
Bagi seorang ibu, Melihat tumbuh kembang anak secara langsung adalah hal yang sangat membanggakan, Itu lah yang Ayrin rasakan sekarang, ia begitu bangga dan senang bisa melihat tumbuh kembang anak-anak nya secara langsung, Ayrin tetap tidak menggunakan jasa Nani untuk membantunya menjaga ke tiga anak nya, Ayrin ingin merawat ke tiga anaknya dengan tangannya sendiri walaupun ia harus rela mengorbankan waktunya untuk Rey.
Rey sendiri tidak pernah merasa keberatan jika waktu Ayrin di habiskan untuk merawat ke tiga anaknya, Bagi mereka berdua kedua anaknya lebih penting dari apapun, Namun terkadang Rey merasa cemburu jika Ayrin tak kunjung memberinya perhatian, Tapi di balik itu semua rasa sayang Rey terhadap ke tiga anaknya tak ada bandingan.
Semenjak lahirnya Ayleen Bubu dan Buba enggan tidur di kamarnya sendiri, Bubu dan Buba terus merengek ingin tidur di kamar Daddy dan Mommynya bersama sang adik, Akhirnya mau tak mau mereka tidur bersamaan di satu kamar, Rey mengganti Ranjang yang ukurannya lebih besar agar muat untuk mereka semua, Setiap malam Rey harus rela tidur berjauhan dari sang istri karena mereka sama-sama tidur di bagian pinggir ranjang untuk menjaga sang anak agar tidak jatuh.
Rey harus mencuri-curi waktu untuk bisa menyalurkan hasratnya pada sang istri, Rey bisa bermesraan dengan sang istri jika ketiga anaknya sudah tidur dengan nyenyak, Namun tak jarang usaha Rey tak berjalan sesuai rencananya seperti saat ini.
Bibir Rey masih asik menyesap sesuatu yang selama ini menjadi kesukaannya namun sekarang menjadi milik sang Putri, Tangan Ayrin menyisir rambut Rey dengan jarinya, Ayrin sekuat tenaga menahan suaranya agar tak keluar, Di saat Rey sudah memindahkan bibirnya di bibir istrinya kegiatan mereka terhenti mendengar suara teriakan sang anak.
"Daddy apa yang Daddy lakukan?, Kenapa Dady menindih Mommy?" Teriak Bubu mengagetkan dua orang yang sudah akan mencapai awang-awang.
Ayrin yang kaget mendengar suara Bubu langsung mendorong Rey dari atas tubuhnya hingga terjatuh. Ayrin segera duduk dan mengancingkan piamanya yang sudah setengah terbuka karena ulah Rey.
"Aww Sayang sakit, Kenapa mendorongku" Teriak Rey yang kesakitan saat pat*t nya mendarat dengan keras di lantai.
Ayrin menengok sekilas ke arah Rey lalu beralih pada Bubu "Sayang kenapa bangun?, Bubu mau pipis?" Tanya Ayrin seraya berpindah tempat di samping Bubu.
"Apa yang Daddy lakukan Mommy kenapa Daddy menindih Mommy" Tanya Bubu yang masih penasaran dengan apa yang Daddynya lakukan terhadap Mommynya,
"Apa Daddy akan menyakiti Mommy" Tanya Bubu lagi dengan polosnya, ia tidak mengerti jika Daddy dan Mommy nya ingin melakukan sesuatu yang membuat mereka berdua terbang ke angkasa.
"Tidak Sayang, Daddy tidak ingin menyakiti Mommy mu, Daddy tadi hanya...Emm hanya,Hanya ingin membersihkan wajah Mommy mu saja, Ya membersihkan wajah Mommy mu" Rey mengelak tuduhan sang anak dengan alasan yang membuat Ayrin geleng-geleng kepala.
"Daddy bohong" Teriak Bubu yang masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Daddynya.
"Suttts Sayang pelankan suaramu, Nanti Buba dan Ayleen bangun" Ayrin mengelus kepala Bubu agar Bubu tidak kembali berteriak.
__ADS_1
"Daddy tidak berbohong Soon" Rey kembali mengelak tuduhan sang anak, padahal memang kenyataannya ia berbohong, ia bukan ingin membersihkan wajah Mommy nya anak-anak, tapi ingin mengajak Mommy nya anak-anak olahraga malam.
