
Sampai di rumah Rey menggendong Ayrin turun dari mobil, Masih terdengar isakan yang keluar dari mulut istrinya, Rey membaringkan Ayrin hati-hati di atas ranjang tangannya menghapus bekas air mata yang keluar dari mata istrinya.
"Sudah sayang jangan menangis lagi, Nanti Twins ikut sedih" Ucap Rey mengelus perut Ayrin.
"Maaf karena aku tidak menuruti kata-katamu" Ayrin menyalahkan dirinya sendiri, Air mata yang tadi sudah berhenti mengalir kini mengalir kembali.
"Ssttt tidak sayang ini bukan salahmu, aku tau bagaimana keinginan ibu hamil, ini salah ku seharusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian" Tangan Rey menghapus air mata istrinya yang terus mengalir.
"Seharusnya aku mendengarkan kata-katamu untuk tidak pergi kemanapun dengan begitu aku tidak akan bertemu dengannya, Aku takut terjadi sesuatu dengan Twins"
Rey langsung memeluk Ayrin yang masih saja menyalahkan dirinya sendiri "Sudah sayang ini bukan salahmu, berhentilah menangis jadikan ini sebagai pelajaran agar kedepannya kau lebih bisa memilih mana yang terbaik untuk Twins dan tidak membahayakan Twins" Rey berkata bijak agar istrinya tidak menyalahkan dirinya sendiri.
Ayrin mengangguk dalam pekukan suaminya, ia menyesali apa yang telah terjadi, karena ke egoisannya ia hampir membuat Twins dalam bahaya, Jika saja Rey tidak datang di waktu yang tepat ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan Twins karena Dava ingin menariknya tadi.
"Sayang apa yang akan kau lakukan dengan Dava" Tanya Ayrin yang sudah tenang dan berhenti menangis.
"Aku akan memberikannya pelajaran yang bisa dia ingat seumur hudupnya" Jawab Rey yang sudah mengepalkan tangannya di balik punggung Ayrin.
"Jangan melukainya lagi sayang, Mami pernah bilang apa saja yang kita lakukan atau kita bicarakan anak kita bisa mendengarnya, Kata Mami kita harus memberikan contoh hal-hal yang baik untuk anak-anak kita, jika kita menanam kebaikan maka orang akan mendoakan kita yang baik-baik tapi jika kita menanamkan kebencian maka orang akan mendoakan yang buruk-buruk untuk kita, Kita harus lebih hati-hati dalam setiap tindakan yang akan kita ambil demi anak-anak kita" Ayrin mengatakan semua yang pernah Mami Puspa katakan padanya saat ia masih di rawat di rumah sakit.
Mendengar apa yang di ucapkan istrinya Rey tersadar tidak seharusnya ia berbuat sesukanya, Rey ingin orang-orang mendoakan yang baik-baik untuk keluarganya. Rey memutuskan untuk menyerahkan semua urusan Dava kepada Zayn, ia ingin fokus melingdungi istri dan calon anak-anaknya. Rey melepaskan pelukannya dan beralih pada perut istrinya.
"Sayang maafkan Daddy, karena tadi Daddy membuat kalian takut, Jangan mencontoh hal-hal yang tidak baik dari Daddy, Daddy janji Daddy akan lebih berhati-hati dalam melakukan hal agar kalian bisa mencontoh hal-hal baik dari Daddy, Daddy akan buat kalian bangga memiliki Daddy seperti Daddy" Rey mengecup perut Ayrin berkali kali setelah ia mengatakan banyak hal pada calon anak-anaknya.
__ADS_1
Sebagai calon orang tua Rey dan Ayrin harus mencontohkan hal-hal baik untuk anak-anaknya, Rey dan Ayrin tidak ingin anak-anaknya mencontoh hal buruk yang ia lakukan, Mereka berjanji mulai detik ini mereka akan melakukan semua hal yang baik agar kedua anaknya bangga memiliki orang tua seperti mereka.
•
•
•
Di tempat lain tepat nya di sebuah rumah kosong yang telah lama tidak di tinggali seorang laki-laki yang masih tak sadarkan diri duduk di kursi dengan tangan terikat kebelakang, Seseorang yang tak lain adalah Dava tidak tau jika dirinya sedang di sekap di rumah tua karena di perjalanan tadi anak buah Zayn menyuntikan obat bius yang membuat Dava tak sadarkan diri.
Di luar Zayn sedang menerima telfon dari Tuannya, Tuannya mengatakan jika ia menyerahkan semua urusan Dava kepadanya, Tentu saja Zayn menerima dengan senang hati ia sudah sangat geram dengan Dava yang tidak mendengarkan kata-katanya untuk tidak menganggu Nona nya lagi.
Zayn kembali masuk kedalam dimana Dava di sekap dan ternyata Dava sudah sadar, Zayn tersenyum smirk melangkah mendekati Dava yang sudah menatapnya tajam.
"Apa anda tidak jijik menjilat ludah anda sendiri" Tanya Zayn, Zayn tidak menjawab pertanyaan Dava yang menurutnya tidak penting,
"Apa maksudmu?"
"Dulu kau membuang nya dan sekarang kau ingin mengambilnya kembali untuk jadi milikmu yang tidak sempurna itu" Ucap Zayn ambigu yang membuat Dava bingung dengan apa yang di ucapkan Zayn.
