GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 42


__ADS_3

Malam berganti, Pagi menyapa, Mentari menampakkan dirinya, Memunculkan sinar yang menerangi semua kehidupan, Ayrin bangun dari tidur nya, dilihatnya jam yang berada di nakas samping tempat tidurnya menunjukan pukul 06:10 pagi, berfikir masih sempat jika ia membuat sarapan untuknya dan juga untuk Rey. Bangkit dari ranjangnya dan menuju kamar mandi Ayrin memulai aktifitasnya di pagi hari.


Selesai membersihkan diri dan berganti pakaian Ayrin keluar kamar menuju dapur untuk membuat sandwich isi telur kesukaan Rey, Rey sangat menyukai sandwich isi telur buatan Ayrin, Ayrin tau Rey akan selalu melewatkan sarapannya jika ia tidak berada di Rumah Utama, Namun jika makanan itu buatannya dengan senang hati Rey akan memakannya dan menghabiskannya tanpa sisa, Maka dari itu Ayrin selalu membuatkan makanan untuk Rey.


Bertepatan dengan Ayrin yang selesai membuat sandwich isi telur pintu apartemen Ayrin terbuka bersamaan dengan langkah kaki Rey memasuki ruangan Apartemen,


"Selamat pagi" Rey memberi salam setelah membuka pintu.


"Selamat pagi" Ayrin menjawab salam Rey dari dapur.


"Kemarilah...Ayo kita sarapan, Aku sudah membuatkan makanan kesukaanmu" Ajak Ayrin pada Rey.


Menarik kursi di sebelah Ayrin Rey mendudukan dirinya dan mulai memakan sarapannya.


"Apa sandwich nya masih ada Ay?" Tanya Rey setelah menelan sandwich terakhirnya.


"Kenapa?..Kau mau lagi?" Ayrin tau Rey pasti menginginkannya lagi, maka dari itu ia selalu membuat lebih jika ia membuat sandwich kesukaan Rey. Dan meletakannya di kotak makan.


"Ya aku mau lagi untuk nanti di Kantor" Jawab Rey sambil mengelap mulut Ayrin menggunakan tisu.

__ADS_1


Tersenyum sebelum kembali berkata "Baiklah kau akan mendapatkannya lagi, Aku sudah menyiapkannya di kotak makan"


"Kau memang yang terbaik" Ucap Rey di sertai senyum manisnya.


"Ayo kita berangkat, Aku takut di pecat jika terlambat" Ucap Ayrin bercanda.


"Aku akan menyuruh Zayn memindahkan orang yang berani memecatmu di Perusahaan yang ada di Afrika" Seloroh Rey menjawab candaan Ayrin.


"Issh kau ini jahat sekali" Ayrin memukul lengan Rey pelan.


Meninggalkan Rey di meja makan Ayrin memasuki kamarnya untuk memperbaiki tampilannya dan mengambil tas selempangnya, Setelah itu ia kembali ke meja makan menghampiri Rey. Melihat Ayrin mendekat padanya Rey mengulurkan tangannya yang di sambut oleh tangan Ayrin, Membawa Ayrin mendekat padanya, Rey melingkarkan tangannya di pinggang Ayrin, Posisi Ayrin yang lebih tinggi darinya memudahkan Rey mensejajarkan wajahnya dengan wajah Ayrin.


"Berikan aku ciuman di sini" Tunjuk Rey pada lehernya, Rey sengaja ingin mengerjai Ayrin karena sikap penurutnya Ayrin.


"Karena kau sudah membuatkan makanan kesukaanku maka aku akan memberimu bonus mencium leherku, Kau pasti senangkan kan"


"Apa kau sedang tidak sehat Rey" Tanya Ayrin yang membuat Rey menahan tawanya.


"Tidak,,Bahkan aku sangat sehat"

__ADS_1


Ayrin diam sembari memikirkan apakah ia harus mencium Rey,Hingga ia tersadarkan dengan suara Rey.


"Kenapa kau tidak mencium leherku" Bercanda Rey memprotes Ayrin karena tidak mencium lehernya.


Dengan kaku perlahan Ayrin menundukan kepalanya untuk mencium leher Rey, Namun suara tawa yang keluar dari mulut Rey menghentikan gerakan yang akan ia lakukan, Mengrenyitkan dahinya Ayrin menatap Rey bingung.


"Rey,,Kau mengerjaiku " Ucap Ayrin kesal.


Rey semakin tertawa melihat wajah Ayrin yang kesal, "Aku hanya bercanda kenapa kau menuruti perkataanku" Ucap Rey setelah dapat mengontrol dirinya.


"Kau menyebalkan Rey" Ayrin Memukul-mukul pundak Rey


"Baik lah baik lah, maaf kan aku karena mengerjaimu" Ucap Rey menghentikan tangan Ayrin yang masih memukulnya.


"Kau tau Ay...Aku sangat sangat mencintaimu, Sikap penurutmu dan kebaikanmu yang membuatku sangat mencintaimu" Rey berkata lembut sembari mengelus punggung Ayrin.


"Aku juga sangat mencintaimu Rey" Balas Ayrin dengan senyum tulusnya.


"Ayo kita berangakat" Menarik tangan Rey untuk berdiri, Setelah itu mereka berjalan bergandengan tangan keluar Apartemen menuju Kantor. Tak lupa Ayrin membawa kotak makan berisi sandwich yang sudah ia siapkan tadi.

__ADS_1


Membukakan pintu mobil Untuk Ayrin, Rey memperlakukan Ayrin bak Tuan putri kerajaan dengan hati-hati dan kelembutan, Memasangkan seat belt untuk Ayrin setelah itu untuk dirinya sendiri Rey mulai melajukan mobilnya di jalanan dengan di temani lagu-lagu yang di putar di mobil Rey , Sepanjang lerjalanan Rey keheningan tidak pernah menyapa perjalanan mereka,Pagi itu mereka lalui dengan sangat indah dan penuh kehangatan.


Hay Author hadir lagi nih, Jangan lupa dukung Author dan kelanjutan ceritanya ya TERIMAKASIH😇


__ADS_2