Istri Ke 2 Yang Terlupakan.

Istri Ke 2 Yang Terlupakan.
127.Syarat.


__ADS_3

"Apa rencana kamu kedepannya,Tan?"tanya Rani demi memecah keheningan di antara mereka.


Tania menggeleng kepalanya berulang kali"Aku enggak tau kak.di pikiran ku cuma ada satu,ingin hidup membesarkan anakku tanpa harus merepotkan orang lain."


"Merepotkan?"Rani menyipitkan matanya,menoleh ke hadapan Tania sejenak lalu menelan ludahnya berkali-kali"Emang siapa yang repot?jangan mikir aneh-aneh deh,Tan."


"Enggak kak,selama ini aku terlalu banyak merepotkan ibu dan kakak.dan setelah semuanya selesai aku harus kembali ke desa."


"Desa?"tanya Rani bingung sambil menghentikan mobil nya secara mendadak",Tidak Tan!kamu harus tetap berada di sini.kalau perlu ibu dan seluruh keluarga di sana harus pindah ke sini,"sambung nya kembali .


"Itu tidak mungkin kak,"protes Tania sambil menatap sang kakak.gadis ini sepertinya sudah menyerah hidup di kota,kembali ke desa adalah pilihannya walau keadaan sudah berubah seperti ini.


Mengandung anak dari seorang suami yang tidak bertanggungjawab tentunya akan menjadi sorotan para manusia.pikiran negatif sudah pasti, apalagi pernikahan mereka hanya di laksanakan secara rahasia.bahkan ke dua orang tuanya belum tau kabar buruk ini sampai detik ini.


Lantas bagaimana Tania bisa menghadapi semua ini?memberi penjelasan yang tepat kepada ke dua orang tua,agar mereka bisa menerima Tania dan sang calon bayi.


"Cukup Tan!Jangan banyak protes lagi.aku yakin kehidupan kalian jauh lebih baik di sini daripada di desa,biar aku yang akan bicara pada ayah dan ibu nantinya."


Memikirkan resiko yang akan terjadi, maka gadis ini memutuskan untuk melakukan satu hal saat ini.


"Tapi..kak!


Lagi-lagi Tania ingin menolak permintaan sang kakak,namun seketika Rani memasang wajah menakutkan.Tania hanya bisa menelan ludahnya kasar.


"Ini semua demi kebaikan kamu Tan,biarkan aku yang hadapi semua ini karena ini adalah tanggung jawab aku."


Mereka melanjutkan kembali perjalanan nya,tak ingin membuang banyak waktu untuk hal yang sia-sia.karena di depan mata masih banyak ujian yang antri sedang menunggu nya.


"Saat nya kita ketemu pak Dion,dan membicarakan banyak hal yang lebih penting,"sambung nya kembali.gadis ini benar-benar sudah jatuh cinta pada pria ganteng itu.


Dengan cepat Tania mengangkat kepalanya,gadis ini kembali memancarkan senyuman nya.menatap sang kakak begitu lama lalu menelan ludahnya berkali-kali.


"Kak,aku sangat mendukung mu,menikah lah kak."


"Apa kamu bahagia?".

__ADS_1


"Tentu saja kak,"jelas nya lalu bersorak gembira.


Rasa-rasanya sudah tak sabar lagi untuk menyaksikan pernikahan sang kakak,menjadi saksi seperti apa yang di lakukan Rani ketika ia menikah dulu.


Ke dua nya merayakan kebahagiaan ini,mereka seperti bocah-bocah yang sedang menerima coklat.kehebohan mereka tak tanggung-tanggung.


Padahal mereka belum tau, bagaimana keputusan dari pria beruntung seperti pak Dion itu?


 __________


****! pak Dion menepuk jidat berkali-kali,dunia nya benar-benar hancur setelah mendapatkan tawaran dari Tania.menikahi wanita yang tidak ia cintai sama saja bunuh diri.


Pria ini menatap Tania begitu lama,otak dan hatinya terhubung begitu cepat"Aku hanya ingin menikah dengan mu Tania," gumam nya sembari menelan ludahnya berkali-kali.


"Kenapa bapak menatap ku seperti itu? lalu bagaimana dengan Tawaran saya?jadi kan pak?."


Pak Dion segera beranjak dari kursi, meletakkan ke dua tangan nya di atas meja lalu menatap tajam ke arah lawan nya, sementara Rani gadis ini memilih mojok di pinggiran cafe.


"Apa kalian sudah gila?"tanya pak Dion tanpa ragu-ragu.


