
Hari demi hari berjalan dengan cepat tak terasa 12 tahun telah berlalu, Kini usia anak-anak sudah menginjak remaja, Mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tampan dan cantik, Aarash Aaresh dan Albiyan tumbuh menjadi remaja yang tampan nan rupawan begitupun dengan kepribadian mereka., Mereka tumbuh menjadi anak yang perduli akan sekitar.
Sedangkan Aylen tumbuh tak kalah cantik dengan ibu nya, Ia menjadi gadis kesayangan keluarganya tak ada yang bisa menolak apapun keinginan Aylen, Menjadi satu-satunya anak perempuan di keluarga itu membuat Aylen selalu di manjakan oleh keluarganya apalagi dengan Nenek dan Keakek nya apapun yang di inginkan Aylen selalu di turuti.
Aarash Aaresh dan Albiyan kini sudah menduduki Sekolah Menengah Atas kelas X11, Mereka sekolah di SMA Satu Nusa dimana itu adalah sekolah umum, Mereka bertiga memilih sekolah umum daripada sekolah elit yang di tawarkan orangtua mereka karena menurut mereka sekolah dimanapun itu sama.
Rey dan Ayrin tidak memaksa anak-anak nya untuk selalu menuruti keinginan mereka, Anak-anak bebas memilih apapun dan dimana pun mereka sekolah asalkan mereka bersungguh-sungguh dalam belajar dan semua itu terbukti mereka selalu mendapatkan peringkat walaupun tidak semua mendapat peringkat satu setidaknya mereka selalu masuk dalam 5 besar.
Aylen yang kini berusia 12 tahun sudah masuk sekolah kelas 1 SMP, Beda dengan kakak-kakak nya yang bebas memilih sekolah umum Aylen tidak di izinkan untuk mengikuti jejek sang kakak untuk sekolah di sekolah umum, Aylen sekolah di sekolahan elit yang sangat terkenal akan biaya daftar ulang dan SPP nya sangat mahal, Aylen yang pada dasarnya memang gadis penurut dia tidak menolak saat di masukan kesekolahan itu.
Sedangkan Zayn kini ia sudah hidup bahagia dengan keluarga kecilnya bahkan sekarang ia sudah memiliki dua orang anak yang satu laki-laki dan yang satu perempuan, Mereka berdua tumbuh tak kalah tampan dan cantik seperti Ayah dan Ibu nya.
Zayn menikah dua tahun setelah kelahiran Aylen, Ia menemukan perempuan yang berhasil menghilangkan rasa traumanya, Setelah tiga bulan pernikahan nya ia mendapatkan kebahagian berlipat ganda karena kehamilan istrinya.
•
•
•
•
•
•
Malam telah berlalu berganti pagi menyapa hangat, Ayrin membuka hordeng yang berada di kamar anak bungsunya, Gadis cantik yang masih berada di dalam selimut mengeliat saat cahaya yang masuk menggagu tidurnya.
"Selamat pagi sayang" Ayrin mencium kening anak gadis nya hal yang selalu ia lakukan saat membangunkan anak-anak nya.
__ADS_1
"Selamat pagi Mom" Balas Aylen yang kini audah membuka matanya.
"Ayo bangun setelah itu mandi sayang" Ayrin menarik tangan Aylen membantunya duduk.
Aylen turun dari kasur dan berjalan masuk ke walk in closet dimana di dalam situ terdapat kamar mandi, Ayrin mengikuti Aylen dari belakang kemudian ia menyiapkan baju anak gadisnya, Setelah selesai dengan Aylen Ayrin pindah ke kamar anak-nya yang lain.
Ayrin memasuki kamar Albiyan ia melakukan hal yang sama seperti ia lakukan kepada Aylen, "Selamat pagi anak Mommy" Sapa Ayrin setelah membuka hordeng dan mencium kening Albiyan.
"Pagi Mom" Balas Albiyan yang sudah duduk di kasur.
"Ayo mandi sayang Mommy akan siapkan bajunya" Ayrin menyiapkan baju untuk Albiyan setelah itu ia keluar.
Beralih ke kamar anak sulung nya Ayrin juga melakukan hal yang sama, Saat sudah membuka hordeng Ayrin tersenyum melihat gaya tidur anak sulung nya yang sama persis seperti Daddy nya, "Selamat pagi anak Daddy" Suara Ayrin membangunkan anak nya tak lupa mencium kening nya.
"Mommmm" Protes Aaresh yang tak suka jika dia hanya dbilang anak Daddy, Bagaimana tidak di sebut anak Daddy jika kelakuan sifat dan wajah mereka sangat-sangat mirip dengan Rey Aaresh ini seperti duplikatnya Rey.
"Baiklah-baiklah Anak Mommy dan Daddy" Ayrin menjeda ucapannya sambil mengelus rambut anaknya, "Sekarang ayo bangun dan mandi" Lanjut Ayrin membantu Aarash bangun kemudian ia menyiapkan baju sekolah Aarash.
