GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 37


__ADS_3

Sepanjang hari Rey memikirkan mengapa Ayrin tak kunjung membuka hati, Apakah sesulit itu untuk menerima orang baru di hidupnya, lebih dari lima bulan ia menunggu namun hasilnya masih tetap sama, Tidak ada tanda-tanda sama sekali jika Ayrin akan membuka hati nya untuk orang baru, Tanpa Rey ketahui, Ayrin sendiri perlahan sudah memulai membuka hati, Perasaan kehilangan saat Rey tak lagi menunjukan perhatiannya membuat Ayrin sadar bahwa perlahan ia sudah menerima Rey di hatinya.


Rey bertekat jika menggunakan cara lembut tidak dapat memiliki Ayrin maka ia akan memiliki Ayrin dengan cara kasar Walaupun ia harus memaksa maka akan ia lakukan, Sudah cukup menunggu selama lima bulan sekarang saat nya ia menunjukan kuasanya, Apapun bisa ia dapatkan jika dia menginginkan.


Rey keluar ruangan menghampiri Ayrin yang baru saja mendudukan tubuhnya di kursi, Menanyakan apakah ia sudah makan atau belum setelah itu membawanya pergi, Ada binar kebahagian yang Rey lihat di mata Ayrin saat ia menanyakan kebiasaannya dulu. Di dalam mobil saat Ayrin bertanya akan membawanya kemana Rey sengaja menjawab tanpa menolehkan wajahnya ke arah Ayrin dan hal itu membuat wajah Ayrin berubah sendu, Rey tersenyum sekilas melihat hal itu.


"Ayo" Ajak Rey sambil mengulurkan tangannya saat mereka sudah turun dari mobil. Dengan senang hati Ayrin menerima uluran tangan Rey.


"Kita mau kemana Tuan" Jawab Ayrin sambil terus berjalan di sebelah Rey yang menggandeng tangannya.


"Ikut saja !! Nanti kau akan tahu sendiri" Setelah itu tidak ada percakapan lagi di antara mereka berdua.


Mereka berdua terus diam sampai mereka tiba di sebuah Danau kecil yang di kelilingi banyak pohon-pohon yang memanjakan mata, Sunguh ini Danau yang Sangat indah yang pernah Ayrin lihat.


"Tuan ini indah sekali" Ucap Ayrin yang terkesima akan keindahan danau itu.


"Kau menyukainya?"


"Tentu Tuan" Jawab Ayrin sembari berjalan mendekati pinggir danau.

__ADS_1


Rey diam tak bergerak di tempat ia berdiri memandangi siluet wanita yang ia cintai itu, Dengan perlahan Rey berjalan mendekati Ayrin, Menarik tangan Ayrin hingga Ayrin berbalik menghadap dirinya.


"Ada yang ingin ku tanyakan"


"Tentang apa Tuan"


"Apa kau belum siap untuk menerima orang baru di hidupmu?" Tanya Rey dengan menggenggam tangan Ayrin.


"A...Aku.."


"Aku tau semua tentang masalalumu, Aku tahu tentang rasa Traumamu, Aku tau ketakutanmu akan di tinggalkan dan di campakkan" Diam sejenak "Tapi sampai kapan kau akan menutup diri, Tidakkah kau menyadari perasaanku ? Apa tak ada sedikitpun rasa kehilangan saat aku tak memperhatikan mu lagi ?, Apa masih kurang waktu yang ku berikan untukmu menyembuhkan luka hatimu?" Rentetan pertanyaan Rey tanyakan pada Ayrin.


"Tuan... A...." Baru ingin meneruskan ucapannya Rey memotong ucapannya.


"Jangan panggil aku Tuan" Ucap Rey tanpa ingin di bantah.


"A..aku takut di buang untuk yang kesekian kalinya" Ayrin berkata dengan sekuat tenaga menahan air matanya.


"Aku sudah hancur dua kali, Aku sudah gagal dua kali, dan aku tidak akan sanggup jika harua merasakan kehancuran yang berikutnya" Hancur sudah pertahanannya, Air matanya mengalir deras seiring dengan setiap kata yang ia ucapkan.

__ADS_1


"Tidak ada satupun laki-laki yang mau dengan wanita yang tak bisa memberikan kebahagian" Ucap Ayrin ambigu membuat Rey bingung, Namun Rey enggan bertanya ia masih fokus mendengar ungkapan Ayrin.


"Bukan keinginanku seperti ini tapi Tuhan yang berkehendak seperti ini, Aku mencintai dua orang dengan segenap hati tapi mereka membuangku seperti sampah, Membawa wanita baru di hadapanku, Mengatakan bahwa dia mencintainya lalu pergi meninggalkanku, Aku tidak sanggup jika harus merasakan hal itu lagi" Ayrin meremas kuat bagian dadanya mengahalau rasa sesak dalam setiap ungkapannya.


Mendengar ungkapan Ayrin hati Rey merasakan sakit seperti tersayat benda tajam, Semenderita itukah wanita yang ia cintai, Apa alasan mereka meninggalkan wanita secantik dan sebaik dirinya itu, Seperti ada yang janggal saat mendengar ucapan Ayrin, Apa ada yang terlewat saat ia membaca informasi tentang Ayrin.


Rey menarik Ayrin membawanya dalam pelukannya, Mengusap lembut rambut Ayrin " Aku juga ingin bahagia, Apa aku tidak pantas untuk bahagia" ucap Ayrin dalam pelukan Rey.


"Setiap manusia berhak untuk bahagia, Termasuk dirimu" Kata Rey menenangkan Ayrin yang masih menangis di pelukannya.


"Maka dari itu berikan aku kesempatan untuk membahagiakanmu" Ucap Rey lagi, Ayrin mengangkat kepalanya dari dada Rey, menatap dalam mata Rey mencari keseriusan dalam ucapannya.


"Aku tau kau masih meragukanku, Tapi aku mohon berikan aku kesempatan untuk meyakinkanmu, Satu bulan..beri aku waktu satu bulan untuk menyakinkanmu " Rey tau Ayrin meragukan ucapannya.


Memejamkan matanya sejenak Ayrin meyakinkan hatinya untuk mencoba menerima Rey di hidupnya, Membuka matanya Ayrin menatap mata Rey Setelah itu menganggukan kepalanya sebagai jawaban ia akan memberikan Rey kesempan.


Melihat Ayrin menganggukan kepalanya sebagai jawaban Rey menarik tengkuk Ayrin menyatukan bibir mereka, Ayrin kaget Rey tiba-tiba menyatukan bibir mereka, Setelah itu Rey melepaskan tautan bibir mereka "Terimakasih.....Terimakasih sudah memberiku kesempatan" Ucap Rey saat ia sudah menjauhkan bibirnya.


Ayrin tersenyum sebagai jawaban, Meraih wajah Ayrin dengan kedua tangannya Rey menyatukan keningnya dengan kening Ayrin hingga hidung mereka saling bersentuhan, Perlahan tapi pasti Rey kembali menyatukan bibir mereka, ********** pelan memberikan kelembutan, Ayrin memejamkan matanya menikmati kelembutan yang Rey berikan.

__ADS_1


Selamat malam semuanya, Salam hangat dari Author, Beri Author dukungan karena dukungan kalian semangat Author. Terus tunggu kelanjutan ceritanya ya Terimakasih😊


__ADS_2