GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 69


__ADS_3

Semenjak kepergian Rey ke Eropa Ayrin merasa sangat kesepian, Karena itu Mami Puspa berinisiatif mengajak Ayrin jalan-jalan ketaman bunga terbesar di Kota itu, Ayrin yang di ajak jalan-jalan tentu merasa sangat senang sudah lama ia tak melihat bunga-bunga bermekaran.


Mengingat kandungan Ayrin yang semakin besar Mami Puspa mengatur penjagaan ketat untuk menantu kesayangannya itu, Mami Puspa membawa 10 pengawal dan 5 pelayan yang akan menjaga Ayrin, Sebelum pergi Mami Puspa meminta izin terlebih dulu pada Anak dan Suaminya setelah mendapat izin barulah mereka pergi, Papi Arian tidak bisa menemani karena ada meeting penting menggantikan Rey yang masih di Eropa.


Ayrin begitu bahagia bisa melihat bunga-bunga cantik bermekaran, Wangi bunga yang bermekekaran membuat Ayrin merasakan ketenangan, Berhari-hari hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan apapun membuat Ayrin sedikit stres dan saat melihat hamparan luas yang di penuhi berbagai macam bunga membuat Ayrin lebih rileks.


"Terimakasih Mami sudah membawaku ke taman ini" Ucap Ayrin dengan senyum tak lepas dari bibirnya.


"Sama-sama sayang, Mami tau kau pasti merasa bosan di dalam rumah terus" Jawab Mami Puspa mengelus kepala Ayrin.


"Mami aku ingin ke taman bunga sebelah sana" Tujuk Ayrin pada taman bunga bagian barat yang di tanami ratusan bunga lavender.


"Pergilah sayang tapi kau harus tetap hati-hati kau tidak boleh beranjak dari kursi roda, Mami akan menunggu disini" Perintah Mami Puspa


"Baik Mami Ayrin akan patuh" Jawab Ayrin sumringah. Mami Puspa hanya tersenyum.


"Kalian jaga Nona kalian baik-baik jangan sampai kalian lengah" Ucap Mami Puspa pada para pengawal dan pelayan yang menjaga Ayrin.


"Baik nyonya" Mereka menjawab bersamaan.


Sepanjang perjalanan menuju taman bagian barat senyum di bibir Ayrin tak pernah lepas dari bibirnya, Ayrin begitu terlihat cantik saat ia tersenyum siapapun yang melihat senyumnya pastilah mereka langusng menyukainya begitupun dengan para pengawal yang ada di sekitar Ayrin mereka begitu terpana melihat senyum dari Nona nya, tapi mereka cukup sasar diri mereka tidak punya keberanian untuk menyukai nyonya nya sendiri jika saja mereka berani mereka harus siap kehilangan nyawa di tangan Tuan Muda Reynan Victori.


Ayrin sampai di taman bagian barat, Ayrin begitu terpukau dengan keindahan bunga lavender yang tertata sangat rapih belum lagi warna nya yang sangat cantik membuat Ayrin hampir melanggar janjinya untuk tidak beranajak dari kursi roda.


"Nona mohon untuk tetap duduk di kursi roda" Tegur salah satu pengawal yang melihat Nona nya ingin beranjak dari kursi rodanya.

__ADS_1


"Oh maafkan aku, Aku hampir melanggar janjiku" Jawab Ayrin yang sudah kembali duduk di kursi roda.


"Ya Nona" Jawab pengawal itu.


Ayrin meminta pelayan mendorong kursi roda nya mengelilingi taman bagian barat itu, Ayrin begitu menyukai wangi dari bunga lavender itu, Andai saja ia datang kesini bersama Rey pastilah kebahagiaannya terasa lengkap, Rey..ahh tiba-tiba saja ia sangat merindukan Suaminya sedang apa kira-kira suaminya saat ini, Ayrin meminta ponselnya kepada salah satu pelayan yang membawa ponselnya, Ayrin mencoba melakukan panggilan vidio dengan Suaminya, baru dering pertama Rey langsung menjawab sambungan vidionya.


"Sayang aku merindukanmu" Suara Rey saat sambungan vidio baru terhubung.