"Kau jangan asal bicara, kalaupun aku ingin mengambilnya kembali itu bukan urusanmu"
"Tentu saja itu menjadi urusan saya, karena sesuatu yang sudah menjadi milik Tuan saya tidak akan saya biarkan satu orangpun merebutnya, lagi pula apa anda yakin Nona Ayrin masih mau dengan anda" Zayn tersenyum smirk mengejek Dava.
__ADS_1
"Tentu saja Ayrin masih mau denganku karena aku satu-satu nya laki-laki yang mau menerima wanita sepertinya" Dava menjawab dengan percaya diri apa yang dia ucapkan dia tidak tau bahwa Ayrin yang sekarang bukan seperti Ayrin yang dulu.
"Hahahahah" Zayn tertawa keras mendengar kepercayaan diri Dava "Apa anda tidak salah bicara, wanita seperti apa yang anda maksud, Apa anda sudah melakukan tes pada diri anda, saya rasa bukan Nona Ayrin yang beruntung memiliki anda tapi andalah yang beruntung memiliki Nona Ayrin"
"Seharusnya sebelum anda membuang sesuatu anda pastikan dulu jika sesuatu itu sangat berati untuk anda atau tidak, Anda membuang berlian asli hanya untuk sebuah berlian imitasi, Jika anda menganggap Nona Ayrin wanita yang tidak sempurna anda salah seharusnya anda sadar diri siapa yang tidak sempurna" Zayn berkata dengan mengcengkram kerah kemeja Dava kuat, Zayn tahu semua tentang Dava karena sejak pertama Dava mengganggu Nona nya Zayn sudah mencari tau semuanya dan Zayn menemukan sesuatu yang bodohnya tidak di ketahui Dava.
"Apa maksud dari kata-katamu" Tanya Dava ia masih belum mengerti dengan maksut yang di ucapkan Zayn.
"Saya rasa anda cukup tau apa yang saya maksud, jika bukan Nona Ayrin yang tidak sempurna maka yang tidak sempurna adalah..." Zayn menggantung ucapanya, Zay sengaja menggangtung ucapannya agar Dava bisa menebak sendiri.
Wajah Dava memucat seketika, ia tau kata apa yang sengaja Zayn gantungkan, Dava tentu tidak percaya dengan apa yang di maksud Zayn, ia sudah pernah melakukan tes dan hasilnya dia baik-baik saja tidak mungkin jika hasil tes nya salah.
"TUTUP MULUTMU, JANGAN ASAL BICARA" Teriak Dava tentu ia tidak terima Zayn berkata sembarangan.
"Anda yang seharusnya tutup mulut, Periksakan diri anda saya yakin anda akn terkejut dengan hasilnya" Ucap Zayn menepuk pundak Dava setelah itu ia pergi, Sebelum pergi Zayn meminta anak buahnya untuk melepaskan Dava, Zayn tidak memberikan pukulan yang menyakiti fisiknyaa tapi Zayn memberikan pukulan yang lebih menyakitkan untuk hidupnya, Zayn rasa itu lebih menyakitkan dari pada pukulan pada difisiknya.
Anak buah Zayn melepaskan ikatan tali yang sedari tadi mengikat Dava setelah itu mereka menyusul Tuannya meninggalkan Dava sendirian, Sedangakn Dava ia masih diam mencerna kata-kata yang Zayn ucapkan tadi, apakah benar jika dirinya yang tidak sempurna, lama terdiam akhirnya Dava memutuskan pergi kerumah sakit, Dava menaiki mobilnya karena tadi Zayn memerintahkan salah satu anak buahnya untuk membawa mobil Dava, Dava mengendarai mobilnya secepat mungkin ia ingin segera sampai di rumah sakit.
Sampai di rumah sakut Dava langsung menemui Dokter yang dulu melakukan tes padanya, ia meminta Dokter melakukan tes kembali, setelah selesai tes dan menunggu beberapa jam hasil tesnya keluar, Jantung Dava berhenti berdetak saat Dokter membacakan hasil tes yang menyatakan jika dirinya mandul, Dokter meminta maaf karena dulu ia salah membacakan hasil tes yang pernah Dava lakukan.
Dunia Dava seketika runtuh ia tidak tau jika ternyata dia mandul, Dava menyesal telah membuang Ayrin dan menyalahkan Ayrin karena tidak bisa memiliki anak. padahal kesalahan ada pada dirinya sendiri, Menyesal ya saat ini Dava sangat menyesal, benar apa yang di katakan Zayn tadi ia telah menyianyiakan berlian asli seperti Ayrin hanya untuk imitasi.
Bukankah Tuhan sungguh sangat adil pada setiap umat nya, Nyatanya tanpa Ayrin harus turun tangan sendiri membalaskan Goresan Luka yang di berikan kedua mantan Suaminya, Tuhan sudah mengulurkan tangannya untuk membalaskannya Tuhan memberikan balasan yang setimpal untuk mereka yang telah menyakiti, Pada akhirnya yang menyakiti akan tersakiti, yang menduakan akan di duakan, yang meninggalkan akan di tinggalkan dan yang menghianati akan di hianati, Tidak perlu berusaha keras untuk membalas semua rasa sakit yang seseorang berikan, karena Tuhan sudah menyiapkan balasan di waktu yang tepat.
__ADS_1
NOTE : Jika anda pernah berfikir anda akan hidup bahagia dari hasil merebut milik orang lain anda salah besar,,, karena segala sesuatu yang anda dapat dari merebut milik orang lain tidak akan membuat hidup anda bahagia dan berkah.