
Ayrin dan anak-anak juga dengan kakek Nenek mereka beserta Ayah Zyan menjemput Rey dan Zayn di Bandara, Anak-anak begitu antusias menunggu kedatangan Daddy mereka.
Tak lama menunggu Rey keluar dari pintu kedatangan bersama Zayn, Bubu Buba dan Albiyan berlari memeluk Rey "Daddy kami merindukan mu" Teriak mereka bersama.
"Daddy juga merindukan kalian sayang" Rey membalas pelukan anak-anak dan menciumi wajah mereka satu persatu.
"Kenapa Daddy lama sekali perginya?" Tanya Buba mewakili pertanyaan yang ingin Bubu dan Albiyan tanyakan.
"Karena pekerjaan Daddy membutuhkan waktu yang lama sayang" Rey menjawab pertanyaan Buba dan mengelus rambut Buba.
"Apakah Daddy akan pergi lagi?" Kali ini Bubu yang bertanya menatap Rey dengan mata bening nya.
"Tidak Sayang" Jawab Rey penuh sayang, Ayrin yang melihat interaksi Rey dan Anak-anak tersenyum melihat nya.
"Daddy.." Albiyan memanggil Rey dengan suara kecil nya.
Rey tersenyum sebelum menjawab panggilan Albiyan "Ya sayang"
"Aku merindukan Daddy" Albiyan berkata pelan setelah itu memeluk Rey.
Rey membalas pelukan Albiyan "Ya Daddy juga merindukan mu dan juga merindukan kalian semuanya"
"Apa kalain tidak merindukan Uncle, Ancle juga pergi lama dengan Daddy kalian?" Protes Zayn karena sedari tadi tidak ada yang mengatakan jika mereka merindukannya.
Mami dan Papi Arian beserta Paman Abraham menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Zayn, Tentu saja merekan merindukan Zayn juga namun memang mereka belum sempat mengatakannya.
"Tentu saja kami merindukan mu Zayn" Ayrin menjawab pertanyaan Zayn dengan tawa geli.
__ADS_1
"Sayang apa kau tak merindukan ku?, Kenapa kau hanya mengatakan rindu pada Zayn?" Sekarang gantian Rey yang perotes, Mereka geleng-geleng kepala melihat tingkah Rey dan Zayn yang seperti anak kecil.
"Bahkan aku lebih-lebih merindukan mu sayang" Ayrin memeluk Rey bersama dengan Aylen dalam gendongannya.
Rey menciumi seluruh wajah Ayrin tanpa malu di lihat banyak orang dan tak lupa juga Rey menciumi wajah anak perempuan nya satu-satunya.
"Uncle kami merindukan mu" Sekarang Bubu Buba dan Albiyan bergantian memeluk Zayn.
"Uncle jangan merajuk kata Mommi itu tidak baik" Ucap Buba yang melihat ekspresi Zayn yang masih cemberut.
Mereka semua yang ada disana tertawa bersama mendengar ucapan Buba, Setelah sedikit bercanda dan melepas rindu mereka semua pulang kerumah, Zayn dan paman Abraham ikut ke rumah Rey karena ada sesuatu yang harus mereka bahas.
Mereka semua pulang dengan menaiki tiga mobil, Rey berserta anak istrinya, Papi bersma Mami dan Zayn bersama Ayahnya, Mereka bersama-sama menuju rumah Rey, Di perjalan Rey memperhatikan Albiyan dari kaca terlihat ia sedang tertawa bersama Bubu dan Buba.
Rey tersenyum melihat itu, Jika mengingat apa yang terjadi dengan Albiyan selama ini rasanya Rey ingin kembali menemui Catherine dan memberikannya pelajaran karena sudah menelantarkan anak sekecil Albiyan, Ayrin menggenggam tangan Rey dengan tangan kanan nya yang tidak menahan berat Aylen.
"Setelah ini semua akan baik-baik saja dan kita akan bahagia bersama mereka" Ucap Ayrin tersenyum yang mana membuat kecantikan Ayrin bertambah berkali lipat.
Sepanjang perrjalanan menuju rumah di penuhi berbagai macam pertanyaan dan tawa dari Bubu Buba dan Albiyan, Mereka bergantian bertanya ini itu kepada Rey dan Ayrin, Seperti bagaimana cara sapi cebok saat sudah selesai Pup, Kenapa kambing tidak pakai baju bagaiman jika kambing itu masuk angin, Apa yang di ributkan kucing saat mereka bertengkar dan masih banyak pertanyaan lainya dari mereka bertiga yang man membuat Rey dan Ayrin bingung untuk menjawab pertanyaan itu dan juga tertawa mendengar pertanyaan itu
Tiga puluh menit kemudian mereka smua sampai di Rumah Rey, Mereka semua masuk kedalam rumah dan duduk bersama di ruang keluarga, Rey menyerahkan koper kepada Bibi Sam meminta tolong untuk meletakkan koper itu kedalam kamar Utama.
