
Hari ke tiga di Negara Swiss Rey membawa Ayrin keluar dari hotel untuk jalan-jalan, Dua hari kemarin Rey benar-benar mengurung Ayrin di Hotel Rey tak membiarkan Ayrin bersantai sedikitpun, Pagi ini setelah Ayrin merajuk berjam-jam akhirnya Rey membawanya keluar.
Rey membawa Ayrin ke salah satu tempat wisata paling terkenal dengan keindahan alam nya, Danau Ganeva sebuah kawasan wisata yang mempunyai pemandangan yang sangat luar biasa, Penggunungan menjadi pemandangan Alam yang bisa mereka lihat saat mereka datang ke Danau Ganeva, Selain melihat pemandangan yang indah jika cuaca sedang bagus mereka juga bisa menikmati sore ketika matahari akan tenggelam, Kegiatan ini menjadi kegiatan favorite yang di lakukan penduduk, Mereka juga bisa melakukan Ski,hiking dan juga menikmati perlombaan yacht, Kesan klasik dan juga Nuansa Eropa pada abad pertengahan semakin terasa dengan adanya Chateau De Chillon dan juga menara mercu suar di salah satu sudut dari Danau Ganeva ini.
Di Negara Swiss sedang terjadi musim salju, Rey begitu perhatian kepada istrinya, ia memakaikan jaket yang begitu tebal untuk Istrinya, ia juga memakaikan syal dan sarung tangan di leher dan tangan istrinya, Rey tidak ingin Istrinya kedinginan dan jatuh sakit, Sedangkan ia sendiri tidak terlalu memperhatikan dirinya sendiri karena baginya istrinya lah yang lebih penting.
"Sayang jangan melepaskan sarung tanganmu, Kau bisa kedinginan nanti" Tangan Rey mencegah Ayrin yang akan membuka sarung tangannya.
"Sebentar saja sayang, Aku ingin bermain salju" Jawab Ayrin yang sudah melepas sarung tangannya tanpa mendengar larangan Rey.
"Sayang jangan bermain dengan salju, lihat tanganmu sudah memerah" Larang Rey lagi namun tak di dengarkan istrinya, Ayrin begitu senang bisa bermain dengan salju karena ini baru pertama kalinya Ayrin melihat salju turun dan bermain dengan salju.
"Sayang perhatikan langkahmu"
"Sayang jangan memegang ranting"
"Sayang jangan ke arah danau"
Rey terus saja melarang Ayrin jangan ini jangan itu, jangan kesana jangan kesini, Namun tak ada satupun yang di dengar atau di lakukan Ayrin, Ayrin tetap asik dengan hal yang baru ia lihat itu, Rey sudah mulai kesal dengan istrinya karena tidak mau menuruti ucapannya hingga akhirnya Rey menarik tangan Ayrin yang masih menggenggam salju di tangan hingga terjatuh dan membawanya kedalam pelukannya,
"Sayang lepaskan aku, Aku masih ingin bermain dengan salju itu" Protes Ayrin dalam pelukan Rey.
"Tidak...Kau sudah telalu lama bermain, Lihat tanganmu sudah memerah karena kedinginan dan kau juga tidak mendengarkan ucapanku" Menyentil pelan jidat istrinya.
__ADS_1
"Maaf sayang" Tersenyum sangat manis "Aku janji kali ini aku akan mendengarkanmu jadi lepaskan aku, Aku ingin ke atas sana" Tunjuknya pada bukit yang sudah tertutup oleh salju tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Melihat bukit yang di tunjuk istrinya begitu extreme Rey dengan cepat menolak permintaan istrinya dan semakin erat memeluknya "Tidak boleh, Bukit itu terlalu bahaya untuk kau naiki"
"Tapi Sayang,,, Lihat sudah banyak wisatawan yang sampai di atas bukit itu" Tunjuknya lagi pada beberapa wisatawan yang sudah mencapai puncak bukit yang ingin Ayrin naiki.
"Aku bilang tidak ya tidak, Itu bahaya untukmu" Suara Rey sudah terdengar semakin kesal karena istrinya tetap kekeh ingin naik ke atas bukit.
"Tapi sayang....."
"AYRIN PUTRIANA ZAZI" Potong Rey menyebut nama lengkap Ayrin dengan suara yang tinggi dan hal itu membuat Ayrin yang ingin kembali perotes terdiam dan menundukan kepalanya.
"Maaf" Bekata pelan dengan masih menundukan kepalanya, Ayrin tau jika Rey sudah memanggil dengan nama lengkapnya itu artinya Rey tidak ingin di bantah lagi dan sikap Ayrin sudah melebihi batas.
Ayrin hanya menganggukan kepalanya dalam pelukan suaminya, ia juga menyadari kesalahannya, tidak seharusnya ia membantah ucapan Rey, ia tau apa yang di lakukan Rey padanya adalah yang terbaik untuknya.
