
"Lihat mereka" Mata Zayn mengarah pada anak-anak di ikuti Rey, "Mereka anak-anakmu, Dan kau bisa memiliki mereka karena seorang perempuan yang sekarang menunggumu di rumah dengan anak mu yang lain juga" Zayn terus menatap Rey dengan tegas.
"Sadarkan dirimu Tuan kebahagiaan mu ada pada anak-anak dan istrimu" Sekali lagi Zayn berusaha menyadarkan Rey fikiran nya masih entah melayang kemana memikirkan sesuatu yang mungkin saja bisa menghancurkan keluarganya.
Menghancurkan hati anak-anak nya terlebih lagi Ayrin istri yang sudah memberikannya kebahagian yang berlimpah, Dan jika kali ini ia salah melangkah mungkin saja anak-anak nya akan membencinya seumur hidup.
"Daddy" Panggil anak-anak untuk yang kesekian kalian namun tak juga mendapatkan respon dari Rey.
Anak-anak menundukkan wajah mereka kecewa karena untuk pertama kalinya Daddy mereka mengabaikan mereka, Zayn yang melihat itu turut kesal dengan Tuan nya yang masih saja memperhatikan seseorang itu.
"Uncle ayo kita pulang saja" Ucap Bubu yang sudah berdiri di ikuti kedua saudaranya.
"Kenapa? kalian bahkan belum memesan ice cream yang kalian inginkan?" Tanya Zayn cukup keras agar Rey bisa mendengarnya namun percuma saja atensi Rey masih ada pada seseorang itu.
"Tidak apa-apa uncle kami hanya ingin pulang dan bertemu Mommy" Bubu menjawab pertanyaan Zayn, Mereka seolah mengerti jika sedang terjadi sesuatu dengan Daddy nya maka dari itu mereka meminta pulang.
Zayn menarik nafasnya pelan kecewa akan sikap Rey yang mengabaikan anak-anak nya hanya karena seseorang itu, "Baik lah ayo kita pulang" Zayn berdiri dan hal itu membuat Rey melihat ke arah nya.
"Kenapa?" Tanya Rey tidak mengerti kenapa Zayn berdiri.
"Kami akan pulang, Jika kau masih ingin disini dan menemuinya silahkan saja" Tunjuk Zayn pada seseorang yang berada paling pojok di kedai itu.
Mendengar jika mereka akan pulang seketika Rey melihat ke arah anak-anak nya yang sudah siap untuk pergi, Rey melihat wajah kecewa dari ketiga anak-anak nya, Rey merutuki dirinya karena mengabaikan anak-anak nya karena terlalu fokus dengan seseorang itu.
"Maafkan Daddy sayang" Ujar Rey penuh sesal kepada anak-anak nya namun anak-anak tidak menjawab ucapan Rey, Mereka diam dengan menundukan kepala mereka dan hal itu membuat Rey semakin menyesali perbuatan nya.
__ADS_1
Zayn melangkah mendekati anak-anak setelah itu ia membawa anak-anak keluar dari kedai itu, Tinggal Rey sendiri di kedai itu, Rey meraup kasar wajah nya dengan telapak tangan nya kecewa dengan dirinya sendiri namun itu tak berlangsung lama saat ia mendengar suara yang sudah sangat lama tidak ia dengar.
Zayn memasukan anak-anak satu persatu ke dalam mobil setelah itu ia menyusul masuk, Anak-anak tidak bersuara sama sekali mereka masih menundukan wajah mereka, Beberapa kali Zayn mengajak anak-anak untuk berbicara namun mereka tetap tidak mau berbicara.
Sudah sepuluh menit Zayn dan anak-anak menunggu Rey yang tak kunjung keluar dari kedai ice cream itu, Zayn merasa ada yang tidak beres di dalam sana fikiran nya memikirkan hal yang tidak-tidak, Seketika Zyan akan keluar dari mobil dan menyusul Rey namun saat ia akan membuka pintu mobil Rey sudah keluar dengan tampang bingungnya.
Bugg....Rey menutup pintu mobil setelah ia masuk, Pandangan nya lurus kedepan, "Aku harap di dalam tadi kau tidak membuat kesalahan" Ucap Zayn yang merasa ada yang tidak beres dengan Tuan nya, Zayn meninggalkan parkiran kedai ice cream itu, Selama perjalanan terasa sunyi karena anak-anak sudah tertidur mungkin mereka kelelahan.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah, Rey menengok ke arah belakang ia baru menyadari jika anak-anak tidur karena sedari tadi ia hanya fokus memandang kedepan memikirkan ucapan seseorang di kedai tadi.
Zayn turun terlebih dahulu kemudian di susul Rey, Zayn mengambil Albiyan kemudian memberikan nya kepada Rey kemudian mengambil Bubu dan memberikan nya kepada Rey lagi barulah setelah itu ia mengambil BuBa dan menggendong nya sendiri.
