GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 50


__ADS_3

"Maafkan aku, ini salahku Aku telah gagal menjagamu, Aku mengingkari janjiku untuk selalu membuatmu bahagia" Air mata mengalir keluar, Sungguh ia menyesali kesalahannya yang tak bisa menjaga Ayrin.


Ayrin mengusap air mta yg keluar dari mata Rey "Sstt ni bukan salah mu Rey, Jangan menyalahkan dirimu ini memang sudah takdir Tuhan" Tangannya mengelus kepala Rey lembut.


Rey menegakkan duduknya dan kembali ketempat duduknya semula, Tangannya masih menggenggam tangan Ayrin, Ayrin menatap sendu lelaki di depannyanya ia merasa beruntung memiliki Rey.


"Aku mohon jangan menyalahkan dirimu Rey, Semua yang terjadi pada diriku sudah di tetapkan Tuhan" Ayrin mengulang kembali kata-katanya tadi.


"Ay...Ada sesuatu yang ingin aku katakan, Setelah mendengar ini kau boleh bersedih tapi aku mohon jangan terlalu larut dalam kesedihan, Kau harus ingat ada aku disini yang akan selalu bersamamu dalam kondisi apapun"


"Apa yang ingin kau katakan Rey" Ayrin bertanya dengan debaran jantung yang berdetak kuat, Ntah mengapa Ayrin merasa sesuatu yang akan Rey katakan adalah hal yang akan membuat hidupnya semakin sulit.


"Berjanjilah dulu kepadaku, Jika kau merasa hancur berlarilah padaku"


"Hmm aku berjanji, Sekarang katakan"


Rey menarik nafasnya sebentar sebelum memulai mengatakan yang sebenarnya kepada Ayrin "Akibat tendangan yang melukai perutmu Dokter berkata Rahim mu Rusak dan kemungkinan kau tidak bisa hamil" Rey berkata pelan agar tak membuat Ayrin Syok namun sia-sia saja, Ayrin sudah menangis dalam diam.


Saat mendengar semua yang Rey katakan Ayrin menangis dalam diam, Hati nya benar-benar sakit saat mengetahui jika sekarang dirinya benar-benar tidak bisa mengandung, Memang Ayrin sering berkata jika ia tidak bisa mengandung namun di hatinya yang paling dalam ia memiliki harapan untuk bisa memiliki seorang anak, Tapi setelah mendengar kenyataan yang Rey ucapapkan Hatinya begitu sesak sekarang harapannya benar-benar hilang.


"Jangan menangis dalam diam sayang, Tak apa Menangislah keluarkan suaramu, Ada aku disini jangan merasa sendiri"


Dan benar saja setelah Rey berkata seperti itu Ayrin menangis kencang, ia menangis hingga ia kesulitan bernafas, Rey membawa Ayrin dalam pelukannya memberikan usapan-usapan lembut di tubuh Ayrin untuk menenangkannya.


"A..A..Aku hiks be..be...na..r-be..be..nar hiks me..n..jadi hiks w...a..ni..ta ta..k berguna Rey" Ayrin berkata di sela-sela isakannya, Hati Rey sesak bak di tindih benda besar Rey benci melihat Ayrin menangis seperti ini. Di saat seperti ini kuasanya tak berguna sama sekali.


"Tidak..tidak aku mohon jangan berkata seperti itu, Kau berguna jangan mengatakan jika dirimu tak berguna" Rey mendongakkan kepalanya menahan air matanya, ia tidak boleh ikut menangis, saat ini ia harus menjadi kekuatan untuk Ayrin.

__ADS_1


"Aku..hiks.. Ti..ti..da..k hiks pantas u..n..tuk...mu hiks Re..y, Ca..rilah wa..nita yang pa..n..ta..s untumu Rey"


"Tidak tidak,, Aku tidak menginginkan yang lain aku hanya ingin dirimu, tidak perduli kau bisa mengandung atau tidak, Sempurna atau tidak aku hanya menginginkan dirimu, Aku mohon jangan berkata seperti itu lagi" Akhirnya tumpah juga Air mata Rey.


"Tapi hiks Rey...."


"Jangan menangisi ketidak sempurnaan mu Ay,, karena aku sendiripun tidak sempurna, Kau ingat aku pernah mengatakan jika aku juga memiliki kekurangan" Ayrin menganggukkan kepalanya menjawab pertangaan Rey.


