GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 51


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Mami Puspa datang ke Rumah sakit, Tanpa mengetuk pintu Mami Puspa langsung masuk kedalam Ruangan Ayrin, Langkah nya terhenti saat melihat pemandangan di depannya Ayrin dan Rey masih tidur dengan nyenyaknya sambil menggenggam fangan Ayrin, Mami Puspa menutup pintu dengan pelan agar tak membangunkan mereka yang sedang tidur, Berjalan dengan sangat pelan sehingga tak menimbulkan suara.


Mami Puspa menatap dua orang yang tengah tertidur pulas di depannya, Mami Puspa merasa bahagia akhirnya anak nya menemukan kebahagiaannya, Mami Puspa meletakkan kotak makan dan paper bag yang ia bawa di atas meja yang tersedia di ruangan itu, Kemudian Mami Puspa mendudukan dirinya di sofa dan bermain ponsel menunggu Rey dan Ayrin bangun, Mami Puspa enggan membangunkan mereka berdua.


Jam menunjukan pukul 08:30 pagi Rey bangun terlebih dahulu, Rey melihat Ayrin masih tidur dengan nyenyaknya perlahan Rey bangkit dari duduknya, Saat matanya menangkap keberadaan Mami nya Mami Puspa langsung mengangkat telunjuknya di depan mulut menyuruh Rey untuk tidak bersuara agar tidak membangunkan Ayrin, Rey berjalan menghampiri Mami nya.


"Mami sudah lama ada disini?" Tanya Rey saat sudah mendudukan dirinya di samping Mami nya.


"Sudah dari jam 6 tadi Mami disini" Mami Puspa menjawab pertanyaan Rey dengan sangat santai.


"Kenapa Mami tidak membangunkanku?"


"Kalian tidur dengan sangat nyenyak, Mami tidak tega membangunkan kalian"


"Tapi...."


"Sudahlah Rey Mami tidak apa-apa, Lebih baik sekarang kamu mandi, Mami sudah membawakan baju ganti untukmu" Tunjuk Mami Puspa pada paper bag yang ada di samping Rey.


"Baiklah Mi" Bangun dari duduknya mengambil paper bag dan berjalan ke arah kamar mandi, Namun niatnya ia urungkan saat melihat Ayrin menggerakan badannya seperti mau terbangun, Rey dengan cepat berjalan menghampiri Ayrin.


Ayrin bangun dari tidurnya karena mendengar suara orang mengobrol, Rey adalah orang pertama yang ia lihat saat membuka matanya, Ayrin menampilkan senyum termanisnya saat melihat Rey.


"Sayang kau sudah bangun" Tanya Rey.


"Hmmm" Ayrin menganggukkan kepalanya.


Mami puspa berjalan mendekati ranjang Ayrin, Ayrin tidak mengetahui jika Mami Puspa ada di ruangan itu karena sedari ia membuka mata ia hanya melihat Rey saja.


"Sayang apa kau sudah merasa baikan" Tanya Mami Puspa setelah sampai di samping Rey.


"Mami...,.Mami disini?, Kapan Mami sampai disini?" Kaget Ayrin melihat Mami Puspa ada di ruangnnya.


"Mami sudah disini dari jam 6 pagi dan Mami menunggu kita sampai kita bangun" Bukan Mami Puspa yang menjawab pertanyaan Ayrin tapi Rey.


"Maaf Mami karena sudah membuat Mami menunggu kami bangun" Ayrin meminta maaf dengan penuh rasa bersalah.


"Sudah sayang tidak apa-apa, Bagaimana keadaanmu sayang, Apa sudah merasa baikan" Mami Puspa mengulang pertanyaannya tadi.

__ADS_1


"Ayrin sudah merasa baikan Mi"


"Syukurlah jika begitu, Ayo sayang Mami akan membantumu membersihkan diri, Dan kau Rey cepatlah mandi setelah itu kalian sarapan bersama"


"Iya Mi.." Jawab Rey dan Ayrin bersamaan.


Setelah Rey masuk kedalam kamar mandi, Mami Puspa mulai membantu Ayrin membersihkan diri, Mami Puspa begitu hati-hati dan penuh kelembutan membersihkan tubuh Ayrin, Mami Puspa memperlakukan Ayrin bak putri kandungnya sendiri, Ayrin sendiri begitu menikmati semua kelembutan yang Mami Puspa berikan, Ayrin merasa seperti memiliki ibu kandung sendiri.


Setelah mereka selesai membersihkan diri, mereka langsung memakan sarapan yang telah siapkan oleh Mami puspa, Mami Puspa dengan telaten menyuapi Ayrin. Setelah mereka selesai sarapan Mamai Puspa pamit pulang karena ia ada urusan lain.