Mereka masuk kedalam rumah dan di sambut Ayrin yang sudah menunggu mereka di balik pintu, "Mereka sudah tidur, Tumben sekali?" Tanya Ayrin yang merasa heran anak-anak nya sudah tidur.
Zayn membawa Buba ke kamar nya, Di kamar Zyan sudah tidak melihat Rey ada di kamar anak-anak, Mungkin Rey berada di kamar nya setelah menidurkan anak-anak, Setelah menidurkan Buba Zayn turun kebawah untuk pamit kepada Ayrin untuk kemabali ke kantor tapi tidak dengan Rey.
Ayrin mengerti dan menganggukan kepalanya, Sebelum Zyan pergi Ayrin perpesan kepada Zyan agar hati-hati saat membawa mobil dan setelah itu Zayn pergi, Ayrin naik ke kamar anak-anak ternyata anak-anak masih tidur, Ayrin masuk ke walk in closet untuk mengambil baju merka, Ayrin menggantikan baju mereka satu persatu setelah selesai Ayrin keluar dari kamar anak-anak untuk mencari Rey.
Ayrin mencari Rey di dalam kamar namun tidak ada yang ada hanya Aylen yang masih tidur, Ayrin fikir mungkin Rey ada di ruang kerja nya, Namun saat baru akan membuka pintu kamar suara tangis Aylen terdengar nyaring langsung saja Ayrin berlari mendekati Aylen dan mengurungkan niat nya untuk mencari Rey.
Di dalam ruang kerja Rey duduk melamun di kursi kerja nya, Fikiran nya melayang ke waktu dimana ia berbicara dengan seseorang dari masalalu mya di kedai tadi.
flashback
Rey tertegun dengan jantung yang bedegup kencang saat mendengar suara yang sudah sanagat familiar di indra pendengarannya, Dimana suara itu dulu pernah menjadi candu nya, " Reynan" Suara itu memanggil Rey dengan merdu.
__ADS_1
Rey menurunkan telapak tangan nya dan setelah itu menatap seseorang yang memanggilnya, Mereka berdua saling bertatapan, "Vania" Ya dia Vania Adisti cinta pertama Rey yang meninggalkan nya dengan luka yang teramat dalam di saat ia membutuhkan kehadirannya di hidupnya pada saat itu namun Vania memilih pergi meninggalkan nya saat tau kondisinya saat itu.
"Reynan Victori" Ucap Vania lagi, Mereka berdua masih saling menatap.
"Bagaimana kabarmu? Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi" Vania bertanya dengan senyum manis di bibirnya yang mana membuat Rey menatap fokus pada wajah Vania.
Vania kini terlihat semakin cantik, Dahulu memang ia sudah cantik namun sekarang ia bertambah cantik, Senyuman nya tak berubah dari dahulu tetap manis karena hal itulah Rey dahulu mencintainya.
"Baik" Jawab Rey singkat yang mana membuat senyum manis di bibir Vania meluntur.
"Maaf karena dulu aku meninggalkan mu" Ujar Vania membuka kisah masalalu.
"Maaf karena pergi saat kamu membutuhkan ku" Lanjut Vania lagi namun tidak ada jawaban dari Rey.
"Aku merindukanmu" Dengan tanpa malunya Vania mengatakan itu, Namun itu bukan lah sebuah kebohongan melainkan kebenaran, Vania memang merindukan Rey, Sejak kembali ke negaranya beberapa bulan yang lalu Vania berancana menemui Reynan namun ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk bisa menemui Rey, Dan sepertinya dewi keburuntungan sedang berpihak pada nya hari ini ia bertemu Rey tanpa sengaja di kedai ice cream.
"Hentikan" Ucap Rey tegas saat melihat Vania berjalan mendekatinya dan hal itu membuat Vania berhenti melangkah.
"Simpan saja maafmu aku tidak membutuhkan itu" Rey berkata dengan wajah yang dingin setelah itu ia berbalik ingin meninggalkan Vania namun kata yang di ucapkan Vania membuat nya berhenti melangkah.
"Aku tidak berniat meninggalkan mu Rey tapi Ronald memaksaku untuk meninggalmu dengan mengancam akan menyakiti keluargaku" Ucap Vania tentang apa yang sebenarnya terjadi dahulu, Ronald adalah saingan Rey sejak saat mereka sekolah, Ronal sangat membenci Rey karena Rey selalu menjadi idola dan Rey selalu mendapatkan wanita yang di sukai Ronald dan Vania adalah salah satu wanita yang juga di cintai Ronald saat itu.
Rey masih diam di tempat nya mencerna ucapan Vania, "Aku akan menjelaskan semua nya kepadamu, Datanglah ke Cafe favorite kita, Aku akan menunggumu disana" Setelah mengatakan itu Vania kembali ke tempat duduknya dimana disana ada teman nya yang sedang menunggunya sedangakan Rey langsung pergi dari kedai itu.
flashback off
__ADS_1