GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
Happiness 34


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan cepat sebentar lagi liburan sekolah tiba itu berarti Albiyan akan segera pergi menemui Ibu kandungnya, ketakutan Ayrin akan Albiyan yang memilih tinggal dengan Ibu kandungnya sudah sedikit berkurang setelah mendengar ucapan Albiyan waktu itu, Namun tetap saja Ayrin menyimpan sedikit ke khawatiran.


Malam ini keluarga Rey tengah bersiap untuk pergi menghadiri undangan pesta ulang tahun perusahan Tuan Diego yang menjalin kerja sama dengan perusahaan Victory, Tuan Diego secara resmi mengundang Rey dan keluarganya.


Ayrin menyiapkan setelan jas yang sama untuk Rey dan anak-anak laki-laki nya sedangkan ia memakai dress yang sama dengan Aylen, Mereka pergi menggunakan dua mobil, Sampai di Hotel tempat berlangsung nya acara para wartawan berkerumun mengelilingi mereka, Sebagai pembisnis terkenal dan sukses di Negara itu tentu saja para wartawan berlomba-lomba ingin mewawancarai pemilik perusahaan Victory Global yang terkenal itu apalagi Rey datang dengan keluarganya yang jarang di expose.


Rey dan keluarganya berhasil masuk kedalam hotel setelah melewati banyak wartawan di bantu dengan Bodyguard yang di sediakan Tuan Diego, Sampai di dalam ballroom tempat acara berlangsung Rey di sambut oleh Tuan Diego dan Nyonya Sasmita dengan hangat.


Ayrin membiarkan anak-anak berpencar darinya kecuali Aylen karena ia tau Aarash Aaresh dan Albiyan tidak suka di kenalkan dengan teman bisnis Rey, Mereka bertiga duduk di kursi paling pojok yang ada di ruangan itu.


"Ini sangat membosankan" Ucap Aaresh dengan wajah bosannya.


"Jika sudah tau lebih baik diam" Jawab Aarash dengan wajah tidak ramah nya.


"Kak aku ketoilet dulu" Pamit Albiyan yang di angguki Aarash dan Aaresh.


Albiyan hanya mencuci tangan dan membenarkan rambut nya setelah itu ia keluar, Langkah nya terhenti saat mendengar segerombolan ibu-ibu yang membicarakan tentangnya.


"Bukankah dia hanya anak adopsi mereka?" Ucap salah satu dari mereka yang tangan nya penuh dengan perhiasan persis seperti toko mas berjalan.


"Iya benar dia hanya anak adopsi yang mereka temukan di taman yang beritanya menghebohkan dunia bisnis waktu itu kan, Siapa namanya?"


"Al Al siapa ya duh saya juga lupa jeng"

__ADS_1


"Albiyan nama nya iya Albiyan"


"Denger-denger ya jeng Tuan Rey dan Nyonya Ayrin begitu menyayangi nya padahal dia kan cuma anak adopsi"


"Iya ya jeng kalo saya punya anak adopsi udah saya manfaatin buat bantu-bantu di rumah atau di kantor jeng, kan lumayan ga perlu ngeluarin uang buat bayar dia" Mereka tertawa bersama setelah mengatakan hal itu, Albiyan tetap berdiri di tempat nya mendengarkan ucapan ibu-ibu itu.


"Eh jeng jeng denger-denger juga katanya sih dulu dia di buang ya sama Ibu kandungnya, Kok tega sih atau jangan-jangan dia itu anak haram makanya dia di buang biar ga bikin malu dan bikin sial" Lagi mereka tertawa setelah mengucapkan kata yang menyakitkan untuk Albiyan, Albiyan merasakan sakit di hatinya tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa ia takut membuat Rey dan Ayrin malu karena nya.


Tanpa mereka sadari Ayrin juga mendengarkan semua ucapan mereka, Ayrin begitu marah saat mendengar perkataan merekeka, Ayrin menggenggam erat gelas yang ada di tangan nya apalagi saat mendengar kata selanjutnya dari salah satu mulut wanita yang mengatakan Albiyan anak haram dan pembawa sial.