"Sudah sudah sayang, Tadi Daddy tidak ingin menyakiti Mommy, Daddy hanya ingin membersihkan kotoran yang ada di wajah Mommyi" Ayrin menengahi pertengkaran ayah dan anak itu.
"Sekarang Bubu tidur lagi ya" Sambung Ayrin lagi.
"Mommy tidak boleh tidur dekat Daddy, Mommy tidur di sini saja" Bubu menepuk bantal tempat Daddy nya tidur tadi.
"Baiklah Mommy akan tidur di sini" Ayrin merebahkan tubuhnya di samping anak sulungnya.
"Sayang" Rengek Rey dengan wajah memelas yang bisa di artikan Ayrin.
"Tidurlah sayang malam ini kau harus menahanya kembali" Jawab Ayrin yang membuat Rey semakin lemas, Malam ini terpaksa ia harus menahan hasratnya lagi padahal ia sudah menahannya selama seminggu.
Rey berbalik arah membelakamgi sang istri, Rey mengelus juniornya yang sudah kembali tertidur "Sabar kau harus menahannya lagi" Ucap Rey lirih pada juniornya yang masih bisa di dengar Ayrin. Ayrin hanya tertawa mendengar hal itu, bukan hanya sekali dua kali Rey gagal dalam menyalurkan hasratnya jadi Ayrin sudah terbiasa dengan hal itu, Ayrin juga tidak terlalu merasa bersalah, Toh ini bukan kemauannya.
Rey terpaksa harus tidur dengan menelan rasa kesal karena tidak bisa membawa istrinya terbang dan juga tidak bisa tidur dengan memeluk istrinya, Sepanjang malam Rey terus saja merasa kesal hingga ia tertidur membawa kekesalannya.
Waktu cepat berlalu tak terasa anak-anak Rey sudah tumbuh dewasa, Bubu tumbuh menjadi laki-laki yang tampan yang sama persis seperti Daddy nya begitu juga sifat nya, Bubu menjadi sosok yang dingin terhadap orang lain kecuali dengan keluarganya, Sikapnya ini sungguh mewarisi sikap Rey, Sedangkan Buba tumbuh menjadi Laki-laki yang tak kalah tampan dengan Bubu, Sikapnya yang humoris dan baik hati membuat ia banyak di dekati wanita-wanita cantik di luar sana, Aylenn anak ketiga Rey dan Ayrin juga tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik, Sikap Ayleen mewarisi sikap Daddy dan Mommynya.
Usia Bubu dan Buba kini sudah 25 tahun, mereka berdua menempuh pendidikan tinggi yang terkenal di Negara C mereka berdua juga juga sudah lulus dengan cepat karena prestasi yang mereka berdua miliki, Kini Bubu dan Buba sudah bekerja dengan bidang masing-masing, Jika Bubu memilih meneruskan Perusahaan keluarga lain hal dengan Buba, Buba memilih menjadi Dokter bedah, Rey dan Ayrin membebaskan apa yang akan anaknya pilih, Karena menurut Rey dan Ayrin mereka tidak bisa memaksa, mereka hanya bisa mendukung karena yang akan menjalankan semua itu adalah anak-anaknya.
Jika Bubu dan Buba bisa kuliah di luar Negeri dan dapat memilih bidang yang mereka sukai lain hal dengan si Bungsu Ayleen, Ayleen tidak di ijinkan Daddy dan Mommy nya kuliah di Luar Negeri dengan alasan jika ia perempuan dan tidak ada yang menjaganya, Ayleen tau itu hanya alasan sang Mommy saja, Ayleen tau jika sang Mommy tidak bisa berjauhan darinya karena itulah Ayleen menuruti keinginan Daddy dan Mommy.
