrinya.


"Perkiraan sekitar 2 minggu atau lebih, Tapi Rey akan berusaha secepat mungkin menyelesaiakn semuanya"


"Hati-hati disana dan fokuslah menyelesaikan masalahnya, Jangan menghawatirkan istrimu Mami dan Papi akan menjaganya dengan baik" Pesan Papi Arian pada Putranya.


"Terimakasih Papi Mami" Rey mendekat pada istrinya ia berjongkok di depan perut Ayrin, Rey mengecup berkali-kali perut istrinya ia seperti enggan meninggalkan istri dan anak-anaknya.


"Sayang Daddy akan pergi sebentar, Kalian jangan memembuat Mommy kalian susah, Jangan lahir sebelum Daddy kembali sayang, dan jaga Mommy kalain baik-baik oke" Pesan Rey pada kedua anaknya, dan mereka merespon dengan menendang-nendang perut Ayrin.


"Anak pintar" Rey kembali menciumi perut Ayrin, Mami Puspa dan Papi Arian ikut tersenyum melihat pemandanagn itu.

__ADS_1


Rey memeluk Ayrin lama menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya yang tidak akan ia rasakan selama 2 minggu kedepan, Ayrin sendiri sudah menangis dalam pelukan suaminya bagaimana pun juga ini kali pertama Rey meninggalkannya saat hamil, Setelah menenangkan istrinya akhirnya Rey dan Zayn terbang ke Eropa.


Semoga saja kebahagian selalu menyertai keluarga mereka dan semoga saja Twins tidak lahir saat Daddynya sedang pergiπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2