"Semoga saja yang jeng anak itu tidak membawa kesialan untuk keluarga yang sudah mengadopsinya soalnya kan anak haram takut nya dia bawa sial" Mereka terbahak-bahak setelah mengatakan itu mereka tidak tau jika Albiyan dan Ayrin mendengarkan ucapan mereka.


Ayrin semakin menggenggam erat gelas di tangan nya hingga gelas itu pecah sehingga pecahan itu melukai tangannya, Prang.....Suara pecahan gelas yang terjatuh dari tangan Ayrin dengan darah yang keluar dari telapak tangan Ayrin.


"TUTUP MULUT KOTOR MU ITU AKU BISA SAJA MEROBEK MULUTU ITU, BERANI SEKALI KAU MENGATAKAN ANAK KU ANAK HARAM DAN PEMBAWA SIAL, KAU TAU APA TENTANG ANAK KU HA?" Dengan suara lantang dan emosi yang menggebu-gebu Ayrin menatap nyalang wanita yang sudah berani mengatakan Albiyan anak haram, Sungguh Ayrin tidak terima dan sakit hati wanita itu mengatakan Albiyan anak haram.


Hal itu membuat semua tamu undangan menengok ke arah Ayrin yang tengah marah bak elang yang siap memanggsa buruan nya, Ayrin pun tak menghiraukan sakit di tangan nya dan darah yang terus keluar dari telapak tangan nya karena beberapa pecahan gelas masih menempel di tangan nya.


"JAWAB.....KAU TAU APA TENTANG ANAK KU?" Ayrin kembali bertanya kepada wanita itu, Ibu-ibu yang membicarakan Albiyan seketika takut melihat Ayrin marah seperti itu, Mereka tidak tau jika Ayrin bisa berubah semenakutkan itu..


Rey dan anak-anak mendekati Ayrin "Sayang ada pa?" Tanya Rey menarik Ayrin ke arah nya.


"Mom ada apa?" Aarash menanyakan hal yang sama.

__ADS_1


"Dia" Tunjuk Ayrin pada wanita yang Ayrin tampar tadi dan berdiri ketakutan "Dia bilang anak ku anak haram, Albiyan bukan anak haram Rey" Lanjut Ayrin lagi dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya.


Rey yang mendengar itu seketika darah nya mendidih, Rey menatap nyalang wanita yang sudah berani mengatakan Albiyan anak haram, Rey mengangkat tangan nya ingin mencekik wanita itu namun Albiyan menahan tangan Rey.


"Dad...Jangan mengotori tangan Daddy hanya untuk orang-orang seperti ini, Albiyan baik-baik saja Dad" Ucap Albiyan menatap Rey.


"Maafkan Istri saya Tuan, Tolong maafkan istri saya" Mohon Tuan Bayu yang ternyata suami dari wanita itu dan perusahaan Tuan Bayu juga bekerja sama dengan perusahan Rey.


"Didik istri anda dengan benar, Aku bersumpah akan membalas apa yang sudah istri anda lakukan" Ucap Rey penuh penekanan.


"Mom Are you okay?" Tanya Aaresh yang ada di samping Ayrin.


"Dad tangan Mommy?" Ucap Aarash, Saat Aylen mengangkat tangan Ayrin yang penuh darah.


Rey melihat tangan Ayrin dan langasung menggendong nya dan membawa nya kekuar namun sebelum itu ia memberikan peringatan untuk Tuan Bayu dan istrinya.


"Aku pastikan setelah ini hidup kalian tidak akan baik-baik saja, Itu juga berlaku untuk kalian yang membicarakan anak ku" Ucap Rey menatap orang-orang yang membicaran Albiyan tadi setelah itu Rey membawa Ayrin ke rumah sakit.


Didalam mobil Rey terus memeluk Ayrin, Albiyan memberikan jas nya untuk membalut luka Ayrin, "Albiyan anak ku Rey dia bukan Anak haram dan dia bukan pembawa sial" Suara Ayrin terdengar lirih dalam pelukan Rey.


"Kita yang lebih tau tentang Albiyan sayang jangan dengarkan mereka" Jawab Rey menenangkan Ayrin.


"Aku berjanji akan memberi mereka pelajaran, Jadi sekarang tenang lah hmm, Aku dan Anak-anak menghawatirkan mu " Ucap Rey lagi dan memberikan ciuman di kening Ayrin.

__ADS_1


__ADS_2