GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
apisode 36


__ADS_3

Semenjak kejadian yang terjadi di ruangan Rey tiga bulan lalu, Kini Rey tidak lagi menunjukan perhatiannya secara nyata kepada Ayrin namun masih memperlakukan Ayrin istimewa di Kantor, ia juga tidak terlalu memaksa Ayrin untuntuk berbalik mencintainya,


Rey sudah mengetahui masalalu Ayrin, Dua kali gagal dalam Pernikahan, Dua kali di campakan dan di tinggalkan, Membuat Rey mengerti kenapa Ayrin selalu menolaknya, Trauma, Rey tau trauma lah yang membuat Ayrin enggan membuka hati untuknya namun Rey belum mengerti alasan mengapa Ayrin di campakan oleh dua mantan suaminya dulu, Karena dari informasi yang ia dapat Ayrin bercerai karena alasan ketidak cocokan, Ya Ayrin tak pernah mengumbar kepada siapapun kekurangan nya kecuali pada Sella temannya termasuk pada sidang perceraiaannya.


Rey tidak lagi menunjukan perhatiannya secara nyata kepada Ayrin bukan karena ia sudah tidak lagi mencintai Ayrin Atau merasa risih dengan status Ayrin yang seorang janda. ia hanya memberi Ayrin kesempatan memperbaiki Hati nya untuk siap menerima dirinya, Mungkin Rey harus bersabar sedikit lebih lama lagi terbukti dari tiga bulan ini Rey belum mendapat tanda-tanda bahwa Ayrin siap membuka hati.


Ayrin sendiri juga menyadari semenjak kejadian tiga bulan lalu sikap Rey kepadanya berubah, Sudah tak ada lagi Rey yang mengantarnya pulang pergi kerja, Tak ada lagi perhatian-perhatian yang Rey berikan untuknya, Awalnya Ayrin merasa tidak masalah tapi semakin kesini ia merasakan kehilangan.


"Kau kenapa Rin? dari tadi ngelamun terus, makanan sampe ga dimakan gitu" Tanya Sella saat melihat temannya melamun, Saat ini mereka berdua sedang makan siang di kantin perusaahan.


"Ehh engga ko aku ga kenapa-kenapa" Jawab Ayrin gelagapan.


"Jangan bohong sama aku, aku tau kamu lagi mikirin sesuatu, Cerita sama aku, walau aku ga bisa bantuin kamu dapet solusi tapi aku bisa jadi pendengar yang baik"


"Aku ga tau kenapa aku merasa kehilangan saat Tuan Rey tidak seperti dulu lagi" Ayrin memberanikan diri menceritakan apa yang ia rasakan kepada teman satu-satunya itu.


"Kau Merindukannya" Tanya Sella yang di jawab anggukan oleh Ayrin.


"Kenapa kau tak mengatakannya langsung kepada Tuan Rey jika kau merindukannya dan merasa kehilangan saat sikapnya tak seperti dulu lagi" Tanya Sella lagi.


"Aku tidak memiliki keberanian sebesar itu, Kau tau sikap nya sudah tak seperti waktu itu, Apa menurutmu aku masih memiliki keberanian untuk mengatakannya langsung"

__ADS_1


"Kenapa kau takut, Aku rasa mungkin Tuan Rey hanya memberi waktu untuk mu menyembuhkan Trauma mu , Agar kau bisa menerima nya tanpa terbayang-bayang ketakutan masalallu" Jawab sella ingin memberi Ayrin semangat. Namun jawaban nya malah membuat wajah Ayrin berubah pias


"Apa dia sudah mengetahui masalaluku?" Jawab Ayrin dengan wajah pias.


"Aku rasa Tuan Rey sudah mengetahui nya, Orang terpenting sepertinya pasti sangat mudah menemukan informasi yang dia inginkan, Termasuk tentangmu"


"Apa mungkin dia berubah karena sudah mengetahui statusku" Ayrin betanya seraya menunggingkan bibirnya tipis, dalam hatinya berkata apa semua laki-laki memang seperti ini.


"Kau jangan berfikiran negatif dulu Rin, Bukankah sudah aku katakan tadi, Mungkin Tuan Rey hanya sedang memberikanmu waktu, Buktinya ia masih memperlakulanmu Istimewa di kantor" Jawaban sella membuat sedikit harapan pada Ayrin.


"Rin..Boleh aku tanya Sesuatu ?" Tanya Sella dengan wajah serius dan di angguki Ayrin.


Bingung Ayrin ingin menjawab apa, Sebenarnya ia ingin namun ia takut kejadian dulu terulang kembali, Ia takut Rey tidak bisa menerima kekurangannya.


"Bukan aku tak ingin, Aku hanya takut jika tidak ada yang mau menerima kekurangan ku, Aku tak siap jika harus terbuang untuk yang kesekian kalinya" Jawab Ayrin lirih.


Sella menggenggam tangan Ayrin menyalurkan semangat untuk nya "Bukan kah dulu kau sendiri yang mengucapakan padaku jika tidak semua laki-laki itu sama, kita hanya belum menemukannya saja, kita hanya butuh waktu untuk menemukannya" Ucap Sella mengingatkan Ayrin akan kata-kata nya dahulu.


"Jadi kenapa kau tidak memberi dirimu kesempatan untuk menemukan laki-laki yang bisa menerimamu dengan kekuranganmu" Ucap Sella lagi.


Ayrin tersenyum mendengar kata-kata bijak dari teman satu-satunya yang ia punya "Kau sudah semakin dewasa rupanya?"

__ADS_1


"Tentu saja, Aku banyak belajar darimu"


"Lalu apakah kau juga sudah siap menerima laki-laki lain di hidupmu" Tanya Ayrin yang mengetahui jika temannya ini sangat membenci laki-laki tapi bukan berati ia penyuka wanita, ia masih normal, Namun ada kejadian yang membuatnya sangat membenci laki-laki kecuali keluarganya.


"Kalau untuk ku, aku tidak akan siap" Jawab Sella.


"Ishh kau ini bisa menasehati orang tapi tidak bisa menasehati diri sendiri" Ucap Ayrin yang membuat mereka akhirnya tertawa bersamaan, kebersamaan mereka harus berakhir saat jam makan siang telah usai, mereka harus kembali ke ruangan masing-masing.


Ayrin telah sampai di meja kerjanya, Tak lama dari ia duduk pintu ruang Rey terbuka, Segera Ayrin bangkit dari duduknya, Rey berjalan mendekati meja Ayrin "Kau sudah makan siang" Tanya Rey saat sudah sampai di meja Ayrin.


"Sudah Tuan" Jawab Ayrin dengan mata berbinar-binar, Setelah cukup lama ia tak mendengar kata itu terucap dari bibir Rey akhirnya kini ia bisa mendengarnya lagi.


"Kalu begitu ikut aku sekarang" Rey mengitari meja Ayrin dan menarik tangan Ayrin lembut membawanya turun dan pergi dari Perusaahan, Ayrin tak menolak saat Rey membawanya pergi, ia terlalu bahagia saat ini.


"Tuan kita mau kemana?" Tanya Ayrin saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Aku akan membawamu ke suatu tempat" Kawab Rey tanpa melihat Ayrin dan hal itu membuat Ayrin yang tadi nya senang berubah murung.


Hay pembaca setiaku maaf ya semalem Author ga Up soalnya capek banget, Hmm kira kira ReY mau bawa Ayrin kemana ya?


kalo kalian penasaran tunggu UP selanjutnya ya Terimakasih😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2