GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
happiness 23


__ADS_3

Ayrin duduk di atas brankar Aarash dan Albiyan duduk di kursi yang ada di samping brankar sedangkan Aylen duduk di samping Ayrin, Tadi setelah Ayrin tenang Rey meminta anak-anak untuk menemani Aylen sedangkan ia sendiri berjaga di ICU.


Berkali-kali Ayrin menghapus Air mata yang mengalir di pipi nya, Ayrin menetralkan suaranya sebelum ia berbicara, "Mommy tidak bisa jika harus kehilangan salah satu dari kalian" Baru mengucapkan satu kalimat hati Ayrin terasa sakit.


"Kalian mau dengar cerita bagaimana Mommy dan Daddy memiliki kalian?" Tanya Ayrin sendu yang di angguki anak-anak.


Belum menceritakan bagaimana dia dan Rey memiliki mereka Ayrin sudah merasakan perih mengingat perjuangan mereka dulu terutama Ayrin yang dua kali di khianati Bima dan Dava.


"Dulu sebelum bertemu dan menikah dengan Daddy kalain Mommy sudah pernah menikah dua kali dan dua-dua nya gagal" Ayrin menjeda ucapan nya sejenak untuk mengatur nafasnya yang sedikit sesak.


"Dua-dua nya Menggoreskan Luka yang sama, Dulu Mommy di vonis akan sulit memiliki anak, Karena itulah dua laki-laki yang menikahi Mommy dulu meninggalkan Mommy dengan alasan yang sama karena Mommy tidak bisa memiliki anak dan mereka mencari wanita lain dan membuang Mommy" Lanjut Ayrin.


Jika mengingat masalalu dimana ia di buang dan di campakan karena ia tidak bisa memberikan anak rasanya sakit sekali, Mengingat bagaimana ia menangis meraung setelah mendengar putusan pengadilan sungguh sangat-sangat menyakitkan, Hal yang membuat ia memikirkan untuk tidak menjalin hubungan dengan siapapun sebelum ia bertemu Rey.


Aarash dan Albiyan menggepalkan tangan nya erat mendengarkan cerita Ayrin, Ia merasa marah setelah mendengar cerita itu bagaimana dua laki-laki dulu meninggalkan Mommy nya hanya karena tidak bisa memiliki anak nyatanya sekarang ada dirinya dan adik nya di dunia ini, Mereka memikirkan hal sama mereka akan mencari tau siapa dua laki-laki brengsek itu nanti.


Ayrin membawa tangan Aarash dan Albiyan dalam genggaman nya, Ayrin menepuk pelan tangan kedua anak laki-laki nya seolah mengatakan itu masalalu sayang semua sudah terlewati.

__ADS_1


"Dulu setelah Mommy bercerai untuk yang kedua kalinya karena alasan yang sama Mommy sempat berfikir untuk tidak menjalin hubungan atau menikah dengan siapapun Mommy takut jika nantinya Mommy akan di buang lagi, Namun Daddy kalian berhasil meyakinkan Mommy jika Daddy kalian tidak akan meninggalkan Mommy setelah Mommy menceritakan kekurangan Mommy" Ayrin mengatur nafasnya untuk kembali menceritakan perjalanan mereka berdua untuk mendapatkan anak-anak.


"Setelah Daddy berhasil meyakinkan Mommy kami memutuskan menikah, Namun sebelum menikah satu kejadian terjadi dengan Mommy, Mommy di culik dan di siksa oleh orang yang sudah Daddy sakiti hatinya , Mommy mendapat luka cukup parah di bagian perut Mommy hingga mengakibatkan rahim Mommy rusak dan dokter memvonis Mommy tidak akan bisa memiliki anak, Jika sebelumnya Mommy masih memiliki harapan sedikit untuk memiliki anak namun pada saat itu Mommy benar-benar hancur karena harapan Mommy hilang untuk memiliki anak dan Daddy kalian pun menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga Mommy dan karena hal itulah pertama kali mengetauhi kekurangan Daddy yang juga tidak bisa memiliki anak dan karena hal itu juga lah Tante Vania kekasih Daddy dulu meninggalkan Daddy"


Anak-anak memperhatikan dengan seksama cerita Ayrin, Mereka tidak menyangka jika Mommy dan Daddy mereka memiliki masalalu yang begitu menyakitkan karena selama ini baik Rey maupun Ayrin tidak pernah menceritakan masalalu mereka kepada anak-anak.


"Sampai akhirnya kami menikah dengan kekurangan masing, Setengah tahun menikah akhirnya anugrah itu datang kepada kami Mommy positif hamil" Saat mengatakan kata hamil air mata Ayrin mengalir tiba-tiba, "Daddy sampai tidak percaya jika Mommy hamil begitupun dengan Mommy karena kami tau jika kami tidak bisa memiliki anak namun Tuhan menunjukan kuasanya, Namun lagi-lagi kami di uji selama kehamilan Mommy sering kali pendarahan karena rahim Mommy yang rusak namun kami berhasil melewati itu semua sampai lahirlah kalian berdua" Yang di maksut Ayrin asalah Aarash dan Aaresh.


