Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
101.Permintaan Pak Ammar.


__ADS_3

Pagi buta keadaan di rumah mewah itu kelihatan nya sangat sibuk,ke tiga wanita cantik itu telah siap untuk mencari keberadaan Mita, sementara sang ibu,wanita paruh baya itu telah siap untuk berangkat ke panti.


Mereka tak ingin menghabiskan waktu nya hanya untuk hal yang sia-sia,karena baginya waktu adalah umur yang harus di pertanggung jawabkan di akhirat kelak.


Lantas bagaimana jika hanya di gunakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat?


Sungguh merugi bukan?


Sebelum sang ibu keluar dari rumah,wanita paruh baya itu segera menemui ke tiga wanita cantik yang telah di anggap sebagai anak kandung nya sendiri.


"Nak,setelah urusan kalian selesai,kalian harus secepatnya kembali dan ingat kalian harus saling menjaga satu sama lain,dan tak boleh ada perselisihan di antara kalian,"ceramah sang ibu sambil menatap ke tiga wanita itu secara bergantian.


"Insyaallah Bu," sahut nya serentak.


Wanita paruh baya itu tersenyum lalu membalikkan tubuhnya lalu segera melangkah ke pintu utama.


Sementara ke tiga wanita itu masih berdiri tegap sambil menatap punggung lebar sang ibu telah berlalu.


"Apa kalian sudah siap untuk berangkat?," tanya Bela sambil melirik ke arah kiri dan kanan.


"Insyaallah Bel,ayo kita berangkat sekarang," sahut Tania sambil melangkah kan kaki nya.


"Tunggu dulu," ujar Tari.


Tania menghentikan langkahnya"Tunggu apalagi si Tar?."


"Kak,apa sebaik kita mencari Mita di kantor saja,di sana kan dia bekerja jadi kita bisa tanya langsung ke dia."


Mendengar ucapan Tari membuat Tania membalikkan tubuhnya lalu segera melangkah menuju ke hadapan Tari dan Bela.


"Aku setuju," seru Bela.


Tania mengerutkan keningnya"Apa kalian yakin?."


Bela dan Tari saling menatap sejenak,ke dua nya benar-benar yakin jika dengan cara itu mereka bisa mendapatkan informasi di mana keberadaan Mita saat ini.


Sementara Tania,wanita itu tak ingin menimbulkan keributan,karena ia tahu persis bangaimana sikap Mita yang sesungguhnya.


Terlebih lagi ketika Tania mengingat kembali bagaimana hubungan Bela dan Mita selama ini,wanita itu benar-benar tidak setuju.


"Jangan ceroboh " sambung Tania kembali.

__ADS_1


"Aku tau maksud kamu Tan,lantas apa yang harus kita lakukan sekarang?," tanya Bela bingung.


"Bagaimana kalau kita tunggu Mita setelah usai jam kantor?setelah itu kita ikuti dia dari belakang," usul Tari .


"Ide bagus,"seru Bela.


Tania menganggukan kepala nya tanda setuju,tak selang berapa lama bel pun berbunyi.


Ting ..Tong.


Ibu Susi segera buru-buru menuju ke pintu utama, sementara ke tiga wanita itu saling menatap satu sama lain.


"Siapa yang datang,apa mungkin kakak Rani?," gumam Tania sambil menatap ke arah luar.


Tanpa aba-aba Tari pun bergegas melangkah ke pintu utama untuk memastikan siapa yang datang.


Namun setibanya di pintu,gadis kecil itu langsung mengepalkan tangannya,lalu menelan ludah kasar nya "Pak Ammar," gumam nya sambil menatap sinis.


"Untuk apa bapak ke sini?," tanya Tari dengan darah mendidih.


Gadis kecil itu benar-benar jijik melihat wajah pria itu,sementara ibu Susi,wanita itu terkejut ketika mendengar ucapan Tari barusan, sedangkan pak Ammar,pria itu hanya tersenyum sinis.


