GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
13. Postingan


__ADS_3

Gaun putih telah berubah menjadi merah, wajah yang dulu merona kini berubah pucat tak berdaya.


Dengan wajah berlinang air mata, Ezza langsung mengangkat tubuh Naya.


"aku mohon bertahan untuk ku" tangisnya sambil mencium kening Naya.


Secepat kilat Ezza memasuki mobil yang telah disiapkan menuju rumah sakit.


Sepanjang perjalanan ia terus memeluk Naya seolah gadis itu masih bernyawa.


"kamu kedinginan ya, aku peluk kamu erat banget tapi kenapa kamu masih kedinginan. Hm?" ia terus berisik ditelinga gadis yang ada dalam dekapannya, air mata pun tak hentinya mengalir.


Sang supir dan sekretarisnya pun dibuat kelimpungan, karena ini kali pertamanya melihat sang tuan muda menangis pilu.


" bertahan sayang, masih banyak hal yang belum kamu selesaikan.. Termasuk mereka" tatapannya berubah tajam, menyorot penuh kebencian saat mengingat hal buruk yang terjadi pada kekasihnya.


Setelah lima belas menit, mereka telah sampai di rumah sakit terbesar dikira tersebut.


"kerahkan dokter terbaik dan selamatkan gadisku" teriak Ezza menggema rumah sakit itu tanpa peduli pasien lainnya.


Naya langsung dilarikan Ke UGD, banyak alat yang terpasang ditubuhnya serta dokter dokter terbaik dikerahkan hanya untuk gadis manis kesayangannya.


Tangan serta baju Ezza masih penuh darah milik Naya, ia hanya mengkhawatirkan keadaan Naya tanpa peduli dirinya sendiri.


Selama penanganan tangan Ezza terus terasa dingin, Jantungnya berpacu tak normal.


Ceklek


Sampai suara pintu menghentikan Ezza, ia langsung berlari menuju dokter Daffa.


"Bagaimana keadaan gadisku" tanyanya meremas kuat bahu sang dokter.


Dokter Daffa tertunduk lesu "maaf tuan muda, gadis manis itu lebih memilih bersama tuhannya"


"apa maksudmu brengs3k" maki Ezza.


"nona Nayaka Aneska dan anak didalam kandungannya dinyatakan meninggal dunia" jelas Dokter Daffa dengan raut sangat sedih.


"A-anak"


"iya tuan muda, nona mengandung. Usia kandungan itu telah memasuki umur satu minggu"


Tubuh Ezza terasa lemas, apakah ini penyebab Naya mengakhiri hidupnya.


"apa Naya bunuh diri?" lirihnya.


"jika saya mengatakan bunuh diri maka itu tidak sepenuhnya benar tuan, karena terdapat memar dibagian punggung nona serta tengkorak belakang mengalami keretakan cukup parah"


"apa Naya diserang" gumamnya.


"saya juga bisa mengatakan tidak dan juga iya...namun sepertinya Nona juga sering melukai dirinya sendiri. Karena terdapat banyak sayatan di lengan nona" ungkapnya kembali.


Ezza mengepal kuat tangannya, menahan emosi yang akan meledak.

__ADS_1


"jika aku tau siapa dalang semua ini, maka aku tak segan segan memutilasi mereka semua"


"lalu bagaimana jenazah nona?"


"siapkan pemakan terbaik untuk kekasih ku dirumah barunya, antarkan ia kerumah ibunya" jelas Ezza kemudian memasuki ruangan UGD.


Ia melihat tubuh Naya yang sudah tak bernyawa, wajah pucat dan badan begitu dingin.


"hay baby, udah gak sakit lagi ya sayang" mengelus surau indah Naya dengan air mata yang menetes pada wajah Naya.


"kalo aku kangen kamu gimana?"


Ia kembali memeluk tubuh gadisnya, enggan menerima kenyataan bahwa gadis kecilnya telah meninggalkannya seorang diri.


"aku kangen kamu sayang, kangen banget...rasa dada ini sampe sakit banget"


"katanya kamu gak mau aku jauh, tapi kenapa kamu yang ninggalin aku jauh banget... Hisk" tangis Ezza begitu pecah merengkuh tubuh Naya.


"katanya kita mau nikah, hidup bahagia... Kenapa sekarang kamu jadiin mimpi itu sirna sayang... Hiks" ia mengecup lama kening Naya.


"selamat tidur my dear"


...***...


Kini tubuh Sekar mematung saat beberapa orang mengantarkan jenazah putrinya.