"Aku juga merindukanmu sayang" Jawab Ayrin dengan senyum kerinduan yang begitu manis membuat Rey yang melihat ingin segera melahapnya hingga habis, Andai saja Ayrin ada di depannya pastilah sudah ia lahap habis bibir dengan senyum indah itu.


"Apa kau senang pergi ketaman bunga sayang" Tanya Rey di sebrang telfon.


"Ya aku sangat senang sayang, tapi...." Ayrin mengantung ucapannya.


"Sayang tenang lah, aku tidak kenapa-kenapa, Jangan membentak para pengawal seperti itu mereka bekerja dengan sangat baik" Suara Ayrin menenangkan Suaminya yang sudah salah paham.


"Tadi kau bilang tapi,,,, tapi apa?" Tanya Rey yang masih khawatir.


"Aku hanya ingin bilang tapi kau tidak ada disini jika kau ada disini aku dan Twins akan merasa lebih bahagia" Ucap Ayrin yang membuat Rey semakin merana karena tidak bisa menemani anak dan istrinya.


"Ahh kau membuatku khawatir sayang aku kira terjadi sesuatu denganmu" Rey bernafas lega setidaknya istri dan anak-anak nya baik-baik saja.


"Sayang arahkan ponselmu pada perutmu aku ingin berbicara dengan Twins" Pinta Rey yang lansung dituruti Ayrin.


"Twins apa kalin merindukan Daddy sayang?" Tanya Rey dari sebrang telfon, Twins yang mendengar suara Daddy nya langsung bergerak lincah memberitahu Daddy nya jika mereka sangat merindukan Daddynya.

__ADS_1


Rey yang melihat pergerakan aktif anak-anak nya tertawa senang, ia senang walaupun ia tidak berada dekat dengan anak-anaknya tapi mereka masih bisa merespon suaranya walau hanya dari sambungan telfon saja, Twins terus bergerak aktif menendang perut Mommy nya hingga Ayrin meringis merasakan tendakan Twins yang semakin kuat, Melihat Ayrin meringis merasakan tendangan Twins Rey meminta Twins untuk tidak menendang terlalu kuat.


"Twins jangan menendang perut Mommy terlalu kuat, Mommy kesakitan" Suara Rey yang langsung di turuti oleh Twins, Ikatan batin antara Rey dan anak-anaknya begitu kuat hingga apa saja yang di ucapkan Rey akan di turuti oleh Twins.


"Anak pintar" Puji Rey pada Twins yang berhenti melakukan tendangan.


"Twins kalian selalu saja lebih patuh pada Daddy kalian dari pada Mommy kalian" Protes Ayrin pada Rey dan Twins.


"Tentu saja Twins patuh padaku karena mereka adalah benihku, Mereka adalah penerusku" Ucap Rey membanggakan dirinya.


"Ya ya mereka memang anak-anak mu generasi penerusmu" Jawab Ayrin pasrah memang itu lah kenyataannya.


"Sayang kapan kau akan kembali" Tanya Ayrin menggati topik pembicaraan.


"Mungkin lusa atau empat hari lagi, Maaf aku tidak bisa menepati janjiku yang akan menyelesaikan semuanya lebih cepat karena masalah disini memerlukan waktu cukup lama." Jawab Rey dengan wajah bersalah karena tidak bisa menepati janjinya.


"Tidak apa-apa sayang jangan merasa bersalah itu bukan salahmu" Ucap Ayrin menenangkan Rey yang merasa besalah, Mereka melakuan sambungan vidio cukup lama, Rey berpesan pada para pengawal untuk menjaga istrinya sebelum mengakhiri sambungan Vidio yang di jawab serempak oleh para pengawal.


Ayrin menutup sambungan vidio dan menyerahkan kembali ponselnya pada pelayan yang tadi membawa ponselnya, Puas melihat-lihat bunga lavender Ayrin memutuskan kembali ketempat Mami Puspa menunggunya, Baru beberapa putaran kursi rodanya berjalan seseorang memanggilnya.


"Ayrin.."


Ayrin yang merasa nama nya di panggil langsung mengangkat kepalanya dan menatap seseorang di depannya.


"Mas Bima...."

__ADS_1


__ADS_2