
"Ma" Panggil Albiyan lagi, Chaterine berjalan mundur dengan menutup mulut nya ia begitu syok melihat kehadiran dua orang yang tidak pernah ia harapkan selama ini.
Gerakan tubuh Chaterine yang terus berjalan mundur membuat Albiyan tersenyum getir, Tak di pungkiri hatinya terasa perih melihat tubuh Chaterine yang menolak kehadiran nya.
"Ma" Lagi Albiyan memanggil Chaterine tangan nya terulur ingin menggapai Chaterine namun dengan tegas Chaterine menolak.
"STOP..... Berhenti di tempatmu" Cegah Chaterine dengan lantang, Albiyan yang ingin mendekat ke arah Chaterine seketika berhenti mendengar penolakan Chaterine.
"Siapa mereka Ma" Tanya Gabriel anak ke tiga dari Chaterine dan Albert yang masih berumur sepuluh tahun.
"Bukan siapa-siapa sayang, Pergilah ke kamar mu dan tunggu Mama disana Hmm" Pinta Chaterine kepada Gabriel dengan lembut, Gabriel menuruti perkataan Ibu nya dan masuk kedalam rumah.
"Sayang bukankah dia laki-laki yang waktu itu?" Tunjuk Albert pada Rey " Dan anak laki-laki di samping nya apakah dia Daniel anak mu?" Tebak Albert sebab Rey lah yang mengadopsi Albiyan, Albert masih mengingat betul wajah Rey yang dulu pernah datang ke rumahnya, Tak ada perubahan sedikitpun dari wajah Rey karena itu Albert langsung mengenali Rey.
"Tidak dia bukan anak ku!" Ucapan yang keluar dari mulut Chaterine mampu membuat hati Albiyan remuk redam.
"Maaf Tuan ada urusan apa anda datang kembali kesini?" Tanya Chaterine pada Rey, Chaterine sama sekali tak menghiraukan kehadiran Albiyan yang sedari tadi menatap nya penuh kesakitan.
"Kau tidak mau menyapa nya atau memeluknya?" Rey tidak menjawab pertanyaan Chaterine dan malah berbalik memberikan Chaterine pertanyaan.
"Apa maksudmu Tuan?" Jawab Chaterine pura-pura tidak mengerti apa yang di maksud Rey.
"Ma" Lagi untuk kesekian kalinya Albiyan memanggil Chaterine.
__ADS_1
"Ma Ma Ma siapa yang kau panggil Ma, Aku bukan Mama mu stop memanggil ku Mama" Dengan penuh kemarahan Chaterine menatap Albiyan, Dari tatapan mata Albiyan Chaterine bisa melihat betapa terlukanya hati Albiyan namun Chaterine tidak memperdulikan nya.
Satu tetes air mata Albiyan jatuh mendengar ucapan Chaterine yang begitu menyayat hatinya, Rey merangkul Albiyan dan menepuk pundaknya pelan seolah mengatakan jika dia tidak sendiri.
"Aku tidak memilik anak pembawa sial seperti mu"
"TUTUP MULUTMU" Bentak Rey ia tak terima Chaterine mengatakan Albiyan pembawa sial, Berani sekali Chaterine mengatakan Albiyan seperti itu dia tidak ada hak mengatakan itu.
"Jangan bentak istriku" Ucap Albert dengan mengertakan giginya marah, Ia tidak terima istrinya di bentak Rey.
"Kalian..." Belum sempat Rey menyelesaikan ucapan nya Albiyan memotong ucapan Rey.
"Dad sudah biarkan saja, Albiyan tidak apa-apa" Ucap Albiyan dengan senyum kepalsuan di bibir nya dan Rey membenci hal itu, Rey tau anak nya sedang tidak baik-baik saja.
"Anda tenang saja Nyonya saya datang bukan untuk kembali kepada anda dan keluarga baru anda, Saya datang kesini hanya untuk menunjukan kepada anda jika saya hidup dengan baik setelah anda membuang saya, Saya bersyukur anda membuang saya dahulu karena saya dapat bertemu dengan Daddy Rey dan Mommy Ayrin yang begitu menyayangi saya seperti anak kandungnya tidak seperti anda yang tega membuang anak kandung anda sendiri hanya demi hidup bahagia dengan suami anda yang sekarang, Saya datang kesini hanya untuk mengucapkan terimakasih karena sudah melahirkan ku dan membuang ku karena bagaimanpun juga anda lah yang melahirkan ku" Lanjut Albiyan panjang lebar tak ayal hatinya sakit saat mengatakan hal itu bahkan air matanya menetes saat mengatakan itu, Kali ini Albiyan benar-benar melihat bagaimana Ibu kandungnya menolak kehadirannya.