Rey melepaskan pelukannya setelah itu memakaikan Kembali sarung tangan Ayrin, Ayrin menerima semua perlakuan Rey tanpa protes lagi ia juga masih menundukan kepalanya, Selesai memakaikan sarung tangan Rey memegang kedua pipi Ayrin membawanya menatap ke arahnya.
"Jangan takut lagi, Aku tidak akan meninggikan suaraku lagi Hemm" Rey mencoba membuat istrinya tidak takut lagi padanya.
Ayrin masih tidak mengeluarkan suaranya ia hanya mengangguk menjawab ucapan Rey, Melihat Ayrin yang masih tak mengeluarkan suaranya membuat Rey menyesali perbuatan nya tadi.
"Sekali lagi maafkan aku" Rey kembali meminta maaf dengan raut wajah penuh rasa bersalah.
__ADS_1
Melihat raut wajah Rey yang penuh rasa bersalah akhirnya Ayrin mau membuka suaranya "Tidak perlu meminta maaf, aku yang salah"
Rey tersenyum mendengar suara istrinya "Ya kau memang bersalah, Karena itu lah kau harus mendapat hukuman" Selesai bicara Rey langsung menyerang bibir istrinya,Tangannya mndorong tubuh istrinya agar semakin mendekat kepadanya, Rey terus memeluk istrinya ia tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, Ayrin mendorong tubuh Rey kuat hingga Rey melepaskan pelukannya saat ia mulai susah bergerak.
"Sayang apa kau mau membunuhku" Ucap Ayrin setelah Rey melepaskan pelukannya dan merengkangkan tubuhnya karena sedari tadi Rey memeluk tubuhnya terlalu kuat.
"Aku suka" Alih-alih menjawab pertanyaan istrinya Rey malah mengatakan hal lain dan kembali mencondonkan tubuhnya mencoba mengulang hal yang baru saja terjadi namun tangan sang istri menahan tubuhnya.
"Dasar Mesum" Teriak Ayrin, Rey tertawa keras mendengar celotehan istrinya.
"Ayo kita pergi ketempat lain, Masih banyak tempat yang belum kau datangi" Ajak Rey menggenggam tangan Ayrin dan memasukannya kedalam kantong jaketnya.
"Ayo aku sudah tidak sabar untuk melihat tempat-tempat indah lainnya"
Mereka berdua pergi meninggalkan Danau Ganeva, Tujuan Rey selanjutnya adalah The Matterhorn Gunung yang sudah terkenal di tingkat dunia dengan ketinggian 4.478 meter, Berlokasi di puncak Alpen Pennine, Tak jauh dari kota Zermatt, Klein Matterhorn terkenal sebagai destinasi olahraga musim dingin dunia. Pengunjung yang datang ke tempat wisata di Swiss biasanya melakukan ski atau pendakian di lerengnya yang di buka setiap tahun.
Namun Tujuan Rey membawa Ayrin kesana bukan untuk bermain ski atau mendaki pegunungan, Tapi Rey ingin membawa Ayrin menaiki kereta gantung tertinggi di dunia itu, Kereta gantung yang di buka di klein Matterhor merupakan yang tertinggi di dunia yang akan melintasi perbatasan antara Swiss dan Italia atau yang di sebut dengan Piccolo Cervino.
Ayrin begitu terpesona dengan keindahan alam ya ia lihat dari atas kereta gantung yang ia naiki, ia benar-benar tidak menyangka jika ia bisa datang ke Negara yang selama ini ia impi-impikan untuk ia datangi, ia juga tidak menyangka jika ia datang ke Negara impiannya bersama seseorang yang sangat ia cintai dan mencintainya, Ayrin sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan karena telah memberikannya seorang Suami yang begitu menyayanginya dan yang selalu membuatnya bahagia.
"Aku Berdoa kepada Tuhan Memohon agar di berikan laki-laki yang bisa menerima kekuranganku, Tapi Tuhan memberikan laki-laki yang bukan hanya mau menerima kekuranganku tapi juga mau membahagiakanku" Batin Ayrin dengan mata yang terus memandang Rey dalam-dalam.
...Beri Author semangat ya biar Author semangat buat lanjutin cerita iniπ...
__ADS_1
...Maaf ya para pembaca setia Author kalo 1 mingguan ini Author hanya UP 1 Bab, Soalnya Author lagi sibuk, Author nulis cerita ini di sela-sela jam kerja Author, Untuk bisa nulis 1 Bab 1000 kata lebih Author nyicil dikit-dikit di jam kerja, malem baru bisa nyelesaiin sisany, nanti kalo Author udah ga sibuk lagi Author bakal Up 2 atau 3 Bab sehari, Jadi jangan pada ninggalin cerita ini yaππ...