"Begitupun dengan Aylen, Saat Aarash dan Aareah umur 5 tahun Tuhan kembali menunjukan kuasanya memberikan kami satu anak lagi, Mommy possitif hamil namun di kehamilan Mommy yang kedua pendarahan yang Mommy alamai cukup parah sampai dokter mengusulkan untuk tidak mempertahankan janin dalam kandungan Mommy karena biaa membahayakan nyawa ibu dan janin, Namun Mommy kekeh mempertahankan anak Mommy walau Mommy harus merasakan sakit yang luar biasa sampai pada akhirnya Aylen lahir dan rahim Mommy di angkat" Aylen menangis sembari memeluk Ayrin saat mendengar perjuangan Ayrin mengandung dan melahirkan nya, Ayrin mengelus tangan Aylen yang melingkar di perut nya


"Karena itu Mommy tidak bisa jika harus kehilangan salah satu dari kalian, Kalian adalah kehidupan Mommy jika salah satu dari kalian hilang maka bagian dari diri Mommy ikut menghilang juga" Ucap Ayrin lirih Aarash dan Albiyan bangkit dari duduk nya dan langsung memeluk Ayrin.


"Kami janji tidak akan meninggalkan Mommy begitupun Aaresh, Aarash yakin Aaresh akan kembali Mom" Aarash berkata setelah memeluk Ayrin.


"Terimakasih karena Mommy dan Daddy sudah mau menjadi orangtua Albiyan dan menyayangi Albiyan dengan Tulus seperti anak kandung Mommy" Ucap Albiyan, Tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam Albiyan begitu menyayangi Rey dan Ayrin.


"Jangan berbicara seperti itu Mommy tidak suka mendengar nya, Kau anak Mommy nama Victory ada di belakang namamu jadi kau adalah bagian dari hidup Mommy nak" Ucap Ayrin tidak suka jika Albiyan menyebutkan jika ia bukan lah anak kandung Ayrin, ALBIYAN AUSTIN VICTORY adalah nama yang di berikan Ayrin dan Rey untuk Albiyan.

__ADS_1


"Terimakasih Mommy atas perjuangan Mommy untuk mengandung dan melahirkan Aylen" Ucapan terimakasih yang tulus Aylen ucapkan untuk Ayrin atas segala perjuangannya.


Mereka berempat kembali berpelukan, Ayrin merasa sedikit lega karena sudah menceritakan bagaimana perjalanan dirinya dan Rey selama ini, Ayrin berharap setelah ia menceritakan semua nya setelah ini mereka akan berhati-hati dalam melakukan apapun .


Mereka di kagetkan dengan suara pintu yang di buka kasar yang di lakukan Rey, Dengan wajah panik dan takut Rey masuk kedalam ia berjalan mendekati Ayrin, Ayrin menatap Rey bingung tuba-tiba perasaan nya merasa tak enak.


Rey memegang pundak Ayrin menghadapkan Ayrin kepadanya sebelum ia berbicara, "Aku tau kau akan sakit mendengar kabar ini tapi aku mohon berjanjilah untuk mengendalikan dirimu" Perintah Rey penuh penekanan yang di angguki Ayrin.


"Aaresh semakin kritis, Denyut jantung nya melemah kita akan membawa Aaresh ke Amerika untuk mendapatkan pengobatan disana setelah kondisi nya stabil" Air mata langsung membanjiri pipi Ayrin begitupun dengan Aarash Albiyan dan Aylen, Mereka bertiga langsung berlari keluar menuju ruang ICU.


Rey memeluk Ayrin yang menangis tergugu memberikan kekuatan untuk nya agar tetap kuat, Ingin rasanya Rey juga menangis sama seperti Ayrin karena tak di pungkiri ia pun merasakan sakit yang luar biasa mendengar kabar Aaresh namun ia harus tetap kuat agar biaa menjadi pelindung mereka.


Rey membawa Ayrin ke ruang ICU disana mereka semua menunggu di depan Ruang ICU, Mereka tetap tidak di izinkan masuk untuk melihat keadaan Aaresh, Nyonya Puspa sudah menghubungi Bibi Sam untuk menyiapkan keperluan Rey dan anak-anak untuk di bawa ke Amerika, Mereka pun akan membawa Bibi Sam bersama mereka untuk menjaga anak-anak nantinya disana.


Zayn menerima telfon dari anak buah yang ia utus untuk mencari tau dalang dari semua ini, Mereka menemukan siapa dalang dari semua ini mereka juga sudah membawa mereka ke ruang bawah tanah di rumah yang di khususkan Rey untuk memberi pelajaran untuk orang-orang yang sudah mengganggu keluarganya.


Zayn mendekati Rey dan membisikan sesuatu, Darah Rey langsung mendidih mengetahui siapa dalang di babalik semua ini, Wajah nya berubah keras tangan nya mengepal namun ia langsung merubah rayt wajah nya saat Ayrin menatapnya, Rey akan menemui orang itu setelah keadaan Aaresh membaik dan sebelum mereka ke Amerika.

__ADS_1


__ADS_2