Siang hari Sella datang berkunjung ke Rumah Sakit dengan di antar Dewa adik laki-laki nya, Sella tidak bisa mengendarai mobilnya sendiri karena tangannya terluka akibat kejadian kemarin.


"Ayrin apa kau baik-baik saja?, Lukamu banyak sekali Rin, Maaf aku tidak bisa melindungimu" Ucap Sella setelah melihat keadaan Ayrin.


"Aku baik-baik saja, Jangan menyalahkan dirimu ini bukan salah mu"


"Tapi tetap saja karena aku yang mengajakmu ke Cafe itu kamu jadi seperti ini"


"Sudah jangan sedih, Sungguh aku tidak apa-apa"


"Kakak apa ini sakit" Tanya Dewa yang sudah mengangkat tangannya ingin menyentuh pipi Ayrin tapi ia urungkan saat mendapat tatapan membunuh dari Reynan.


"Ekhem.." Rey berdehem menyadarkan tiga orang yang asik mengobrol bahwa ia juga ada disitu..


"Tuan..." Sella mengangguk hormat.


Rey berdiri di samping ranjang Ayrin dan mnegelus kepala Ayrin "Kau ambilah cuti sampai tanganmu sudah kembali normal, Perusahaan akan tetap memberimu gaji saat kau cuti" Ucap Rey pada Sella.


"Baik Tuan terimakasih"


Rey terus menatap tajam Dewa karena sedari tadi Dewa memengang tangan Ayrin bahkan Dewa juga mengelusnya, Dewa sengaja melakukan itu agar membuat Rey kesal, Dewa tau Rey adalah orang yang pencemburu dari kakak nya Sella, Karena itulah Dewa sengaja membuat Rey cemburu dan kesal.


"Lepaskan tanganmu jangan menyentuhnya" Protes Rey yang masih bisa mengontrol suaranya.


"Memang kenapa aku hanya menyentuhnya saja tidak menyakitinya" Menempelkan tangan Ayrin ke pipinya.


"Aku bilang lepaskan jangan menempelkan tangannya di pipimu" Rey berusaha melepas tangan Ayrin yang di tempelkan di pipi Dewa.

__ADS_1


"Dasar posesif" ucap Dewa saat ia melepaskan tangan Ayrin.


"Apa kau bilang"


"Apa Tuan tidak dengar apa yang aku katakan posesif P O S E S I F" Dewa mengeja kaliamatnya satu persatu dan hal itu membuat Rey semakin kesal.


"Berani sekali kau mengataiku seperti itu" Tangannya sudah terangkat ingin memukul kepala Dewa tapi di tahan Ayrin.


"Rey sudah" Menurunkan tangan Rey dan menggenggamnya.


Sedari tadi Ayrin hanya tertawa melihat kelakuan dua pria di depannya yang tengah berdebat, Sedangkan Sella sudah merasa geram dengan kelakuan adik nya ini,


"Aww aww sakit ka" Jerit Dewa kesakitan saat Sella mencubitnya.


"Kau itu bisa diam tidak"


"Aku kan hanya....." Kata-katanya terhenti saat melihat kakak nya melotot seram.


"Hehehe Ampun ka" Dewa mengangkat tangannya ke atas.


Setelah mengobrol cukup lama Sella dan Dewa pamit pulang karena Ayrin harus istirahat, Di dalam mobil Sella tak henti-hentinya memarahi Dewa karena kelakuannya di Rumah Sakit tadi.


"Kakak..Apa kakak tidak capek dari tadi mengomel terus, Rasanya kupingku sudah panas mendengar omelan kakak" Tanya Dewa karena sedari tadi kakak perempuannya ini tak berhenti mengomel.


"Kau ini ya.." Sella menjambak rambut adiknya kuat.


"Kakak sakit kak, Jangan menarik rambutku, Rambutku bisa rontok"


"Biar saja rambutmu rontok, Tidak usah punya rambut sekalian lebih bagus" Ucap Sella bersungut-sungut.


"Kak yang aku katakan pada Tuan Rey kan memang benar jika dia itu Posesif kenapa kakak memarahiku?"


"Tapi tidak seharusnya kau berbicara seperti itu....ah sudahlah kau jangan pernah ulangi kelakuanmu tadi di depan Tuan Rey" Kata Sella mengahiri perdebatannya.


"kalau nanti kakak punya kekasih jangan yang Posesif seperti tuan Rey ya"


"Memangnya kenapa"

__ADS_1


"Nanti aku tidak bisa bebas memeluk kakak" Jawab Dewa yang langsung memeluk kakaknya, Kebetulan mobil yang mereka kendarai sedang berhenti di lampu merah, Setelah itu mereka tertawa bersama dan kembali melanjutkan perjalanan mereka. Begitulah hubungan kakak beradik yang saling menyayangi itu.


...Jangan pada bosen nungguin kelanjutan cerita Rey dan Ayrin ya😊...


__ADS_2