Kecintaan Ayleen pada salah satu Boyband KPop yang salah satu membernya baru berangkat wamil. membuat Ayleen bercita-cita ingin menjadi fotografer yang tujuannya agar ia bisa mendapatkan hasil foto Boyband kesukaannya dengan bagus, Selama ini Aylen tak pernah melewatkan satupun konser Boyband kesukaanya namun saat ini ia di larang keras oleh sang Mommy untuk menonton konser karena insiden yang terjadi saat ia sedang menonton konser di Negara Asal Boyband tersebut, Ayleen pulang ke Negaranya dengan luka memar di tangan dan kaki nya karena sewaktu keluar dari area konser Ayleen terdorong hingga ia terjatuh, Ayleen sering merengek pada sang Mommy namun hasilnya Nihil akhirnya Ayleen hanya pasrah saja, Namun yang namanya keberuntungan bisa datang kapan saja bukan, Contohnya seperti saat ini saat ia memergoki sang Daddy membeli 5 Lamborghini keluaran terbaru dengan warna yang berbeda.
"Jika Mommy tau Daddy membeli 5 Lamborghini keluaran terbaru, Ayleen yakin Daddy tidak akan bisa tidur di kamar selama 1 tahun" Suara Ayleen dari belakang mengagetkan sang Daddy yang baru saja selesai melakukan transaksi pembayaran Lamborghini yang dibeli dengan m-banking nya.
__ADS_1
"Baby kau mengagetkan Daddy, Daddy tidak membeli Lamborghini seperti katamu" Rey mengelak tuduhan sang putri, padahal jelas-jelas sang putri mengetahui semuanya.
Semakin Tua kegilaan Rey pada mobil Lamborghini membuat Rey terobsesi untuk mengoleksinya, Sudah banyak koleksi mobil Lamborghini Rey di garasi bawah tanah namun tetap saja Rey tidak juga puas, Ayrin pernah sangat marah dengan Rey karena membeli 10 Lamborghini tanpa sepengetahuannya dan Karena itulah Ayrin melarang Rey untuk membeli mobil Lamborghini lagi, Ayrin tak segan-segan menghukum Rey untuk tak tidur dengannya selama satu tahun jika Rey tidak bisa menepati ucapannya untuk tidak membeli Lamborghini lagi, Selama ini Rey selalu melakukan pembelian secara diam-diam dan selalu berhasil namun sepertinya saat ini dewi keberuntungan sedang tidak berpihak padanya, sang Putri memergokinya sedang melakukan pembayan Lamborghini.
"Daddy tidak bisa berbohong, karena aku punya buktinya" Ayleen menujukan sebuah Vidio yang ia rekam tadi yang membuat sang Daddy takut, takut sang istri tau.
"Daddy mohon jangan beritahu Mommy mu, oke" Bujuk Rey pada snag Putri.
"Baiklah Ayleen tidak akan memberi tahu Mommy tapi dengan satu Syarat" Ayleen tersenyum penuh arti yang Rey bisa tau apa yang di inginkan Putrinya.
"Tidak Daddy tidak bisa mengabulkan keinginanmu yang satu itu" Tolak Rey dengan tegas, padahal sang Putri belum memberi tahu keinginannya.
"Oh ayolah Dad, Ini tidak sulit untuk Daddy"
"Tidak,Tidak Daddy tidak bisa" Rey tetap kekeh menolak keinginan sang Putri.
"Kalau begitu aku akan memberi tau Mommy Vidio ini, MOM" Rey membekap mulut sang Putri yang ingin berteriak memanggil sang istri.
"Oke oke Daddy akan membelikam tiket konser VVIP untukmu, Asal jangan beritahu Mommymu Vidio itu" Rey akhirnya menyetujui keinginan sang Putri.
"Plus izin dari Mommy, oke Dad" Ucap Ayleen setelah sang Daddy melepaskan bekapannya.
"Ya Plus izin dari Mommy", Jawab Rey pasrah yang langsung di sambut gembira oleh sang Putri, Ayleen mengucapkan banyak terimakasih pada sang Daddy dan menciumi pipi sang Daddy sebelum ia meninggalakn Daddy nya.
Rey duduk lemas di atas sofa, ia memikirkan bagaimana cara agar sang istri mau memberika izin untuk Putrinya menonton konser,Sunguh ini hari yang membuat Rey pusing karena harus menghadapi dua wanita beda generasi yang sangat ia sayangi.
Hay Author balik lagi nih, Bagaimana kabar kalian semua, Author mau ngasih Boncap nih ga banyak sih dikit aja takut kalian bosen nanti. Salam hangat dari Author.
__ADS_1