Pemandangan seperti ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Ayrin, Anak kedua Ayrin ini sedikit berbeda dari saudara nya yang lain yang tidak suka jika kamarnya berantakan, Ntah sifat siapa yang menuruni Aaresh karena Rey maupun Ayrin tidak seperti itu.
Jika ke tiga saudaranya begitu mudah di bangunkan lain hal dengan Aaresh, Ayrin harus extra sabar untuk membangunkan Ayrin tak jarang ia meminta bantuan Rey untuk membangunkan anak ke duanya ini.
"Arresh sayang bangun yuk sudah siang ini" Suara Ayrin membangunkan Aaresh dengan menggoyang-goyangkan badannya namun Aaresh tak bergerak sedikit pun.
Ayrin masih berusaha membangunkan Aaresh dengan menciumi pipi dan dahi nya berharap Aaresh akan merasa tidak nyaman dari tidur nya dan memilih bangun, Namun apalah daya bukannya bangun Aaresh malah semakin nyenyak tidur.
Lelah membangunkan anaknya yang tidak bangun-bangun juga Ayrin meninggalkan Aaresh sebentar untuk menyiapkan baju sekolahnya, Setelah selesai ia keluar lagi dan Aaresh belum bangun juga.
"Aaresh Mommy akan meminta Daddy memotong uang saku mu jika kau tidak bangun juga" Ucap Ayrin cukup keras dan langsung membuat Aaresh bangun dan turun dari kasur.
__ADS_1
"Jangan Mom" Ucap Aaresh yang sudah berdiri di samping kasur dengan rambut acak-acakkan yang mana membuat ia semakin terlihat tampan.
"Sekarang pergi mandi Mommy susah siapkan bajunya" Perintah Ayrin yang langsung di jalankan Aaresh walau kantuk masih menderanya.
Sebelum berlalu ke kamar mandi Aaresh mencium pipi Mommy nya, Ayrin mematikan tv dan juga membereskan tempat tidur Aaresh setelah itu ia turun ke lantai dua diamana kamar Utama berada, Berbeda dengan lantai tiga yang berisi 4 kamar anak nya Rey membuat lantai dua hanya berisi kamar nya dan ruang kerja, Para pekerja pun tidak di izinkan naik ke lantai dua kecuali Bibi Sam.
"Anak-anak sudah bangun semua sayang" Tanya Rey saat melihat Ayrin memasuki kamar.
"Hmmm sudah" Ayrin membantu Rey memasangkan dasi.
"Aku heran kenapa Aaresh susah sekali di bangunkan padahal saudaranya yang lain sangat mudah" Ayrin mengungkapkan keheranannya akan kelakuan ajaib anak keduanya.
"Biarkan saja sayang begitu-begitu juga dia anak mu" Jawab Rey sekenanya.
"Ishh anakmu juga tau" Selesai Ayrin memasangkan dasi Rey.
"Ayo turun kita sarapan, Aku sudah membuatkan makanan kesukaan kalian semua" dengan senang hati Rey mengikuti langkah istrinya apaplagi istrinya membuatkan sandwich isi telur kesukaan nya dan anak-anak.
Mereka turun ke lantai satu dengan menaiki lift, Dimeja makan sudah ada Aylen yang menunggu mereka, Rey mencium dahi putrinya setelah sang putri mengucapkan selamat pagi padanya, Beberapa menit kemudian ketiga putra mereka datang bersamaan semua tampak rapih kecuali Arresh yang tidak memasukan seragamnya.
Sarapan pagi selalu terasa hangat karena canda tawa anak-anak, Selesai sarapan anak-anak berpamitan mereka menciumi pipi Daddy dan Mommy nya bergantian setelah itu mereka berangkat sekolah dengan mengendarai motor kesayangan mereka masing-masing, Sedangkan Aylen berangkat sekolah bersama Rey yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari mereka.
"Aku berangkat dulu sayang" Pamit Rey mencium seluruh wajah Ayrin.
"Hati-hati sayang, Nanti siang aku akan membuatkan makan siang untukmu" Jawab Ayrin.
"Iya sayang, Ayo princes kita berangkat" Ajak Rey pada Aylen.
"Mommy Aylen berangkat sekolah dulu ya" Pamit Aylen menyalami tangan Ayrin kemudian mendapatkan ciuman dari Mommy nya.
__ADS_1
"Iya sayang hati-hati ya" pesan Ayrin, Setelah itu Rey dan Aylen berangkat sekolah, Setelah memastikan Rey sudah berangkat Ayrin masuk ke rumah, Ayrin naik ke kamar lantai tiga untuk memberekan kamar anak-anak dan menyiapkan baju anak-anak yang akan mereka pakai pulang sekolah nanti.
Hal itu sudah menjadi rutinitas sehari-hari Ayrin aaat ia memutuskan untuk menjadi Ibu rumah tangga yang baik, Segala keperluan suami dan anak-anak ia sendiri yang mengerjakan tanpa bantuan pelayan karena Ayrin ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya tanpa campur tangan orang lain.