GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
31. Good bye Friska


__ADS_3

Davina dengan kecepatan diatas rata rata mengendarai motornya, menyusul anggotanya.


Setelah sampai, ia melihat Naya sedang mengikat Anggi Disebuah pohon besar dengan berkas kasus kasus kriminal disampingnya.


"lo udah hubungin polisi" tanya Davina mendekat kearah Naya.


"tenang udah kok" jawab Naya lembut, Davina langsung memeluk Naya.


"makasih Queen.. Makasih"


"iya iya...jangan sedih lagi. Kita harus segera pergi dari sini"


Naya dan anggotanya meninggalkan tempat itu dengan Anggi yang terus menjerit agar tempat itu tak hancur.


Sekita 10 menit polisi datang, sedangkan Naya dan anggota sudah berada di jalan raya.


"kalian siap" instruksi Naya.


"gue mohon Nay, lepasin penderitaan kaka"


"gue tau...ucapkan selamat tinggal pada perjalanan panjang ini"


Semua menganggukan, Davina mulai. Menghitung.


"tiga"


"du.. Dua"


"satu"


"selamat tinggal perjalanan panjanggg" teriak mereka bersama, sambil Naya memencet tombol mereh ditangannya.


Saat polisi ingin mendekati tempat itu tiba tiba saja tempat itu meledak dengan dahsyat, membuat seluruh anggota terbang karena guncangan yang begitu kuat.


Namun ternyata bukan hanya ledakan yang menyapa, tapi sebuah hal yang tak terduga kembali menyambut perjalan mereka yang panjang.


Brakkkkk


Sebuah benturan kendara begitu hebat membuat satu mobil dan motor terpental begitu jauh.


Mobil itu terbalik, namun walau bersimbah darah Naya masih bisa sadar.


Ia melihat kearah teman temannya yang sudah terkapar dijalanan, air mata Naya sudah tak terbendung.


Ia berteriak histeris... Ia segera keluar dari mobil.


"Aaaaaaaa enggak enggak... Gue mohon jangan" tangisnya, ia berhasil keluar dari mobil.


Kemudian berlari kesamping membantu Sasa keluar, sampai akhirnya samar samar Sasa juga ikut sadar.

__ADS_1


Namun yang paling parah adalah Friska dan Davina yang terluka lebih parah dari mereka.


Sasa segera berlari kearah Davina, menyelamatkan gadis itu.


Sedangkan Naya berusaha mengeluarkan Friska dari dalam mobil juga.


"g-gue mohon bertahan... Plishh bertahan. Hisk" tangis Naya, namun tubuh Friska terjepit.


"ayah jangan bawa sabahat Naya, sekali ini aja jangan ambil kebahagian Naya ayah" lirihnya sambil terus menangis.


Tangan Friska bergerak "n-Nay...." untuk pertama kalinya Friska menyebut namanya.


"lo bertahan ya... Gue bakalan selametin lo. Lo bertahan oke" pinta Naya, ia sedikit bahagia saat Friska sadar.


Namun tangan Friska menahannya, memberhentika aksi Naya "pergi Nay, gue u...udah g.. Gak bisa" ucap Friska terbatas bata.


"lo ngomong apaan sihh.... Lo harus bertahan. Kita bakalan bareng terus dan itu janji kita"


"ma-maafin gu...e selalu ng-ngerepotin lo"


"plis.... Gue mohon bertahan ya" menangkup kedua pipi Friska.


"gue gak kuat Nay, ik....ikhlasin gu...e"


"GAKKKKK" pekik Naya marah.


"ik-ikhlas ya...gu-gue mohon" dengan air mata yang juga ikut tumpah, tubuhnya terasa hancur bahkan mata juga tak kuat untuk terbuka.


Naya tertegun, ia menangis dengan keras meluapkan emosinya. Sakit, namun lebih sakit adalah sahabatnya yang memohon seperti saat ini.


"gue hisk.... Gue ikhlas agar tuhan bisa meluk lo dengan hangat, semoga ikhlas ini jadi penghargaan terbesar buat gue yang egois ingin mempertahankan keberadaan lo"


Friska tersenyum sambil mata yang tertutup dengan perlahan "selamat jalan putri Garlz, selamat menyambut kebahagian yang abadi"


Ditengah rasa sakit anggota Garlz, mereka berusaha bangkit...kehilangan seseorang bukannya kehancuran tapi pembaharuan dalam lembaran.