Tak di pungkiri hati Chaterine terasa sakit mendengar ucapan Albiyan, Ya benar kata Albiyan bagaiman pun dia lah yang melahirkan Albiyan dan dia juga yang membawa Albiyan ke dunia yang kejam ini, Chaterine menatap Albiyan yang menatapnya penuh luka ingin sekali Chaterine berlari memeluknya dan mengatakan maaf namun ego nya terlalu tinggi untuk melakukan itu.
"Pergilah dan jangan pernah kembali" Alih-alih mengatakan maaf Chaterine malah mengusir Albiyan namun tatapan nya tidak sebenci tadi.
"Baiklah...Sekali lagi terimakasih karena sudah melahirkan saya, Saya janji ini adalah pertemun pertama dan terakhir anda dengan saya Ma" Jawab Albiyan menghapus air mata yang kembali jatuh.
"Setelah ini jangan pernah merasa bersalah karena telah membuang ku untuk yang kedua kali nya Ma, Karena aku sudah memaafkan Mama, Hiduplah bahagia dengan keluarga Mama, Mungkin kita hanya di takdirkan untuk bertemu tidak untuk bersama" Ucap Albiyan yang mempu membuat Chaterine menangis seketika, Chaterine merasa bersalah dengan Albiyan dia memang tidak pantas menjadi Ibu Albiyan.
__ADS_1
Tangan Chaterine terulur hingga menyentuh pipi Albiyan, Chaterine mengelus pipi Albiyan dengan sayang untuk pertama kalinya karena dulu ia tidak pernah melakukan itu, Rasa bencinya kepada Ayah Albiyan dan juga Albiyan membuat Chaterine buta karena kebencian.
Albiyan menangis dapat merasakan sentuhan tangan Chaterine, Rey mengelus punggung Albiyan agar tetap kuat, "Anak ku" Ucap Chaterine pelan yang hanya di dengar Albiyan yang berdiri di depan nya.
Albert yang melihat Chaterine dekat dengan Albiyan ingin menarik nya namun Rey menahannya dan memberikan tatapam ancaman, Seolah mengatakan jangan ganggu mereka atau kau akan menerima akibatnya dan seketika Albert mundur.
"Boleh aku memelukmu Ma" Tanya Albiyan penuh harap, Satu ke inginan yang selalu ia impi-impikan selama ini merasakan pelukan Ibu kandungnya walau pelukan Ayrin adalah pelukan paling nyaman tapi tak di pungkiri ia juga menginginkan pelukan Ibu kandungnya.
Tidak menjawab pertanyaan Albiyan Chaterine langsung memeluk Albiyan dengan sayang, Mereka menangis bersama dalam pelukan, Rey ikut bahagia karena pada akhirnya Albiyan dapat merasakan pelukan Chaterine.
"Maaf....Maaf Maafkan Mama" Ucap Chaterine penuh sesal.
"Albiyan sudah memaafkan Mama, Terimakasih sudah mau memeluk Albiyan" Jawab Albiyan yang masih memeluk Chaterine.
Beberapa saat kemudian mereka saling melepas pelukan, Chaterine menggenggam sayang tangan Albiyan "Sekali lagi maafkan Mama, Mama memang tidak pantas menjadi Mama mu, Mungkin memang benar apa yang kau katakan tadi kita hanya di takdirkan untuk saling bertemu tidak saling bersama, Kembalilah kepada keluargamu yang sekarang Mama doakan kau akan selalu bahagia" Setelah mengatakan itu Chaterine melepaskan tangan Albiyan dan pergi meninggalkan Albiyan yang menangis.
Albert mengikuti Chaterine masuk kedalam rumah, Sebelum masuk Albert berpesan kepada Rey untuk tidak lagi mengganggu keluarga nya, Setelah Albert dan Chaterine masuk Rey mendekati Albiyan dan memeluknya, Albiyan menangis dalam pelukan Rey tangis yang menggambarkan betapa hancurnya hati Albiyan.
Rey membawa masuk Albiyan kedalan mobil, Mereka tidak langsung pergi dari rumah Chaterine karena ada hal yang ingin Rey katakan sebelum mereka pergi meninggalkan rumah Chaterine.
"Kau akan tinggal dengan ibu kandungmu atau tinggal dengan kami, Jika kau memilih tinggal dengan ibu kandung mu Daddy bisa membuat mereka menerima mu" Tanya Rey setelah Albiyan tenang.
"Aku..."
__ADS_1