Jenazah yang telah dikafani dengan sempurna itu, diletakkan dengan baik dirumah.


Sekar menatapnya dengan tatapan kosong, Memorynya terus berputar pada kejadian yang ia lakukan pada Naya.


"ini pasti bukan kamu kan? Bukannya anak bunda kuat ya" ucapnya sendiri.


"ma-maaf" Sekar langsung menutup mulutnya agar tak menjerit histeris, apakah sesakit ini kehilangan seorang anak.


Tubuhnya terasa akan lepas, bernafas pun sangat susah ia lakukan.


"maafin bunda...jangan tinggalin bunda" ia mendekati jenazah itu.


"ayah kamu udah ninggalin bunda, sekarang kamu juga nyusul....kamu gak takut bunda sendirian"


Air matanya tak bisa ia hentikan, sungguh ia mengutuki setiap ucapan jahatnya kepada putri kecilnya.


Ia selalu menyalahkan Naya, memukulnya, memaki bahkan memperlakukan Naya seperti pembantu dirumahnya sendiri.


"bangun sayang,,, bunda janji gak bakalan pukul Naya lagi, gak akan marah marah lagi tapi bunda mohon jangan tinggalin bunda nak"


Tak lama orang orang itu datang kembali, ingin mengulurkan Naya ditempat yang sudah disiapkan oleh Ezza.


"bahagia selalu putri kecil bunda"


...***...


Pemakaman yang ditanami mawar merah dan putih disekilingnya, serta taburan bunga membuat pemakaman itu nampak indah.

__ADS_1


"aku tanam mawar kesukaan kamu sayang, setiap hari aku bakalan jengukin kamu" ia mengusap nisan Naya.


"kalo aku gak datang jangan marah, aku sibuk"


"kamu disana bahagia ya... Tunggu aku ya disana" kemudian mengecup nisan itu.


"tuan muda" panggil Devan.


"hm"


"semuanya telah siap tuan"


"perfect...permain akan dimulai saat waktunya tiba" Ezza menyeringai, kemudian memperbaiki kacamata hitamnya.


"tunggu saja sayang, semuanya akan merasakan apa yang kamu rasakan" ia bangkit dari duduknya.


"mari tuan muda" ucap Devan sambil membungkukkan badannya.


"apa sudah kau siapkan, apa yang aku suruh Dev"


"sudah tuan"


Ezza memasuki mobilnya, ia menuju mansionnya ingin beristirahat.


Setelah sampai Ezza langsung memasuki kamar, tapi bukan kamarnya melainkan kamar Naya.


Ia tersenyum menatap kamar itu, kamar yang sudah ia isi penuh dengan figura gadisnya.. Dinding dinding, nakas, meja meja pun penuh foto Naya.


Namun tak ada perubahan pada tata letak barang itu.


Setelah puas melihat kamar, ia memasuki kamar mandi. Bathtub yang berisi air dan taburan bunga mawar.


Farfume Naya disetiap tempat disemprotkan, agar Ezza seolah tetap merasakan kehadirannya masih ada.


"tempat ini selamanya akan seperti ini, dengan aroma mu yang akan kucium"


Ezza menuju ranjang, merebahkan tubuhnya. Ia mengambil foto Naya yang berada dinakas kemudian memeluknya.


"temani aku tidur baby, karena kamu tau obat tidurku hanya wangimu"


Ia memejamkan mata, ingin segera bermimpi bertemu kekasih kesayangannya.


Tanpa ia sadari kedua orangtuanya menatap iba putra kesayangannya.


"aku gak kuat pah liat El jadi begitu" seorang wanita parubaya yang masih nampak cantik sungguh tak kuasa melihat anaknya yang terpuruk..ya dia mommy nya Altezza bernama Belvin Grizella.


"biarkan saja sayang, aku yakin seiring berjalannya waktu. Putra kita akan kembali seperti dulu" laki laki paru baya yang tak lain adalah Daddy  nya Altezza itu merangkul istrinya, memberikan ketenangan .


Seorang pengusaha terbesar dan amat disegani, ia dikenal dengan keberuntungan didunia bisnis tanpa keanjlokan sedikitpun... Ya dia pria yang disegani seluruh orang yakni Felix Jasver Adelardo.


***


Sebuah postingan menggemparkan seluruh antero sekolah.

__ADS_1


..."ini yang kalian mau? Maka nikmatilah sebelum aku yang menikmati kematian kalian dengan cara yang sama" ...


__ADS_2