"kami cinta lo, semoga rindu ini terbungkus bersama lo sampai surga" ucap mereka bertiga bersama sama.


"makasih atas kelahiran lo yang istimewah Friska Vionala"


Suara sirine ambulan dan deru mobil mendekati mereka disana dapat terlihat ayah Dafa dan Ezza yang menatapnya dengan khawatir.


Ia berjalan tertatih menuju Daffa dengan senyuman yang merekah.


Posisinya degap didepan sang ayah yang menyelamatkan kehidupannya.


"lapor ayah tercinta atas nama Daffa Emillio, putrimu telah usai melaksanakan tugasnya...terima kasih telah menjadikan putrimu sangat kuat hingga bertahan diakhiri misinya, ayah berhasil membentuk putri tangguh ini seperti yang ayah mau. Sekian laporan selesai" sambil memberikan sebuah Cips yang disembunyikan oleh putrinya dahulu, isi Cips itu berupa isi bukti keilegalan perusahaan Nor's dan ungkapan Naya yang mengalami kekerasan seksual.


Dimana ia terpaksa mengakhiri hidupnya saat mengalami depresi berat , demi keamanan dirinya sendiri.

__ADS_1


Naya menghadap ayahnya dengan derai air mata, wajahnya penuh tanah dan bekas percikan darah menatap sayu serta senyuman yang begitu mengembang.


"laporan diterima, terima kasih telah bertahan hingga akhir tuan putriku. Tugasmu telai usah sekarang, terima kasih sudi menjadi putri dari pria tua ini...sekarang raih kebahagianmu yang telah menunggu" Daffa menatap Naya dengan haru, tak ayal pria tua itu juga menangis bangga.


tugasnya telah selesai namun ceritanya masih berlanjut tanpa akhir.


***


Setelah pemakaman Friska selesai, seluruh anggota beristirahat dimansion milik Ezza.


Naya dirawat intensif oleh Daffa dan Ezza, karena ia belum pulih sepenuhnya.


Sasa jangan ditanya, ia hanya menggerutu saat Evans begitu cerewet merawatnya dan terus mengomel saat mendengar cerita kejadian itu.


Davina kini telah kembali, tak ada lagi keterpurukan. Dengan ditemani Devan juga membantu pekerjaannya.


Sedangkan kelima laki laki beserta Anggi dijebloskan Kedalam penjara, tak hanya itu seluruh aset kekuasaannya juga disita.


Mereka menjalani hari hari yang suram dalam jeruji besi bahkan sebagian dari mereka mengalami gangguan jiwa.


"setelah sembuh aku mau sekolah, boleh" pinta Naya memelas, sejak tadi Ezza memerintahkan dirinya agar homescholing.


Ia tak mau kejadian yang lalu terulang lagi "no.. Sekali no tetap no" ujarnya.


"masa dilarang sekolah sih... Kan aku bareng kamu sekolahnya, berati kamu bisa jagain aku kan"


"enggak sayang"


"ya udah kalo kamu gak bolehin" tatapan Naya berubah sendu membuat Ezza tak kuasa.


"oke... Aku bolehin asal kamu gak boleh lepas dari pengawasan aku" dengan sangat terpaksa ia menyetujui kehendak sang kekasih.


"yes berhasil" batin Naya.


Ia sudah yakin Ezza tak akan mungkin tega melihat wajah sedihnya.


"tapi-"


"tapi apa?" tanya Naya heran.


"tapi kamu harus nikah sama aku dulu, baru aku bolehin sekolah" pinta Ezza spontan dengan wajah datarnya.


"ta ta tapikan kita masih se sekolah" sahut Naya tergagap.


"aku gak peduli, mau sekolah tapi nikah sama aku atau enggak sekolah sama sekali " suara berat itu mengancam membuat daum telinga Naya merinding.


"gimana caranya kita bisa nikah"


Ezza mengecup telinga dan pelipis Naya "tak usah memikirkannya honey, aku yang akan urus semuanya" kemudian mengecup bibir Naya.

__ADS_1


"siap my future husband" ia membalas kecupan Ezza.


"damn, you sweet baby"


__ADS_2