"Aku juga tidak bisa memberi seorang anak" Ada ketakutan dalam diri Rey saat ia mengatakan kebenaran tentang dirinya.


Ayrin melepaskan pelukan dari tubuh Rey dan menatap dalam mata mata Rey "Apa maksutmu Rey"


"Aku juga tidak sempurna, Aku bukan laki-laki sempurna seperti yang kau fikirkan selama ini, Aku juga sama seperti mu"


Ayrin masih belum mengerti apa yang Rey maksut karena Rey mengucapkannya dengan berbelit-belit.


"Aku menderita Verikokel" Rey mulai menceritakan semuanya padanya Ayrin.


flashback


Penyakit ini bisa di sembuhkan dengan cara di Oprasi, jika Papi dan kakek nya bisa sembuh setelah di Oprasi dan memiliki anak namun berbeda dengan Rey, ia tak kunjung sembuh setelah satu kali di Oprasi, Dokter menyarankan agar Rey di Oprasi kembali tapi Rey menolak karena menurutnya sia-sia saja ia tidak akan sembuh dan tetap akan menjadi laki-laki mandul, Rey selalu beranggapan jika dirinya laki-laki mandul padahal Dokter sudah mengatakan jika ia masih bisa memiliki keturunan walau kesempatannya sangat kecil, Karena hal ini jugalah cinta pertama Rey meninggalkanya.


flashback off


"Kau masih mau mendampingi laki-laki tidak sempurna seperti diriku ini Ay?" Tanya Rey setelah menceritakan semuanya kepada Ayrin.


Ayrin sendiri semakin menangis terisak-isak mendengar cerita Rey, Ternyata bukan hanya dirinya saja yang tak sempurna, ia tidak menyangka jika Rey juga memiliki kekurangan yang sama seperti dirinya.

__ADS_1


"Iya Aku mau mendampingimu" Jawab Ayrin dengan menganggukkan kepalanya.


Mendengar jawaban Ayrin Rey langsung memeluk tubuh Ayrin erat, Hatinya merasa lega dan ketakutannya menghilang setelah ia menceritakan semuanya kepada Ayrin.


"Terimakasih..Terimakasih sayang, Terimakasih Sudah mau menerima laki-laki cacat seperti diriku" Mengelus pipi Ayrin berkali kali.


"Aku juga berterimakasih karena sudah mau menerima wanita yang juga cacat ini sayang" Mereka menangis bersama dan saling menguatkan


"Tak perduli kita akan memiliki anak atau tidak, yang terpenting kau akan selalu ada disisiku selamanya"


"Ya aku akan selalu ada disisimu selamanya, Aku tidak akan pergi jika bukan kau sendiri yang menyuruhku pergi"


"Dan sampai kapanpun aku tidak akan melakukan hal bodoh itu sayang" Mereka tersenyum bahagia.


Mereka berdua tersenyum bahagia dengan saling bergenggaman tangan, Ada kelegaan yang luar biasa saat mereka berdua sudah jujur mengenai kekurangan masing-masing, Ketakutan yang selama ini mereka rasakan telah hilang dengan datangnya sebuah kebahagiaan, Ayrin berterimakasih kepada Tuhan karena menghadirkan sosok laki-laki yang mau menerima kekuranngannya begitupun dengan Rey.


"Rey apa kau sudah makan" Tanya Ayrin masih dalam pelukan Rey.


"Belum...Apa kau lapar sayang?"


"Tidak aku tidak lapar" Jawab Ayrin melepaskan genggaman dari tangan Rey. .


"Akupun juga tidak lapar"


"Tapi kau belum makan Rey"


"Aku tidak ingin makan aku hanya ingin ada di dekatmu" Ucap Rey sendu di depan Ayrin.

__ADS_1


"Kalau begitu tetaplah di sampingku " menepuk sisi sebelah kirinya "Duduklah disini,Aku rasa aku tidak akan jatuh jika berbagi tempat denganmu" Ucap Ayrin mengabulkan keinginan Rey, Ranjang yang di tempati Ayrin memang cukup besar karena ia menempati Ruangan VVIP yang fasilitasnya luar biasa mewah.


...Author udah ngasih tau ya apa kekurangan Rey, Jadi terus dukung Author ya TERIMAKASIH😊...


__ADS_2