"Hey gadis kecil,kamu ini siapa? kamu tidak berhak untuk mengatur aku,ini rumah istri aku dan kamu bisa saja aku buang dari sini jadi tolong jaga ucapan kamu,"Seru pak Ammar kesal sambil menunjukkan jari ke hadapan Tari.


"Sebelum anda di usir dari sini,lebih baik kamu pergi dari sini."


Tanpa pikir panjang lagi pak Ammar bergegas melangkah menuju ke hadapan Tari lalu menarik tangan gadis kecil itu,hingga membuat Tari jadi tersungkur ke lantai.


Sementara Bela dan Tania yang menyaksikan hal itu membulatkan bola matanya"Cukup Mas," teriak Tania sambil menatap tajam ke arah pak Ammar.


Sementara Bela,wanita itu bergegas menolong Tari"Kamu gak papa kan Tar?."


"Enggak papa kok kak," sahut Tari lalu bangkit dan berjalan menuju ke hadapan pak Ammar.


Plakkk.


Tamparan keras telah mendarat cantik di wajah pak ammar,gadis kecil itu benar-benar murka karena ia di perlakukan kasar oleh pak Ammar.


"Pergi kamu dari sini pria brengsek,"sarkas Tari.


Tanpa aba-aba pak Ammar kembali lagi ingin menyerang gadis kecil itu,namun belum ia melakukan sesuatu Bela bergegas melindungi gadis kecil itu.

__ADS_1


"Jangan coba-coba kamu melukai Tari,atau kamu akan mati di sini,"ancam Bela sambil merentangkan tangan melindungi gadis kecil itu.


Pak Ammar baru menyadari jika saat ini wanita yang telah berdiri di hadapan nya adalah mantan istrinya.


Pria itu mengerutkan keningnya"Untuk apa kamu di sini perempuan licik,lebih baik kamu pergi dari sini sebelum aku mengusir kalian dari sini,"sarkas pak Ammar.


Pria itu semakin kesal sementara ke tiga wanita itu semakin tidak terima tingkah laku pak Ammar seperti itu.


"Cukup Mas! seharusnya kamu yang pergi dari sini," bentak Tania dengan tangan terkepal dan darah mendidih.


Mendengar ucapan Tania membuat pak Ammar semakin kesal,pria itu tidak menyangka jika Tania tega berbuat seperti itu.


Dengan tangan terkepal,mata memerah dan tubuh gemetaran,pria itu langsung melangkah ke hadapan Tania.


"Siapa yang ajarin kamu tidak sopan seperti ini?aku ini suami mu dan rumah ini juga adalah milikku."


Ha-ha Tari tertawa


"Dasar Matre," teriak Tari lalu melangkah kan kaki nya,namun Bel secepat nya menahan tangan nya.


"Tari lebih baik kamu diam!biarkan mereka selesaikan masalah nya sendiri"seru Bela dengan suara intonasi tinggi.


Gadis kecil itu menganggukan kepala nya"Iya kak."


Sementara Tania,sang calon ibu tersebut benar-benar murka,dia tidak peduli lagi dengan siapa ia berhadapan.


Dengan tatapan tajam lalu perlahan-lahan ia mundur ke belakang,karena ia tak ingin di sentuh oleh suami nya sendiri.


"Pergi dari sini mas," usir Tania sekali lagi.


Pak Ammar menelan ludah kasar nya"Baiklah,aku akan pergi dari sini tapi dengan satu syarat."


"Syarat?," tanya Bela sambil melangkah kan kaki nya menuju ke hadapan pak Ammar.


"Lebih baik kamu diam Bela,ini urusan aku dengan Tania," seru pak Ammar dengan tatapan tajam.


"Syarat apalagi mas?," tanya Tania sambil melangkah dan langsung menarik tangan Bela.


Sementara Tari,gadis kecil itu mengepalkan tangannya,darah mendidih dan menatap sinis ke arah pak Ammar dari arah belakang.


"Aku inginkan uang sebanyak 1 M darimu," pinta Pak Ammar.

__ADS_1


"Apa?," ke tiga wanita itu kaget seketika ia mendengar ucapan Pak ammar barusan.


__ADS_2