
Menikah adalah hal yang di inginkan semua wanita, Namun tidak untuk Ayrin, Mendengar kata Menikah saja sudah membuat ia bergetar ketakutan, Trauma masalalunya memang sudah hilang namun Kata Menikah masih membuat Ayrin ketakutan, Ya takut akan kembali gagal dan terbuang.
"Ayo kita Menikah Ay" Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Rey mengajak nya menikah membuat Ayrin terkejut.
"Me..me..menikah" Suaranya tercekat saat mendengar kata menikah bahkan hanya untuk mengucapkan satu kalimat saja sungguh susah.
"Iya kita menikah, Kenapa terkejut seperti itu?, Bukankah tujuan kita menjalin hubungan untuk menikah?"
Semakin terejut saja Ayrin mendengar semua ucapan Rey, Badannya bergetar hebat ingatannya kembali saat ia di buang dan di campakan, Meremas jari-jari nya kuat Ayrin mencoba menutupi ketakutannya.
"Kenapa diam?, Apa kau tidak mau Menikah denganku?" Tuding Rey melihat tingkah Ayrin yang aneh.
"A..a..aku"
"Jadi kau benar-benar tidak mau Menikah denganku" Suara Rey memotong ucapan Ayrin. Dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak Rey menatap tajam Ayrin.
"Lalu untuk apa kau dan aku menjalin hubungan?, Apa selama ini hanya aku yang Menginginkan sebuah Pernikahan?, Apa hanya aku juga yang mencintaimu" Rey sudah tidak bisa lagi menahan gemuruh di hatinya, wanita yang ia cintai tidak mau menikah dengannya.
__ADS_1
Ayrin sungguh tidak menyangka jika tujuan Rey membawanya ke sebuah Restoran terkenal adalah untuk melamarnya, Selama ini Ayrin tak pernah berfikir jika hubungannya dan Rey akan berlanjut ke tahap Pernikahan, Menyadari kekurangannya membuat Ayrin tak berani memikirkan sebuah pernikahan, Lebih tepatnya ia Takut, Ayrin tak tau apa yang harus ia jawab dari ajakan Rey untuk menikah, Haruskah ia jujur tentang kondisinya?,
"Jadi selama ini sia sia saja aku berharap banyak pada hubungan kita?" Ucap Rey sendu menarik ujung bibirnya ke atas.
"Bu..bukan begitu Rey" Ayrin membuka suaranya.
"Lalu apa lagi, Kau memang tidak pernah mencintaiku bukan?" Rey terus menuduh Ayrin tanpa ia ketahui jika Ayrin sedang menahan takutnya, Air matanya pun hampir keluar namun Rey tak menyadari.
"Aku takut mengecewakanmu" Luruh sudah Air mata Ayrin yang di tahannya sedari tadi.
Rey diam mematung melihat wanita yang di cintainya menangis, ia ingin mendengar kata selanjutnya yang akan di ucapkan Ayrin. Untung saja mereka berada di ruang VIP Restoran itu yang sengaja Rey pesan untuk mereka berdua.
"Apa maksudmu" Ucap Rey yang belum mengerti maksud ucapan Ayrin.
"Aku sudah pernah menikah, Bahkan sudah dua kali dan dua dua nya tidak ada yang bisa aku pertahankan, Dua dua nya juga meninggalkan ku dengan alasan yang sama" Ayrin berbicara dengan menatap mata Rey.
"Kau tau apa alasan mereka meninggalkanku?" Tanya Ayrin pada Rey.
__ADS_1
"Mereka menghianatimu" Rey menjawab yakin.
"Ya kau benar mereka menghianatiku,, Tapi pakah kau tau alasan mereka menghianatiku?" Diam "Aku tidak bisa memberikan mereka keturunan, Aku wanita mandul yang tidak bisa melahirkan keturunan untuk mereka" Semakin deras Air mata yang keluar dari mata Ayrin saat ia mengatakan semuanya kepada Rey.
Sedangkan Rey sangat syok mendengar semua ucapan Ayrin, ia tidak menyangka jika Ayrin bukanlah wanita yang sempurna, Selama ini ia memang tidak mengetahui alasan perceraian Ayrin karena dari informasi yang ia baca juga tidak sebutkan apa yang Ayrin ucapkan tadi.
Melihat keterdiaman Rey setelah mendengar perkataannya membuat Ayrin menyadari jika hal ini pasti akan terjadi, Rey tidak akan menerimanya memang siapa yang mau dengan wanita seperti dirinya ini.
Tiba-tiba dadanya terasa sangat sesak saat Rey tidak juga merespon ucapannya tadi, Dengan menahan rasa sesak Ayrin mencoba kembali berbicara.
"Kau berhak untuk bahagia dengan wanita yang sempurna Rey, Aku tau kau merasa kecewa denganku karena tidak memberitahukanmu masalah ini sedari awal, Maaf atas kesalahanku, Maaf aku membuatmu kecewa, Maaf aku telah membuatmu berharap, Maaf aku telah menghancurkan harapanmu" Seberapapun kuat Ayrin menahan Air matanya agar tak keluar saat ia mengatakan kalimat-kalimat yang juga menyayat hatinya namun sia-sia saja Air mata nya malah semakin mengalir deras bersamaan dengan setiap kata yang ia ucapkan aplagi saat mata nya melihat Rey yang tak ada reaksi apapun.
Dalam lubuk hatinya yang paling dalam Ayrin menginginkan jika Rey bisa menerimanya karena ia juga sangat mencinta Rey, Namun ia tak berani menunjukan harapannya itu di depan Rey, ia menyadari bahwa itu adalah hal yang tidak mungkin, ia berfikir jika Rey pasti tidak akan menerimanya dan kekuarganya pasti juga tidak akan menerimanya, Keluarga yang paling di segani dan di hormati di kota tempatnya tinggal mana mau memiliki menantu yang tidak bisa melahirkan ketururan mereka, Ayrin kembali mengubur harapanya dalam-dalam.
Rey berdiri dari duduknya, ia menatap Ayrin dengan wajah yang tidak bisa di tebak, Ayrin memberanikan diri menatap Rey mungkin saja ini akan menjadi yang terakhir kali ia bisa menatap Rey dengan dekat.
"Pergilah..........
__ADS_1
...Author ga kuat mau lanjut nulis😭, di terusin nanti aja ya, JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YA TERIMAKASIH😊...