
Zayn dan anak buahnya membawa Dava keluar dari Pusat Perbelanjaan itu, Zayn memberi peringatan untuk Dava agar tidak mengganggu Tuan dan Nona nya, Jika dia berani mengganggu Tuan dan Nona nya lagi, Zayn tak segan-segan untuk menghancurkan Dava, Setelah itu ia meninggalkan Dava sendiri.
Dava tidak perduli dengan ancaman Zayn, dia sudah bertekat untuk memiliki Ayrin kembali, Dava tau lawan yang ia hadapi bukan orang sembarangan , Namun tekatnya sudah bulat, Walau harus dengan cara berbahaya sekalipun akan ia lakukan asal Ayrin kembali padanaya.
Setelah selesai memeriksakan Ayrin Rey membawa ayrin pulang ke apartemennya, sejak di rumah sakit wajah Ayrin berubah kesal, ia kesal dengan sikap Rey yang sedikit berlebihan, Hanya sedikit memar di lengannya tapi Rey memperlakukannya seperti orang sakit parah, Bahkan Rey sempat memarahi Dokter laki-laki yang akan memeriksa tangan Ayrin.
FLASHBACK
"Rey turunkan aku, Aku bisa jalan sendiri" Protes Ayrin pada Rey yang tiba-tiba menggendongnya setelah sampai di Rumah Sakit.
"Tidak akan" Jawab Rey masih tetap menggendong Ayrin.
Malu... Itulah yang di rasakan Ayrin saat ini, ia hanya sedikit terluka di lengannya tapi Rey memperlakukannya seperti orang sakit parah yang tak kuat berjalan sendiri, Menelusupkan wajahnya di leher Rey, Ayrin menyembunyikan wajah merahnya menahan malu, Tak hanya sampai di situ Ayrin di buat malu dengan sikap Rey, di ruang pemeriksaan pun Rey kembali menunjukan sikap posesifnya yang membuat Ayrin malu dan sedikit kesal.
"Jangan menyentuh tanganya" Ucap Rey semakin membuat Dokter laki-laki yang akan memeriksa Ayrin semakain tegang.
"Ma..maaf Tuan bagaimana saya bisa memeriksanya jika saya tidak boleh menyentuh tangannya" Jawab Dokter laki-laki itu dengan gugup.
__ADS_1
"Apa di Rumah Sakit ini tidak ada Dokter perempuan" Ucap Rey lagi.
"Rey tidak masalah jika Dokter laki-laki yang memeriksaku, Jangan membuatnya kesulitan" Suara Ayrin mengurangi ketegangan yang terjadi di ruang pemeriksaan.
"TIDAK..... TIDAK boleh ada laki-laki lain yang boleh menyentuh tanganmu, Hanya Aku yang boleh menyentuh tanganmu" Posesif Rey yang membuat Dokter laki-laki itu menahan nafas.
Dokter laki-laki yang di ketahui bernama Arman itu susah payah menelan air liurnya untuk membasahi tenggorokannya yang kering, Sejak Nona di depannya ini masuk bersama dengan anak pemilik Rumah Sakit tempatnya bekerja perasaan nya sudah tidak enak, Perasaannya mengatakan bahwa hal buruk akan terjadi kepadanya.
"Kenapa kau masih diam saja, Cepat panggilkan Dokter wanita untuk memeriksa wanitaku" Teriak Rey pada Dokter Arman, Tanpa menunggu lama Dokter Arman segera berlari keluar ruangan untuk memanggil salah satu Dokter wanita yang ada di Rumah Sakit itu.
"Rey kau berlebihan" Ucap Ayrin dengan wajah kesal.
Selesai mengobati luka Ayrin Dokter meresepkan Obat berupa salep untuk mengurangi nyeri pada lengan Ayrin, Rey membawa Ayrin keluar dari ruang pemeriksaan itu dan menuju tempat pengambilan obat, Hal itu membuat dua Dokter yang tadi memeriksa Ayrin bernafas lega. Setelah mendapatkan obatnya Ayrin dan Rey keluar dari Rumah Sakit, Namun tanpa Ayrin sangka Rey kembali mengendongnya membuat Ayrin meronta di gendongan Rey namun tak ada hasil Rey tetap menggendong Ayrin sampai Ayrin masuk kedalam mobil. Di perlajalanan pulang Ayrin tak mengeluarkan sepatah kata pun pada Rey ia masih kesal dengan sikap Rey hingga mereka sampai di dalam Apartemen Ayrin.
FLASHBACK OF
"Ay kau marah padaku" Tanya Rey saat mereka sudah sampai di dalam Apartemen Ayrin. Namun Tak ada jawaban dari Ayrin.
__ADS_1
Rey bangkit dari tempat duduknya dan pindah di samping Ayrin, Rey memeluk tubuh Ayrin dari samping menghirup dalam-dalam wangi mawar yang ada di tubuh Ayrin "Jangan marah kepadaku, Aku hanya tak ingin ada laki-laki lain yang menyentuhmu"
"Tapi kau berlebihan Rey, Kau berterik-teriak memarahi Dokter itu, Aku tidak suka" Jawab Ayrin dengan wajah yang masih kesal namun tak menolak pelukan Rey.
"Selama ini aku tidak pernah memperlakukan wanita seperti aku memperlakukanmu, bahkan dengan cinta pertama ku pun aku tidak pernah, Aku tidak rela jika ada laki-laki yang menyentuhmu apa lagi menyakitimu, Aku akan sangat marah jika ada laki-laki yang berani melukaimu, Aku takut terjadi sesuatu kepadamu" Ucap Rey lirih yang terdengar jelas di telinga Ayrin.
Rey susah menceritakan semua kisah hidupnya pada Ayrin termasuk kisah percintaannya dengan cinta pertamanya dulu, hanya satu yang belum Rey ceritakan yaitu tentang kekurangannya, Rey merasa belum saatnya ia menceritakan hal itu kepada Ayrin, Rey takut Ayrin akan meninggalkan nya jika Ayrin mengetahui kekurangannya.
Mendengar ucapan Rey, Ayrin menyadari jika tidak seharusnya ia kesal kepada Rey, Rey melakukan itu karena Rey sangat mencintai nya.
"Maaf" Ucap Ayrin sambil menundukan kepalanya.
"Jangan meminta maaf, kau tidak salah" Jawab Rey semakin mengeratkan pelukannya.
"Tidak seharusnya aku kesal padamu" Mata Ayrin memanas siap mengeluarkan Air matanya.
Melepaskan pelukannya Rey memegang pipi Ayrin membawanya menghadap padanya, Satu tetes air mata Ayrin keluar dari matanya yang langsung di hapus Rey, "Berjanjilah padaku kau tidak akan marah dengan sikapku ini, Percalah aku melakukan ini karena aku takut kehilangan mu" Rey berkata dengan sungguh-sungguh di depan Ayrin, Ayrin menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Rey, ia berjanji akan memahami sikap posesif Rey kepadanya.
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YA TERIMAKASIH😊
BUAT KALIAN YANG MASIH PENASARAN DENGAN KEKURANG REYNAN SABAR YA BENTAR LAGI KALIAN BAKALAN TAU KO,JADI TUNGGUIN KELANJUTANNYA YA😀