GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 58


__ADS_3

Selama delapan hari mereka di Swiss Rey benar-benar menjadikan Ayrin seorang ratu, Rey menuruti semua ke inginan istrinya dan membawa istrinya kesemua tempat-tempat indah di Swiss, Delapan hari sudah berlalu kini saatnya mereka kembali ke Negara asal mereka.


Ayrin membeli banyak oleh-oleh untuk Mertuanya dan juga para pekerja yang ada di Rumah Utama, Tak lupa juga Ayrin memberikan oleh-oleh untuk Sella dan Dewa, Ada sedikit perdebatan saat Ayrin memilih oleh-oleh untuk Dewa, Rey tidak suka jika Ayrin memperhatikan laki-laki lain selain dirinya, Setelah perdebatan yang cukup lama akhirnya Rey mengizinkan Ayrin membeli oleh-oleh untuk Dewa dengan syarat ia tidak boleh memeberikannya langsung untuk Dewa.


Berjam-jam lamanya menempuh perjalanan udara akhirnya Pesawat mereka mendarat dengan Sempurna di Kota B, Rey turun dari Pesawat dengan menggandeng tangan istrinya, Mereka melewati jalur VIP keluar dari Bandara di depan pintu keluar jalur VIP sudah ada Zayn dan anak buahnya yang menjemput mereka.


"Selamat datang kembali Tuan Nona" Sapa Zayn saat melihat Tuan dan Nona nya.


"Hmmm"


"Terimaksih Zayn" Ucap mereka bersamaan. Setelah itu mereka masuk kedalam mobil.


Ayrin menyandarkan kepalanya di pundak Rey, ia merasa sangat lelah karena harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk sampai ke Negaranya, Melihat wajah istrinya yang kelelahan Rey mengusap pipi Ayrin dengan lembut dan perlahan Ayrin memejamkan matanya.


"Tuan..anda ingin langsung ke Rumah Utama atau ke Apartemen" Tanya Zayn pada Tuannya saat mobil sudah mulai berjalan.


"Kita ke Apartemen dulu Zayn, Terlalu jauh jika ke Rumah Utama, Aku ingin istriku bisa segera istirahat" Masih dengan mengelus pipi istrinya.


"Baik Tuan" Jawab Zayn setelah itu ia kembali fokus pada jalanan.


Mobil Mercedes Benz keluaran terbaru itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan Kota Petang itu, Rey dan Ayrin tiba di Kota B saat petang mulai menyapa, Dua mobil Range Rover warna hitam dengan setia mengikuti mobil yang di kendarai Zayn.


Ayrin sudah terlelap saat mobil baru melaju 10 menit, Rey membenarkan pusisi tidur istrinya yang tadinya bersender di pundaknya kini Rey membawanya dalam pelukannya, Rey meminta Zayn untuk mengecilkan suara musik yang berputar di dalam mobil agar tak mengganggu tidur istrinya.


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di apartemen, Zayn membukakan pintu untuk Tuannya setelah itu Rey keluar dengan menggendong tubuh istrinya, Zayn mengikuti Tuannya sampai masuk kedalam Apartemen, Rey menidurkan Ayrin di atas ranjang setelah itu ia keluar menemui Zayn.


"Zayn tolong pesankan makan malam untuk ku dan juga untuk istriku Setelah itu kau kembalilah dan beristirahat, dan sisakan beberapa anak buah untuk selalu siap di bawah" Perintah Rey pada asistennya


"Baik Tuan akan saya laksanakan" Jawab Zayn mengganggukan kepalanya.


Selesai berbicara dengan Zayn Rey kembali ke kamar dilihatnya istrinya masih nyenyak dalam tidurnya, bahkan istrinya tak terganggu saat Rey menggendongnya tadi, Puas memandang istrinya yang masih terlelap Rey masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.


Tiga puluh menit kemudian Rey keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggannya, ia melihat istrinya sudah bangun dari tidurnya dan duduk besandar di kepala ranjang, Rey berjalan mengahmpiri istrinya yang masih terlihat kelelahan.


"Sayang kau sudah bangun" Tanya Rey saat sudah duduk di ranjang.

__ADS_1


"Hmm" Ayrin hanya berdehem dan menganggukan kepalanya.


"Aku akan menyiapkan air hangat untuk mu mandi" Ucap Rey dengan mengelus rambut istrinya.


"Sayang aku lapar" Alih-alih menggangguki ucapan suaminya Ayrin malah mengatakan jika dirinya lapar.


Rey tersenyum melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan saat mengatakan lapar, "Mandilah dulu setelah itu kita makan bersama, oke"


Ayrin menuruti perkataan suaminya ia turun dari ranjang dan segera masuk kedalam kamar mandi, Selesai mandi mereka makan bersama setelah selesai mereka memumutuskan untuk mengistirahatkan tubuh lelah mereka.


β€’


β€’


β€’


Tak terasa waktu cepat berjalan kini usia pernikahan Rey dan Ayrin sudah berjalan setengah tahun, Kehidupan Rumah tangga Mereka berjalan sesuai dengan keinginan mereka, Mereka tak pernah mempermasalahkan masalah anak, Mereka menjalani takdir yang Tuhan berikan dengan Hati yang ihklas mereka yakin jika Tuhan pasti sudah menyiapkan sesuatu yang indah di dalam pernikahan mereka.


Pagi ini Ayrin bangun dari tidurnya karena merasa tak nyaman dengan perutnya buru-buru ia turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya, Pergerakan Ayrin yang cepat-cepat turun dari ranjang membuat Suaminya terbangun, Rey yang melihat istrinya lari kedalam kamar mandi dan membanting pintu segera menyusulnya.