"Kamu benar-benar gila Tan!mana mungkin aku bisa menikahi dia.sementara hatiku hanya untuk satu wanita saja."


"Cinta bisa tumbuh setelah menikah kan pak?Please!" Tania mengatupkan kedua tangannya,sementara pak Dion pria ini benar-benar pusing tujuh keliling.


"Ah sial! pak Dion memukul meja begitupun keras"Mimpi apa aku semalam?"lirih nya sembari menatap ke arah Rani yang sedang sibuk menikmati sarapan pagi"Oh Tuhan! apa yang harus aku lakukan?"sambung nya kembali lalu menghempaskan bokong nya begitu saja.


"Apalagi yang bapak pikirkan? kakak aku cantik,pinter dan kaya pula. kurang nya apa lagi coba?".


Pak Dion menghela napas panjang laku menghembuskan nya secara kasar,menatap nanar ke arah Tania lalu menopang dagunya dengan tangan kanan.pria ini benar-benar tak bisa memutuskan apa-apa.


"Aku sangat bahagia jika kalian menikah.kalian itu pasangan serasi, jadi sudah saat nya bapak membuka hati kepada dia".


Tania masih saja terus mengoceh, sementara pak Dion tidak berani merespon nya sama sekali"Pak,kok diam saja?."


"Kamu bisa diem enggak si?menikah itu bukan permainan Tan.dan aku memilih wanita itu bukan dari bobot dan bibit nya,jadi jangan banyak ngomong lagi,Awas!."

__ADS_1


"Ha-ha" gadis ini tertawa lebar sembari memperhatikan wajah lawan nya"Tidak perlu banyak pertimbangan lagi pak,bapak sudah tua jadi buruan menikah."


Rasa-rasanya pak Dion ingin melemparkan Tania sejauh mungkin,bukan nya dia peka dengan apa yang sedang pria ini rasakan,malah membuat pikiran nya semakin tak waras.


Pria ini kembali lagi menghela napas panjang.memikirkan matang-matang apa yang harus ia lakukan saat ini,pak Dion beranjak dari kursi lalu bolak-balik enggak jelas.


1 menit...


2 menit...


3 menit...


"Oke,aku menerima tawaran ini"Pak Dion Kembali menelan ludahnya kasar lalu menatap ke arah Tania tanpa berkedip"Tapi ada syarat nya."


"Apa?"sontak Tania kaget,gadis ini bergegas bangkit dari kursi lalu menatap ke arah pak Dion"Jangan aneh-aneh deh pak."


Pak Dion tersenyum tipis lalu segera mendekati Tania,pria ini tidak ingin mengalah begitu saja"Tenang saja,syarat nya gampang kok,Tan."


Tania memutar bola matanya malas.gadis ini begitu yakin jika syarat dari pak Dion pasti aneh-aneh.Namun demi melihat sang kakak bahagia,gadis ini pantang menyerah sebelum pak Dion menyetujui permintaan darinya.


"Apa syaratnya pak,cepat katakan!"pinta nya lalu menghempaskan bokong nya begitu saja di kursi.


"Baiklah,"ujar pak Dion lalu menarik kursi dan segera menghadapi Tania"Aku siap menikah dengan Rani,tapi setelah itu aku juga harus menikahi mu.Bagaimana adil kan?."


Bugh!


Tamparan keras tiba-tiba mendarat cantik di atas meja,gadis ini benar-benar murka atas permintaan pak Dion barusan,mata memerah dan seluruh tubuhnya gemetaran.rasa-rasanya ingin menendang pantat jelek pak Dion ke planet Pluto.


"Apa bapak sudah gila?".


"Iya,aku sudah gila!"bentak pak Dion sembari memukul meja begitu kuat"Selama ini aku berusaha untuk mendapatkan cintamu,mengejar mu sampai ke kota ini,tapi apa yang aku dapatkan?,"sambung nya kembali dengan mata memerah dan tangan terkepal begitu kuat.


Pak Dion benar-benar terpukul. angan-angan yang begitu tinggi untuk memiliki sang gadis pujaan,malah harus berakhir dengan orang yang tidak sama sekali ia cintai.


Selama bertahun-tahun ia berjuang untuk mendapatkan Tania,dari kota A menuju ke kota B.namun setelah mereka di pertemukan,si gadis pujaan hatinya sudah memiliki pasangan hidup.

__ADS_1


Kecewa sudah pasti apalagi sakit hati,bukan?


__ADS_2