Zayn dan Paman Abraham bermain bersama anak-anak di atas karpet, Paman Abraham memperhatikan interaksi Zayn bersmaa anak-anak yang terlihat begitu menyayangi mereka.
"Apa kau tidak ingin memiliki yang seperti mereka Zayn" Tanya Paman Abraham yang mana membuat Zayn langsung menatap Ayah nya malas, Mengerti apa yang di maksut Ayah nya.
"Ayah...Aku tidak ingin membahas ini" Malas Zayn menanggapi pertanyaan Ayah nya yang pasti tentang wanita dan pernikahan.
__ADS_1
Paman Abraham menarik nafasnya pelan melihat anak nya yang selalu tidak ingin di ajak bicara jika mengenai masalah wanita dan pernikahan, Papi Arian menepuk pundak Ayah Zayn pelan memberikan semangat untukny agar lebih sabar menghadapi Zayn, Mereka semua tentu tau alasan kenapa Zayn tidak mau mencintai wanita dan menikah.
Mereka semua kembali melanjutkan obrolan mereka, Rey menceritakan semua apa yang terjadi di Rusia tanpa terkecuali, Rey juga menunjukan dokumen-dokumen yang mana sudah di tandatangani Catherine, Ayrin tidak bisa menahan air matanya mendengar semua yang di katakan Rey, Bagaiman abisa ada seorang Ibu yang sejahat itu kepada anak kandungnya sendiri.
"Bagaimana bisa dia sejahat itu kepada anaknya sendiri? Ucap Ayrin yang berada dalam pelukan suaminya.
"Kenapa Albiyan harus lahir dari rahim wanita seperti itu?" Sambung Ayrin lagi.
"Suuttss sayang jangan berbicara seperti itu anak-anak bisa mendengarkan mu" Ucap Rey pelan agar anak-anak tidak melihat jika Ayrin sedang menagis, Rey memperingatkan Ayrin jika anak-anak bisa mendengarkan ucapan nya walau mereka tengah asik bermain di atas karpet.
"Benar sayang sebaiknya kau bisa mengontrol ucapan mu setidaknya di depan anak-anak" Mami Puspa menasehati Ayrin.
"Maafkan aku Mi" Ucap Ayrin penuh sesal dengan suara sengau yang mana membuat anak-anak melihat ke arahnya dan langsung berlari memelukmu dan ikut menangis.
"Mommy kenapa menangis" Tanya Bubu sambil menangis.
"Mommy" Panggil Buba
"Mommy jangan menangis" Ucap Albiyan.
Anak-anak terus menangis sambil memeluk Ayrin dan hal itu membuat Rey kebingungan menenangkan mereka, "Sayang berhentilah menangis agar anak-anak tidak menangis juga" Ucap Rey dengan suara keras agar Ayrin mendengar suaranya karena suara tangis anak-anak cukup keras, Dan hal itu malah membuat anak-anak semakin menangis karena mengira Daddy nya memarahi Mommynya.
"Papi Mami Zayn Paman tolong aku" Mohon Rey yang sudah kewalahan menghadapi ketiga anak nya.
"Aku tidak mengerti cara menenangkan anak-anak kau urus saja senndiri lagi pula ini kan salah mu yang berteriak pada Ayrin, Aku dan Ayah akan pulang dulu" Zayn menarik tangan Ayah nya untuk pulang tapi sebelum itu ia pamit terlebih dulu kepada Papi dan Mami Puspa.
"Papi Mami tolong Rey?" Rey beralih meminta tolong kepada Mami Papi setelah di tinggalkan Zayn.
__ADS_1
"Ini salah mu karena berteriak kepada Ayrin jadi terimalah akibatnya" Jawab Papi Arian dan setelah itu membawa Mami Puspa pergi bersama Aylen kedalam kamar yang memang sudah Rey siapkan untuk Papi Mami jika menginap di rumah.
Rey semakin kewalahan menenangkan anak-anak, Sungguh ia menyesali mulut nya yang berbicara keras kepada Ayrin padahal niatnya hanya agar Ayrin mendengar ucapannya namun malah membuat anak-anak nya marah dengan nya, Saat Ayrin menenangkan mereka bertiga barulah anak-anak berhenti menangis, Rey berusahan mendekati anak-anak namun mereka masih marah dengan nya dan setelah Ayrin menjelaskan jika Daddy nya tidak marah dengan Mommy nya barulah anak-anak mau dengan Rey.