Ayrin tak menjawab pertanyaan Rey karena ia masih sibuk dengan muntahnya, Rey dengan lembut memijat leher istrinya tanpa rasa jijik sedikitpun, Beberapa menit kemudian Ayrin selesai dengan muntah-muntahnya kaki nya terasa lemas karena sedari tadi berdiri, Rey mendudukan istrinya di atas kloset kemudian mengambil tisu untuk membersihkan mulut istrinya.


"Sayang kita kerumah sakit ya" Ajak Rey pada istrinya, Rey begitu khawatir melihat wajah istrinya yang sedikit pucat.


"Tidak usah, Aku baik-baik saja sayang" Jawab Ayrin dengan wajah sebisa mungkin tenang agar suaminya tidak khawatir.


"Baik-baik saja bagaimana? Kau memuntahkan semua makan malam mu kau masih bilang baik-baik saja" Rey sudah mulai tidak bisa mengontrol suaranya.


"Sayang aku hanya masuk angin saja, Aku hanya butuh istirahat sebentar setelah itu aku akan baik-saja, Percayalah" Ayrin berbicara dengan senyum yang di paksakan.


Rey terdian dam berfikir sebentar "Apa karena tadi malam kita melakukannya terlalu lama kau jadi masuk angin begini?" Tanya Rey yang mengingat kejadian saat mereka melakukan kegiatan olahraga malam hingga dini hari.


"Ya mungkin saja begitu sayang, Sayang gendong aku kakiku masih lemas" Ayrin mengangkat kedua tangannya.


"Ya baiklah" Rey berdiri kemudian menggendong istrinya membawanya kembali ke kamar "Hari ini aku tidak mengizinkanmu keluar kamar sama sekali" Ucap Rey setelah menidurkan Ayrin di ranjang.

__ADS_1


Ayrin hanya mengangguk saja menjawab ucapan Rey, Rey membaluri perut Ayrin dengan minyak angin dan mengelus lembut perut Ayrin, Ayrin merasa nyaman dengan elusan tangan Rey di perutnya hingga membuatnya kembali terlelap, Rey menarik selimut untuk menutup tubuh istrinya yang sudah kembali tertidur, Tangannya mengusap pipi Ayrin pelan.


"Maaf membuatmu kelelahan hingga jadi seperti ini" Ucap Rey pelan.


Jam sudah menunjukan pukul 07:00 pagi Rey turun dari ranjang dengan sangat pelan agar tidak membangunkan istrinya, Rey harus segera siap-siap untuk berangkat ke kantor, Sebenarnya ia tak tega meninggalkan istrinya sendirian dirumah tapi pagi ini ia ada Rapat penting dengan para pemegang Saham yang harus ia hadiri mau tidak mau ia harus meninggalkan istrinya sendiri walaupun sebenarnya ada pelayan yang menemani istrinya tapi tetap saja Rey tidak tenang.


Rey dan Ayrin tidak tinggal di Rumah Utama karena menurut Rey mereka tidak akan nyaman jika mereka tinggal di Rumah Utama, Awalnya Mami Puspa menolak jika Rey dan Ayrin akan tinggal terpisah darinya tapi setelah Papi Arian memberikan penjelasan akhirnya Mami Puspa menyetujuinya dengan syarat mereka harus sering berkunjung ke Rumah Utama, Rey dan Ayrin tak masalah dengan Syarat yang di berikan Mami Puspa toh jarak Rumah mereka dengan Rumah Utama tidak terlalu jauh hany butuh waktu 30 menit untuk sampai di Rumah Utama.


Rey telah siap dengan setelan kerjanya, Kemeja putih dan jas biru dongker yang senada dengan warna celanyan dan di padukan dengan dasi warna hitam membuat Rey semakin tampan, Rey berjalan mendekati Ranjang dimana istrinya masih tidur dengan nyenyaknya, Rey mencium kening iatrinya lama setelah itu ia pamit untuk berangkat kerja, Ya walaupun ia tau istrinya tidak mendengar ucapannya. namun tetap saja ia melakukannya.


Rey keluar dari kamar dan menutup pintu dengan sangat pelan, Menuruni tangga dengan pelan-pelan Rey menemui Bibi Sam kepala pelayan di rumahnya sebelum ia berangkat.


"Bibi tolong setiap satu jam sekali periksa keadaan istriku dan laporkan kepadaku" Ucap Rey pada Bibi sam yang sudah berdiri di depannya.


"Apa Nona baik-baik saja Tuan?" Tanya Bibi Sam.


"Tidak,,Istriku sedang tidak enak badan dia bilang masuk angin"


"Kalu bagitu nanti Bibi Akan membuatkan wedang jahe agar Nona Ayrin merasa baikan"


"Iya Bi Terimakasih"


"Sama-sama Tuan"


"Kalau begitu aku berangkat dulu Bi" Pamit Rey pada Bibi Sam sopan.


"Tuan tidak sarapan dulu" Tanya Bibi sam sebelum Rey pergi.


"Tidak usah Bi nanti saja" Jawab Rey dengan mata melihat jam di tangannya.


"Ya Tuan, Kalau begitu hati-hati di jalan" Ucap Bibi Sam sopan, Rey menganggukan kepalanya setelah itu ia pergi, Bibi Sam adalah orang yang sangat berjasa di hidup Rey karena sedari kecil Bibi Sam lah yang merawatnya saat Mami dan Papi nya pegi karena urusan bisnis, Karena Hal itu lah Rey belaku sopan kepada Bibi sam sama seperti ia sopan kepada Maminya, Rey menganggap Bibi Sam sudah seperti Ibu ke duanya.


...Maafkan Author karena semalem ga UP karena Author mengantuk setelah seleaai nonton Drama Korea yang pengacara super ganteng ituπŸ˜…πŸ˜…...


...Kalian pada nonton juga ga nih????...

__ADS_1


__ADS_2